Behring, Teroris Yang Kehilangan Figur Ayah Sejak Kecil

Setiap orang yang mendengar aksi kejam Anders Behring Breivik pasti akan mengutuk perbuatannya tersebut. Bahkan ayah kandungnya sendiri, Jens Breivik menyebut Anders sakit jiwa.

“Dia tampaknya menjadi seorang ekstremis. Dia pasti, mengalami gangguan mental. Tidak cara lain untuk menjelaskannya. Orang normal tidak akan pernah melakukan hal seperti itu,” demikian ungkap Jen dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal, TV2 di kota Counanel, di sebelah selatan Perancis.

Sayangnya ada yang tidak diketahui oleh Jen, yaitu anak yang ia sebut sakit jiwa itu sebenarnya sangat kehilangan figur seorang ayah. Dalam file yang ditulis oleh Anders Behring Breivik setebal 1500 halaman, ia menceritakan bagaimana ia berusaha mempertahankan hubungan baik dengan ayahnya yang telah bercerai dengan ibunya sejak ia berusia satu tahun. Ia tetap menjaga hubungan baik dengan ayahnya itu selama masa remajanya. Namun ketika melakukan upaya rekonsiliasi lima tahun lalu dengan ayahnya, upayanya itu gagal karena sang ayah merasa tidak siap secara mental.

Behring menulis tentang ayahnya dalam memoar yang ia tulis selama lebih dari satu decade itu seperti ini, “Dia punya empat orang anak tetapi memutuskan kantak dengan mereka semua. Jadi ini jelas siapa yang salah.”

Behring juga berangan-angan ingin agar undang-undang dapat mengubah seorang menjadi figur otoritas dan kepala keluargakembali. Dengan cara tersebut, ia berharap para ayah bisa punya keberanian untuk mengajar anak-anaknya tentang disiplin, kode moral dan hal-hal tradisional tanpa takut dengan tekanan dari istri ataupun budaya Marxisme.

Senin lalu, pengadilan Norwegia memutuskan akan mengadili Anders Behring Breivik secara tertutup. Pria berusia 32 tahun yang baru keluar dari rumah ibunya 2 tahun lalu ini, memang melakukan sebuah kesalahan besar dengan tindakan kejam penuh kebenciannya. Namun semua itu tidak sepenuhnya salah Behring, bisa dikatakan orangtuanya terutama ayahnya memiliki andil dalam keputusan yang salah dibuat oleh anaknya tersebut. Dia tidak memberikan kasih sayang, perhatian dan didikan yang dibutuhkan oleh Behring.

Kegagalan seorang anak adalah kegagalan orangtuanya. Untuk itu, untuk para orangtua, Anda memiliki tanggung jawab yang sangat besar yang Tuhan berikan di pundak Anda, yaitu mendidik dan mengasihi anak-anak Anda, sehingga ketika dewasa nanti mereka dapat menjadi pribadi yang memberi sumbangsih positif kepada masyarakat.

Source : Berbagai Sumber/VM