Bolehkah Orang Kristen Berpolitik?

Bolehkah Orang Kristen Berpolitik???

 Perlu diketahui, pada awalnya rancangan Tuhan di dlm pemerintahan adalah [b]“theocracy”[/b], yaitu Tuhan yg langsung memerintah seluruh umat-Nya melalui orang-orang pilihan-Nya. [b]“Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak; Segala firman yang diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan.” (Keluaran 24:3).[/b]

Tetapi kemudian umat Israel berkeinginana mempunyai seorang raja yang memerintah mereka spt yg mereka lihat pada bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa lain mempunyai seorang raja karena mereka tidak mempunyai Tuhan yg hidup yg bs berkomunikasi dgn mereka. Akhirnya Tuhan meluluskan permintaan umat Israel tetapi raja yg diangkat tetap dgn persetujuan dr Tuhan, yaitu dgn diurapi dan pemerintahannyapun diarahkan oleh Tuhan. Jd, sejak awalnya Tuhan memang sdh terlibat di dlm dunia politik praktis pemerintahan, (1 Samuel 8:6-7).
Tokoh-tokoh besar dalam Alkitab yg terlibat dlm dunia politik:
Nabi Samuel, adalah seorang negarawan besar yg memerintah Israel seumur hidupnya dan jg seorang tokoh reformasi (1 Samuel 3:19-21).
Nabi Natan, telah menggunakan pengaruhnya sbg seorang nabi agar Daud tetap memilih Salomo menjadi penggantinya, dan nabi Natan berhasil (1 Raja-raja 1).
Imam Zadok dan Abyatar, sbg orang-orang rohani yg ternyata jg perduli dgn dunia politik. Mereka menjadi pendukung raja Daud ketika situasi di Yerusalem menjadi keruh, bahkan mereka menjadi penyampai informasi kepada raja Daud (2 Samuel 15:24-37).
Imam Ezra, membantu menyusun kembali kehidupan rakyat dlm bidang agaam dan sosial agar kehidupan rohani rakyat tetap terpelihara setelah pembuangan ke Babel.
Yusuf, anak Yakub adalah contoh orang awam yg akhirnya tampil sbg penguasa tertinggi di Mesir setelah Firaun dan sekaligus menjabat sbg Kabulog. Jd, Yusuf sekaligus duduk di badan Legislatif dan Eksekutif, (Kejadian 45:6-8).
Daniel, dgn hikmatnya yg luar biasa akhirnya tinggal di istana dan mengepalai semua orang bijaksana di Babel. Ia menjadi “think thank” atau “Ketua Badan Legislatif”nya negeri Babel.
Daud, adalah seorang gembala domba yg kemudian menjadi raja. Di dlm mengatur negaranya, Daud membentuk suatu kabinet dgn pejabat-pejabatnya, (2 Samuel 8:15-18).
Terlepas dari kotor tidaknya dunia politik yg ada saat ini, Indonesia sangatlah memerlukan pejabat-pejabat yg takut akan Tuhan, yg bersih, yg adil dan yg benar. Kaum rohaniawan sdh seharusnya menjadi perpanjangan tangan Tuhan utk menegur pemerintah melalui jalur yg benar.
Akhirnya, utk mereka yg mau berkarya bg Kristus di dunia politik atau pemerintahan, berkaryalah! Jadilah terang dan garam! Jgn menjadi batu sandungan sementara yg di bawa adalah nama Tuhan Yesus! Bagi yg tdk tertarik kepada dunia politik, teteaplah dukung mereka dlm doa agar nama Tuhan dipermulaiakan.

Do The Best For GOD :happy0025:

mang benar katamu saudara

gak ada salahnya kita berpolitik
justru melalui politik kita ingin tunjukan ato bawa kasih TUHAN kepada semua orang…dengan menjadi pemimpin kita bisa lebih gampang melakukan penginjilan paling tidak kita bisa mempermudah hamba2 TUHAN

kalo pemimpin kita bukan pemimpin yang takut akan TUHAN jadi apa bangsa kita ini!!!
dan saya sangat percaya setiap pemimpin kita saat ini tentu adalah atas rencana TUHAN

ni topik udh hampir setahun dibuat ama sis lyn. gmana untk merefresh suasana diskusi, kita bahas topik ini, apalagi kan udh mau dket pemilu bentar lagi. monggo…

wah manusia membangkitkan thread dari kubur… hahaha !

zombie kali :wink:

jiaaahh… nyamber aja nie alice…

petir kali :smiley:

hati2 kena petir…jadi kaya PONARI ntar :tongue: :tongue:

BTT Yuukkk :wink:

Bolehkah Orang Kristen Berpolitik?
B-O-L-E-H :afro:

alasanya ?

Bolehkah orang Kristen berpolitik?
Hmm…klo menurut saya sih…orangnya boleh2 saja berpolitik.

Klo Kristen-nya?
Kayaknya kekristenan gak usah dibawa-bawa dalam ranah politik.
Kita harus bercermin ke masa lalu.

Dan lagian tokoh2 yang disebutkan diatas adalah tokoh Perjanjian Lama.
Murid-murid Yesus tidak ada yang menjadi tokoh politik pada saat itu.

Yesus sendiri memisahkan antara agama dan politik
Markus 12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Yohanes 18:36 Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”

Demikian pendapat pribadi saya.
Maaf klo ada yang tidak berkenan.

Yang ngga boleh melakukan : politik devide et impera :azn:

Pr 11:14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.

Daniel & Yusuf zaman PL bisa terjadi pada era PB :afro:

artinya ?

Kita tau politik apalagi di Indo itu kotor yg dicari adalah uang, kalau orang Kristen perpolitik, kemungkinan besar ikut terseret permainan kotor, maka lebih baik dihindari. ingat di politik nggak ada benar /salah yg ada abu2. daripada rohani trganggu lebih baikl nggak

Sebelum berpolitik, berdoa dulu.

Itu baru keren …

;D

salam

Kalau dulu bgs Israel, pimpinan adalah dekat dengan Tuhan,kalau pemimpin melakukan yg benar di hadapan Allah, dia diberkati Tuhan, dilindungi dari musuh sekeliling, kalau berbuat jahat ya dihukum Tuhan.
sekarang kan lain, namanya politik kan identik dengan abu2 tidak ada yg salah tidak ada yg benar… yg benar itu kepentingan, apa bisa orang kristen berpolitik tetapi hati tetap bersih…kalau boleh nggak siapa bisa melarang kalau hati berkehendak, soalnya sejak Yesus, murid2Nya tidak ada yg berpolitik…ya itu pilihan setelah tau konsekuensinya…

tapi saya nggak setuju pendeta berpolitik.

kenyataan banyak tokoh-2 ALKITAB di PL yang berpolitik, baik pratis maupun tidak. barangkali yang dimaksud politik praktis ya?.. Sebenarnya setiap orang Kristen di Indonesia khususnya yang punya jiwa : memimpin, merah putihnya ok, tidak terlalu mengejar materi ( menyadari bahwa dia memang oleh Tuhan diberi talenta memimpin ( mis. spt MUSA ) seharusnya tidak ragu-2 untuk terjun keduania politik praktis. Cuma permasalahannya di Indonesia saat ini terjun ke dunia politik harus punya duwit tebal, total di dukung keluarga. Apalagi dengan sistim suara terbanyak, hanya kandidat yang punya uang tebal saja yang mampu berkampanye secara efektip, kecuali pengurus partai seperti Ketua dan sekretaris yang memang diberi hak istimewa untuk memlih lokasi DAPIL dan nomer urut, sehingga meskipun kurang kampanye akan diuntungkan dengan posisi nomer satu , karena akan otomatis dipilih oleh pemilih yang fanatik dengan partai tertentu. tapi selama menajdi sekretaris dan ketua sudah tentu dana, tenaga dan waktu telah banyak dikorbankan oleh ketua dan sekretaris ebuah partai ditingkatan manapun. dari pemilu yang lalu, saya mengamati banyak orang kristen punya duwit yang ikut jadi caleg partai tertentu , padahal tidak pernah jadi pengurus atau simpatisan partai tersebut sebelumnya…untung tidak jadi aleg. kalua jadi, pasti orang-2 seperti itulah yang justru akan "memalukan Tuhan "ketika dia jadi ALEG, karena yang dipikirkan hanya bagaimana dia bisa mengembalikan dana besar yang telah dia keluarkan ketika masa kampanye. Untuk itu sbelum pengin terjun ke politik praktis, coba minimal ditanyakan kepada diri sendiri dulu : 1) apakah saya memang punya talenta memipin? 2) Apakah saya rela hidup dengan materi yang seadanya, 3) Apakah keluarga - istri , anak -mendukung 4) yang terpenting …apakah ;GARUDA dan MERAH PUTIH ada di dadaku - jika kita orang Kristen Indonesia.
GBU

tapi do PB kayaknya nggak ada yg berpolitik deh… karena PL kan masih sifatnya jasmani/simbol akan PL yg Rohani, jadi Yesus sebagai Raja di atas segala Raja, oleh orang yahudi dikira Yesus mau jadi raja jasmani orang yahudi. setiap orang banyak ingin mengankat Yesus sebagai raja. Yesus menghindar… karena Yesus adalah Raja di atas segala Raja bagi semua bangsa…

kenapa meu berpikir ke perjanjian lama lagi yg berpolitik secara langsung, memang pemerintah sekarang emang wakil Tuhan secara jasmani meskipun keaadaannya penuh korupsi, kita jangan ambil bagian dalam bagian korupsi itu, karena korupsi sudah mendarah daging di semua badan pemerintahan di Indo… masuk ke sana otomatis masuk dalam sitem mereka yg sudah bukan memperhatikan kebenaran…

Musa dan Tuhan Yesus adalah seorang politik ulung…( tolong renungkan yang jeli di ALKITAB ya… ). memang saat ini di Indonesia sedang mengalami degradasi berpolitik yang semestinya…contohnya banyak pemimpin kristen saat ini yang takut akan " uang " bukan takut akan Tuhan. Kita masih bisa mengingat pemimpin kristen yang hebat, mis. TB Simatupang, dan para tokoh dari Indonesia Timur ketika menyusun Pembukaan UUD 45 berani menyatakan Indonesia Timur tidak akan bergabung dengn RI kalau di Pembukaan UUD45 tetap dicantumkan Piagam Jakarta. Sebaliknya mana ada pemimpin kita yang beragama kristen saat ini contohnya berani berkata keras dan tegas bahwa "SKB 2 menteri " itu sangat merugikan warga yang beragama minoritas??? hanya Bp. Hayism Joyohadikusumo saja yang berani ngomong tegas soal hal tersebut. Sebaliknya justru kalau mulai saat ini di kalangan orang kristen "menghindari " berpolitik praktis … ( meskipun sebenarnya dia punya talenta sebagaimana yang saya sampaikan di depan ) bagaimana nasib hidup anak cucu kita 25 tahun mendatang di Indonesia? mereka akan sulit mendapatkan sekolah yang baik, mendapatkan pekerjaan di Perusahaan yang dimiliki negara, karena akan "ada persyaratan khusus " Akankah produk UU akan terus menerus kurang berguna bagi kaum minoritas dan tertinggal. Saat ini banyak orang kristen di Indonesia yang super kaya, dan dalam pikirannya hanya bagaimana dia menyiapkan harta yang banyak bagi anak cucunya, tapi sedikit yang mau membagikan dana berkat dari Tuhan untuk mendukung hal-hal yang sifatnya untuk mendukung kegiatan yang berhubungan dengan “perhatian kepada kaum minoritas dan tertinggall”. Oleh sebab itu saya cenderung menyiapkan generasi kristen ( minimal yang ada dikomunitas saya ) yang tidak saja berjuang menumbuhkan iman dalam Kristus, tapi juga menjadi warga negara Indonesia yang benar-benar MERAH PUTIH dan ADA GARUDA DI DADANYA. Sementara sekian . GBU