Bagiamana pendapat anda?

Saya membaca dari Buku Become A Better You (John Osteen)

Kesaksian.

Sebagai seorang pemuda yang sedang bertumbuh, Pete suka bermain baseball. Itulah kegemarannya. Tetapi saat ia mencoba untuk masuk ke dalam tim, pelatih bahkan tidak memberinya kesempatan. Ia berkata, "Maafkan aku, Nak; kamu terlalu kecil. Kamu tidak akan pernah mampu bermain dalam tim ini."

Pete merasa sangat patah semangat. Hatinya sudah tertuju pada bermain baseball. Ibunya menjemputnya dari sekolah, dan ia serta sahabatnya memanjat ke tempat duduk belakang mobil. Pete yang malang sedang berusaha melakukan semua yang dia bisa untuk menjaga sikapnya, sambil berusaha untuk tidak menangis, dan kemudian sahabatnya - yang tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan Pete - berkata," Hey, sudahkah kamu memberitahukan ibumu bahwa kamu sudah tidak bisa masuk dalam tim karena kamu terlalu kecil?"

Kata-kata sahabatnya itu menusuk hati Pete. Ia benci keadaan tubuhnya yang kecil. Ia pulang kerumah dengan merasa sedih dan patah semangat. Tetapi, pada akhir minggu itu, sekolah membuat pengumuman istimewa:“Karena begitu banyak anak laki-laki mengikuti uji coba untuk masuk tim, kami akan menciptakan suatu tim kedua, sebuah tim B.” Pete mengikuti uji coba dan berhasil masuk kedalam tim B.

Musim bermain itu, kedua tim tersebut akhirnya berhadapan dalam suatu pertandingan penentuan untuk mengikuti kejuaraan, dan tim kedua, tim B, mengalahkan tim A. Coba tebak siapa pitcher yang menang itu. Tepat; tim B memenangkan kejuaraan karena kemampuan melempar Pete yang luar biasa.

Sekarang renungkanlah pertanyaan ini: Seberapa besarkah potensi Pete saat ia ditolak masuk tim A? Apakah potensinya berbeda saat ia mulai menjadi pitcher tim B?

kalau menurut pendapat FKers bagaimana?

YANG MENENTUKAN TAKARAN ITU ADALAH ORANG DILUAR KITA…

YANG MENCIPTAKAN KRITERIA ITU ADALAH ORANG DILUAR KITA…

JIKA SEMUA TAKARAN DAN ACUAN DARI KITA SI MANUSIA ITU SENDIRI MAKA ITULAH TANDA TANDA MANUSIA TINGGI HATI DAN SOMBONG…!!

SEGALANYA YANG SUDAH KITA PERSIAPKAN PADA DIRI ITA HARUSLAH
DIDASARI DENGAN MEMPUNYAI SIKAP RENDAH HATI SUPAYA ORANG LAIN BISA MENGGUNAKAN KAPASITAS DAN KOMPETENSI ANDA DENGAN MAXIMAL SESUAI PERATURANNYA YANG SUDAH DISTANDARTKAN ,YANG DIA ORANG LAIN PUNYAI.

BEGITU JUGA SIKAP KITA MANUSIA KEPADA TYK.

Seringkali manusia justru menunjukkan kemampuan terbaiknya ketika ditolak.
Saya sendiri lebih suka diremehkan daripada orang-orang overestimate kemampuan saya.
Salam

Nice story :slight_smile:

lalu pendapatnya bro :slight_smile:

bro kahlil saya ingin bertanya…

bukankah kalau seseorang ditolak, itu membuat orang menjadi tambah minder?

bagaimanakah orang minder bisa dikatakan “menunjukkan kemampuan terbaiknya?”

Hidup itu pilihan, kalo kita pilih diam maka tidak berbuah, kalo kita yakin dalam nama TUHAN YESUS dan melakukannya, maka akan berbuah :slight_smile:

hmm benar sekali bro St_Yopi. :smiley:

lalu bagaimana potensi Pete?
(lebih besar , lebih kecil atau sama) ketika dia ditolak sampai masuk ke tim B?

Potensi kita tidak lebih besar atau lebih kecil, hanya masalah waktu, tempat, keberanian dan kesempatan. Team A tempatnya tidak cocok bagi dia walaupun dia punya keberanian, namun dia menunggu sesuai waktunya untuk ke tempat Team B karena ada kesempatan disana sehingga dapat menunjukkan potensinya :slight_smile:

nimbrung :slight_smile:

Tidak selalu, Liberty. Itu tergantung orang yg ditolak itu juga.
Sebesar apa pengaruh kata2 orang lain dalam hidup kita itu dari sebesar apa kita mengijinkannya mempengaruhi kita.

:slight_smile:

setuju hidup itu pilihan…dan perjuangan tentunya
bagaimana potensi si Pete?
tergantung :slight_smile:
bila dia orang yang tangguh dan dipulihkan Tuhan pasti dia jadi lebih baik
bila tidak ya sebaliknya
kuncinya: IMO di campur tangan Tuhan, dan respon ybs terhadap lingkungannya

kisah yang sama spt itu banyak sekali bro liber

Thomas Alfa Edison dikatakan idiot oleh gurunya dan hanya 3 bulan mengecap pendidikan formal

dan Samuel Eto ( pesepak bola Inter ) ketika merantau ke spanyol ditolak oleh sekolah Real Madrid dan diterima di Real Malorca sebelum direkrut club Barcelona

potensi seseorang juga bisa berkembang dan berkurang

perumpamaan Tuhan Yesus tentang talenta, jelas mengatakan bahwa talenta itu bisa ditambahin dan bisa diambil dari diri kita

Einstein mengatan jenius hanya 1 %, 99 % adalah kerja keras :slight_smile:

@Tjhoa, St_Yopi, chrisma
hmm… :slight_smile: bro st_Yopi berpendapat bahwa potensi itu sama.
kalau saya sendiri memiliki pandangan sama dengan bro Kahlil.

Potensi Pete lebih besar waktu di Tim B.
seperti orang yang marah… ditahan2 … maka sekali marah langsung marah besar… :smiley:

Hanya yang saya heran kenapa orang minder bisa dikatakan “menunjukkan kemampuan terbaiknya”?
Pete pun merasa minder dengan tubuhnya yang kecil…
:slight_smile:

bener skali bro murukh

saya juga pernah mendengar tentang orang2 yang sukses dulunya adalah orang yang diejek, dihina.

lalu pendapat bro murukh bagaimana tentang potensi pete? (sama , bertambah, berkurang)

jelas saja bertambah, karena potensi/bakat/talenta juga bisa bertambah atau berkurang
munkin dipostingan ku diatas sudah jelas bahwa talenta kita juga bisa diambil oleh Tuhan jika kita lalai untuk mengerjakannya bro

kalo menurut saya…sebenarnya pada waktu awal masuk tim B potensinya sama seperti waktu masuk tim A…dan seiring waktu potensi itu berkembang menjadi keahlian (karena sering di latih)…dan pada saat bertemu tanding dengan tim A maka semangat yang ada menjadi 2x lipat (ada rasa pengen revans ke tim A)…semangat yang luar biasa+keahlian yang sudah terlatih=hasil yang maksimal…

dont judge a book from the cover

contoh nyata waktu samuel milih daud.

1Kor. 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat

Tuhan bisa pakai siapa saja dengan luar biasa, ga mandang bentuk dan penampilan.
kayak susan boyle, siapa sangka rupa seperti itu punya suara yg amazing :laugh:

Semuanya masalah kesempatan dan pilihan, itu yang berpengaruh, potensi tetap sama, kemampuan yang berkurang atau bertambah tergantung latihan, bandingkan dengan potensial sebuah daerah atau negara, tetap sama, hanya masalahnya apa mau digarap atau tidak? itu yang membedakan negara satu dengan dengan lain, dengan potensi yang ada, digarap semaksimal mungkin, kalo tidak digarap, potensial tetap ada, tidak berkurang atau bertambah, yang ada hanya kemampuan, dan pilihan untuk mau atau tidak :slight_smile:

hmm saya mulai mengerti pikiran bro St_Yopi :slight_smile:
memang benar, potensi yang diberikan oleh Tuhan itu sama ke setiap manusia. Tetapi manusia jarang yang mengetahui potensi tersebut, dan potensi itu terkubur. ini yang menyebabkan potensi orang tidak sama lagi.

Thq masukkannya bro… :slight_smile:

salam

Menjawab pertanyaan bro Liberty (semoga belum terlambat) :),
ya tergantung tipe orangnya. Memang ada orang tertentu yang jadi depresi, bahkan bunuh diri ketika menghadapi penolakan. Sementara bagi sebagian yang lain, penolakan (“you can’t do that”) justru menjadi tantangan untuk membuktikan kemampuan (“I can do that”).

Salam