bukan utk dibanned, tapi untuk dijawab

Semasa Yesus hidup di dunia sebagai nabi Allah, baginda pernah memberitahu kepada para pengikutnya suatu keterangan penting, yaitu bahwa akan datangnya beberapa Mesias palsu dan nabi-nabi palsu. Brkatalah Yesus seperti berikut:

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Akan datang banyak orang dengan memakai namaku dan berkata ‘Akulah dia’ dan mereka akan menyesatkan ramai orang.” (Markus 13: 5-6)

Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: ‘Lihat, Mesias ada di sini’, atau ‘Lihat, Mesias ada di sana’, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul sdan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-oang pilihan.” (Markus 13:21)

Paulus, atau nama Yahudinya, Saul (Kisah 13:9), lahir di Tarsus iaitu ibu kota Cicillia di Asia Minor. Ayahnya seorang Yahudi dari suku Benyamin, dan ibunya keturunan Romawi. Dia menjadi jemaat Kristen setelah mengaku bertemu dengan cahaya di langit yang konon namanya adalah Yesus (Kisah 9:3-7). Paulus inilah juga yang memiliki peranan terbesar dalam pembentukan dogma agama Kristian, antara lain 7 dogma di bawah ini.

  1. Konsep Tuhan Anak
    Menurut Paulus, Allah Bapa yang berada di syurga itu mempunya anak yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada dan segalanya dicipta melaluinya (1 Korintus 8:6; Kolose 1:5; 1 Timotius 2:5)

  2. Inkarnasi
    Menurut Paulus, Yesus telah melakukan inkarnasi di bumi melalui benih Daud (Roma 1:3-4; Galatia 4:4-5; Kolose 1:15; dan Ibrani 1:3). Dengan demikian, Paulus telah mendoktrinkan bahwa Yesus adalah anak Yusuf dan Maryam sebagaimana salasilah yang ditulis oleh Matius (Mat. 1:1-16).

Paulus mengatakan bahwa Yesus dalam wujudnya sebagai manusia berasal dari benih Daud (Roma 1:3). Jadi Paulus secara tidak langsung menuduh Yusuf dan Maryam bersetubuh hingga melahirkan Yesus.

  1. Dosa Waris
    Menurut Paulus, manusia ini sebenarnya hidup kekal di syurga, kerana kesalahan Adam, maka baginda diletakkan di bumi dan anak Adam mati. Dosa yang telah diperbuat oleh Adam itu terus dipikul oleh keturunannya (Roma 5:12-18; 1 Korintus 15:21-26).

  2. Penyaliban dan Penebusan
    Menurut Paulus, Yesus menyerahkan dirinya untuk berkorban hingga mati ditiang salib (1 Korintus 1:18-23; Roma 5:8; 1 Timotius 1:15). Pengorbanan Yesus adalah untuk menebus dosa manusia. Oleh kerana itu setiap orang harus beriman kepada penyaliban dan penebusan dosa ini, agar memperoleh hidup kekal dan kembali pada hari kemudian (Roma 5:18; 6:10-11; 2 Korintus 5:14; 1 Timotius 2:6).

  3. Konsep Kebangkitan
    Yesus bangkit dari kematian setelah dikubur selama tiga hari. Maka dari itu semua orang harus percaya bahwa Yesus telah bangkit dan hidup kekal. Siapa yang percaya akan memperoleh hidup yang kekal pula (Roma 6:4-18; 1 Korintus 15:17-20; 15:4; 2 Timotius 2:8).<

  4. Tuhan Yesus
    Setiap orang harus yakin bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9). Dengan adanya dasar dogma seperti ini, pada gilirannya melahirkan doktrin Trinitas yang menetapkan bahwa Tuhan terdiri dari 3 oknum, Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus.

Dari semua konsep dogma agama yang telah diajarkan Paulus itu, ternyata hanya kebohongan belaka. Sebagaimana yang dikatakannya sendiri dalam suratnya kepada jemaat di Roma 3:7 seperti berikut:

“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7)

Demikianlah Saul yang berganti nama menjadi Paulus setelah dia berhasil mengambil peranan dalam ajaran Yesus. Dia tidak pernah melihat Yesus dan tidak pernah bertemu dengan Yesus secara langsung, sebagaimana para murid (pengikut Yesus) yang lainnya, tapi dia mengatakan bahwa ia mempunyai hubungan langsung dengan Yesus, dengan demikian maka tidak ada hak bagi siapa saja untuk menentangnya terhadap ajaran-ajaran yang dikatakannya langsung diterima dari Almasih.

Kehadiran Paulus di tengah-tengah para Rasul adalah berkat jasa Barnabas, dan ini boleh kita pastikan bahawa Barnabas memiliki pengaruh yang sangat penting di kalangan para murid Yesus yang lainnya sehingga mereka mahu patuh terhadap keputusannya. Barangkali kerana alasan inilah dengan adanya kehidupan Barnabas dicatat dengan terperinci pada kitab Kisah Para Rasul. Sifat hubungan antara Barnabas dan Paulus ditunjukkan dalam Kisah 13:1-2 sebagai:

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada uhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang Kutentukan bagi mereka’.”

Dalam daftar para pengikut Yesus, Lukas menyebut Barnabas dalam urutan pertama dan Saul/Paulus dalam urutan terakhir.Kerana telah terpilih untuk bekerjasama, maka para rasul menyebar, dan Barnabas serta Paulus berangkat bersama Markus untuk menyebarkan ajaran Yesus di Yunani. Sementara James, putera Maria dari suami Yusuf, ditinggal sebagai ketua para pengikut Yesus, Peter juga tetap tinggal.

Dalam kitab kisah Rasul diceritakan, di samping mereka kadang-kadang dilempari batu d ibeberapa tempat, dua orang penyebar agama tersebut sangat berhasil. Reputasi mereka sebagai manusia-manusia pelayan Tuhan tersebar luas.

Ketika mereka sampai ke Lucaonia dan menyembuhkan seorang yang pincang, terdapat desas-desus bahwa dewa-dewa telah diturunkan kepada mereka dalam bentuk manusia. Mereka memanggil Barnabas dengan sebutan Jupiter dan Paulus dengan sebutan Mercuries. Kemudian para pendeta (penyembah) Jupiter membawa binatang ternak dan karangan bunga kepintu-pintu gerbang, dan akan melakukan pengorbanan bersama orang-orang banyak. Maka ketika para rasul tersebut, Barnabas dan Paulus, mendengar tentang hal tersebut, mereka mengoyakkan pakaian dan lari ke kumpulan orang yang sedang berteriak-teriak:

“Dan mereka berdua berkata :’Tuan-tuan, mengapa anda melakukan semua ini? Kami berdua juga manusia yang ingin membagi kasih dengan saudara, dan mengajarkan kepada anda tentang Tuhan Yang Maha Hidup yang telah menciptakan langit dan bumi, laut dan segala sesuatu yang ada didalamnya’” (Kisah 14:15)

Jika reaksi dari penduduk Yunani adalah seperti ini (yang menganggap Barnabas dan Paulus sebagai dewa berupa manusia), maka hal ini menandakan bahwa kedua-duanya mengalami masalah dalam menyebarkan ajarannya. Seorang yang mengenali Yesus akan sangat mudah mengenali bahwa ajarannya merupakan sambungan dari ajaran Musa. Tetapi bagi kebanyakan penyembah berhala, ajaran ini dipandang baru dan aneh. Semua penyembah berhala, yang mengakui banyak dewa tetap mempercayai bahwa Tuhan itu beragam.

Bagi orang-orang Yunani, penggambaran tentang Yesus, sesuai dengan salah satu dewa mereka, dan mungkin sekali mereka siap untuk menerima ajaran Yesus dalam penggambaran seperti ini. Sebab bagi pemahaman mereka, tetap ada ruang untuk lebih dari satu.

Ajaran Yesus mengenai konsep tauhid adalah suatu bentuk penghapusan semua dewa-dewa yang berbagai-bagai itu. Ajaran inilah yang tidak dapat diterima oleh mereka. Bagi orang yang setulus dan seteguh Barnabas, tugas menciptakan cara hidup yang diajarkan Yesus di Yunani tanpa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, pastilah sangat berat.

Bagi Paulus, yang telah memperlihatkan kecenderungannya merubah ajaran yang diketahuinya, melihat kesempatan untuk berdakwa dengan terlebih dahulu menggunakan kepercayaan orang-orang Yunani tersebut dan ditamsilkan ke dalam Yesus.

Saat itu Yunani telah menjadi sebahagian dari kekaisaran Romawi. Dewa-dewa Romawi banyak memiliki kemiripan dengan dewa-dewa yang dianut oleh orang Yunani.

Dan Paulus adalah orang yang sangat pandai memanfaatkan situasi, dia menyadari sepenuhnya keteguhan kepercayaan dalam agama Greeco-Roman (campuran Yunani dan Romawi) dari rakyat awam didalam kekaisaran Romawi tersebut. Jelas terlihat bahwa ia merasa tidak mungkin merubah cara ibadah mereka tanpa merubah ajaran Yesus.

Barnabas, di sisi lain sebagaimana tercatat dalam Matius 5:18, bahwa Yesus mengetahui bahwa penciptaanya/kelahirannya tidak menginginkan hukumnya dikurangi dan diubah sekecil mana pun. Untuk itu dia tetap berpegang teguh pada ajaran yang pernah diterima langsung olehnya. Akhirnya mereka berdua, Barnabas dan Paulus lebih banyak bersilang pendapat.

Tercatat dalam Kisah Rasul 15:39-40: “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus.”

Sangat menarik untuk dikaji apabila Barnabas tercatat pada kisah Rasul, bahwa dia telah dipilih oleh Roh Kudus untuk menyebarkan ajaran Yesus, tetapi perkara ini ditolak oleh Paulus. Kedudukannya telah cukup kuat dan dia tidak perlu lagi bergantung pada Barnabas. Lebih jelas lagi, Paulus adalah warga negara Romawi dan boleh berbahasa Romawi, juga boleh berbahasa Yunani sebagai bahasa rasmi daerah kelahirannya, Tarsus. Surat-surat yang ditulisnya pada masa berikutnya kepada komuniti-komuniti Kristen di Yunani pastilah ditulis dalam bahasa ibundaya. Ini jelas apabila Paulus dapat pergi ke Yunani dan Itali tanpa mengalami kesulitan dalam bahasa. Barnabas pada masa yang sama, tidak pandai berbicara dalam kedua-dua bahasa tersebut. Markus yang boleh berbahasa Yunani, harus menyertainya pada perjalanan misi pertamanya ke Yunani sebagai penterjemah. Jika Barnabas pergi bersendirian, maka ia tidak akan boleh difahami. Oleh sebab itu penolakan Paulus untuk bepergian bersama Markus kerana khuatir akan terbongkar penyimpangan Paulus pada saat berdakwah, sehingga Barnabas akan mencegahnya.

Di dalam buku “History of Christianity in the Apostolic Age” (hal. 216, 231, 424-25), A.G Mc Giffert berkata:

“Barnabas … yang haknya untuk bekerja (menyebarkan agama) dikalangan orang-orang zuhud telah diakui di Yerusalem …(kemudian) ia harus kembali dan memisahkan dirinya dari mereka (orang-orang zuhud) sangatlah aneh. Barnabas tidak menyetujui doktrin Paulus tentang kebebasan orang-orang Kristen dari segala bentuk hukum (sebelumnya; agama Musa)… perpisahan Paulus dan Barnabas dinyatakan oleh penulis kitab kisah Rasul sebagai akibat dari pertikaian mereka yang menyangkut Markus.

Tetapi alasan sebenarnya jauh lebih dalam daripada alasan tersebut… orang yang paling dekat dengan Paulus dan sangat intim bergaul dengannya pada masa-masa awal karirnya sebagai orang Kristen adalah Barnabas, …yang merupakan seorang anggota dari gereja di yerusalem pada masa permulaan… persahabatannya sangat berarti bagi Paulus dan pasti memiliki andil dan pengaruh yang tidak kecil terhadap orang-orang Kristen. Barnabas bertindak sebagai pendukung Paulus dimasa awal. Padahal sebelumnya, Paulus adalah penyiksa orang-orang Kristen yang tak pernah terlupakan.

Perubahan sikap Barnabas terhadap Paulus hanya boleh terjadi sebagai akibat pengalaman-pengalamannya selama dia bersama dengan Paulus. Segala harapannya agar Paulus mengubah pandangannya dan benar-benar menjadi pengikut Yesus telah sirna. Barnabas telah menyedari kesalahan dalam tindakannya, maka dia pergi meninggalkan Paulus. Sebelum dia mencuba menyebarkan suatu ajaran, yang sebenarnya hanya ditujukan kepada orang-orang Zuhud tampaknya ia melihatnya sebagai suatu tujuan yang tepat. Tetapi setelah mencubanya, pengalaman membuktikan bahwa hal itu tidak mungkin.

Tampaknya pengalamannya di Antiokia jauh lebih berhasil kerana terdapat orang-orang zuhud yang datang kepada para pengikut Yesus dan meminta untuk diterima sebagai orang-orang Kristen. Tetapi ketika Barnabas dan Paulus datang ke Yunani, justru mereka berdua yang meminta orang-orang untuk menjadi Kristen. Tidak terdapat catatan tentang apa yang terjadi setelah Barnabas kembali ke Cyprus. Tetapi diketahui bahawa dia mati sebagai seorang syahid yang memegang teguh kepada ajaran Yesus.

Sekalipun terdapat bukti bahwa Barnabas diasingkan oleh sebahagian besar halaman-halaman Alkitab, tapi jelas terlihat bahwa dia telah menjadi bahagian tidak terpisahkan dalam sejarah Kristen dan jelas tidak boleh diabaikan begitu sahaja. Secara terang-terangan ia ingin menegaskan dan mengajarkan apa yang telah didengarnya dari yesus pada masa-masa awal sejarah gereja, pada saat sebagian orang yang paling dekat dengan yesus. Kesetiaan Barnabas terhadap Yesus diakui oleh teman-temannya maupun lawan-lawannya. Di rumah saudara perempuannya, Yesus melaksanakan jamuan paskah, dan tentunya rumah tersebut tetap menjadi tempat pertemuan bagi para pengikut Yesus setelah baginda menghilang.

Pengaruh Barnabas terhadap para murid Yesus dan pengikut lainnya telah dipastikan oleh Alkitab sendiri. Barnabas dipanggil sebagai seorang nabi, guru dan juga seorang murid Yesus oleh Lukas yang kesetiaannya kepada Paulus tidak diragukan lagi.

Setelah Barnabas kembali ke Cyprus, Paulus meneruskan misinya. Sekalipun ia telah cukup lama bergaul dengan orang-orang Kristen awal yang membuat ia bisa diterima dikalangan mereka, tapi ia menyadari kelemahan posisinya. Dia dipanggil murid Yesus, sekalipun ia mengaku memiliki akses kepada Yesus melalui wahyu, tetapi dia tetap memerlukan seseorang yang pernah hidup bersama Yesus untuk menyertainya dalam perjalanan-perjalanannya di kalangan orang-orang Gentile. Seorang teman yang merupakan saksi langsung kehidupan Yesus, akan memberikan kepadanya dukungan yang sangat bernilai dan bisa mendukung argumen-argumennya dengan kewibawaan tambahan. Untuk itu dia memujuk Petrus untuk bergabung dengannya.

Kedua orang yang dahulunya saling bermusuhan dengan tajam, dan sekarang bisa bersatu adalah suatu hal yang mengejutkan. Tetapi situasi telah berubah. Sekarang Paulus telah diterima oleh orang banyak sebagai seorang Kristian dan tidak lagi dipandang sebagai penyiksa.”

Sudah tepatlah apa yang telah dikatakan oleh Yesus dalam Injil Matius:

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata: ‘Akulah Mesias’ dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” (Matius 24:4-5)

Ramalan Yesus itu terbukti, bahwa ada orang mengaku Rasul yang diutus olehnya dengan mendapat bimbingan dari Roh Kudus. Tetapi rasul palsu ini mengajarkan dogma yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Sila anda buka dan teliti pertentangan antara ajaran Yesus dgn Paulus.

Beberapa contoh perbezaan ajaran Yesus dan Paulus:

  • Yesus sunat (Lukas 2:21) tetapi Paulus melarang sunat (Roma 2:29; Galatia 5:2).
  • Yesus menyuruh agar manusia mnyembah Allah, tetapi Paulus mempertuhankan Yesus.
  • Yesus tdk pernah mengajarkn dosa waris pd manusia.Yesus mngajarkan orang untuk brtaubat sendiri, bukan pada dirinya, (Matius 18:1-3 dan Lukas 16:19-29). Di Alkitab tertulis bahawa seseorang itu tdk menaggung dosa orang lain (Matius 16:21 dan Yehezkiel 18:20). Pauluslah yg mngajarkan dosa waris (lihat Surat Paulus di Rum 5:12-15). Maka jelaslah bahwa “dosa waris” tidak prnh diajarkan Yesus tapi pelopornya adalah Paulus.

http://kristen.nab.su/jpg/yesuspetir.jpg

Sadarlah Wahai umatku, gara2 kebodohan kalian patungku disambar petir…

Kami akan mencoba mbrikan tanggapan.

Yesus memilih dan mengutus 12 rasul (Petrus, Yakobus, Yohanes, Andreas, Filipus, Bartolomeus, Tadeus, Yakobus Alfeus, Matius, Simon Zelot dan Matias) utk mlanjutkan karyaNya dalam pemberitaan Injil.

Yesus juga telah mengakui kedudukan Yohanes Pembaptis sbg Elia yang akan datang, yang membuka jalan bagi pelayananNya.

Karna itu,
Ucapan Yesus, Yohanes Pembaptis dan pngajaran ke-12 rasul akan djadikan batu penguji utk meneliti ajaran Paulus.

1. Konsep Tuhan Anak Menurut Paulus, Allah Bapa yang berada di syurga itu mempunya anak yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada dan segalanya dicipta melaluinya (1 Korintus 8:6; Kolose 1:5; 1 Timotius 2:5)

Apa kata Yesus dan para rasul?

Yesus berkata bahwa Ia adalah Anak Allah.

Mat 11:27
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Yoh. 5:25
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

Yoh. 11:4
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Why. 2:18
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga

Apa kata Yohanes Pembaptis ttg Yesus?

Yoh. 1:18
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Yoh. 3:18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Apa kata rasul Yohanes ttg Yesus?

Yoh. 20:31
tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

1Yoh. 3:8
barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

1Yoh. 4:15
Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

1Yoh. 5:5
Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

1Yoh. 5:10
Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

1Yoh. 5:13
Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

1Yoh. 5:20
Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
(Yohanes menjelaskan bhw Yesus adalah Allah yang Benar!)

2Yoh. 1:3
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

Apa kata rasul Petrus ttg Yesus?

2Ptr. 1:17
Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Apakah Yesus sudah ada sblm segala sesuatu dan mciptakan segala sesuatu?
Apa kata rasul Petrus dan Yohanes tentang ini?

1 Ptr 1:20
Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

Yoh. 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Yoh. 1:10
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Apa kata Yesus tentang keberadaanNya sebelum dunia ada?

Yoh 17:5
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Yoh 17:24
Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Apa kata Yesus tentang penciptaan?

Why 3:14 (BIS)
"Kepada malaikat jemaat di Laodikia, tulislah begini: Inilah pesan dari Sang Amin, Saksi yang setia dan benar, sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah.

Jadi,
Terbukti scr sah dan myakinkan bhw ajaran Paulus tidak btentangan dg ajaran Yesus, Yohanes Pembaptis dan para rasul.

2. Inkarnasi Menurut Paulus, Yesus telah melakukan inkarnasi di bumi melalui benih Daud (Roma 1:3-4; Galatia 4:4-5; Kolose 1:15; dan Ibrani 1:3). Dengan demikian, Paulus telah mendoktrinkan bahwa Yesus adalah anak Yusuf dan Maryam sebagaimana salasilah yang ditulis oleh Matius (Mat. 1:1-16).

Paulus mengatakan bahwa Yesus dalam wujudnya sebagai manusia berasal dari benih Daud (Roma 1:3). Jadi Paulus secara tidak langsung menuduh Yusuf dan Maryam bersetubuh hingga melahirkan Yesus.

Yusuf adalah keturunan Daud, tetapi Yusuf bukan ayah biologis Daud.
Maria adalah keturunan Daud dan Maria adalah ibu biologis Daud.

Karna itu maka Yesus adalah benih Daud dari garis Maria.

Apakah Paulus menuduh Yesus sbg hasil psetubuhan Yusuf dan Maria?

Rm 1:3
tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud

Ayat di atas tidak bicara mngenai Yesus scr daging dperanakkan dari Yusuf.
Mlainkan mngatakan Yesus scr daging dperanakkan dari keturunan Daud.

Silsilah Leviate Marriage mbuktikan bhw Maria (Ibu Yesus) adalah keturunan Daud,
Karna itu, Yesus adl keturunan Daud dari garis Ibu.

Skali lagi,
Tbukti scr sah dan myakinkan bhw Paulus tidak mfitnah Yesus sbg anak hasil hubungan suami-isteri.

3. Dosa Waris Menurut Paulus, manusia ini sebenarnya hidup kekal di syurga, kerana kesalahan Adam, maka baginda diletakkan di bumi dan anak Adam mati. Dosa yang telah diperbuat oleh Adam itu terus dipikul oleh keturunannya (Roma 5:12-18; 1 Korintus 15:21-26).
4. Penyaliban dan Penebusan Menurut Paulus, Yesus menyerahkan dirinya untuk berkorban hingga mati ditiang salib (1 Korintus 1:18-23; Roma 5:8; 1 Timotius 1:15). Pengorbanan Yesus adalah untuk menebus dosa manusia. Oleh kerana itu setiap orang harus beriman kepada penyaliban dan penebusan dosa ini, agar memperoleh hidup kekal dan kembali pada hari kemudian (Roma 5:18; 6:10-11; 2 Korintus 5:14; 1 Timotius 2:6).

Bahasan nomor 3 dan 4 dgabung pmbahasannya.

Yohanes Pembaptis berkata ttg Yesus yg datang untuk menghapus dosa :

Yoh. 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Rasul Yohanes meneguhkannya :

1Yoh. 2:2
Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Rasul Petrus juga mengajarkannya :

Kis. 10:43
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

1Ptr 1:1-2
Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,
yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Apa kata Yesus sendiri tentang pengorbananNya di kayu Salib?

Mat. 26:28
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Luk. 24:47
dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Lagi-lagi ajaran Paulus terbukti tidak bertentangan dengan ajaran Yesus, Yohanes Pembaptis dan para rasul.

5. Konsep Kebangkitan Yesus bangkit dari kematian setelah dikubur selama tiga hari. Maka dari itu semua orang harus percaya bahwa Yesus telah bangkit dan hidup kekal. Siapa yang percaya akan memperoleh hidup yang kekal pula (Roma 6:4-18; 1 Korintus 15:17-20; 15:4; 2 Timotius 2:8).<

Apa kata Rasul Yohanes tentang kebangkitan Yesus dan kuasa kebangkitanNya?

Why. 1:5
dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya–

Apa tanggapan Petrus ttg kebangkitan Yesus?

1Ptr. 1:3
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

1Ptr 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

1Ptr. 3:21
Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus,

1Ptr. 3:18
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh

Apa kata Yesus sendiri tentang kebangkitanNya?

Yoh. 11:25-26
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

6. Tuhan Yesus Setiap orang harus yakin bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9). Dengan adanya dasar dogma seperti ini, pada gilirannya melahirkan doktrin Trinitas yang menetapkan bahwa Tuhan terdiri dari 3 oknum, Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus.

Trinitas tidak diilhami hanya dari Paulus.

Ajaran mengenai ke-Tuhan-an Yesus bisa dilihat dari topik lain :

Rasul Yohanes jg mjelaskan dg gamblang :

Yoh 1:1-3
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.


Dmikianlah bagian pertama.
Masih ada lagi ayat2 lain dari pkataan Yesus dan para rasul yang mdukung pngajaran Paulus tentang Yesus, kebangkitan dan penebusan dosa.

Petrus berkata :

2Ptr. 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Tuhan Yesus memberkati…

Kata ‘jika’ adalah pengandaian, bukan kepastian.
Cukuplah dg kata itu, maka gugurlah argumen bhw Paulus sdg berdusta.

Demikianlah Saul yang berganti nama menjadi Paulus setelah dia berhasil mengambil peranan dalam ajaran Yesus. Dia tidak pernah melihat Yesus dan tidak pernah bertemu dengan Yesus secara langsung, sebagaimana para murid (pengikut Yesus) yang lainnya, tapi dia mengatakan bahwa ia mempunyai hubungan langsung dengan Yesus, dengan demikian maka tidak ada hak bagi siapa saja untuk menentangnya terhadap ajaran-ajaran yang dikatakannya langsung diterima dari Almasih.

Para rasul telah mengakui hikmat Paulus (lihat pngakuan Petrus thd hikmat yg Allah brikan pd Paulus di posting ptama).
Ajaran Paulus pun tidak btentangan dg ajaran para rasul (yg telah dpaparkan di posting pertama).

Paulus mengajar pd saat para rasul masih hidup shg tentu jika ajaran Paulus salah, para rasul akan menghakiminya.

Saya yakin para rasul (yg jumlahnya lebih dari 10, dpilih, diutus dan bjumpa langsung dg Yesus) tidak sebodoh itu shg bisa ditipu oleh Paulus.

Kehadiran Paulus di tengah-tengah para Rasul adalah berkat jasa Barnabas, dan ini boleh kita pastikan bahawa Barnabas memiliki pengaruh yang sangat penting di kalangan para murid Yesus yang lainnya sehingga mereka mahu patuh terhadap keputusannya. Barangkali kerana alasan inilah dengan adanya kehidupan Barnabas dicatat dengan terperinci pada kitab Kisah Para Rasul. Sifat hubungan antara Barnabas dan Paulus ditunjukkan dalam Kisah 13:1-2 sebagai:

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada uhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang Kutentukan bagi mereka’.”

Dalam daftar para pengikut Yesus, Lukas menyebut Barnabas dalam urutan pertama dan Saul/Paulus dalam urutan terakhir.Kerana telah terpilih untuk bekerjasama, maka para rasul menyebar, dan Barnabas serta Paulus berangkat bersama Markus untuk menyebarkan ajaran Yesus di Yunani. Sementara James, putera Maria dari suami Yusuf, ditinggal sebagai ketua para pengikut Yesus, Peter juga tetap tinggal.

Dalam kitab kisah Rasul diceritakan, di samping mereka kadang-kadang dilempari batu d ibeberapa tempat, dua orang penyebar agama tersebut sangat berhasil. Reputasi mereka sebagai manusia-manusia pelayan Tuhan tersebar luas.

Ketika mereka sampai ke Lucaonia dan menyembuhkan seorang yang pincang, terdapat desas-desus bahwa dewa-dewa telah diturunkan kepada mereka dalam bentuk manusia. Mereka memanggil Barnabas dengan sebutan Jupiter dan Paulus dengan sebutan Mercuries. Kemudian para pendeta (penyembah) Jupiter membawa binatang ternak dan karangan bunga kepintu-pintu gerbang, dan akan melakukan pengorbanan bersama orang-orang banyak. Maka ketika para rasul tersebut, Barnabas dan Paulus, mendengar tentang hal tersebut, mereka mengoyakkan pakaian dan lari ke kumpulan orang yang sedang berteriak-teriak:

“Dan mereka berdua berkata :’Tuan-tuan, mengapa anda melakukan semua ini? Kami berdua juga manusia yang ingin membagi kasih dengan saudara, dan mengajarkan kepada anda tentang Tuhan Yang Maha Hidup yang telah menciptakan langit dan bumi, laut dan segala sesuatu yang ada didalamnya’” (Kisah 14:15)

Sampai di sini posting Anda oke2 saja.

Jika reaksi dari penduduk Yunani adalah seperti ini (yang menganggap Barnabas dan Paulus sebagai dewa berupa manusia), maka hal ini menandakan bahwa kedua-duanya mengalami masalah dalam menyebarkan ajarannya. Seorang yang mengenali Yesus akan sangat mudah mengenali bahwa ajarannya merupakan sambungan dari ajaran Musa. Tetapi bagi kebanyakan penyembah berhala, ajaran ini dipandang baru dan aneh. Semua penyembah berhala, yang mengakui banyak dewa tetap mempercayai bahwa Tuhan itu beragam.

Ada beda antara menyambung ajaran Musa dg menggenapi ajaran Musa.
Ada beda juga penerapan Taurat Musa thd orang Yahudi dg orang non Yahudi.

Silakan Anda belajar lagi Alkitab Perjanjian Baru khususnya di Kitab Kisah Para Rasul.

Ajaran Yesus mengenai konsep tauhid adalah suatu bentuk penghapusan semua dewa-dewa yang berbagai-bagai itu. Ajaran inilah yang tidak dapat diterima oleh mereka. Bagi orang yang setulus dan seteguh Barnabas, tugas menciptakan cara hidup yang diajarkan Yesus di Yunani tanpa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, pastilah sangat berat.

Ajaran Yesus adalah konsep ‘Esa’.
Silakan pelajari apa arti kata ‘Esa’ (Echad) dlm bhs Ibrani.

Bagi Paulus, yang telah memperlihatkan kecenderungannya merubah ajaran yang diketahuinya, melihat kesempatan untuk berdakwa dengan terlebih dahulu menggunakan kepercayaan orang-orang Yunani tersebut dan ditamsilkan ke dalam Yesus.

Saat itu Yunani telah menjadi sebahagian dari kekaisaran Romawi. Dewa-dewa Romawi banyak memiliki kemiripan dengan dewa-dewa yang dianut oleh orang Yunani.

Dan Paulus adalah orang yang sangat pandai memanfaatkan situasi, dia menyadari sepenuhnya keteguhan kepercayaan dalam agama Greeco-Roman (campuran Yunani dan Romawi) dari rakyat awam didalam kekaisaran Romawi tersebut. Jelas terlihat bahwa ia merasa tidak mungkin merubah cara ibadah mereka tanpa merubah ajaran Yesus.

Ini hanya opini Anda saja.
Kisah Para Rasul tidak mnyatakan dmikian, karna nyata bhw ajaran Paulus tidak btentangan dg ajaran para rasul utama.

Barnabas, di sisi lain sebagaimana tercatat dalam Matius 5:18, bahwa Yesus mengetahui bahwa penciptaanya/kelahirannya tidak menginginkan hukumnya dikurangi dan diubah sekecil mana pun. Untuk itu dia tetap berpegang teguh pada ajaran yang pernah diterima langsung olehnya. Akhirnya mereka berdua, Barnabas dan Paulus lebih banyak bersilang pendapat.

Tercatat dalam Kisah Rasul 15:39-40: “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus.”

Lagi-lagi Anda merekayasa sbuah fakta dg mnghilangkan keterangan utama dari kjadian ini.

Jelas2 Alkitab mngatakan Barnabas dan Paulus berselisih paham apakah perlu mbawa Yohanes Markus dalam perjalanan atau tidak.
Bukan selisih paham tentang doktrin.

Kis 15:37-39
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

Sangat menarik untuk dikaji apabila Barnabas tercatat pada kisah Rasul, bahwa dia telah dipilih oleh Roh Kudus untuk menyebarkan ajaran Yesus, tetapi perkara ini ditolak oleh Paulus.

Rekayasa opini tanpa fakta.
Tidak ada referensi Alkitab bhw Paulus menolak bhw Barnabas dpilih Allah.

Kedudukannya telah cukup kuat dan dia tidak perlu lagi bergantung pada Barnabas. Lebih jelas lagi, Paulus adalah warga negara Romawi dan boleh berbahasa Romawi, juga boleh berbahasa Yunani sebagai bahasa rasmi daerah kelahirannya, Tarsus. Surat-surat yang ditulisnya pada masa berikutnya kepada komuniti-komuniti Kristen di Yunani pastilah ditulis dalam bahasa ibundaya. Ini jelas apabila Paulus dapat pergi ke Yunani dan Itali tanpa mengalami kesulitan dalam bahasa. Barnabas pada masa yang sama, tidak pandai berbicara dalam kedua-dua bahasa tersebut. Markus yang boleh berbahasa Yunani, harus menyertainya pada perjalanan misi pertamanya ke Yunani sebagai penterjemah. Jika Barnabas pergi bersendirian, maka ia tidak akan boleh difahami. Oleh sebab itu penolakan Paulus untuk bepergian bersama Markus kerana khuatir akan terbongkar penyimpangan Paulus pada saat berdakwah, sehingga Barnabas akan mencegahnya.

Barnabas adl orang dari Siprus.
Apakah orang Siprus tidak bisa bicara bahasa Roma???

Argumen Anda diambil lagi-lagi tanpa dasar.

Di dalam buku “History of Christianity in the Apostolic Age” (hal. 216, 231, 424-25), A.G Mc Giffert berkata:

“Barnabas … yang haknya untuk bekerja (menyebarkan agama) dikalangan orang-orang zuhud telah diakui di Yerusalem …(kemudian) ia harus kembali dan memisahkan dirinya dari mereka (orang-orang zuhud) sangatlah aneh. Barnabas tidak menyetujui doktrin Paulus tentang kebebasan orang-orang Kristen dari segala bentuk hukum (sebelumnya; agama Musa)… perpisahan Paulus dan Barnabas dinyatakan oleh penulis kitab kisah Rasul sebagai akibat dari pertikaian mereka yang menyangkut Markus.

Tetapi alasan sebenarnya jauh lebih dalam daripada alasan tersebut… orang yang paling dekat dengan Paulus dan sangat intim bergaul dengannya pada masa-masa awal karirnya sebagai orang Kristen adalah Barnabas, …yang merupakan seorang anggota dari gereja di yerusalem pada masa permulaan… persahabatannya sangat berarti bagi Paulus dan pasti memiliki andil dan pengaruh yang tidak kecil terhadap orang-orang Kristen. Barnabas bertindak sebagai pendukung Paulus dimasa awal. Padahal sebelumnya, Paulus adalah penyiksa orang-orang Kristen yang tak pernah terlupakan.

Keinginan Barnabas membawa Markus hanyalah sepele yaitu Markus adalah kemenakannya.
Yohanes Markus adalah kemenakan Barnabas.

Kol. 4:10
Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas–tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu–

Perubahan sikap Barnabas terhadap Paulus hanya boleh terjadi sebagai akibat pengalaman-pengalamannya selama dia bersama dengan Paulus. Segala harapannya agar Paulus mengubah pandangannya dan benar-benar menjadi pengikut Yesus telah sirna. Barnabas telah menyedari kesalahan dalam tindakannya, maka dia pergi meninggalkan Paulus. Sebelum dia mencuba menyebarkan suatu ajaran, yang sebenarnya hanya ditujukan kepada orang-orang Zuhud tampaknya ia melihatnya sebagai suatu tujuan yang tepat. Tetapi setelah mencubanya, pengalaman membuktikan bahwa hal itu tidak mungkin.

Anda mungkin cocok dlm hal berimajinasi mngembangkan cerita fiksi,
Tp rupanya kurang faktual.

Tampaknya pengalamannya di Antiokia jauh lebih berhasil kerana terdapat orang-orang zuhud yang datang kepada para pengikut Yesus dan meminta untuk diterima sebagai orang-orang Kristen. Tetapi ketika Barnabas dan Paulus datang ke Yunani, justru mereka berdua yang meminta orang-orang untuk menjadi Kristen. Tidak terdapat catatan tentang apa yang terjadi setelah Barnabas kembali ke Cyprus. Tetapi diketahui bahawa dia mati sebagai seorang syahid yang memegang teguh kepada ajaran Yesus.

Barnabas memang mati syahid.
Paulus tetap berhubungan baik dengan Markus, kemenakan Barnabas.
Maka itu tidak ada dasar utk mngatakan Barnabas dan Paulus bermusuhan.

Kol. 4:10
Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas–tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu–

2Tim. 4:11
Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.

Flm. 1:24
dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.

1Ptr. 5:13
Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.

Sekalipun terdapat bukti bahwa Barnabas diasingkan oleh sebahagian besar halaman-halaman Alkitab, tapi jelas terlihat bahwa dia telah menjadi bahagian tidak terpisahkan dalam sejarah Kristen dan jelas tidak boleh diabaikan begitu sahaja. Secara terang-terangan ia ingin menegaskan dan mengajarkan apa yang telah didengarnya dari Yesus pada masa-masa awal sejarah gereja, pada saat sebagian orang yang paling dekat dengan Yesus. Kesetiaan Barnabas terhadap Yesus diakui oleh teman-temannya maupun lawan-lawannya. Di rumah saudara perempuannya, Yesus melaksanakan jamuan paskah, dan tentunya rumah tersebut tetap menjadi tempat pertemuan bagi para pengikut Yesus setelah baginda menghilang.

Tidak ada bukti Barnabas diasingkan.
Hanya karna Barnabas tidak dsebut lagi bukan berarti Barnabas diasingkan.

Dmikian juga rasul Andreas, Filipus, Bartolomeus, dkk tidak dsebutkan,
Tp mreka smua mati syahid dan yg pasti tidak diasingkan.

Janganlah berspekulasi terlalu jauh.

Pengaruh Barnabas terhadap para murid Yesus dan pengikut lainnya telah dipastikan oleh Alkitab sendiri. Barnabas dipanggil sebagai seorang nabi, guru dan juga seorang murid Yesus oleh Lukas yang kesetiaannya kepada Paulus tidak diragukan lagi.

Oke.

Setelah Barnabas kembali ke Cyprus, Paulus meneruskan misinya. Sekalipun ia telah cukup lama bergaul dengan orang-orang Kristen awal yang membuat ia bisa diterima dikalangan mereka, tapi ia menyadari kelemahan posisinya. Dia dipanggil murid Yesus, sekalipun ia mengaku memiliki akses kepada Yesus melalui wahyu, tetapi dia tetap memerlukan seseorang yang pernah hidup bersama Yesus untuk menyertainya dalam perjalanan-perjalanannya di kalangan orang-orang Gentile. Seorang teman yang merupakan saksi langsung kehidupan Yesus, akan memberikan kepadanya dukungan yang sangat bernilai dan bisa mendukung argumen-argumennya dengan kewibawaan tambahan. Untuk itu dia memujuk Petrus untuk bergabung dengannya.

Sidang Jemaat Yerusalem mengutus Paulus dan Barnabas utk mbritakan Injil kpd Gentiles.

Paulus pun pernah menegor Petrus dg keras saat mlihat Petrus mlakukan kesalahan.
Itu tentu prilaku yg aneh bagi orang yg hendak ‘membujuk’ Petrus.

Lagi2 Anda hanya berspekulasi.

Kedua orang yang dahulunya saling bermusuhan dengan tajam, dan sekarang bisa bersatu adalah suatu hal yang mengejutkan. Tetapi situasi telah berubah. Sekarang Paulus telah diterima oleh orang banyak sebagai seorang Kristian dan tidak lagi dipandang sebagai penyiksa.”

Itu karna Tuhan menyatukan mreka.
Jangan remehkan para rasul seolah2 mreka bodoh dan Paulus yg paling pintar.

Ananias dan Safira mati dihadapan Petrus karna berdusta,
Mana mungkin Paulus bisa btahan di dalam lingkungan jemaat Tuhan bila motifnya salah?

Anda mbangun argumen tanpa dasar yg kuat.

Sudah tepatlah apa yang telah dikatakan oleh Yesus dalam Injil Matius:

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata: ‘Akulah Mesias’ dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” (Matius 24:4-5)

Ramalan Yesus itu terbukti, bahwa ada orang mengaku Rasul yang diutus olehnya dengan mendapat bimbingan dari Roh Kudus. Tetapi rasul palsu ini mengajarkan dogma yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Sila anda buka dan teliti pertentangan antara ajaran Yesus dgn Paulus.

Memang Yesus menubuatkan adanya nabi palsu.
Tp argumen Anda gagal mbuktikan bhw Paulus adl nabi palsu.

- Yesus sunat (Lukas 2:21) tetapi Paulus melarang sunat (Roma 2:29; Galatia 5:2).

Yesus dan orang Kristen Yahudi tetap sunat,
Tp orang Kristen non Yahudi tidak perlu sunat.

- Yesus menyuruh agar manusia mnyembah Allah, tetapi Paulus mempertuhankan Yesus.

Yesus adalah Anak Allah dan Firman Allah, karna itu Ia adalah Allah itu sendiri.
Semua rasul juga memper-Tuhan-kan Yesus.

Kata-kata Yesus :

Yoh. 5:23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

- Yesus tdk pernah mengajarkn dosa waris pd manusia.Yesus mngajarkan orang untuk brtaubat sendiri, bukan pada dirinya, (Matius 18:1-3 dan Lukas 16:19-29). Di Alkitab tertulis bahawa seseorang itu tdk menaggung dosa orang lain (Matius 16:21 dan Yehezkiel 18:20). Pauluslah yg mngajarkan dosa waris (lihat Surat Paulus di Rum 5:12-15). Maka jelaslah bahwa “dosa waris” tidak prnh diajarkan Yesus tapi pelopornya adalah Paulus.

Phatikan firman Tuhan di Perjanjian Lama :

Kel. 34:7
yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.

Masih berani berkata tidak ada dosa waris???

Dlm Kisah Para Rasul 9 dikatakan dlm percakapan antara Roh Yesus dengan Ananias dikatakan Tuhan bahwa Saulus (= Paulus) adalah…
Kis 9:10-17

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”

Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini(add: Saulus /Paulus) adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”

Saya mau ngomentari gambar dari hadajas "Sadarlah Wahai umatku, gara2 kebodohan kalian patungku disambar petir… ", saya cuma mau bilang Tuhan tidak pernah suruh orang untuk buat patungNya.
Jadi pesan petir itu adalah “Sudah semestinya patung itu KU hancurkan, karena itu bukanlah Aku”

TS-nya mana nich…
Setelah copas dari sumber2 yang meragukan iman kristen dia langsung kabur aja… Tanggapannya mana donk… >__<

@hadajas2, damai bagimu.
Sungguh, menurutku, pikiran-pikiranmu yang terwakili melalui tulisan “bukan untuk dibanned, tapi untuk dijawab” sangat membuka pikiran-pikiran yang berbeda dengan pikiran-pikiran yang selama ini kuterima.
Terima kasih.
Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan padamu.

  1. Dari tulisanmu itu, aku menyimpulkan bahwa engkau bukan penganut agama yang menyatakan diri sebagai agama pengikut Yesus Kristus.
  2. Seandainya engkau pernah terdaftar sebagai orang yang menganut agama Pengikut Yesus Kristus, dalam perjalanan waktu, terdorong oleh kegelisahan jiwamu, engkau mencoba mencari pikiran-pikiran baru, sehingga terbitlah tulisanmu tersebut. Ini senadainya loo.
  3. Aku menaruh apresiasi untukmu yang telah banyak membaca Alkitab, baik PL maupun PB, terbukti dari kutipan-kutipanmu. Jika engkau pernah membaca kitab lain yang disebut suci, atau jika engkau telah membaca kitab suci agama yang engkau anut, cuba bandingkan kisah-kisahnya, semoga engkau sampai pada kesimpulan yang paling benar menurut logika universal.
  4. Menurut pemahamanku selama ini, ajaran Paulus yang tergambar dari kitab Kisah Para Rasul dan surat-suratnya kepada berbagai jemaat, tidak kutemukan pertentangan dengan apa-apa yang dikatakan Yesus Kristus, yang pernah bekata dalam Injil Matius 9:40, “Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita”. Aku ambil garis bilangan, ada positip, ada nol, dan ada negatip. Positip adalah bertentangan, berlawanan, opposit terhadap negatip. Tetapi nol, bukan positip dan bukan negatip. Nol berbeda denga positip, tetapi tidak bertentangan. Apabila sesuatu berbeda dengan hal lainnya, belum tentu sesuatu itu bertentangan dengan hal lainnya. Nah, menurutku, ada perbedaan redaksional ajaran Paulus terhadap apa yang dikatakan Yesus Kristus, tetapi keduanya tidak bertentangan. Perbedaan itu termaklumi karena Yesus Kristus mengisahkan diriNya sendiri, sementara Paulus mengisahkan Yesus Kristus. Dalam Tata Bahasa Indonesia, jelas ada perbedaan antara ORANG PERTAMA TUNGGAL dengan ORANG KETIGA TUNGGAL, namun materi yang disampaikan belum tentu bersamaan, dan belum tentu bertentangan.
  5. Ada teman saya bilang, carilah ilmu ke negeri Cina, sampai ke ujung bumi. Menurutku, engkau sudah hampir menuruti anjuran itu. Terbukti dari engkau telah membaca banyak literatur, termasuk membaca PL dan PB. Syukur bagi Tuhan yang telah memampukanmu menjelajah banyak negeri paling tidak ya melalui bacaan. Aku ingin menambahkan anjuran tadi menjadi begini, CARILAH ILMU KE NEGERI CINA SAMPAI KE UJUNG BUMI DENGAN MENGGUNAKAN AKAL SEHAT. Apabila anjuranku engkau ikuti, engkau akan obyektif menilai dua hal yang tampak mirip. Engkau akan menyimpulkan dengan benar. Dua hal yang berbeda tidak lagi serta merta engkau simpulkan bertentangan. Intinya, gunakan panca indramu, tetapi jangan lawan kata hatimu.

Untuk sementara ini, kukiran itu jawaban dariku.
Damai bagi pencari kebenaran yang sebenar-benarnya.

Mat 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Luk 16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

there is no gray area :slight_smile:

dan paulus ngga pernah bertentangan dengan Yesus.
dia adalah orang yang dipake Yesus, sesuai ayat yg diposting sis Alice.

blessings.

Kok Cuma 11 ?

Bung Siip, sebelum saya melanjutkan pertanyaan mengenai ayat ayat yang anda kutipkan tersebut, saya mau tanyakan, apa sih maksud dari anak kalimat, “……akan ku taruh firmanku dalam mulutnya.” dalam Ulangan 18 : 15

Lalu anak kalimat,”…., mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” , apakah ini masih dalam bentuk pengandaian

Apakah Ananias itu juga termasuk rasul ?
Lalu apa maksud dari anak kalimat, “……akan ku taruh firmanku dalam mulutnya.” dalam Ulangan 18 : 15
Apakah perkataan Ananias dapat dikatakan firman, jika bukan, mengapa harus percaya dengan apa yang dikatakan Ananias.

Nol itu imajiner/kosong/tidak ada/hampa, tidak jelas, membingungkan. Antara 0 dan 1, ada space/ruang/garis. Begitu pula antara 0 dan -1, ada space/ruang/garis. Jika kembali ke analogi garis bilangan anda, maka 0 tidak mempunyai space/ruang/garis
Putih tidak, hitam tidak, abu abu ?
Benar tidak, salah pun tidak, sangat relatif
Perempuan bukan, laki pun bukan, bencong ?

Lalu apa maksud dari anak kalimat, “……akan ku taruh firmanku dalam mulutnya.” dalam Ulangan 18 : 15
Apakah perkataan/kisah Paulus dapat dikatakan firman, jika bukan, mengapa harus percaya dengan apa yang dikatakan/dikisahkan Paulus.

Tapi ada lo orang ketika ditanya ya atau tidak, jawabannya nggak jelas, melintir lintir dulu, tapi tetap aja tidak menjawab ya atau tidak.

Saya ajukan satu pertanyaan pada anda, Westerling (yang melakukan pembantaian di Sulawesi dan Aceh), kalau menurut keyakinan anda, ia akan selamat atau tidak ?

Itu saja pertanyaan saya untuk anda.

@Peninjau:

jangankan Westerling, Hitler pun kalo di penghujung hidupnya mau bertobat dan benar2 terima Yesus, dia akan selamat :slight_smile:

Ternyata ada istilah baru lagi dari anda

anak kalimat ;

apa yang anda maksdukan dengan anak kalimat?

mulai dengan penalaran yang seadanya, menemukan bentuk baru dalam “mengajukan gugatan”

namun yang tidak dimengerti terminology “anak kalimat” adalah bentuk absurditas baru

Deu 18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Bisa anda temukan “……akan ku taruh firmanku dalam mulutnya.”?

Mengutip dan menjelaskan ayat saja anda salah dan belepotan bro?

Atau ini sebuah “kesengajaan” untuk satu sosok “nabi “ dalam kepercayaan tertentu?

Masih mengunakan cara2 seperti ini?

Sebenarnya apa konteks dan kontens pada ayat itu

Rom 3:1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?

Rom 3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.

Rom 3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?

Rom 3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”

Rom 3:5 Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah–aku berkata sebagai manusia–jika Ia menampakkan murka-Nya?

Rom 3:6 Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?

Rom 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

Kalau anda baca dari ayat 1 – 6, anda mengerti bahwa

Esensinya

• apakah kelebihan orang Yahudi?
• Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu
• dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?

Bagi sudut pandang umat Yahudi, Paulus dianggap berdusta dan karena dustanya itu ia dicap berdosa, seperti yang dialami Rasul Paulus dalam forum ini kan?

PERSIS SAMA YANG DIALAMI PAULUS WAKTU ITU

Wow ada lagi Ul 18:15?

For some “prophet”? untuk kepercayaan tertentu?

Anda mengerti tidak arti kata rasul?

Menurut anda apakah sama arti Rasul dalam Alkitab dengan arti rasul dalam kitab kepercayaan tertentu?

Anda keliru Rasul adalah jawatan pelayanan yang dikenal dengan apolostik, sedang Nabi adalah suatu jawatan pelayanan yang dikenal dengan gerakan profetik

Ananias tidak dijelaskan memiliki jawatan tersebut, yang dijelaskan bahwa ia fungsinya adalah jawatan Pengajar, karena Ananias yang mengajari dasar-dasar KEBENARAN KRISTUS kepada Paulus

Pada diri Rasul Yohanes dan Rasul Paulus terwakili jawatan apolostik progetik

…hmm… apa anda bisa paham yah?

Nol itu imajiner? Tidak ada? Hampa?

Anda bicara nol ini dari term yang mana?

Term nol adalah bilangan numerik atau notasi matematis?

Term nol adalah kalimat filosopis?

Atau term nol ala @peninjau?

Bisa dijelaskan term yang mana yang anda gunakan?

Term matematis jelas nol itu bermakna sesuatu sebagai perangkat matematis dalam penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian

Pengertian apa pula Antara 0 dan 1, ada space/ruang/garis?

Anda mengerti tidak apa yang anda bicarakan sebenarnya?

Apa ini hanya sekedar “uneg2” belaka?

Jika tidak, mari terangkan apa yang anda maksudkan dalam pernyataan anda tsb

Ul 18:15 lagi? Same old trick…3 times….

Perkataan/kisah Paulus mana yang anda maksudkan?

Yang tercatat di ALKITAB?

Jelas itu FIRMAN KRISTUS

Mengapa harus percaya?

Karena orang percaya mempercayai ALKITAB itu adalah FIRMAN KRISTUS sebagai suatu KEBENARAN YANG MUTLAK

Dan memang selain ALKITAB orang percaya tidak mempercayai kitab2 kepercayaan yang dalam kandungan faktanya salah dalam memuat “Ismael” ganti “Ishak”

Mana bisa anda bertanya kepada orang peraya mengenai siapa yang selamat atau tidak?

Itu hak preogatif TUHAN YESUS, orang percaya hanya mengerjakan keselamatan, hidup dalam keselamatan dan memberitakan keselamatan seperti yang dilakukan forum Kristen ini kepada anda
karena DARAH KRISTUS yang menyelamatkan manusia, jadi IA yang dapat MENGHAKIMI manusia

:slight_smile:
GBU

@bro tony:

bukannya Yesus sudah menjamin siapapun yg percaya kepada-Nya akan diselamatkan?

kalo masi tergantung dari seberapa besar dosa kita, apa bedanya kekristenan dengan agama lain?

tapi memang harus kukoreksi, saya ngga bisa menjamin bahwa orang yang terima Yesus masuk surga, hanya Yesus yang bisa menjamin seseorang masuk surga… masalahnya apakah orang tersebut percaya? :slight_smile:

trims untuk pencerahannya.

Yup sepakat sis bahwa percaya YESUS akan diselamatkan

Tidak ada yang perlu sis koreksi

karena dalam rangkaian pemahaman Sis itu benar demikian adanya

PERCAYA YESUS adalah KESELAMATAN

Namun saya “perlu” menjawab pandangan @peninjau yang suka “memutar-balikan” kebenaran yang dengan TULUS dan KASIH yang sis sampaikan

perhatikan stylenya dengan terus mengutip ayat Ulangan18:15 (yang dalam kepercayaan tertentu diklaim sepihak adalah nabi kepercayaan tersebut)

ini ada sedikit “gift” saya buat sis :

Mat 10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Semangat dalam melayani yah sis

:slight_smile:
GBU

Apa hubungannya Paulus dengan ayat yang dijadikan landasan argumennya ya?

Apakah Paulus pernah mengatakan bahwa dia adalah MESIAS?

Entah siapa yang membuat artikel ini. :smiley:
Apakah dia tahu apa arti dari mesias? :mad0261:

@bro tony:

maap sedikit OOT…

biasanya lanjutan dari pertanyaan ttg orang yg katanya berdosa berat namun asal terima Yesus tetap selamat,

“kalau begitu, Tuhan ngga adil dong…” :slight_smile:

orang uda merugikan orang lain banyak banget, tapi ga dapat hukuman setimpal di akhirat…

sebenarnya saya pernah mendapatkan jawaban untuk pertanyaan ini, namun ingin melihat jika ada pandangan lain.

trims & blessings.

Biasanya orang yang seperti itu hatinya dipenuhi oleh rasa egois, dengan menakar kasih karunia TUHAN dengan rasa keadilannya sendiri

Seseorang yang merasa “hutangnya” banyak akan sangat bersyukur dalam bentuk suatu devosi (devotion)

Perumpamaan anak yang bungsu yang pergi menghambur2kan harta ayahnya dengan anak yang sulung yang iri dengan perlakuan penerimaan kembalinya anak bungsu yang hilang itu oleh ayahnya

Merupakan gambaran dari konteks pertanyaan yang sis ajukan

Seperti Rasul Paulus yang sebelumnya penganiayan jemaat, bahkan ketika Stefanus mati martir, ia ada sebagai saksi yang membenarkan perbuatan tersebut

Namun ketika ia dijamah oleh TUHAN YESUS, ia bergiat dalam suatu bentuk devosi yang menurut saya luar biasa

Namun ada kalanya, seperti orang yang disebelah kanan YESUS yang ikut disalib bersama, yang memohon kepada YESUS untuk mengingatnya

Hanya sekian saat ia bisa menikmati keselamatan dan belum sempat melakukan apapun juga

Sebenarnya ketika bicara keselamatan itu tidak hanya Sorga dalam artian nanti tempat kita bersama dengan Tuhan Allah, melainkan juga bicara tentang kerajaan sorga

Kerajaan sorga itu adalah bentuk totalitas devosi kita atas rasa bersyukur dan terima kasih kita YESUS KRISTUS, dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari

Sebagai orang percaya kita dikaruniakan hal hal sorgawi, dari hikmat sorgawi, sukacita sorgawi, damai sejahtera sorgawi, dsb

Karena itulah TUHAN sebenarnya bukan sosok TUHAN yang berdiam dan pasif dalam menjalin hubungan dengan manusia

Sehingga pada dasarnya IA tidak menginginkan kematian orang fasik, melainkan pertobatannya

Saya sendiri mnejadi saksi hidup dari pertanyaan sis,

Saya akui saya termasuk dalam orang berdosa berat, namun ketika saya ditemukan oleh YESUS TUHAN, DIA adalah devosi saya

Namun dalam keberdosaan saya sebelumnya, ada “goresan2 luka” yang sudah sembuh tetapi meninggalkan “tanda bekas luka” karena itulah setiap nafas dihidup saya

saya perlukan kasih karunia agar “bekas2” itu walaupun masih “terlihat” tetap bisa saya hadapi dengan rasa bersyukur dan menyembah TUHAN YESUS

Demikianlah penjelasan saya sis

Semoga bermanfaat

:slight_smile:
GBU

@bro tony: amen…

saya jg sering melihat dan menggunakan contoh orang yg disalib di sblh kanan Yesus dan kisah prodigal son untuk menguatkan diri saya sendiri…

cuma dari sisi Tuhan, apakah yg dapat membuat Dia disebut Maha Adil?