Bagaimana Solusinya

Teman saya seorang katolik yang punya pacar seorang muslim…teman saya mengaku sudah pernah melakukan hubungan seks dengan pacarnya…teman saya mengaku tetap ingin bertanggung jawab atas perbuatannya…akan tetapi sang pacar hanya mau menikah secara islam…
Apa yang harus dilakukan jika sudah terjadi demikian?

alamat buruk
kalo kena muslim ya begitu
karena nilai wanita adalah setengah pria^^
belum lagi perlakuan lainnya
mending sudahin aja daripada lebih jauh lebih sakit
sakit sekarang daripada sakit selamanya

saya kenal betul teman saya…dya orang yang benar2 bertanggung jawab…saya pernah kasih saran seperti itu…tapi dya ga mau…tetap mrasa bersalah…
apa ada cara biar wanita itu mau menjadi seorang katolik, dan menikah secara katolik?

temen kamu co atau cenya yang katolik???

cowo

ooo kirain cenya, kasus di atas kalo temen cewek yang kena

kalo co saran aku sih (aku kristen non katolik sih)
pertama tanya kesiapan masing2
karena menikah bukan masalah cinta saja, tetapi masalah tanggung jawab dan buang ego, sudah siapkah keduanya?
yang kedua
kalau menikah menjauhkan dari Kristus berarti kita memilih wanita ganti Kristus ?sepadankah?
dan ketiga keluarga bisakah keluarga teman co kamu terima keluarka cenya?
dengan segala kondisi, dan begitu pula sebaliknya
karena menikah pun mempersatukan 2 keluarga
coba dulu di share ke teman kamu

oh gtu…tapi klo tmenku ga nikahin tu cewe itu gmna hukumnya/ secara agama?
dya jga dh berbuat zinah dengan cewe itu

hehe klo ga salah hukum muslim itu kan derajad cowok lebih tinggi dari cewek… (ini yang dulu jadi perdebatan pemilihan presiden Magawati dulu)

kalau cowok lebih tinggi derajadnya… maka harus ikut kata2 suami lah…
Isteri yang pindah… => katolik ;D

hukumnya ya zinah… tetapi kalau bertobat dan menikahinya maka akan diampuni Yesus :slight_smile:

wah… sex pranikah y…
berat jg neh… buat saya pribadi sbrnny menikahi si cewe ga akan menyelesaikan masalah, kl nikahnya cuma karena merasa bersalah…

2012 temennya itu msh sekolah / ud lulus?
kl msh sekolah (ane bingung jwbny)
kl ud lulus-kerja-kuliah, saya anggep dia udah dewasa kl smp berani melakukan seks pranikah krn hrsny dia udah pikirin semua resikony… Jd hrsny dia bs menentukan sikap& keputusan sendiri

tp… seandainya saya di posisinya… ini yg saya lakukan…

  1. minta ampun sm Tuhan → pasti & harus
  2. saya akan mengakui k Orangtua saya dan dia → pasti ada konflik neh…
  3. kl ud reda konfilknya, mungkin bs di obrolin brg… → kl musuhan ya uda… gmn mu nikah?

saran saya, jangan ada kebohongan kl mau nikah… dan u/ masalah kepercayaan → tdk bs dipaksakan…

GB… mudah2 an membantu

buat saya,yang pasti ttg iman…
kl saya dipaksa mjd mualaf, lbh baik sy dipandang tdk bertanggung jawab dr pada menyangkal Tuhan…

kl nikah “hanya secara Islam” → ga ada embel2 yg laen (mungkin cm ijab kabul y?) y udah… asalkan, tetep harus minta doa berkat pd TYK untuk pernikahannya…

Damai bagimu 2012.

Itu penggalan kisah biografi temanmu ato otobiografimu? Ufh… biografi ato otobiografi tidak masalah ya? Intinya sekarang cari solusi ya? Hehhehheee…

Gini aja. Kalo sungguh temenmu si Katolik itu orang yang bertanggung jawab, tetapi terlanjur meremas, menjilat, mengulum buah terlarang, dan juga memasuki gua basah dikitari hutan hitam milik muslimah, ya sudah, nikahkan saja mereka. Mo cara apa kek, untuk mewujudkan rasa pertanggungjawabannya, si Katolik harus menjalani. Namanya juga terlanjur. Memang ‘buah’ itu sedap kelihatannya, tetapi kan dilarang menyentuhnya, apalagi memakan?

Ceweqnya hanya minta tatacara pernikahan secara islami kan? Ya sudah ikuti saja. Kalo si Katoliknya merasa dia bisa hidup tanpa Yesus, ya setelah menikah terus aja menjadi islam yang taat. Kalo si Katolik merasa harus hidup bersama Yesus, yah… setelah nikah kembali lagi bersekutu dengan Yesus. Tentu saja harus mematuhi aturan yang ada.

Jadi teringat pada suatu buku kumal yang pernah kubaca yang sudah lupa apa judulnya. Konon buku itu menjadi buku wajib bagi mahasiswa di Doulos. Salah satu kisah dalam buku itu bercerita tentang trik kaum muda suatu agama yang sudah dikader untuk menjaring umat. Kader itu harus berpacaran dengan orang yang tidak seiman, kemudian makan ‘buah terlarang’ selanjutnya memaksa pasangannya menikah dan menjadi umat agama itu.

Dalam kasus teman 2012 itu, kayaknya dia kurang hati-hati dan sikap penuh tanggung jawab yang diinfokan itu kurang pas. Sebab, kalo benar teman 2012 itu manusia bertanggung jawab, dia tidak akan memakan ‘buah terlarang’.

Jadi, solusi yang kusarankan ya seperti itu. Nikahkan saja, kemudian terus menjadi muslim ato kembali menjadi Katolik. Walau berat, sakit, sulit, untuk membuktikan diri sebagai manusia bertanggung jawab, si Katolik itu harus melaksanakannya. Dan konon, rasa obat itu memang pahit.

Jadi teringat juga pada kisah tentang ketika kepada Yesus dihadapkan seorang yang tertangkap basah berbuat jinah (mungkin berjinahnya di kolam renang ya?). Apa kata Yesus? Kalau tidak salah, Dia bilang kepada penjinah itu, “Pergilah. Akupun tidak menghukum engkau. Jangan berbuat dosa lagi,” gitu.

Yah… itu dariku. Damai bagi Indonesia.

Ceweqnya hanya minta tatacara pernikahan secara islami kan? Ya sudah ikuti saja. Kalo si Katoliknya merasa dia bisa hidup tanpa YESUS, ya setelah menikah terus aja menjadi islam yang taat. Kalo si Katolik merasa harus hidup bersama YESUS, yah... setelah nikah kembali lagi bersekutu dengan YESUS. Tentu saja harus mematuhi aturan yang ada.

maap2… tp… iman itu bukan permainan keluar-masuk… :mad0261:

all:> thanks buat sarannya…nanti aku cba buat ngomong sma tmenku…smoga dya bisa menentukan jalan yang terbaik

iy… btul tuh… itu kyk lg mempermainkan Tuhan…

cb minta teman Qm bicarakan secara total (dengan kedua belak pihak keluarganya hadir) biar gampang selesainya…

maap2.. tp... iman itu bukan permainan keluar-masuk.. :mad0261:

Sepakat bahwa iman bukan permainan keluar masuk. Kondisinya, sudah ada keterlanjuran.

Adalah menjadi ironi kalau si tokoh yang dikisahkan oleh 2012 mengklaim dirinya beriman, tetapi dia memasuki gua berhutan hitam seorang gadis muslimah. Menurut ceritanya, si gadis muslimah itu tidak mau dinikahkan kalo tidak sesuai tata cara muslim. Kalau tokoh yang diceritakan 2012 ‘bertahan’ menyatakan keimanannya, sementara kelakuannya tidak menggambarkan orang beriman (kepada Kristus), solusi tidak akan diperoleh.

Jadi, menurut hematku, meski iman bukan untuk dipermainkan, ada kalanya orang beriman jatuh, mungkin kerna lalai, mungkin kerna kurang hati-hati, dll. Nah, kalau sudah jatuh, tentu solusi yang dicari adalah bagaimana cara untuk dapat bangkit lagi.

Untuk kasus yang dikemukakan 2012, menurut pikiranku, ya seperti yang telah kukemukakan. Namun, cara itu bukan satu-satunya. Mungkin masih banyak alternatif cara lainnya.

Damai bagi Indonesia.

ya, saya ngerti… tapi kl sudah jatuh di satu lubang… ya jangan “sengaja” jatuh lagi di lubang lain kan? ^^

Hehhehheee… ada lo yang malah pingin mengulang jatuh ke ‘lubang’ yang sama. Enak sih? Bukan berarti lebih dungu dari keledai lo. Hehhehheee…

ah… ga mau komeng kl hal2 kyk gitu…^^