Baptisan untuk Bayi

Menyinggung thread sebelah, saya ingin nanya kepada teman-teman disini? Baptisan bayi itu alkitabiah atau tidak dan dimana ayat dasarnya ataupun teladan dalam Alkitab ?

Karena menurut saya, baptisan itu seharusnya mengikuti tindakan seseorang dalam percaya sebagai bentuk deklarasinya. Perhatikan ayat-ayat berikut ini :

Markus 16:16 …> Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Dan bagaimana seorang bayi bisa dibaptis sedangkan dia sendiri belum menyatakan statement percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan Juruselamat dirinya. Dan ini juga bagian perkataan yang lain ,

Roma 3:20 …>Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”

Ayat ini membuktikan bahwa seharusnya orang tersebut sadar dalam menerima keselamatan itu dengan cara menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadinya.Dan baptisan secara normal mengikuti tindakan percayanya. Sebab akan menjadi janggal, jika dibaptis tapi tidak percaya dan menyatakan diri menerima Yesus sebagai Juruselamatnya? Sebab nanti akan menjadi bingung tentang apanya yang akan mau dideklarasikan, sebab percaya saja belum.

Peristiwa Yesus ketika dibaptis, sida-sida di Etiopia, dan banyak kasus lainnya menunjukkan bahwa membutuhkan kesadaran orang dalam percaya kepada Tuhan, dan baptisan mengikuti tindakan percayanya ini.

Jadi kesimpulan saya adalah bahwa baptisan bayi itu tidak alkitabiah.

Mungkin ada teman-teman lain disini yang memberikan diskusinya. :slight_smile:

Tuhan Yesus memberkati. :afro:

Bayi bukan di baptis…tapi bayi di serahkan pada Tuhan …makanya ada Doa penyerahan anak… :afro:

Boleh minta ayatnya bro brembo? Thanks…

GBU

cc kalo gak salah…
smua anak islaer yang sudah berumur 8bulan diserahkan ke bait Allah…
lalu disana mereka disunat…dan imam melakukan kurban dengan…

kira2 seperti itulah lupa aq

buat ayat pendukung

Kalau kita melihat di Kisah para rasul 8:36-38 maka ada tertulis jelas persyaratan seseorang untuk dibaptis.

kisah para rasul 8:36
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”

kisah para rasul 8:37
(Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Elohim.”)

Syarat seseorang sebelum dibaptis adalah :
Ia harus mengaku percaya dengan segenap hati bahwa Yesus Kristus adalah Anak Elohim.

kisah para rasul 8:38
Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

Ketika seseorang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, maka ia boleh dibaptis.

Bayi dan anak kecil tidak boleh dibaptis, karena mereka belum bisa mengeluarkan pengakuan dari dirinya sendiri.

Selain itu, Alkitab mengajarkan bahwa bayi dan anak kecil bukan dibaptis, tetapi diserahkan kepada Tuhan agar Tuhan memberkatinya.

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,

Tuhan Yesus dalam Luk 2:22 diserahkan oleh orang tuanya kepada Tuhan. Tuhan Yesus sewaktu kecil TIDAK dibaptis.

Kemudian kita dapat lihat contoh lainnya di Matius 19:13-15. Saat itu banyak anak-anak kecil datng kepada Tuhan Yesus. Apa reaksi Tuhan Yesus sewaktu melihat anak-anak kecil datang keada-Nya? Apakah Tuhan Yesus memerintahkan agar anak-anak kecil itu untuk dibaptis?

Tidak!

Tuhan Yesus TIDAK memerintahkan anak kecil untuk dibaptis. Tetapi Tuhan Yesus malah meletakkan tanganNya ke atas mereka (anak-anak) lalu memberkati mereka.

Mat 19:13
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Mat 19:14
Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”

Mat 19:15
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Jika kita menyebut diri kita murid Kristus, maka sudah sepatutnya kita meneladani dan mengikuti apa yang sudah Tuhan Yesus ajarkan. Kita tidak dapat membaptis anak kecil karena hal itu bertentangan dengan Alkitab.

Semoga bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati.

Secara teknis, pelaksanaan emang gak ada baptisan bayi, namun secara maksud, atau tujuan kenapa bayi dibaptis, jelas sangat Alkitabiah, karena ini menyangkut Iman, dimana orang tua bayi tersebut beriman, agar bayinya selamat maka, langkah iman dari orang tuanya adalah membaptiskan bayi mereka, mengingat bayi adalah tanggungjawab dari orang tua, dan salah satu wujud tanggungjawab penjagaan dari orang tua bisa diwujudkan dalam bentuk baptisan bayi.

berikut ini adalah ayat pendukung, alasan orang tua membaptiskan bayi
Gal 4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
Gal 4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

itu artinya bayi adalah tanggungjawab orang tua

tujuan baptisan bayi yang dilakukan oleh orang tua adalah sedini mungkin memutuskan pengarus dosa akibat dunia yang tercemar (karena orang tua menyadari bahwa sejak dari kandungan bayi telah tercemar oleh dosa)
Rom 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Psa 51:5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

bukankah tujuan baptisan adalah pembersihan diri dari dosa.

berkaca dari tujuan dan maksud dari orang tua bayi membaptiskan bayi mereka, apakah salah dan berdosakah apa yang dilakukan oleh orang tua untuk keselamatan bayinya…??? (tolong dijawab yah)

jadi perhitungkanlah juga maksud dan Iman dari orang tua yang membaptiskan bayinya, jangan hanya memandang teknis pelaksanaannya saja, karena Iman orang tua diperhitungkan Tuhan.

JLU :happy0025:

Bayi dan anak kecil tidak boleh dibaptis, karena mereka belum bisa mengeluarkan pengakuan dari dirinya sendiri.
aku punya pertanyaan apakah berarti membaptis bayi adalah suatu dosa (bahkan dosa besar), karena tidak Alkitabiah, walaupun itu dilakukan karena Iman....???

thanks yah

JLU :happy0025:

disini saya tidak mengatakan bahwa membaptis anak kecil itu suatu dosa…

JBU :happy0025: :happy0025:

Hi all

Sebelumnya kita harus tahu apa sebenarnya arti baptisan itu.
Baptisan adalah tanda dan meterai kovenan Allah akan pengampunan dosa.

Karena baptisan adalah tanda maka baptisan (action) tidak memberikan pengampunan dosa dan hidup yang kekal. Siapapun yang telah menerima baptisan tapi pada hakekatnya ia belum diselamatkan maka orang itu sebenarnya belum menerima pengampunan dosa seperti kasus Simon si tukang Sihir.

Tapi yang sebenarnya adalah dalam baptisan itu terdapat sifat pembasuhan dosa yang dijanjikan oleh Allah, seperti yang dikatakan Paulus dalam Roma 3:21-22 yaitu “kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.” Kesimpulannya dalam baptisan terdapat suatu tuntutan iman.

Sekarang kita lihat pada kasus sunat dalam Perjanjian Lama. Dalam Kejadian 17:7 disebutkan bahwa Allah memperbarui kovenan (perjanjian) Nya dengan Abraham: “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.”

Tapi Allah tidak saja mengadakan perjanjian dengan Abraham untuk menjadi Allah baginya dan keturunannya. Ia juga memberikan tuntutanNya atas Abraham: “…hiduplah dihadapanKu dengan tidak bercela.” (Kej 17:1).

Tanda akan perjanjian (kovenan) Allah ini ditandai dengan sunat.
Kej 17:10-11:
(10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
(11) haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

Dalam PL kita tahu bahwa yang harus diberi tanda kovenan Allah itu adalah “Anak (laki-laki) yang berumur delapan hari dan setiap laki-laki” (Kej 17:12-13). Disini tidak berarti bahwa yang menerima perjanjian itu hanya laki-laki/anak laki-laki saja, tapi jelas untuk semua keturunan Abraham yakni bagi semua orang yang percaya dan semua anak-anak mereka. Tapi TUHAN memandang bahwa cukup hanya laki-laki saja yang menerima tanda (fisik) itu.

Apakah dengan diberikannya tanda ini pada anak laki-laki (umur delapan hari) maka tuntutan iman untuk anak itu dihilangkan? Tidak.
Tanda sunat itu justru diberikan pada Abraham sebagai “meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukannya, sebelum ia bersunat” (Rm 4:11).

Dalam PL pengapunan dosa dan hidup yang kekal bisa dicapai oleh orang yang “bukan hanya bersunat, tapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia sebelum disunat” (Rm 4:12).

Yer 4:4
(4) Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!"

Dari sini kita tahu bahwa iman itu bukan syarat untuk menerima sunat, melainkan suatu tuntutan bagi orang yang disunat (dituntut untuk mengikuti jejak langkah iman Abraham).

Antara sunat dan baptisan terdapat kesejajaran. Sunat merupakan tanda bahwa manusia terikat dengan Allah begitu juga baptisan. Dalam baptisan, kita menjadi satu tubuh dan diberi minum dari Roh yang sama.

I Kor 12:13
(13) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Itu mengapa pada saat dibaptis, kita dibaptis dalam nama (kepada nama) Allah Trinitas. Artinya kita “diikat” kepada Allah, atau being overwhelmed by Father, Son, and Holy Spirit.

Jesus bless :slight_smile:

Sdr.Ivan, saya mau menanyakan, apakah kalau begitu boleh bayi dibaptis setelah 8 hari karena orang yang disunat setelah 8 hari ?

Setelah menjawab ini, saya ingin memberikan tanggapan berikutnya.

Baptisan bagi bayi tidaklah terdapat di Alkitab.
Tapi juga tidak dilarang dalam satu pun ayat di Alkitab.

Tidak bisa begitu saja dikategorikan dosa, tapi apakah baptisan bagi bayi akan mempunyai impact sebagaimana baptisan untuk orang akil balik? Ini saya ragukan karena tidak ada dasarnya di Alkitab.

Manusia bisa melakukan praktek apa saja sesuai dengan akal budi yang ia miliki asalkan tidak bertentangan dengan prinsip moral kebaikan. Tapi apakah semua ini adalah kehendak Allah yang sempurna, tidak bisa dinilai begitu saja.

Saya lebih menyetujui pembaptisan saat seseorang sudah akil balik karena sudah terjamin di Alkitab dengan jelas.

Untuk yang di luar itu, menurut saya itu tindakan yang bergantung kepada iman pribadi si pembaptis / terbaptis dengan Tuhan dan pertanggungjawabannya pun secara pribadi dengan Tuhan sendiri.

Rm. 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Baik belum tentu berkenan dan belum tentu sempurna.

Lebih baik kita clear-kan dulu apa isu yg sebenarnya mau dibahas.

Apakah kita semua sudah setuju bahwa baptis tidak menyelamatkan?

Kalau iya, maka ini pembahasan antara credobaptism (believer’s baptism) vs paedobaptism (infant baptism)…kedua posisi ini tidak mengajarkan bahwa baptisan perlu utk mendapat salvation

kecuali disini ada yg percaya baptismal regeneration atau baptisan ala R.Katolik dimana pembaptisan disamakan dengan justification…

so, make it clear…jadi jangan ada straw-man arguments, misconception, etc etc

Hi Bro Methuselah Factor,

Sorry postingan anda kehapus secara ngak sengaja.

Saya salah klik waktu mau posting

Once again, I apologise

@Bro Sandpiper… no problemo… :wink:

Berikut saya post lagi

Halo bro Ivan…

Ada yang saya ingin tanyakan:
Kita tahu bahwa Yesus disunat (Luk 2)
Kita tahu juga bahwa Yesus dibaptis (Luk 3)

Jika sunat disamakan dengan baptisan anak-anak, apakah dengan demikian seolah-olah Yesus melakukan dua kali “baptisan”? Atau memang sunat punya makna yang lain dengan baptisan anak-anak?

JBU :happy0025:

Memang sdr.sandpiper, sangat sulit untuk menjawab apakah baptis itu untuk keselamatan atau tidak ? Ini pertanyaan yang vague (kalau saya merenung-renung).

Kenapa ?

Markus 16:16 …>Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Dari Markus 16:16 jelas bahwa tidak dikatakan :“siapa yang tidak dibaptis akan dihukum” . Ini jelas karena standard keselamatan kita adalah hanya iman dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Tapi dalam ayat ini juga dikatakan bahwa “siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan” menyiratkan suatu pemikiran bahwa seharusnya dibaptis mengikuti tindakan percaya kita dan merupakan suatu entity.

Misalnya ada orang yang menanyakan kepada saya :“kalau begitu apakah percaya tanpa dibaptis diselamatkankah ?”

Maka saya akan menjawab :" Kenapa kamu bertanya seperti itu, dan kenapa kamu mengadakan pemisahan seperti itu ? Alkitab mengatakan segera setelah percaya maka segera dibaptis" That’s all .! Dan jangan merumitkan permasalahan, and do what Bible say.

Apakah baptis tidak perlu ? Saya menjawab sangat perlu. Kalau tidak , maka Alkitab tidak akan mencatatnya dan tidak akan menginstruksikannya.

Kisah Para Rasul 2:38 …>Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Matius 28:19 …>Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Sebenarnya saya sangat menunggu pendapat sdr/i yang lain termasuk sdr.Ivan tentang hubungannya sunat dan baptisan bayi padahal tidak ada hubungannya sama sekali. Tapi saya sedang menunggu pendapatnya.

Dan perlu diketahui bahwa saya memegang kuat yang namanya Sola Scriptura , dan karena memegang kuat, saya tidak tahu dimana ada tertulis baptisan bayi. Sebagai anak-anak Allah, kita berhak masing-masing bertindak sebagai interpreter (penerjemah) dari Firman Tuhan, dan jangan menganggap suatu paham (organisasi) sebagai infallible interpreter. Selidiki kitab suci , maka kita akan menemukan bahwa Baptis Bayi sama sekali tidak ada tertulis dalam Alkitab. Ini kecuali saya berbicara terhadap supporter Roman Catholic yang menganggap dirinya infallible interpreter dan mengambil sesuatu dari luar Alkitab yang berupad tradisi yang terakumulasi dalam magistreum gereja mereka. Tetapi sebagai pemegang Sola Scriptura, saya justru tidak menemukan adanya satu kasus baptis bayi dalam Alkitab Dan saya heran, kok malah doktrin ini dipegang kuat-kuat.

Hal-hal dimana saya menolak baptis bayi :
1. Baptis bayi tidak ditemukan satu kalipun dalam Alkitab
2. Baptis bayi bukanlah baptisan orang Kristen. Jika diperhatikan lagi maknanya dan yang saya heran sampai sekarang, mengapa kata baptizo tidak diterjemahkan secara gamblang ke literal Inggrisnya , tetapi malahan ditulis baptized. Ini lucu, kok tidak sekalian semua bahasa Yunani saja diserap ke bahasa Inggris. Baptizo berbeda dengan rhantizo. Baptizo adalah diselam, sedangkan rhantizo adalah dipercik. Ini praktek yang normal dalam penghidupan orang Kristen karena melambangkan penguburan kita dalam Kristus. Tetapi ya begitulah sejarah.
3. Baptisan bayi bukanlah sesuatu yang menggantikan sunat. Ini tidak ada hubungannya sama sekali. Perhatikan debat dalam Kisah Para Rasul 15.
Kisah Para Rasul 15:1 …>Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.”

Dan selanjutnya diadakan sidang di Yerusalem karena perdebatan ini. Perhatikan, bahwa para rasul tidak mengatakan bahwa :" Kamu-kamu tidak perlu disunat lagi pada hari kedelapan, karena sudah ada baptisan bayi "

Kenapa? karena sunat tidak ada hubungannya dengan baptisan bayi. Comparison ini kedengarannya bagus, tapi tidak alkitabiah. Sunat hanya penanda orang Israel secara fisik bahwa mereka adalah orang yang dipisahkan Allah, sedangkan baptisan berbicara tentang perkara rohani yang menandakan bahwa kita dikuburkan bersama dengan Kristus dan dibangkitkan bersama dengan Kristus. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali. Sunat sejati hanya berkisar pada pengalaman saja. tetapi baptisan adalah sesuatu yang lebih unggul . Sama halnya Meja Tuhan dimana saya menggap bahwa roti melambangkan Tubuh Tuhan yang misterius dan Anggur melambangkan Darah Tuhan. Tapi walaupun dikatakan melambangkan , itu adalah sesuatu hal yang penting untuk dilakukan yaitu untuk mengingat Dia. Seprinsip sengan itu, walaupun baptisan hanya perlambangan, itu juga penting dilakukan karena melambangkan kematian kita dalam Kristus , yang terputus dari dosa, dunia, Hukum Taurat, dan segala perkara lainnya dan dibangkitkan menjadi ciptaan baru.

Alasan saya yang lainnya mungkin karena sejarah gereja mula-mula saja. Tapi biarlah dahulu yang saya fokuskan disini sekarang adalah :" mari kita lihat Kitab Suci (Alkitab) " dan coba kita sebagai anak Allah disini bertindak sebagai interpreter, ok.

Tuhan Yesus memberkati . Amen :afro:

Kalo saya sih berpendapat bahwa
Dalam kondisi normal, baptisan adalah hal yang diwajibkan.
Tapi dalam kondisi tertentu, baptisan boleh tidak ditempuh karena memang tidak mungkin dilaksanakan.

Misal,
Orang yang sedang disalib di sebelah Yesus, orang yang sedang sakit keras, orang yang di padang gurun lalu mati di sana, dll kondisi yang tidak memungkinkan.

Beberapa ayat referensi saya mengenai kewajiban pembaptisan :

Mat. 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.

Baptisan adalah kehendak Allah yang bahkan Yesus pun menurutiNya.

Mrk. 16:16
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Penghukuman tidak perlu pembaptisan, tapi diselamatkan mengandung syarat pembaptisan.

Kis. 2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Di sini bahkan baptisan dihubungkan dengan pengampunan dosa.

1Ptr. 3:21
Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Ini sangat harafiah, bahwa baptisan bisa menyelamatkan.

Memang semua ayat di atas bisa saja ditafsirkan berbeda, tapi saya berkeyakinan bahwa baptisan itu adalah syarat yang wajib dilakukan manakala keadaan memungkinkan.

Ya , jika memungkinkan (ada air) lakukan. Dan lakukan apa yang Alkitab katakan. Disini, di Indonesia, kita masih banyak air kok. Amen :afro:

Hi Bro Newman,

saya yakin bro. Ivan tidak menganggap bahwa organisasinya/ gerejanya adalah the infallible interpreter Alkitab.

Yes, I hate to disagree with Calvin tapi memang saya tidak percaya akan infant baptism karena tidak ada ayat2 Alkitab yg mengajarkan demikian.

But I have a very high respect for my presbyterian brothers, i agree with them and learn a lot from them dalam banyak hal, but not this one.