Berkembangnya Islam Radikal Mengkuatirkan Kristen Mesir

Berkembangnya Islam Radikal Mengkuatirkan Kristen Mesir

MONDAY, 28 MARCH 2011
Total View : 287 times
Ikhwanul Muslimin aktif di seluruh dunia Islam dan ada kekuatiran bahwa kelompok ini akan mengambil alih revolusi yang menyapu Hosni Mubarak dari kekuasaan di Mesir.

Sebagaimana kekuatiran banyak pihak, kelompok ini mendapatkan pengaruh yang besar di Mesir.

Perkembangan ini terlihat dari wajah sekuler selama protes berlangsung yang menggandeng Islam, terutama dalam referendum nasional terbaru yang mengubah bentuk struktur politik Mesir.

Sebulan yang lalu, Mohammed Elbaradei merupakan salah seorang pahlawan revolusi. Namun pada hari referendum, massa melemparkan batu kepada Elbaradei, mengutuknya, dan pada akhirnya menghalangi dirinya untuk memberikan suara pada referendum.

Ia menentang referendum karena ia percaya partai-partai politik baru memerlukan waktu untuk mengatur dan mendapatkan dukungan.

Menurut Elbaradei, penyelenggaraan pemilihan pada bulan September hanya membantu terbentuknya kelompok yang mapan seperti Ikhwanul Muslimin. Dan banyak orang Mesir dari komunitas Kristen yang sependapat dengannya.

Ramez Attalah merupakan Direktur Lembaga Alkitab di Mesir.

“Demokrasi dalam konteks kami memberikan akar bagi kaum minoritas – melalui pemilu – bagi Islam yang sanhat radikal seperti Hizbullah di Libanon dan Hamas di Gaza. Kami pikir jika ada pemilu demokratis, maka Islam radikal akan mengambil alih negeri ini,” jelasnya.

Para pemimpin Islam radikal berusaha keras agar refeendum tersebut bisa lolos, dan mengatakan kepada rakyat Mesir bahwa mereka memiliki ‘kewajiban rohani’ untuk memilih “ya” atas lolosnya referendum tersebut.

Lainnya mengambil pendekatan yang lebih duniawi. Salah satu video menunjukkan seorang pria yang mengisi puluhan suara untuk “ya”. Para penentang mengatakan ribuan surat suara mungkin telah dipalsukan.

Kaum ulama juga memperjelas hal ini dengan tidak mentoleransi terjadinya perubahan konstitusional lama di Mesir yang menetapkan Islam sebagai agama resmi Mesir.

“Dalam hal ini, kami akan mendeklarasikan jihad demi nama Allah, segera, sesuai dengan kehendak Allah,” ujar salah seorang ulama.

Bagi orang Kristen Mesir, tindakan orang Islam ini menjadi pertanda bahwa mereka akan terus menjadi warga negara kelas dua. Orang Kristen telah mengalami diskriminasi di bawah pemerintahan rezim Mubarak dan telah menjadi sasaran serangan mematikan oleh kaum muslim radikal.

Orang Kristen Mesir percaya bahwa di bawah Ikhwanul Muslimin, situasi hanya akan bertambah buruk.

“Kekuatiran kami lebih bersifat jangka panjang,” ujar Attalah. “Kami mengkuatirkan pemilihan ini dan empat tahun mendatang setelah pemilihan. Karena apa yang kita lihat saat ini adalah wajah yang manis namun kami kemudian akan melihat pendekatan yang berbeda. Sejarah masa lalu mengindikasikan bahwa apa yang kami lihat sekarang bukanlah apa yang akan kami lihat di masa depan.”

Attalah mengatakan kenyataan baru di Mesir tidak berarti akan adanya kemerdekaan yang lebih bagi orang Kristen. Namun kondisi ini akan menghasilkan sebuah gereja yang kuat.

“Saya secara pribadi percaya jika orang Kristen di Mesir berada di bawah tekanan dan dalam situasi yang lebih sulit, iman mereka akan berkembang dan dan hal ini akan lebih baik bagi pemberitaan Injil. Jika kami mendapatkan kemerdekaan seperti yang kami rindukan, maka Injil sebagai pesan dan juga gaya hidup akan melemah,” ujarnya.

Source : cbn.com

he 2 keduluan saudara cakka^^
tapi berita ini memang dah menguatirkan sejak adanya gejolak husni mubarak
sejelek jeleknya husni mubarak dialah yang selama ini menahan islam radikal ini
entah bagaimana nasib saudara di mesir berikutnya???
kalau di indonesia tetap seperti ini gereja2nya maka tidak lama lagi akan senasib dengan timur tengah dengan radikalisme islamnya
bersatulah gereja Tuhan, jangan bingung dengan kebenaran ajaran masing2
Ladang memang siap dituai tetapi adakah penaui penuai?

@exia

saya hanya berharap dengan berbagai posting saya
semua saudara - saudara disini makin giat mempelajari kebenaran Firman Tuhan
menguji setiap ajaran, karena di akhir zaman ini iblis giat bukan hanya dalam menindas tapi juga menyesatkan… menyusup ke dalam gereja dengan ajaran - ajaran baiknya yang sebenarnya bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan… sebuah taktik gerilya yang banyak tidak disadari umat kristen yang pemalas…

bila setiap umat kristen mengerti kebenaran Firman Allah, sudah sepantasnya berani mengambil sikap tegas dan menyatakan mana ajaran yang salah…

Dalam perjalanan sejarah dunia…ujian iman terus berlangsung dalam hidup setiap kristiani, baik dilingkungan rt-rw, perkotaan, kabupaten, provinsi maupun yang lebih besar lAGi lingkupnya yaitu bangsa & negara. Hal demikian tidak bisa kita pungkiri, tapi itulah artinya PIKUL SALIB terus berlangsung. Tidak ada hal yang perlu kita kuatairkan, jika semuanya itu merupakan salah satu Cara Tuhan dalam melaksanakan siapa yang dipilih dan akhirnya siapa yang terpilih manjadi umatnya yang tetep setia kepada jajniNya…Itulah sisi positip yang menurut saya yang selalu kita jaga dengan teguh. Jadi yang harus kita sadarai sekarang adalah.Tanah Kanaan yaitu Yerusalaem yang bari di dunia yang baru nantinya yang harus kita tuju dan sampai kesana. Kan prinsip Alkitab mengajarkan :
Siapa yang mempertahankan nyawanya akan kehilangan nyawa , tapi yang meneyerahkan nyawanya akan hidup selamanya /kekal…
Keteguhan iman di mulai dari pribadi, berlanjut ke keluarga…dst…dstnya sampai ke level…berbangsa & bernegara. Hidup punya resiko, Tapi TYK punya rencana dari setiap resiko manusia yang bersandar kepadaNya.

siip
koreksi dikit ^^
siapa yang menyerahkan nyawanya karena Aku ^^
top