Bagaimana mungkin Yesus bukan sepertiga dari Tuhan??

Ya, saya tau kalian akan mengutuk saya dengan mengatakan bahwa Yesus bukan sepertiga dari Tuhan. Yesus adalah Tuhan seutuhnya. Bahwa saya sudah sesat dan lain sebagainya. Saya tau itu…

Tapi coba dengarkan pembelaan sy…

Dengan mengatakan sepertiga dari Tuhan, setidaknya Tuhan tetap satu.

Coba bandingkan dengan pernyataan Yesus = 100% Tuhan. sy tidak menyanggah Yesus itu bukan Tuhan. sy percaya dia seorang Tuhan, dia Maha segalanya sama levelnya dengan Bapa, tapi dengan mengatakan Yesus = 100% Tuhan, Bapa =100% Tuhan dan ROH KUDUS = 100% Tuhan maka ada dua kemungkinan yg saya tebak akan terjadi di kesimpulan kita :

  1. Yesus 100% Tuhan → kadang2 bisa menjadi Bapa (masih Tuhan 100%), kadang bisa berubah menjadi ROH KUDUS (juga tetap masih Tuhan 100%) atau ekstrimnya : menjadi tiga pribadi sekaligus di saat bersamaan.
  2. atau, ada 300% Tuhan (tiga orang Tuhan yaitu : Yesus, Bapa dan ROH KUDUS)

Analogi sepertiga Tuhan mampu menjelaskan bahwa Yesus tidak sama dengan Bapa. bahwa hanya seorang Yesus saja maka seorang Tuhan belum lengkap. Kalau memang Yesus benar2 POLL seorang Tuhan 100% maka dengan siapa Dia berbicara sewaktu dia disalib : “Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku?”

saya hanya akan mempermasalahkannya kalo kamu mengatakan Yesus bukan Tuhan sepenuhnya

soal variasi penjelasan Trinitas mana yang cocok di benakmu itu gak terlalu penting

cuma saran saya ikuti aja apa yang dijelaskan gerejamu, maksudnya demi unity

Jangan dong, kita tak suka mengutuk. Lidah ini buat memberkati lho sesuai ajaran Firman Tuhan.

Memang sukar ya kalau kita mencoba untuk mengerti Sang Pencipta yang tak terbatas oleh ruang dan waktu kecuali Dia yang memberikan pengertian itu kepada kita melalui FirmanNya.

Jadi kalau matematika itu…

tak berbatas + tak terbatas + tak terbatas = tak terbatas juga.
tak terbatas + terbatas + tak terbatas = tak terbatas juga.
tak terbatas + terbatas+ terbatas = tak terbatas juga.

Susah memang ya.

Salam Santai saja.

Revolt sdg berada di Jakarta, lalu Bapa menampakkan diriNya pd Revolt di Jakarta.
Pd waktu bersamaan, Henhen berada di Timika, lalu Bapa menampakkan diriNya pd Henhen di Timika.

Nah, dalam waktu bersamaan itu, yg menampakkan diri kpd Revolt di Jakarta itu Bapa yg berapa persen?
Apakah 50% Bapa ada di Jakarta dan 50% Bapa ada di Timika?

Jika Bapa hadir dimana-mana sekaligus, berapa persenkah setiap kehadiran Bapa itu?

oei jauh amat Timika

sependek yang kuketahui tidak pernah Tuhan Yesus mengatakan bahwa dirinya adalah 100% Tuhan.
pernyataan 100 persen Tuhan dan 100 persen manusia adalah Ajaran Gereja. yang berusaha untuk menjelaskan tentang Tuhan.
tapi kalau Tuhan Yesus sendiri sebenarnya belum pernah mengaku ngaku 100% Tuhan.

dengan menyebut angka 100% sebenarnya kita sedang mengukur tingkat atau kadar keTuhanan… maka akhirnya ukuran dan angka itu akan membuat si penghitung kebingungan sendiri, karena sedang berusaha memasukkan yang tak terhitung ke dalam anka yang bisa dihitung…

inilah sedikit pemahamanku, semoga menjadi informasi yang berguna.
siapakah Tuhan, mengapa kita menyebut Tuhan… ?
Tuhan adalah Pencipta, Sumber dari segala sesuatu, Pemilik dari segala sesuatu, Penguasa dari segala sesuatu.
apakah segala sesuatu itu adalah benda mati atau benda hidup semuanya berasal dari satu dan diciptakan dari satu yaitu Tuhan Allah Yang Maha Kuasa.

siapakah Tuhan Allah yang Mahakuasa ???
di seluruh Jagad Raya ini hanya ada Satu Tuhan. Pencipta, Penguasa, dan Penebus…
sebenarnya tidak seorangpun yang mengetahui siapakah Tuhan Allah itu.

tapi Puji Tuhan. Tuhan Allah yang Mahakuasa itu, yang tidak terjangkau oleh Pikiran Manusia. mau merendahkan diri-Nya… dan memperkenalkan diri-Nya… sehingga kita dapat melihat rupa-Nya, memegang tangan-Nya, berjalan bersama dengan Dia, memeluk-Nya, makan bersama sama dengan-Nya…
nama-Nya adalah Yesus Kristus Putra Maria, atau Isa Almasih Putra Maryam…
Yesus adalah salah satu Oknum dari 3 Pribadi ke-Allahan.

ke 3 Oknum atau Pribadi ke-Allahan ini sama di dalam Kuasa, sama di dalam atribut atribut: yaitu

  1. Mahakuasa.
  2. Mahahadir.
  3. Mahatahu.

Namun seorang dari 3 Oknum ini melepaskan dan mengosongkan ke-Mahaan-Nya…
sehingga yang tidak terjangkau menjadi dapat dijangkau.
yang tidak terbatas menjadi terbatas.
sehingga mata manusia fana dapat melihat-Nya…

Filipi Pasal 2:
5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

  1. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

  2. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

  3. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

  4. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

  5. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

  6. dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

salam
TYM

versi saya :
Yang Incarnated Logos BUKAN Tuhan.
The Logos = Tuhan
Tuhan inkarnasi menjadi manusia
Dengan demikian, yang Incarnated Logos = manusia.

Saya nggak mengerti kenapa sampai jadinya ada kesimpulan :
Dan Incarnated Logos itu TETEP adalah Tuhan

karena di pov saya kesimpulannya yang masuk adalah :
Tetapi The Logos itu TETEP adalah Tuhan

sy tidak menyanggah [b]Yesus [/b]itu bukan Tuhan.
[Yesus itu Tuhan], pov-nya di time frame mana versi revoltzer ? Kosakata [Yesus] rujukannya kemana ? ke The Logos ? ataukah ke yang Incarnated Logos ?

Kenapa bisa muncul pertanyaan spt demikian dari saya adalah karena di pov versi saya, [The Logos TETEP eksis dimana mana sewaktu (at the same time) yg Incarnated Logos itu ada di suatu tempat].

sy percaya dia [b]seorang Tuhan[/b], dia Maha segalanya sama levelnya dengan Bapa,
IMO, kalimat bold sudah duluan gak masuk,rev. Kalimat bold gak beda dgn kalimat [seekor manusia] ataupun [seorang kucing] :D.
tapi dengan mengatakan Yesus = 100% Tuhan
sepanjang yg saya ketahui, yang HU (Hypostatic Union) katakan : Incarnated Logos = 100% Tuhan 100% Manusia
Bapa =100% Tuhan dan ROH KUDUS = 100% Tuhan
Juga sepanjang yg saya ketahui mengenai HU, kesimpulan saya : Bapa nggak inkarnasi - RK nggak inkarnasi, yang inkarnasi itu The Logos.
Analogi sepertiga Tuhan mampu menjelaskan bahwa Yesus tidak sama dengan Bapa.
Kalo versi saya, analoginya [angin/udara]. The Logos = angin, infinite. Incarnated Logos = angin didalem ban, finite :D
dengan siapa Dia berbicara sewaktu dia disalib : "Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku?"
versi saya, angin didalam ban berbicara dengan angin yang tidak didalam ban :char11:

:slight_smile:
salam.

wah… ternyata versi pandangan sima mirip saya :smiley:

Cuma mungkin ada perbedaan sedikit, karena versi saya :
Bahwa didalam sikon lepas/kosong dari ke-Mahaan, tidak sertamerta itu artinya The Logos secara keseluruhan menjadi Incarnated Logos. Disinilah yang maksud saya dimana dulu saya sempet tanyakan ke sima terkait [pak Raden ada di Jakarta maka logically pak Raden tidak ada di Bogor]. Saya lupa di thread mana.

apakah pandangan brother mirip dengan pandangan bahwa Tuhan itu seperti Amuba… ? :slight_smile:
dari satu, kemudian membelah diri…

yang membelah diri ini adalah yang menjadi manusia…
dan yang sisanya tetap dalam bentuk aslinya… ?

kalau yang menurut yang kuketahui dalam keterbatasan pikiranku…
ke 3 Oknum ke-Allahan ini sudah ada sejak zaman purbakala atau Dahulu kala yang tak berujung (dahulu tak berujung = kekal).

sudah ada sejak dahulu kala sebelum segala sesuatu ada. dari alam semesta ini Kosong… ke tiga Oknum ini sudah ada. dalam setiap Perencanaan, Tindakan dan Keputusan selalu melakukan Musyawarah bersama, yang saya sebut sebagai Musyawarah Illahi.

seorang Penulis yang saya percaya di Inspirasi oleh Tuhan menyebut demikian dalam tulisan-nya:

  1. Kristus, Kalam itu, Anak Allah yang tunggal, adalah satu dengan Bapa yang kekal—satu dalam sifat, dalam tabiat, dalam tujuan -satu-satunya oknum yang dapatturut serta dalam musyawarah serta maksud-maksud Allah. “Maka kebesaran pemerintahannya dan selamatnya akan tiada berkesudahan; maka tahta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan daripada sekarang sampai selama-lamanya! Maka gairah Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan perkara itu.” Yesaya 9:6. SEJARAH PARA NABI JILID 1, p. 22.1 (Ellen Gould White)

  2. Sebelum masuknya kejahatan, damai dan kesukaan memenuhi alam semesta. Semuanya selaras dengan kehendak Pencipta. Kasih kepada Allah adalah yang tertinggi, kasih kepada satu sama lain tidak berat sebelah. Kris-tus, Firman itu, Anak Allah satu-satunya, adalah satu dengan Allah—satu dalam alamiah, dalam tabiat dan dalam tujuan—satu-satunya pribadi di alam semesta ini yang dapat turut serta dalam semua musyawarah dan maksud-maksud Allah. Melalui Kristus Allah bekeija dalam menciptakan makhluk-makhluk surgawi. “Di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa,” (Kolose 1:16), dan kepada Kristus, sama dengan kepada Bapa, segenap surga menunjukkan kesetiaan mereka. EGW, Kemenangan Akhir 516.2

salam
TYM

Alasannya 2:

  1. Hakikat ilahi tidak bisa dilepaskan dari Allah, Allah tidak mungkin berhenti jadi Allah. Jika Allah mungkin melepaskan ke-allah-anNya maka Ia bukan hakikatnya Allah. Jd Logos yg berinkarnasi tidak kehilangan keilahianNya sbg Logos.

Bandingkan dg manusia yg kadang-kadang bisa diurapi dg kualitas keilahian utk melakukan tindakan ilahi. Itu hanya sementara, bongkar-pasang namun dia tetap manusia. Tp Allah tidak bisa bongkar-pasang hakikatnya.

Core-nya adalah Allah maka keilahianNya tidak bisa dilepas walau sementara waktu.
Kl manusia kan core-nya manusia, jika dititipkan keilahian sementara, itu keilahian bisa pakai-lepas.

  1. Logos yg berinkarnasi tsb dalam inkarnasinya ternyata mengucapkan, mengatakan dan melakukan tindakan bersifat ilahi dari diriNya sendiri.

Manusia yg dititipkan kualitas keilahian saat bicara dan bertindak tentu akan menyebut ‘demikianlah Firman Tuhan’ atau ‘di dalam nama Tuhan’, tp Logos yg inkarnasi ini tidak perlu, Dia langsung berbicara sbg Pihak pertama, bukan pihak perantara.

Hal-hal tsb mjadikan para Bapa Gereja percaya dan sepakat pd pengajaran Yesus Kristus (Logos incarnate) adalah Allah sepenuhnya dan manusia sepenuhnya.

:afro:

yg aku permasalahkan bukan sifat keTuhanan Yesus. Kalo itu aku setuju, Yesus 100% bersifat “Tuhan”.

Tapi yg aku permasalahkan adalah kadarnya. Dalam Kekristenan diajarkan Tuhan itu satu. Nah sementara ada tiga ‘orang’ Tuhan (Yesus/Putra, Bapa dan Roh Kudus) → maka berarti Yesus = sepertiga dari Tuhan.

itukan itungan matematika bro…

Mengenai “dilepas/gak-dilepas”, yg versi saya itu “membatasi/dibatasi”, sipp.

So versi pov saya: The Logos bisa membatasi, dari inifinite menjadi finite (incarnated Logos)…
namun di pov saya, ini tidak sertamerta jadinya [there is no more The Logos, yang ada ya yang Incarnated Logos itu aja] …

oleh karena itu pov versi saya :
The Logos tidak berhenti menjadi The Logos sekalipun at the same time (setelah event inkarnasi) ada Incarnated Logos.

Jika Allah mungkin melepaskan ke-allah-anNya maka Ia bukan hakikatnya Allah. Jd [b]Logos yg berinkarnasi tidak kehilangan keilahianNya[/b] sbg Logos.
Nah disini yg bikin saya bingung.

Karena di pov versi saya, yang masuk itu kalimatnya :
A. The Logos tidak kehilangan keilahianNya

Sementara yg versi HU:
B. Incarnated Logos tidak kehilangan keilahianNya

Kalimat B, jadinya menuntun ke pemikiran :
Incarnated Logos eksis PRA di bumi, Ilahi.
Masuk ke time frame selanjutnya, segera setelah Incarnated Logos eksis di bumi, kalimat B masuk :
Incarnated Logos tidak kehilangan keilahianNya setelah eksis di bumi

Core-nya adalah Allah maka keilahianNya tidak bisa [b]dilepas [/b]walau sementara waktu.
Versi saya bukan bold, melainkan "membatasi" siip. The Logos membatasi keilahianNya ---> Incarnated Logos. Namun versi saya tidak serta merta jadinya berupa [The Logos no more karena yang ada sekarang Incarnated Logos].
Kl manusia kan core-nya manusia, jika dititipkan keilahian sementara, itu keilahian bisa pakai-lepas.
Problemnya, yg secara versi saya : kalo itu manusia, ya cuma manusia itu saja. Namun kalo itu The Logos, The Logos tetep ada ketika ada Incarnated Logos.
2. Logos yg berinkarnasi tsb dalam inkarnasinya ternyata mengucapkan, mengatakan dan melakukan tindakan bersifat ilahi [b]dari diriNya sendiri[/b].
Incarnated Logos berkata : Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku,

Nah makanya saya gak ngerti, sementara dari text terbaca : Incarnated Logos bilang merah …
namun kok versi HU bilang : Incarnated Logos itu bilang ijo (dari diri-Ku sendiri).

Logos yg inkarnasi ini tidak perlu, Dia langsung berbicara sbg Pihak pertama, bukan pihak perantara.
Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

oda :
betul, dari kalimat2 ayat diatas - nggak ada itu Incarnated Logos sebut2 perihal “perantara”.
namun di pov saya, kalimat2 tsb secara gak langsung menunjukkan bahwa Incarnated Logos adalah “perantara”.

Dulu udah pernah di thread laen saya ngajuin kayak diatas, dan respondnya :
“oh… kalo yang itu, Incarnated Logos lagi bicara sebagai manusia”

Otomatis kalimat respond tsb di pov versi saya sudah duluan terasa janggal, karena [Incarnated Logos] itu sendiri di pov versi saya adalah [The Logos in a human male form] (dgn demikian gak perlu ditambahin “sebagai manusia”).

Di laen saat lagi, pernah saya dapet respond :
“nah… kalo yang ini, Incarnated Logos lagi bicara sebagai The Logos/Allah”

:slight_smile:
salam.

Mbroh. Hakekat kita apa? Manusia kan.
Di dunia ini ada sekitar 6 miliar manusia, belum lagi yang udah mati plus yang akan lahir. Apa karena itu % hakekat manusia kita jadi 1/6 miliar (+++++ yang udah mati dan akan lahir)? ya kagak kan.

Hakekat itu tetap gk akan kemana mana. Hakekat ya hakekat gk terbagi bagi.

Salah. Gak ada itu hakikat2 segala pada kondisi populasi manusia. Hakikat itu sama saja dengan pribadi tunggal.
7 miliar (jumlah manusia skrg) manusia adalah 7 miliar pribadi. (sebenarnya Hakikat itu cuma bikin nambah bingung)

angka 7 miliar bukan berarti kita adalah satu kesatuan dalam 7 miliar orang, tetapi kita masing2 berdiri sendiri. Jangan disamakan dengan Tuhan.

Kalau Tuhan = orangnya ada tiga tapi ketiganya itu adalah satu kesatuan yg ‘menyusun’ sang ‘Tuhan’ (satu-satunya Tuhan, terdiri dari tiga ‘Zat’/substance). Kayak saling menempel. Hampir sama seperti tubuh jasmani dan hati kita. Kadang misalnya keinginan ‘tubuh kita’ pengen tidur daripada beribadah, tapi hati kita menegur utk pergi beribadah. Kita bisa berbeda2 dalam hal keinginan tubuh/daging dan hati kita. Tapi kalau Bapa dan Yesus dan Roh Kudus sehati, sepikiran, sejiwa.

Oleh karena itulah aku menulis pendapat pribadi bahwa Yesus adalah sepertiga dari Tuhan.

Singkat, Jelas, Padat, maknanya dapat…

thanks brader… :afro: :afro:

sebenarnya aku juga kurang mengerti apa sebenarnya arti dari hakekat…
mungkin maksudnya adalah kodrat.

7 miliar (jumlah manusia skrg) manusia adalah 7 miliar pribadi. (sebenarnya Hakikat itu cuma bikin nambah bingung)

angka 7 miliar bukan berarti kita adalah satu kesatuan dalam 7 miliar orang, tetapi kita masing2 berdiri sendiri. Jangan disamakan dengan Tuhan.

istilah satu kesatuan, dapat digunakan kepada Umat Manusia.

  1. di mulai dari SATU Keluarga, keluarga Adam.
  2. Satu Pekerjaan
  3. Satu Suku.
  4. Satu Bahasa.
  5. Satu Negara (NKRI).
  6. satu Ras
  7. Satu Benua.
  8. satu Dunia.

satu suku, bahasa, negara, keluarga, benua dan dunia… namun terdiri dari banyak orang/person/pribadi…

Kalau Tuhan = orangnya ada tiga tapi ketiganya itu adalah satu kesatuan yg 'menyusun' sang 'Tuhan' (satu-satunya Tuhan, terdiri dari tiga 'Zat'/substance). Kayak saling menempel.

disini kita mempunyai sedikit perbedaan paham brader…
kalau menurutku Tuhan adalah 3 Pribadi dengan 1 Substansi.
misalkan manusia terdiri dari 7 Miliar Pribadi, tapi terdiri dari Substansi yang sama. yaitu DEBU TANAH.

ketika Tuhan Allah menjadi Manusia.
Pribadi-Nya tetap sama, namun Substansi-Nya berubah atau dikosongkan. menjadi Substansi Manusia yang terdiri dari Tulang dan Daging.
Allah itu menjadi sama dengan Manusia, memakan makanan yang biasa dimakan oleh manusia, meminum minuman yang diminum oleh manusia, membutuhkan Istrahat seperti manusia, merasakan Letih seperti manusia, merasakan Sakit seperti Manusia…

Ohhh Sungguh Betapa Besar, terlalu lalu besar, Maha Besar pengorbanan yang dilakukan oleh Tuhan Allah demi menyelamatkan umat manusia yang Hilang, Miskin, Buta, Melarat dan Telanjang ini.
Ajaib Pengorbanan dan Kasih Tuhan… terlalu ajaib… Pikiran manusia tidak akan Pernah sanggup untuk memahami-Nya.

Hampir sama seperti tubuh jasmani dan hati kita. Kadang misalnya keinginan 'tubuh kita' pengen tidur daripada beribadah, tapi hati kita menegur utk pergi beribadah. Kita bisa berbeda2 dalam hal keinginan tubuh/daging dan hati kita. Tapi kalau Bapa dan Yesus dan ROH KUDUS sehati, sepikiran, sejiwa.

beda bro… bukan seperti itu.
betul sekali, bahwa manusia memiliki berbagai bagai keinginan.
termasuk di dalamnya keinginan baik, dan keinginan jahat… tapi bukan berarti manusia memiliki banyak Jiwa/Person/Pribadi berdasarkan banyaknya keinginan keinginan itu.

keinginan keinginan itu bisa dijelaskan secara Ilmiah. namun memerlukan banyak waktu untuk menjelaskannya… itu disebabkan Otak kita ini sungguh ajaib di ciptakan oleh Tuhan. salah satunya keinginan kita sebenarnya dipengaruhi oleh Informasi atau makanan yang masuk ke dalam Otak kita. Jika yang baik yang masuk, umumnya akan baik pula keinginan keinginan kita… bila yang tidak baik masuk, maka begitu pula outputnya.

Oleh karena itulah aku menulis pendapat pribadi bahwa Yesus adalah sepertiga dari Tuhan.

ga pa pa bro…
namanya juga belajar…
itulah gunanya forum ini, kita saling mengisi, dan saling belajar…
mudah mudahan apa yang kubagikan bermanfaat.

jadi dengan mengetahui Tuhan adalah Pribadi… kita semoga Paham.
bahwa Tuhan berkorban bukan 1/3… tapi Sepenuh-Nya…
segenap Tubuh, Jiwa dan Raga-Nya… di persembahkan untuk Umat manusia.

salam
TYM

Allah berkorban dengan SANGAT TOTALITAS.

  1. Allah Bapa, sama saja dengan mempersembahkan seluruh isi surga, seluruh Alam Semesta ini, dengan menyerahkan Putra-Nya demi Umat Manusia.
  2. Allah Anak, tidak kurang dengan Kasih Bapa, telah menyerahkan Nyawa-Nya dan Hidup-Nya demi Umat Manusia.
  3. Allah Roh Kudus, (Oknum yang paling sedikit Informasi ke Pribadian-Nya di dalam FT) yang karena Kasih-Nya kepada umat manusia, telah menghantarkan Yesus Kristus Benih Illahi ke dalam Rahim Manusia.

salam
TYM

maksudku adalah manusia terdiri dari tubuh, roh dan jiwa.

Roh dan Jiwa kita sering punya keinginan yg berbeda dengan tubuh kita. Tubuh pengen yg enak2 aja biasanya.

Kalau Bapa, Putra dan Roh Kudus (penyusun ‘Tuhan’) itu sehati, sepikiran.