BUAH PENGETAHUAN BAIK DAN JAHAT

Saya tahu bahwa tulisan di bawah ini asing dan belum pernah anda dengar, namun akan saya sharing saja di sini, agar yg bisa mengerti hendaklah mengerti :

[b]- Seperti apa manusia (Adam) di ciptakan tanpa pengetahuan baik dan jahat?

  • Apa yang di maksud dengam buah pengetahuan baik dan jahat itu?
  • Kenapa saat itu Allah melarang Adam untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan jahat?[/b]

Kejadian 2:16-17 “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Mungkin anda pernah terpikir pertanyaan2 seperti di atas, dan seperti biasa jawaban yang tersedia saat ini menurut saya terlalu “di paksakan”, misalnya pendapat bahwa dengan pohon terlarang itu sebagai uji kepatuhan atau memberikan pilihan kepada manusia. Non sense…

- Seperti apa manusia (Adam) di ciptakan tanpa pengetahuan baik dan jahat?

Kejadian 3:6 “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

Coba anda bayangkan, seperti apa manusia saat di ciptakan tanpa pengertian baik dan buruk? Contoh yang bisa saya dapat adalah seperti anak kecil! Anak kecil yang perbuatannya belum di dasarkan atas kesadaran pengertian mana yg benar/tdk benar. Dan ketika anak kecil di larang/di beri pengertian untuk tdk melakukan sesuatu yang mungkin terlihat menarik bagi dia, kemungkinan besar adalah ia tetap melakukan sesuatu itu, bahkan dgn adanya larangan itu maka ia semakin penasaran dan terfokus perhatiannya pada obyek larangan itu. Pengertian ataupun larangan belumlah bisa menimbulkan kesadaran dalam diri si anak, namanya juga anak2…

Begitu juga dengan Adam/Hawa. Tanpa pengetahuan baik dan benar maka mereka tak ubahnya masih seperti anak kecil dalam melihat segala sesuatu dan belum memiliki kesadaran akan pengertian baik dan buruk.

- Ada apa dengan buah pengetahuan baik dan buruk itu?

Menurut pendapat saya, buah di situ tdk harus berarti buah secara harafiah, Alkitab sering kali menggunakan kata buah untuk pengertian lain, namun pertanyaannya adalah kenapa dengan makan buah itu bisa menjadikan Adam terpuruk?

Sudah di katakan bahwa buah itu memberi pengertian baik dan buruk, sehingga orang yg sudah memiliki pengertian baik dan buruk akan terbebani oleh suatu sangsi jika ia melakukan yang buruk. Ingat bahwa buah itu hanya memberi pengertian baik/buruk, bukan kemampuan untuk memilih berbuat baik daripada yang buruk. Sehingga dapat di bayangkan bagaimana jadinya jika aturan baik dan buruk terpaksa diterapkan pada seorang yang belum dewasa, yang ada adalah ia akan menjadi selalu salah di mata orangtuanya, karena anak kecil belum punya kemampuan untuk mencerna pengertian itu secara sadar dan dengan adanya aturanlah yg membuat kesalahan menjadi terlihat. Sudah menjadi ketetapan Tuhan, bahwa jika seseorang dengan sadar melakukan dosa, maka tetaplah dosanya. Dengan makan buah terlarang itu maka Adam menjadi mengerti baik/buruk namun belum memiliki kemampuan untuk menghindari yg buruk. Di katakan bahwa ia mati secara rohani, maka keinginan daging menjadi dominan.

- Kenapa saat itu Allah melarang Adam untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan jahat?

Dapat di mengerti kenapa Tuhan melarang itu, karena walaupun secara fisik Adam dan Hawa di ciptakan langsung dewasa, namun jiwanya tidak terbentuk dewasa, karena JIWA/Soul manusia tidak di ciptakan, namun merupakan buah yg tumbuh seiring bertambahnya usia manusia. Kedewasaan jiwa membutuhkan waktu dan proses.

Disini saya melihat, bahwa sesungguhnya Allah menciptakan pohon pengetahuan itu dengan satu maksud dan guna, yaitu suatu saat nanti bila waktunya sudah tiba, Adam/Hawa akan di izinkan untuk makan buah itu, bahkan di perintahkan sehingga mereka beroleh pengetahuan baik/buruk.

Lalu kapan “waktunya” untuk itu?

- Manusia di tentukan untuk kudus di dalam Kristus, sebelum dunia di jadikan.

Efesus 1:4 “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”

Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa sesungguhnya rancanganNya sehubungan dengan penciptaan manusia adalah “manusia yang kudus dalam Kristus”. Lalu kenapa kok Adam bisa jatuh dosa? Itu karena mereka memakan buah itu sebelum waktu yang sudah di tentukan! Yaitu nantinya ketika mereka sudah siap jiwanya dan sudah menerima urapan Kristus sebagai penuntun dalam menjalani hidup yang berpengetahuan baik dan buruk. Tapi karena bujukan iblis, maka rancangan itu menjadi berubah, namun tujuanNya tetap sama, yaitu “manusia kudus dalam Kristus”

Itulah makanya Petrus mengatakan demikian :

1 Petrus 1:20
“Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

Perhatikan bahwa ada sesuatu yang menyebabkan Kristus baru menyatakan diri pada zaman akhir, yaitu “karena kamu”. Kamu itu siapa? Di ayat sebelumnya Petrus bicara mengenai dosa2 manusia dan penebusan Kristus, jadi “kamu” di sini bisa di artikan sebagai “karena pelanggaran manusia/Adam/dosa manusia”.

Kristus sudah di tentukan/di pilih sebelum dunia di jadikan, di pilih sebagai apa? Kristus adalah Roh pengurapan Allah yang kudus dan semestinya pengurapan itu terjadi bersamaan waktunya tiba bagi Adam untuk memperoleh pengetahuan baik/buruk dari pohon pengetahuan, sehingga maksud penciptaan manusia akan terwujud di awal dunia, bukannya di zaman akhir, yaitu “manusia kudus”.

GBU

Disini saya melihat, bahwa sesungguhnya Allah menciptakan pohon pengetahuan itu dengan satu maksud dan guna, yaitu suatu saat nanti bila waktunya sudah tiba, Adam/Hawa akan di izinkan untuk makan buah itu, bahkan di perintahkan sehingga mereka beroleh pengetahuan baik/buruk.

Menurut saya pernyataan diatas kontra dengan yg ini

Kejadian 2:16-17 “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, [b]janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati[/b].”

Buah ini (entah buah beneran atau tidak) jelas sekali dilarang untuk dimakan dan tidak ada time frame nya kapan boleh dimakan, karena ketika dimakan inilah peristiwa kematian ini terjadi.

Kristus (Firman) tidak perlu menyatakan dirinya dalam rupa manusia kalau tidak ada kematian, sebab kematian inilah yang memisahkan manusia dengan Allah.

Dan sebaliknya, kematian Kristus lah yang memulihkan hubungan manusia dg Allah : manusia hidup kembali dan tidak terpisah dg Allah.

Sudah saya bahas jg disini, Hakikat Dosa - Pendalaman Alkitab - ForumKristen.com

Memang saat itu buah pengetahuan itu dilarang untuk di makan, namun sepertinya kalau anda menangkap gambar besar dari yg coba saya kemukakan di atas, maka akan tesirat bahwa sebab larangan itu ada karena belum saatnya bagi Adam/Hawa. Harus di ingat apa “fungsi dari Kristus” yg sesungguhnya (bukan sbg. penebus dosa), yaitu memberi kemampuan untuk berbuat benar kpd manusia/Adam. Kemampuan inilah yg belum dimiliki Adam/Hawa, sehingga saat itu Allah melarangnya. Juga kalau anda renungkan dari cara bicaranya (adam/hawa), maka ia masih seperti anak kecil/lugu…

KRISTUS (Firman) tidak perlu menyatakan dirinya dalam rupa manusia kalau tidak ada kematian, sebab kematian inilah yang memisahkan manusia dengan Allah.

Dan sebaliknya, kematian KRISTUS lah yang memulihkan hubungan manusia dg Allah : manusia hidup kembali dan tidak terpisah dg Allah.

Kristus menjadi manusia adalah karena Adam/MAN terlanjur jatuh, jika keadaan tidak seperti itu maka Ia tdk perlu mati sbg manusia dan Ia akan berperan sesuai dgn namanya, yaitu sbg Kristus/urapan untuk manusia, BUKAN sebagai penebus dosa.
Dan yg di maksud “menyatakan diriNya” dlm 1 Petrus 1:20 adalah bukan nyata sbg manusia, tapi sbg urapan (kristus).

Dan yg saya yakini adalah bahwa semua carut marut dosa hidup manusia (dlm Alkitab) adalah bukan rancangan semula dari Allah, tapi perbuatan iblis.

Hubungan manusia dgn Allah tidak perlu di pulihkan jika tidak rusak.

Yg bisa saya petik dari pengertian saya atas adalah :

  1. Allah tidak merancang dari semula bagi Adam untuk jatuh dosa.
  2. Pada mulanya Kristus lahir dari Allah sebelum penciptaan bukanlah sbg korban penebus dosa, melainkan sbg urapan yg memberikan kemampuan bg manusia untuk berbuat yg baik.
  3. Pada saat Adam/hawa jatuh bisa dikatakan bahwa mereka belum menjadi manusia yg “utuh”/belum di urapi.

Semoga bisa di mengerti…

GBU

Allah telah menetapkan untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan benar dan perintah-Nya tetap. tidak berubah.

Ia mengharapkan manusia untuk belajar mengetahui yang baik dan yang benar dengan percaya pada Firman-Nya.
bukan mengetahui yang salah dengan melakukan kesalahan.

perhatikan Yesus yang adalah Adam yang kedua.

Yesus mengetahui yang baik/benar dari “percaya pada Firman Allah”
Yesus mengetahui yang salah/dosa dari percaya pada Firman Allah bukan karena melakukan kesalahan/berdosa.

seperti kata bro Moe kalau manusia tidak berdosa maka Yesus tidak akan datang untuk menebus manusia.
karena tidak ada yang perlu ditebus!

Mengetahui yg baik dan jahat adalah sebuah malapetaka jika tidak di ikuti oleh kemampuan untuk berbuat yg baik. Itu yg terjadi pada Adam, karena dia belum mampu menanggung beban itu dan terjerat oleh pengetahuan itu sendiri.

Yesus bukan hanya mengetahui baik/jahat, tapi Dia mampu melakukan yg baik, karena Dialah kebenaran itu sendiri.

Memang manusia TIDAK di ciptakan untuk berdosa, tapi untuk kudus seperti Allah juga kudus.

Sebuah pertanyaan untuk anda : “Seperti apakah Adam Hawa ketika masih belum jatuh dosa? dan belum memiliki pengetahuan baik/jahat?” (describe it!)

GBU

tidak mungkin Allah memberikan perintah pada manusia kalau Dia tahu manusia tidak bisa melaksanakan perintah-Nya itu. kalau Dia melakukan itu itu namanya sama saja dengan tidak adil dan Dia sengaja menjebak manusia untuk berdosa.

Yesus adalah Allah dan manusia seutuhnya, tapi tidak berdosa karena Ia memilih melakukan perintah Allah bukan mengetahui dosa setelah melakukan dosa.

seharusnya Adam juga begitu.

gambarannya seperti Allah sperti yang tertulis di Alkitab. :slight_smile:

dan Dia sudah mempunyai perngetahuan baik dan jahat loh Bro.

yang baik yaitu tidak memakan buah pohon pengetahuan
yang dosa = memakan buah pohon pengetahuan

dan pengetahuan ini akan berkembang seturut dengan hubungannya dengan Allah.

Justru karena itulah maka Tuhan melarang untuk makan buah itu, karena Tuhan tahu apa akibatnya bagi manusia/Adam jika makan buah itu.

YESUS adalah Allah dan manusia seutuhnya, tapi tidak berdosa karena Ia memilih melakukan perintah Allah bukan mengetahui dosa setelah melakukan dosa.

seharusnya Adam juga begitu.

Yesus di sebut manusia karena Dia terlahir ke dunia menjadi manusia yg memiliki darah daging, Dia tidak berdosa karena memang Dialah terang itu sendiri, di dalam terang tidak mungkin ada gelap.

Jika seseorang melakukan yg benar hanya karena perintah, maka itu bukanlah orang benar. Orang benar akan melakukan yg benar tanpa perintah, itulah Yesus.

Mungkin yg km maksud adalah melakukan “kehendak Allah?”, dan memang kehendak Yesus adalah kehendak Allah itu sendiri. Jadi tidak mungkin kan Allah berkehendak dosa? Apakah Allah bisa dosa?

gambarannya seperti Allah sperti yang tertulis di Alkitab. :)

dan Dia sudah mempunyai perngetahuan baik dan jahat loh Bro.

yang baik yaitu tidak memakan buah pohon pengetahuan
yang dosa = memakan buah pohon pengetahuan

dan pengetahuan ini akan berkembang seturut dengan hubungannya dengan Allah.

Tidak seperti yg di katakan ayat ini bro (setelah makan buah itu) :

Kejadian 3:22 “Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.””

Juga yg ini (sebelum makan buah):

Kejadian 3:5 “tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.””

GBU

Tepat, kalau sudah tahu akibatnya memakan buah itu maka memang buah itu tidak dimaksudkan untuk dimakan bukan?

right!

yup. tapi diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran, contohnya seperti Abraham yang percaya pada perintah Allah dan melakukannya.

mungkin pertanyaannya bukan apakah Allah bisa berdosa?
tetapi apakah Yesus ketika masih melayani dibumi bisa berdosa?

silahkan baca di Ibrani 4:15

tidak semua ayat bisa ditafsirkan secara literal bro, saya selalu mengajak rekan diskusi untuk berhati hati dalam menafsirkan ayat Alkitab, dan dalam penafsiran ayat ini juga sama.
penafsiran literal dari ayat itu bisa memiliki arti bahwa Allah sendiri pernah melakukan dosa sehingga mengetahui yang baik dan yang jahat.

perhatikan siapa yang berbicara pada ayat ini, ular atau Allah?

Ketika seorang bayi tidak di perbolehkan makan pedas, apakah nantinya selamanya tidak boleh makan pedas? Adam bukan di cipta dari bayi, tapi sepertinya langsung gede, tapi harus di ingat bahwa jiwa tdklah bisa instan dewasa, butuh waktu dan proses. Kuncinya adalah mengenal seperti apa Adam dan Hawa saat itu.

mungkin pertanyaannya bukan apakah Allah bisa berdosa? tetapi apakah YESUS ketika masih melayani dibumi bisa berdosa?

silahkan baca di Ibrani 4:15

Dosa adalah yg bertentangan dgn kehendak Allah, dan Yesus adalah dari pihak Allah, walaupun hidup dalam darah daging tapi Dia tidak mungkin berbuat melawan kehendaknya sendiri, rohNya mengatasi segala kelemahan daging.

tidak semua ayat bisa ditafsirkan secara literal bro, saya selalu mengajak rekan diskusi untuk berhati hati dalam menafsirkan ayat Alkitab, dan dalam penafsiran ayat ini juga sama. penafsiran literal dari ayat itu bisa memiliki arti bahwa Allah sendiri pernah melakukan dosa sehingga mengetahui yang baik dan yang jahat.

Benar, tapi berhati2 sifatnya bisa relatif. Apakah yg anda maksudkan adalah bahwa jika menurutkan tafsiran saya bahwa Adam jatuh karena tahu baik dan jahat ini berlaku juga bagi Allah sehingga Allah juga berdosa?

Nah, disini kita harus hati2, ingat bahwa kondisinya berbeda. Allah tahu yg baik dan yg jahat tapi memiliki kemampuan untuk memilih yg baik, sedangkan tdk bagi Adam. Dan juga segala perbuatan yg di kategorikan dlm dosa bagi manusia tidaklah berlaku bagi Tuhan.

perhatikan siapa yang berbicara pada ayat ini, ular atau Allah?
Iblis adalah pendusta, tapi tidak jika itu menguntungkan dirinya. Dalam hal ini iblis berkata benar walaupun itu merupakan sebuah umpan jebakan, dan perkataan iblis itu di konfirmasi oleh Tuhan sendiri di ayat Kej 3:22.

Iblis terkadang berkata benar, namun bukan benar yg membawa kebaikan.

GBU

Sebagai tambahan :

Perhatikan dialog2 Adam/Hawa, terlihat sekali keluguan mereka dari cara berbicaranya. Hawa tidak melihat iblis sebagai ancaman ketika berbicara kpdnya :

Kejadian 3:2, 3
“Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

Bukankah itu terdengar seperti perkataan anak kecil? Yg lagi menyampaikan kpd orang asing apa yg di larang ortunya. Dia sendiri sama sekali belum mengerti/sadar arti larangan itu dan belum mengenal sepak terjang iblis. Hanya satu kata bagi Adam dan Hawa, yaitu : “LUGU”…

Dan setelah makan buah itu dan tahu baik dan jahat mereka tetaplah seperti anak kecil yg ketahuan melanggar larangan ortu lalu ngumpet.

Kejadian 3:10
“Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.””

Ketika di tanya lalu saling melempar kesalahan :

Kejadian 3:12
“Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Kejadian 3:13
“Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Sesungguhnya yg membuat manusia “mati” bukanlah karena Adam melanggar larangan makan buah, tapi karena akibat yg di timbulkan dari makan buah itu, yaitu tahu baik dan jahat sebelum waktunya.

Kalau cuma karena melanggar perintah makan buah yg biasa, pastilah Allah akan mengampuni dan habis perkara.

Saya sadar bahwa pengertian saya ini bukanlah seperti yg sudah saya dan anda pernah dengar di mana2, tapi mudah2an bisa mengerti.

GBU

Tentunya hal mengenai memakan buah pohon pengetahuan tidak bisa dianalogikan ke bayi, itu adalah asumsi yang salah.
Kalau mengikuti pola tersebut, maka bisa saja larangan berbohong bisa menjadi boleh berbohong dll.
Allah tidak berubah, dahulu sekarang dan selamanya temasuk Firman-Nya juga tidak akan dan tidak pernah berubah.

Alkitab secara jelas mengatakan bahwa Yesus sendiri dicobai yang berarti bahwa Yesus sebagai manusia mempunyai potentsi untuk melakukan dosa, hanya saja dia tidak berdosa.

Justru itu saya katakan bahwa jangan menafsir ayat Alkitab dengan literal sehingga bisa timbul arti yang salah bro.

Anda mengatakan bahwa Adam tidak memiliki kemampuan memilih yang baik dan yang jahat, saya tidak setuju dengan hal ini, Adam jelas memiliki kemampuan untuk memilih yang baik dan yang jahat!

Justru dalam hal ini dia telah memilih melakukan yang jahat.
Itu karena dia mempunyai kemampuan untuk memilih bro.

Statement Ini menjadi sebuah bukti akan pentingnya berhati hati dalam menafsirkan ayat Alkitab my bro.
Anda mengatakan bahwa dalam hal ini iblis berkata benar dan dikonfirmasi oleh Tuhan sendiri di Kej 3;22

Mari kita telaah sedikit:

Ini adalah perkataan iblis pada Hawa

Kej 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Perhatikan diayat diatas bahwa iblis membolak balik pernyataan Allah bukan? Dari semua buahpohon di taman Eden boleh dimakan menjadi semua tidak boleh dimakan.

“Allah mengatakan semua buah pohon di taman Eden boleh dimakan kecuali buah pohon ditengah taman.”
“Iblis mengatakan semua buah pohon di taman eden tidak boleh dimakan.”

Jelas jelas iblis telah berbohong!

Kej 2-3
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

Hawa memberitahukan apa yang dikatakan Tuhan, yaitu semua buah2 an boleh dimakan kecuali buah pohon di tengah taman, kalau dimakan apa yang terjadi? Mereka akan mati seperti kata Tuhan di Kej 2:17

Kej 2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab
pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Tetapi lalu apa kata iblis berikutnya:

4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

Perhatikan bro, dia adalah pembohong besar, bapa segala dusta didalamnya tidak kebenaran sedikitpun. dia tidak berhenti berbohong malahan berbohong lebih jauh lagi semakin jelas memutar balikkan perkataan Allah.

“Allah mengatakan pada hari manusia memakannya manusia akan mati”
“Iblis mengatakan pada hari manusia memakannya manusia tidak akan mati tapi menjadi seperti Allah!”

My bro, iblis selalu memutar balikkan pernyataan Allah 180 derajat.

Lalu apa berikutnya kebohongan iblis itu:

5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Apakah anda melihat pesan implisit disini dari iblis bahwa ia sedang menyatakan Allah berbohong pada manusia?
iblis sedang mengatakan bahwa Allah takut manusia menjadi seperti Allah dengan mengetahui yang baik dan jahat, sehingga Ia berdusta dengan mengatakan pada manusia bahwa pada hari manusia memakan buah itu manusia akan mati padahal tidak malahan menjadi seperti Dia bukan?

Padahal lihat di ayat ini:

Gen 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Allah Jelas jelastelah menciptakan manusia segambar dengan Dia, menurut rupa Allah dan menjadi ciptaan yagn terbaik dari seluruh ciptaan-Nya yang lain.

Perhatikan saja Allah mengatakan ciptaannya menjadi “sangat baik” bukan hanya sekedar baik saja setelah manusia diciptakan.

“Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Nya, dan mengatakan pada hari manusia makan buah pohon di tengah taman, manusia akan mati.”
“Iblis mengatakan manusia tidak akan mati ketika memakan buah pohon tersbut, malahan akan menjadi seperti Allah.”

Dia telah membalik semua perkataan Allah 180 derajat bro.

Manusia sudah segambar dengan Allah.

Untuk mengetahui yang baik dan jahat manusia hanya perlu belajar dengan taat pada perintah Allah.
Bukan dengan melanggar perintah Allah.

Kenapa tidak? Jelas sekali Adam Hawa terlihat masih sangat lugu ketika itu, dan larangan spt itu masuk akal sekali kok. Situasi sebelum manusia jatuh dan sesudahnya adalah berbeda, di mana sebelum Adam jatuh larangan itu lebih bersifat memberitahu nasehat, bukan seperti perintah2 setelah manusia menjalani hidup dlm dosa yg sangsinya adalah neraka bila di langgar.

Sekali lagi kuncinya adalah mengenal bagaimana/spt apa Adam waktu itu.

Alkitab secara jelas mengatakan bahwa YESUS sendiri dicobai yang berarti bahwa YESUS sebagai manusia mempunyai potentsi untuk melakukan dosa, hanya saja dia tidak berdosa.

Bro, dosa berasal dari keinginan sendiri, yg apabila sudah dibuahi akan menjadi dosa :

Yakobus 1:14, 15
“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

Kira2 Yesus pernah ga punya keinginan yg apabila itu di lakukan akan menjadi dosa?

Justru itu saya katakan bahwa jangan menafsir ayat Alkitab dengan literal sehingga bisa timbul arti yang salah bro.

Menurut km kapan seh harus literal, dan kapan harus non-literal? Banyak yg berkata begitu juga, tapi merekapun memiliki penafsiran yg berbeda2.

Yg ada malah di balik2, perumpamaan di artikan literal, sedang yg literal di anggap perumpamaan.

Anda mengatakan bahwa Adam tidak memiliki kemampuan memilih yang baik dan yang jahat, saya tidak setuju dengan hal ini, Adam jelas memiliki kemampuan untuk memilih yang baik dan yang jahat!

Justru dalam hal ini dia telah memilih melakukan yang jahat.
Itu karena dia mempunyai kemampuan untuk memilih bro.

Statement Ini menjadi sebuah bukti akan pentingnya berhati hati dalam menafsirkan ayat Alkitab my bro.
Anda mengatakan bahwa dalam hal ini iblis berkata benar dan dikonfirmasi oleh Tuhan sendiri di Kej 3;22

Saya katakan bahwa Adam saat itu tdk memiliki pengetahuan baik dan jahat.Dan ketika melakukan yg ternyata jahat (ataupun baik) maka itu bukan karena ia sadar bahwa itu suatu kejahatan (atau kebaikan), persis sekali spt anak kecil yg melalukan sesuatu bukan berdasarkan pengetahuan baik/jahat.

Mari kita telaah sedikit:

Ini adalah perkataan iblis pada Hawa

Kej 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Perhatikan diayat diatas bahwa iblis membolak balik pernyataan Allah bukan? Dari semua buahpohon di taman Eden boleh dimakan menjadi semua tidak boleh dimakan.

“Allah mengatakan semua buah pohon di taman Eden boleh dimakan kecuali buah pohon ditengah taman.”
“Iblis mengatakan semua buah pohon di taman eden tidak boleh dimakan.”

Jelas jelas iblis telah berbohong!

Bukan yg itu yg saya maksud bro, tapi yg mengatakan “menjadi tahu yg baik dan yg jahat”

Kej 2-3 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Hawa memberitahukan apa yang dikatakan Tuhan, yaitu semua buah2 an boleh dimakan kecuali buah pohon di tengah taman, kalau dimakan apa yang terjadi? Mereka akan mati seperti kata Tuhan di Kej 2:17

Kej 2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab
pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Tetapi lalu apa kata iblis berikutnya:

4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

Perhatikan bro, dia adalah pembohong besar, bapa segala dusta didalamnya tidak kebenaran sedikitpun. dia tidak berhenti berbohong malahan berbohong lebih jauh lagi semakin jelas memutar balikkan perkataan Allah.

“Allah mengatakan pada hari manusia memakannya manusia akan mati”
“Iblis mengatakan pada hari manusia memakannya manusia tidak akan mati tapi menjadi seperti Allah!”

My bro, iblis selalu memutar balikkan pernyataan Allah 180 derajat.

Bro, kalau anda lebih jeli maka disini iblis tdk sedang berbohong, hanya agak pura2 bego :

Fakta 1. Kenyataannya memang Hawa tidak mati, walaupun mati yg di maksudkan Tuhan dan iblis adalah berbeda.
Fakta 2. Mereka menjadi seperti Allah, walau sebatas tahu yg baik dan yg jahat, PERSIS seperti kata Allah di Kej 3:22 :=> ini memastikan bahwa sebelumnya Adam/Hawa belum memiliki pengetahuan itu.

Kejadian 3:22
“Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.””

Jelas iblis tdk berbohong (bukannya saya bela iblis lho… :smiley: ), hanya saja ia memanfaatkan kondisi Hawa yg masih lugu. Mungkin sekali bahwa Adam Hawa pun tidak mengerti arti “Mati” yg di katakan Tuhan.

Lalu apa berikutnya kebohongan iblis itu:

5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Apakah anda melihat pesan implisit disini dari iblis bahwa ia sedang menyatakan Allah berbohong pada manusia?
iblis sedang mengatakan bahwa Allah takut manusia menjadi seperti Allah dengan mengetahui yang baik dan jahat, sehingga Ia berdusta dengan mengatakan pada manusia bahwa pada hari manusia memakan buah itu manusia akan mati padahal tidak malahan menjadi seperti Dia bukan?

Iblis bukan berbohong, tapi melakukan tipu daya, memanfaatkan ketidaktahuan Hawa.

Padahal lihat di ayat ini:

Gen 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Allah Jelas jelastelah menciptakan manusia segambar dengan Dia, menurut rupa Allah dan menjadi ciptaan yagn terbaik dari seluruh ciptaan-Nya yang lain.

Perhatikan saja Allah mengatakan ciptaannya menjadi “sangat baik” bukan hanya sekedar baik saja setelah manusia diciptakan.

Kejadian 1:26, 27
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Allah akan menjadikan manusia segambar (image) dan rupa (Likeness), tapi Allah lalu mencipta manusia hanya menurut "gambar"nya saja, TAPI belum “in His likeness”, belum seperti Allah (bukan rupa!).

Perhatikan bahwa ketika Allah selesai menjadikan langit, bumi, dan menciptakan binatang serta tumbuh2an maka selalu di akhiri dengan “Dan jadilah demikian”, tapi tidak saat menjadikan Adam/hawa. Jadi Adam dan Hawa baru di ciptakan menurut gambarNya saja, tapi belum di jadikan dlm “in His likeness”.
Sangat baik bukan berarti sempurna, Allah adalah sempurna, tapi apakah Adam/Hawa sempurna?

Saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Adam/Hawa sebenarnya “belum jadi sepenuhnya”, belum jadi manusia yg benar, yg “in His likeness”. Tapi keburu di kadalin oleh iblis.

Manusia baru di katakan “in His Likeness” HANYA JIKA sudah mendapat urapan Kristus yg sudah di siapkan sebelum penciptaan.

Ini bukti bahwa Adam dan Hawa memang baru segambar dgn Allah, tapi belum “in His likeness”, bahkan baik dan jahat saja mereka belum tahu.

[b]Untuk mengetahui yang baik dan jahat manusia hanya perlu belajar dengan taat pada perintah Allah. Bukan dengan melanggar perintah Allah. [/b]

Seperti sudah saya bilang, bahwa memiliki pengetahuan baik dan jahat tanpa di sertai kemampuan untuk melakukan yg baik adalah malapetaka. Seperti kata Yesus :

Yohanes 9:41
“Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.”

Begitu bro, mudah2an paling tidak bisa menangkap apa yg saya maksudkan di sini.

GBU

Bro, perbedaan kita adalah anda mengatakan Allah bisa berubah, saya mengatakan tidak.

Kalau analogi itu bisa menurut anda, segala hal yang sudah ditetapkan Allah juga bersifat relatif, artinya bisa berubah. Dahulu tidak boleh membunuh, tetapi kedepannya boleh, dulu tidak boleh mencuri kedepannya bisa saja boleh, dulu tidak boleh ada Allah lain kedepannya belum tentu.

Maaf, tapi bagi saya ini kedengaran aneh, bukan seperti Allah yang saya kenal seperti yagn tertulis di Alkitab.

Yesus punya keinginan untuk makan tidak bro?
Makan kebanyakan juga dosa bukan.

Yesus punya keinginan untuk tidur nggak bro?
Tidur kebanyakan juga dosa bro.

Yesus perlu uang nggak bro?
Tamak akan uang juga dosa.

So Yesus adalah anak Allah disatu sisi
Tapi di sisi lain Ia adalah manusia 100%

Contohnya seperti yang telah saya tunjukkan di statement saya diatas atas penafsiran anda tersebut.

Saya kira itu sebuah kesalahan besar kalau mengatkan Adam dan Hawa tidak sadar bahwa itu sebuah kejahatan dengan memakan buah tersbut. Mereka jelas jelas sudah mendengar dari Allah bahwa akibat dari memakan buah itu akan mati.

Tentu saja Adam tidak bisa dibandingkan dengan bayi

Kalau anak kecil beda, intelek dan syaraf2 otak mereka memang belum berkembang sehingga mereka masih belum bisa mengerti artinya bahkan ketika anda hanya memanggil namanya.
Ia harus belajar perlahan, step by step dan seturut dengan perkembangan sel sel otaknya maka ia bisa mulai mengenali dan mengerti segala sesuatu hal.

Sedangkan Adam berbeda.

Sel otaknya sudah terbentuk dengan sempurna, ia bahkan sudah memiliki “empowerment” / dimampukan Allah untuk melakukan hal hal yang supernatural.
Misalnya memberi nama seluruh binatang dan pohon lohon di taman Eden.

Saya sudah paparkan bawa iblis berbohong dan bahkan memutar balikkan 180 deerajat perkataan Allah pada Adam.
Fakta 1.
Adam jelas mati, mati secara rohani tepat seperti kata Tuhan, yaitu disaat dia memakan buah itu ia akan mati! Dan akibat dari mati rohani ini tubuh fisiknya pun akhirnya mati juga.
Fakta 2 dari awal mereka sudah segambar dengan Allah, dan sudah memiliki pengetahuan awal mengenai yang jahat atau yang baik, yaitu makan buah mati, tidak makan buah hidup. Dan pengetahuan ini akan berkembang seturut pembelajaran yang akan diberikan oleh Allah kepada mereka pada masa masa berikutnya dalam hubungan mereka.

Perhatikan kembali postingan saya, saya kira sudah jelas bahwa iblis berbohong besar besaran pada Adam yang berakibat fatal yaitu Adam mati rohani dan akhirnya fisiknya, terputus hubungan dari Allah, Roh Allah harus meniggalkan dia, dan dia terusir dan ia berserta seluruh keturunannya menjadi dibawah otoritas iblis, bahkan bumi menjadi terkutuk karena Adam.

Allah sudah berfirman dan seperti itulah kenyataannya. Bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Dia. Sya nggak tahu darimana anda mengambil kesimpulan megnenai serupa Allah adalah setelah mereka menjadi manusia yang benar, apalagi harus menerima urapan Kristus yang dipersiapkan sebelum penciptaan.
Saya kira ini tidak ada dasar Alkitabiahnya bro.

saya mengerti maksud anda Bro,
btw anda selalu mengatakan bahw Adam tidak memiliki kemampuan untuk melakukan yang baik.
Anda lupa bahwa yang menciptakan Adam adalah Allah yang sempurna. Ketika Allah menciptakan manusia dan menyuruhnya melakukan sesuatu tentunya Dia telah memberikan “empowerment” pada ciptaan-Nya itu untuk sanggup melakukan sesuatu itu, dalam hal ini Allah telah memberi kesanggupan pada Adam untuk melakukan yang baik.

tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Gen 2:17)
disana dikatakan : pada hari engkau memakannya, pastilah mati, tidka peduli masih bayi atau sdh jd kakek nenek.

rulesnya jelas : makan – mati

Saya bisa melihat maksud Allah dgn larangan makan buah itu, bahwa larangan memakan buah itu adalah sementara hingga waktunya tiba. Membaca Alkitab seharusnya bisa menangkap “big picture” nya. Bukan melihat ayat berdiri sendiri2.

YESUS punya keinginan untuk makan tidak bro? Makan kebanyakan juga dosa bukan.

YESUS punya keinginan untuk tidur nggak bro?
Tidur kebanyakan juga dosa bro.

YESUS perlu uang nggak bro?
Tamak akan uang juga dosa.

So YESUS adalah anak Allah disatu sisi
Tapi di sisi lain Ia adalah manusia 100%

Wah kalau mengatakan makan dan tidur itu sebuah dosa kok terlalu memaksakan dan tdk pernah mendengar di Alkitab.
Kalau begitu caranya maka bisa di katakan juga bahwa hidup adalah dosa, karena hidup adalah sumber yg memungkinkan segala keinginan itu muncul.

Kalau yg anda maksud keserakahan itu menjadi lain soal, apakah YESUS punya keinginan untuk serakah? Apakah Ia punya keinginan untuk makan tidur berlebihan?

Intinya keinginan2 yg memungkinkan berbuah menjadi dosa tdk ada dlm diri YESUS. Pengertian ini seharusnya sudah merupakan bagian dari Christianity.

Contohnya seperti yang telah saya tunjukkan di statement saya diatas atas penafsiran anda tersebut.
Ok, jadi km yg punya otoritas menentukan mana literal atau bukan? Hmm...
Saya kira itu sebuah kesalahan besar kalau mengatkan Adam dan Hawa tidak sadar bahwa itu sebuah kejahatan dengan memakan buah tersbut. Mereka jelas jelas sudah mendengar dari Allah bahwa akibat dari memakan buah itu akan mati.

Ini kembali kepada pertanyaan apakah Adam/hawa sudah memiliki pengetahuan baik dan jahat sebelum memakan buah itu? Karena Alkitab mengatakan dgn sangat jelas bahwa mereka belum tahu baik dan jahat bro. Adam mendengar larangan itu, tapi baik atau jahat dia belum tahu.

Tentu saja Adam tidak bisa dibandingkan dengan bayi

Kalau anak kecil beda, intelek dan syaraf2 otak mereka memang belum berkembang sehingga mereka masih belum bisa mengerti artinya bahkan ketika anda hanya memanggil namanya.
Ia harus belajar perlahan, step by step dan seturut dengan perkembangan sel sel otaknya maka ia bisa mulai mengenali dan mengerti segala sesuatu hal.

Sedangkan Adam berbeda.

Sel otaknya sudah terbentuk dengan sempurna, ia bahkan sudah memiliki “empowerment” / dimampukan Allah untuk melakukan hal hal yang supernatural.
Misalnya memberi nama seluruh binatang dan pohon lohon di taman Eden.

Saya menggambarkan Adam/hawa seperti anak kecil, bukan bayi…
Dari mana tahu bahwa mereka memiliki kemampuan supranatural? Sel otak sempurna?
Adam memang di ciptakan bukan dlm kondisi bayi, walaupun secara fisik sudah gede tapi jiwanya harus step by step melalui proses untuk dewasa, Jelas sekali terlihat bahwa secara kejiwaan mereka belum dewasa, ini fakta di Alkitab bro…

Bagaimana mungkin orang yg sudah dewasa dan tahu baik jahat dapat begitu sangat mudah tertipu dgn tipuan anak kecil? Apalagi menurut anda mereka sudah seperti Allah…non sense bro…

Saya sudah paparkan bawa iblis berbohong dan bahkan memutar balikkan 180 deerajat perkataan Allah pada Adam. Fakta 1. Adam jelas mati, mati secara rohani tepat seperti kata Tuhan, yaitu disaat dia memakan buah itu ia akan mati! Dan akibat dari mati rohani ini tubuh fisiknya pun akhirnya mati juga. Fakta 2 dari awal mereka sudah segambar dengan Allah, dan sudah memiliki pengetahuan awal mengenai yang jahat atau yang baik, yaitu makan buah mati, tidak makan buah hidup. Dan pengetahuan ini akan berkembang seturut pembelajaran yang akan diberikan oleh Allah kepada mereka pada masa masa berikutnya dalam hubungan mereka. Perhatikan kembali postingan saya, saya kira sudah jelas bahwa iblis berbohong besar besaran pada Adam yang berakibat fatal yaitu Adam mati rohani dan akhirnya fisiknya, terputus hubungan dari Allah, Roh Allah harus meniggalkan dia, dan dia terusir dan ia berserta seluruh keturunannya menjadi dibawah otoritas iblis, bahkan bumi menjadi terkutuk karena Adam. Allah sudah berfirman dan seperti itulah kenyataannya. Bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Dia. Sya nggak tahu darimana anda mengambil kesimpulan megnenai serupa Allah adalah setelah mereka menjadi manusia yang benar, apalagi harus menerima urapan KRISTUS yang dipersiapkan sebelum penciptaan. Saya kira ini tidak ada dasar Alkitabiahnya bro.

Bro, Tuhan tdk pernah menyinggung tentang “mati rohai”, Dia hanya mengatakan akan “mati”.
Justru pengertian anda yg tdk Alkitabiah bro, mengatakan bahwa Adam sudah memiliki pengetahuan baik/jahat sebelum makan buah itu. Ini bertentangan dgn :

Kejadian 3:22
“Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

Masa tidak menangkap maksud firman di atas?

Dan satu2nya cara untuk menjadi seperti Allah adalah menerima urapan KRISTUS, inilah yg Adam belum terima saat itu. Ingat bahwa KRISTUS sudah di siapkan sebagai urapan untuk manusia sebelum penciptaan dunia.

saya mengerti maksud anda Bro, btw anda selalu mengatakan bahw Adam tidak memiliki kemampuan untuk melakukan yang baik. Anda lupa bahwa yang menciptakan Adam adalah Allah yang sempurna. Ketika Allah menciptakan manusia dan menyuruhnya melakukan sesuatu tentunya Dia telah memberikan “empowerment” pada ciptaan-Nya itu untuk sanggup melakukan sesuatu itu, dalam hal ini Allah telah memberi kesanggupan pada Adam untuk melakukan yang baik.

Memang Allah akan “MENJADIKAN” Adam menjadi seperti Allah, tapi saat itu baru di ciptakan segambar dgn Allah, belum dalam kesamaan/keserupaan (His likeness). Ini dari Alkitab bro.

GBU

Kenyataannya sehabis makan buah itu, pada hari itu Adam tidak terkapar dan berhenti bernafas. “Mati” yg di katakan Tuhan bukanlah “mati” scr literal.

Iblis tdk berbohong dalam hal ini, tapi melakukan tipu daya yg menjerumuskan.

GBU

@simonsez

Bro, JIKA anda ‘boleh’ menganggap buah pengetahuan itu tidak berarti harafiah, apakah MUNGKIN bahwa Adam dan Hawa itu juga bukan harafiah?

Sering kali cara melihat kita perlu diperbaiki sesuai dengan apa yang tertulis pada Alkitab, tidak berhati hati malah akan membuat sebuah doktrin baru.
seperti kata bro Moe, rules (aturan) nya sudah jelas.
Pada hari Adam memakan buah itu ia akan mati. Titik tidak ada koma komaan lagi… :slight_smile:

Cari saja di Amsal, kebanyakan tidur itu sama dengan siapa?

tahu nggak anda bahwa manusia itu sudah mati bro?
Kelihatannya anda masih belum mengerti, dan penjelasaannya butuh panjang lebar, tapi simpelnya manusia sudah mati. Mati terhadap kebenaran! Dan manusia hidup dalam kematian (dosa). jadi memang hidup manusia kalau tidak menerima YESUS (kehidupan) adalah sebuah kematian.
Jadi dalam hal ini anda bear bahwa hidup (dalam kematian) adalah memang sumber yang memungkinkan segala keinginan jahat muncul.

Umat Kristiani harus sadar bahwa YESUS adalah Putra Allah yang menjadi manusia,
Disatu sisi Ia adalah Allah tapi disisi koin yang lain Ia adalah manusia 100%.
Dalam tubuh yang mortal semua yang anda rasakan YESUS bisa merasakan, merasa sakit, lapar, haus, sedih, dll. Itukan yang dimasud nafsu badaniah.
Perbedaannya adalah YESUS tidak membiarkan dirinya dikontrol oleh tubuhnya tetapi Roh-Nya yang mengontrol tubuhnya.

Saya tidak mjengatakan begitu, inikan diskusi dan saya menghormati anda sehingga saya menyarankan teman diskusi untuk berhati hati dalam menafsirkan Firman Allah, kalau anda merasa tersinggung maafkan saya.
Saya tidak bermaksud menggurui siapapun.

saya tidak menolak bahwa secara kejiwaan Adam belum dewasa, justru saya mengatakan bahwa pengetahuan Adam akan yang baik dan jahat akan bertambah seturut dengan perjalanan “hidup” mereka bersama Tuhan. Allah akan menambahkan banyak pengetahuan lainnya pada Adam.
Yang Adam perlu lakukan adalah mengembangkan kepercayaannya pada Allah terus menerus sehingga ia belajar mengetahui yang baik dan jahat dari Firman Allah. Bukan dengan melanggar perintah Allah.

Kenapa tidak muingkin, perhatikan saja “anak anak Allah” yang bukan hanya dewasa secara fisik dan mental, bahkan sudah mengetahui apa yang terjadi pada Adam ditaman Eden dan sepak terjang iblis dari Alkitab pada jaman sekarang ini (termasuk kita berdua), apakah tidak sering jatuh dalam kebohongan iblis?

Allah mengatakan pada hari memakannya Adam akan mati,
ini adalah sebuah contoh bahwa penafsiran tidak boleh secara literal
pengertian mati disini yang dimaksud Allah adalah mati rohani.
kematian rahoni ini membuat kematian fisik masuk kedunia.
Dan tebak siapa yang berkuasai atas kematian tersbut ?
Iblis!
Semua pernyataan diatas ada dasar Alktabnya.

Iblis mengatakan bahwa pada hari Adam memakan buah itu sekali kali ia tidak akan mati tapi menjadi seperti Allah, yang berarti bahwa Iblis sedang mengatakan bahwa Allah menipu Adam.

Apakah anda setuju dengan iblis bahwa Allah penipu?
Silahakn direnungkan lagi

baiklah kalau itu tetap merupakan pendapat anda, tapi saya tetap tidak setuju

Apa yg disebut dg ‘mati’ adalah ‘tidak hidup’ atau dengan kata lain ‘lepas dari sang sumber yg menopang hidup’ — dalam hal ini Allah lah sang Sumber Hidup tadi — di tegaskan dg nats ‘Allah Abraham - Ishak - Yakub – Allah orang hidup’

Dosa telah melepas/mencabut/merenggut manusia dari Pokok Kehidupan yang menopangnya.

Dampak mati ini tidak bisa di justify dg sudden dead dalam makna yg sempit : menghembuskan nafas terakhir.

Efek kematian ini meliputi 2 jenis :

  1. mati sbg mati itu sendiri yaitu manusia terlempar dan terpisah dari Pokok Kehidupan (bdk . Akulah pokok anggur yg benar – diluar Aku , kamu tidak bisa berbuat apa-apa – alias mati)

  2. mati sbg mati jasmani, dimana proses kematian ini adalah proses kelayuan sampai benar2 kering (mati)

Dahan atau ranting yg tercabut dari pokok/batang yg menopang kehidupannya adalah mati, namun dia tidak serta merta menjadi kering kerontang. ia mengalami proses kelayuan sampai benar2 kering.

Definisi kering inilah masa ‘sudden dead’.

Masa pelayuan adalah masa dimana ada kesempatan dahan ini kembali hidup apabila dia ‘dikembalikan’ atau ‘dicangkokkan’ kembali kepada pokok/batang penopang kehidupannya.

Inilah gambaran masa pertobatan yg diberikan kpd manusia, sebelum dia mengalami sudden dead.

Iblis dalam hal ini berdusta, sebab dikatakan ia adalah bapa segala pendusta, yg berdusta sejak dari mulanya

Salam