Bertumbuh di dalam Kristus Yesus

“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya” (2 Petrus 3:18).

Ketika James A. Garfield menjadi pimpinan Hiram College, seseorang membawa anaknya supaya diterima sebagai mahasiswa, tetapi dengan harapan waktunya bisa dibuat sesingkat mungkin. “Anak ini tidak bisa mengambil semua kuliah,” kata ayahnya, “Ia ingin supaya bisa dipercepat. Dapatkah Anda mengaturnya?”

Garfield berkata, “Oh ya. Ia bisa mengambil kuliah singkat; itu tergantung Anda ingin jadikan Anak Anda itu seperti apa. Ketika Allah ingin membuat pohon ek (oak), Ia membutuhkan waktu ratusan tahun, tetapi hanya dibutuhkan waktu 2 bulan untuk sebuah labu.”

Ada proses untuk suatu pertumbuhan. Waktu yang singkat akan menghasilkan kualitas yang buruk. Dalam kehidupan kekristenan juga, Allah membentuk kita melalui waktu yang tidak singkat. Ada proses yang panjang dan kadang menyakitkan. Tetapi itulah yang harus terjadi dalam gereja Tuhan.

Saya mempunyai teman yang menjadi Kristen selama belasan tahun, tetapi kehidupannya tidak bisa dijadikan contoh. Masih suka menjelekkan pendetanya. Masih suka iri hati. Masih suka melakukan perbuatan yang kanak-kanak. Ibu yang sedang mengasuh anak pastilah dibuat capek dengan keadaan anaknya yang tidak pernah bertumbuh menjadi dewasa. Tuhan merasakan hal yang sama manakala anak-anak-Nya tidak ada yang mau bertumbuh. Mereka maunya terus ngedot dan ditimang-timang.

Alkitab berkata, “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon” (Mzm. 92:13). Perhatikan kata ‘bertunas’ dan ‘bertumbuh’. Dua kata ini menunjukkan bagaimana sebagai orang Kristen kita juga harus bertumbuh. Pohon korma sendiri merupakan simbol dari kemenangan dan kegembiraan. Sebab dalam Yoh. 12:13 Yesus dielu-elukan dengan daun-daun palem (korma). Demikian pula dengan orang-orang kudus yang melambai-lambaikan daun-daun palem sebagai tanda kemenangan (Why. 7:9). Sedangkan pohon aras berbicara mengenai kekuatan. Rumah Allah sendiri (Bait Allah) dibangun dari kayu ini (1 Raj. 5:6-10). Jadi kita harus bertumbuh semakin kuat dan hidup di dalam kemenangan Kristus.

Jangan mengharapkan pertumbuhan yang singkat. Tetapi juga jangan terlalu bebal, sehingga sudah waktunya kita menjadi dewasa tetapi terus saja masih ngedot! Pada saatnya nanti setelah gereja Tuhan menjadi dewasa, maka ia akan dianggap layak untuk bertemu dengan Mempelai Pria dan masuk dalam pernikahan kudus.

JBU

Thx bro …

JBU .

amin

Nice share… Salam kenal semuanya ane newbie nih

Untuk bertumbuh memang memerlukan proses. Agar dapat bertumbuh dengan baik kita memerlukan makanan bagi roh kita yaitu FT dan agar kita bisa bertahan melewati proses andalkan lah Tuhan, karena jika kita hanya mengandalkan kekuatan manusia maka yg didapatkan adalah kekecewaan. Semoga kita semua dapat terus bertumbuh dan miliki hubungan yg lebih intim lg dengan Tuhan

Gbu