Bunyikan Leher Bangkitkan Risiko Stroke

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebanyakan orang gemar dan puas setelah sukses membunyikan leher. Gerakan khas itu mungkin menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Ternyata kebiasaan itu dipercaya dapat mengurangi rasa pegal. Sayangnya jika dilakukan terlalu sering dapat meningkatkan risiko stroke.

Gerakan khas yang menghasilkan bunyi mirip tulang patah sebenarnya terjadi akibat adanya pelepasan gas di dalam membran synovial yang menyelubungi persendian. Gas tersebut keluar dari membran akibat adanya tekanan yang kuat saat leher atau pinggang diputar dengan gerakan mengentak.

Lepasnya gas-gas tersebut tidak berbahaya, bahkan bisa membantu meredakan rasa kaku dan pegal-pegal di persendian. Rasa pegal bisa berkurang untuk sesaat, meski biasanya akan kembali lagi ketika membran synovial mulai terisi kembali oleh udara.

Pakar kebugaran dari New York, Henry S Lodge, MD mengatakan kebiasaan membunyikan leher lebih berbahaya daripada bagian lain karena bisa meningkatkan risiko stroke.

“Pada beberapa perempuan, membunyikan leher dengan gerakan khas dilaporkan bisa meningkatkan risiko stroke. Diduga karena hal ini memicu kerusakan arteri atau pembuluh nadi,” ungkap Lodge seperti dikutip dari MSN Health.

Tindakan menggerakkan leher sehingga menghasilkan bunyi mirip tulang patah tidak pernah dianjurkan oleh para ahli. Jika tidak ingin merasakan pegal-pegal, pilihan paling tepat adalah dengan lebih sering bergerak atau melakukan aktivitas fisik.

Kalaupun terpaksa harus melakukannya karena mungkin sudah menjadi kebiasaan yang sulit hilang, maka gerakan yang dilakukan tidak boleh terlalu kuat dan mengentak. Lakukan gerakan sewajarnya, jangan dipaksakan terlalu memutar atau menekuk sehingga memberi beban ekstra karena bisa memicu arthritis atau radang sendi

paling was was dan anti jika pijat tradisional…
tukang pijat mulai cengklak lehernya …
he…he… takut lehernya patah dan ngga bisa balik :smiley:

klo pijat plus lice? :smiley:

Saya suka bunyikan leher klo lagi pusing, tp ga keras2 amat…
jadi ga papa ya pak TS?

ga apa2, asal wajar… contoh jika merasa capek, lebih baik kepala diputar pelan seperti orang olah raga… jika memang berbunyi… ya tidak apa2…

tetapi jika dipaksakan akan berbahaya ^^

salam

wah. ngeri ya.

padahal enak lho. ;D
apalagi kalo pernah ke barbershop orang sunda. sesi potong rambut biasanya ditutup sesi pijit, dari bahu, lalu kepala, dan ditutup dengan bunyi khas leher dipelintir…preeteekkkk… ;D

thanks buat infonya

:wink:

waahhhh, padahal enak banget loh rasanya abis gituan, biasanya abis cukuran rambut tuh di gituin hahahahaha, kalo sendiri malah gag berani, ih seremmm, tapi kecil kemungkinan struk kan yah, secara cukuran juga berapa bulan sekali,

wah, emang sih udah denger. Syukur aku ga suka dikayagituin.
mungkin bisa merusak pembuluh darah, kalo pecah bisa fatal. Harus segera dioperasi.

thx berat infonya…sungguh membantu… :afro: :afro:

Ya masuk akal juga sih :smiley:

Buat penderita hypertensi, apalagi komplikasi kolesterol (penyempitan pembuluh darah) dan elastisitas pembuluh darah berkurang.

Kalau pembuluh darah di kepala hampir pecah akibat tekanan lalu bunyikan leher bisa pecah. Tapi, itu bukan penyebab tapi cuma pemicunya saja. Menurut saya tanpa bunyikan leher pun kalau sudah seperti itu tinggal nasib aja. misalnya jika jantung sedikit deg-degan efeknya malah lebih besar dari sekedar bunyikan leher… :tongue:

GBU