BAPTISAN PERCIK

Menurut saya Baptisan percik yang dilakukan gereja termasuk Reformed, tidak syah. Sebab Yohanes sendiri memberi contoh tidak dengan percik.

Menurut saya Baptisan percik yang dilakukan gereja termasuk Reformed, tidak syah. Sebab Yohanes sendiri memberi contoh tidak dengan percik.

menurut saya , kita tidak boleh mengatakan bahwa baptis percik tidak sah.
paling banter yg boleh dikatakan ialah : baptis percik dilakukan tidak sesuai dengan contoh :slight_smile:

sah = istilah yang menyatakan bahwa sesuatu telah dilakukan sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan

didalam alkitab hanya diceritakan bagamana baptisan dilaksanakan.
ada kata2 : TY keluar dari air kemudian langit terbuka dst.

diasumsikan bahwa TY melakukan baptisan selam , sebaliknya orang dengan baptis percik akan berkata , bahwa TY masuk keair bisa aja cuma sebatas lutut , bla bla bla

jadi tidak ditulis secara jelas , apakah itu selam ataukah percik.

saya sendiri dibaptis selam , karena saya asumsikan TY juga dibaptis selam , dan saya mengikuti contoh yg dilakukan oleh TY.

C7… :afro:

Yg pasti dlm alkitab tdk ada perintah/contoh/teladan yg memberikan hak secara inspiratif (eksprisit/implisit) dlm melakukan baptis selain selam. Klo kita meng-amin-i bahwa hanya alkitab satu2 sumber firman Allah (tdk ada yg lain).

Jk org menafsirkan bahwa Yesus ke sungai Yordan hanya sebatas lutut, itu adalah hak mereka yg akan ditertanggungjawabkan pd hari penghakiman nanti. Kenyataan pd umumnya kagak ada sungai yg memiliki kedalaman sebatas lutut (dlm kondisi normal) dan lagipula jika hanya sebatas lutut atau percik aja buat apa berada di sungai? Cukup di sumur-2 terdekat aja.

orang yang di salib disebelah Yesus juga tidak sah selamatnya, karena tidak dibabtis dengan kucuran air hujan yang deras dari langit. (Sejumlah air yang dipakai Yohanes)

tidak dibaptis aja bisa selamat apalagi percik

Setuju, seperti di topic sebelah saya juga katakan, alkitab mengatakan babtiskanlah/selamkanlah kedalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Tidak dikatakan babtiskanlah/selamkanlah kedalam AIR.

Banyak orang yang sudah dibabtis selam dalam air masih jadi pemerkosa, penipu dll dalam kehidupan sehari2 karena tidak diselam dalam ketiga nama itu.

Jadi yang penting diselam dalam ketiga nama itu. Coba lihat dalam matius 25 pada penghakiman terakhir waktu Tuhan menentukan siapa yang akan masuk golongan domba/masuk surga, dan siapa yang kambing/masuk neraka. Apa ditanya kamu dibabtis dengan diselam air atau tidak?

Pertanyaannya kamu diselam kedalam ketiga nama itu atau tidak? Karena kalau diselam kedalam ketiga nama itu pasti ada kasih kepada orang yang hina sekalipun. Kasihnya tidak pilih2 hanya kepada orang papan atas.

Tuhan mengatakan pada waktu itu Sabaslah hai hambaku terimalah kehidupan serba mewah selamanya disurga karena pada waktu kamu melihat Aku lapar kamu memberi Aku makan, waktu kamu lihat saya haus kamu memberi aku minum waktu saya seorang asing kamu memberi tumpangan dan tidak rasialis, baangkan rasialis saja masuk neraka lho.

Dan orang benar itu kaget terheran2 Kapan saya lihat Tuhan lapar? ketemu Tuhan saja belum pernah kan saya hidup dua ribu tahun setelah Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus menjawab apa yang kamu lakukan pada saudaramu yang paling hina ini kamu lakukan untuk Aku.

Inilah ciri2 orang yang sudah diselam kedalam ketiga nama itu. Babtis selam yang hanya dalam air saja adalah sekedar formalitas dan Tuhan tidak melihat formalitas. Secara formal kita angguta gereja tidak jaminan untuk masuk surga. Tuhan melihat hati kita apa betul sudah diselam kedalam ketiga nama itu…
Orang yang mengatakan sudah diselam kedalam ketiga nama itu tapi perbuatannya tidak seperti yang diajarkan Tuhan adalah pembohong. Formalitas saja. Tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang jahat. Orang yang digolongkan kambing juga banyak yang terkejut. Kapan Tuhan saya lihat Tuhan lapar saya tidak kasih makan? Bukankah saya sudah dibabtis selam, Bukankah saya anggaota gereja, bukankah saya menyembuhkan orang banyak dll(mat7) Dan Tuhan menjawab enyahlah kamu hai pembuat kejahatan, karena engkau hanya mengasihi orang papan atas saja, apa yang tidak kamu lakukan pada saudaraku yang melarat ini juga sama saja kamu tidak melakukan untuk Aku.

Inilah ciri2 orang yang tidak diselam dalam ketiga nama itu, walaupun diselam dalam air. Tidak ada kasih terhadap saudaranya Tuhan yang melarat.

[quote]Inilah ciri2 orang yang tidak diselam dalam ketiga nama itu
[/quote]
untuk diketahui : dalam baptisan selam pasti dipakai formula : dalam nama Bapa , Anak dan Roh Kudus.

untuk diketahui : dalam baptisan selam pasti dipakai formula : dalam nama Bapa , Anak dan Roh Kudus.
[/quote]
Formula inilah yang paling dianjurkan oleh matius 28. Jadi menurut saya babtis selam atau percik yang penting formula itu dipraktekan.

koq jadi melenceng ni ya …

di sini pembahasan mengenai cara baptisan… bukan korelasi antara baptisan dan keselamatan… klo mau bicarakaan tu… ada thread nya…

thx . GBU !

Tidak sah menurut gereja yang menganut baptisan selam yaq?? :mad0261:

BTT ya.

Ini hasil penelusuran saya dari sisi SEJARAH atau ASAL MULA berkembangnya tradisi Baptisan Percik.

Pertama, Kitab Didache (diperkirakan ditulis sekitar tahun 100-120) yg ditemukan pada tahun 1873 oleh Philotheos Bryennios, Direktur Sekolah Tinggi Teologi Yunani di Konstantinopel dan dipublikasikan pada 1883, memuat cara baptis secara percik sebagai pengganti cara baptis selam, jika jumlah air yang dibutuhkan tidak memadai. berikut teksnya, “Concerning Baptism. And concerning baptism, baptize this way: Having first said all these things, baptize into the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Spirit, in living water. But if you have no living water, baptize into other water; and if you cannot do so in cold water, do so in warm. But if you have neither, pour out water three times upon the head into the name of Father and Son and Holy Spirit. But before the baptism let the baptizer fast, and the baptized, and whoever else can; but you shall order the baptized to fast one or two days before.” Terjemahannya sbb: Mengenai Pembabtisan. Dan mengenai pembabtisan, babtislah dengan cara ini: Pertama tama, babtislah dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, dengan air kehidupan. Tapi jika tidak ada padamu air kehidupan, baptislah kedalam air yang lain, dan kalau kamu tidak dapat melakukannya dalam air dingin, lakukanlah dengan yang hangat. Tapi kalau kamu tidak juga punya semua itu, curahkanlah air tiga kali diatas kepala dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Namun sebelum pembabtisan hendaknya pembabtis berpuasa, dan yang dibabtis, dan siapapun yang dapat melakukannya, tapi kamu harus meminta orang yang akan dibabtis untuk berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya.

Saya mendapat penjelasan kedua, mengenai berkembangnya tradisi baptisan percik. Dalam buku History of the Christian Church, Volume II, karangan Philip Schaff, pada halaman 191, ditulis bahwa baptisan percik mulai dilakukan gereja Katolik pada awalnya terhadap orang yang sakit (orang yang bertobat tersebut menderita sakit, sehingga tidak mungkin dilakukan baptisan selam) di tempat tidurnya. Kondisi “sakit berat” merupakan alasan bagi dilakukannya baptisan secara percik pada waktu itu. Schaff menulis juga bahwa uskup Roma, Fabian pernah mentahbiskan Novatian sebagai Presbyter (ketika menjadi Kristen, Novatian dibaptis melalui cara baptis percik di tempat tidur, karena sedang sakit). Baptis percik karena alasan sakit keras ini, hanya dilakukan gereja bila orang-orang yang menerima KRISTUS tersebut benar-benar sedang sakit keras.

Ketiga, informasi mengenai asal mula baptisan percik yang saya dengar dari dosen saya di Institut Teologi Dan Keguruan Indonesia (Seminary Bethel) Petamburan, Jakarta, yaitu Pdt. Thomas Bimo, M.Th pada mata kuliah Teologi Perjanjian Baru. Beliau mengatakan tradisi baptisan percik berawal tatkala seluruh kekaisaran Romawi harus memeluk agama Kristen karena Kaisar Theodosius di tahun 380 M, mengeluarkan “dekrit/edict Theodosius” yang isinya mengatakan bahwa “Agama kekaisaran Romawi adalah agama Kristen“.

Dampak dari keputusan kedua Kaisar Kristen tersebut, adalah Kristenisasi massal di seluruh wilayah kekaisaran Romawi (Kalau tidak menjadi Kristen, akan berhadapan dengan tentara Romawi dan dihukum). Akibat kristenisasi massal tersebut, maka terjadilah baptisan selam besar-besaran. Situasi yang seperti itu, membuat kolam-kolam dan sungai-sungai menjadi sangat sesak. Akibatnya untuk memudahkan, maka orang-orang tersebut akhirnya dipercik dgn air. Alasan “praktis” yang terjadi karena sikon yang darurat itu, kemudian dijadikan “tradisi” oleh gereja Katolik (ingat saat itu, tidak ada aliran2 gereja, hanya ada satu gereja , yaitu gereja Katolik). Hal itulah yang membuat Baptisan Percik tidak mempunyai referensi di dalam Alkitab. Karena memang baptisan percik baru lahir dan kemudian dijadikan “tradisi” gereja sejak kira-kira tahun 380 M (sebagai dampak edik Kaisar Theodosius). Ketiga alasan inilah yang menjadi awal mula dari berkembangnya tradisi baptisan percik di dalam gereja Katolik.

Keempat, akhirnya di tahun 1311 dalam Konsili Ravenna, Gereja Katolik meresmikan “baptisan percik” sebagai satu-satunya cara baptis yang dilakukan gereja. Alasannya adalah baptisan selam tidak lagi penting sebab cara baru yaitu dengan dipercik adalah cara baptis yang dipakai gereja. (Baptism went for many years without change until the Catholic Church made the distinction that full immersion was no longer necessary in 1311 at the Council of Ravenna. They determined that full immersion was unnecessary and the term ‘pouring’ was the new accepted way of performing the baptism).

Demikianlah baptisan percik menjadi satu-satunya cara membaptis bagi petobat baru yang dipakai oleh Gereja Katolik. Setelah reformasi Protestan yang dimotori Martin Luther pada tahun 1517, aliran-aliran dalam gereja Protestan banyak yang kembali pada baptisan selam (immersion) (Yunani: baptizo) seperti yang tertulis literal di Alkitab dan juga tradisi gereja mula-mula (kira-kira tahun 30 M – 380 M), namun ada juga yg tetap mempertahankan tradisi baptisan percik.

Referensi

  1. Wikipedia

  2. http://www.sarapanpagi.org/kitab-didakhe-vt159.html#p331

  3. http://www.ccel.org/ccel/schaff/hcc2.html

  4. The Best Mattresses, Pillows & Bedding...Reviewed | Suite 101

sah-sah aja kok…

yang penting dibaptis dengan air dan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus…

menurut gue yang gak sah itu baptis 2 kali…

Baptis lagi… kan udah pernah di bahas di sini…

YBU :slight_smile:

dibaptis dengan air dan di dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus!
TIDAK SAH kalau dibaptis Hanya atas Nama Yesus Kristus (tidak sesuai dengan permintaan Yesus sendiri)

inti dari baptis penerimaan kita Yesus sebagai juruselamat. dan pengakuan kita terhadap Tri Tunggal. Ini bukan masalah gayanya. yang penting penerimaan anda akan hal itu. mungkin bisa saja anda memiliki dokumentasi baptis, tapi hati anda yang menentukan anda terbaptis. biar Tuhan yang menentukan. jangan menghakimi.