Bagaimana mengukur kerohanian jemaat ?

Mau minta saran nih dari FK’ers skalian… Mungkin dari mereka yg berpengalaman di gereja atau persekutuan masing-masing…
Gimana cara mengukur kerohanian jemaat, khususnya untuk Youth ? Apa indikasi atau ukuran bhwa kerohanian sekumpulan youth itu semakin bertumbuh atau malah menurun ? Mungkin itu dalam bentuk program, kegiatan, atau apa saja… Tq… :slight_smile:

Kerohanian seseorang yang bisa ngukur hanya Tuhan …

Benar Alice, tidak ada yang dapat mengukur kerohanian seseorang.

Kita hanya dapat menilai dari kesaksian hidup seseorang, dari buah nya kata Paulus.

Kalau anak muda, mereka masih terus berubah, kita juga kesulitan menilai mereka, kalau dekat yang baik, dia ikut baik, tidak semua begitu.

Kadang orang tuanya pendeta, anaknya tidak sama dengan ortunya.

Banyak faktor, tapi hanya satu, yaitu kalau Tuhan sudah merubahnya, dia akan berubah, kembali lagi adalah pribadi2 sendiri, lihatlah buah mereka , sedikit banyak kita jadi ada bayangan, bukan hanya di kamp saja , di luar juga, karena biasa di kamp semua baik2 saja, perhatikan kehidupannya berubah tidak, jadi artinya kamu harus mengenal mereka dengan baik.

mgkn kerohanian jemaat secara penampilan luar, bisa dilihat dari

  • keaktipan jemaat dalam mengikuti acara gereja…
  • responnya waktu ibadah misalnya gak ngobrol bahkan ngelamun dan tertidur di gereja dan kl lg pas komsel, dia terbuka dan mau share dengan jemaat lainnya…

itu sih secara penampilan luar yah…hehe
kl penampilan dalam yah kita harus terlibat langsung dalam kehidupan jemaat jadi kita tahu

dilihat spintas :bgm sikap hati …saat terkena gesekan dengan sesama rekan youth

Yup, saya juga mengerti bahwa kerohanian seseorang secara mendalam hanya bisa diukur oleh Tuhan sendiri.
Tq, tq… :slight_smile:

susah juga ngukur kerohanian . . .
tapi selama ini yang paling bisa dirasakan adalah kasih mereka terhadap sesama, biasanya orang yg deket ma Tuhan (sumber kasih) akan sangat suka membagikan kasih kepada siapa aja :slight_smile:

kalau mau yang sederhana dan prkatis, bandingkan kehidupan dia/mereka dengan sebelum dan sesudah.

karena yang anda tanyakan soal youth, liat perilaku anggota tetap sama, berubah main baik atau makin jelek, atau berubah a la bunglon?

di youth sangat rohani, apakah bgitu cmpur dg umum, lsg larut atau tetap memiliki identitas rohani?

soal program, itu hanya sesaat, yang penting adalah apakah setelah program tadi berakhir membawa dampak perubahan pada kehidupann secara permanen? sebab hal yg umum adalah pada saat program berjalan, semangat pasti menyala-nyala.

ukuran dr tingkat pertumbuhan rohani sso adalah perubahan menuju ke karater KRISTUS

salam

Doakan … saya sedang berusaha mengadaptasi satu alat ukur penelitian -Teologi-Psikologi, untuk mendeteksi tingkat kerohanian dan aplikasi pemahaman teologi…

Kalo udah kelar dan udah beres di ujicoba saya akan share untuke teman-teman…

hayo-hayo, para member silakan daftar untuk jadi kelincidomba percobaan

ditunggu pak

salam

Youth itu apa ya?
:amazed:

kelinci percobaan?
Bolehlah asal dibayar…
;D

youth itu sebutan ibadah pemuda/remaja…

aq stuju tuh, susah mah kalo ngukur kerohanian jemaat…

soalnya yg bs menentukan itu kan cuma Tuhan sendiri…

kadang ada yang suka melayani, tapi ternyata motivasinya popularitas aja,
kadang ada yang kelihatan masuk ibadah 1 minggu cuma 1 kali pas hari minggunya, eh itu malah setia banget dan rendah hati…

seperti contoh, ini ilustrasi ku ambil dari khotbah Pendeta aq di Gereja…

ada 2 orang, seorang pendeta dan seorang nenek, mereka diangkat ke sorga yg kekal karena hidup mereka berkenan kpd Tuhan. sewaktu masih hidup, si pendeta hidupnya sejahtera, sedangkan si nenek hidup hanya pas2an.
1 per 1 nama mereka dipanggil, dan majulah si pendeta diikuti si nenek…
dan tibalah saat pemasangan mahkota di kepala di kepala si pendeta, diikuti nenek.

si pendeta menoleh ke belakang memandang mahkota si nenek saat mahkota nenek dipasang, lalu bertanya pada Tuhan:
Tuhan, kenapa mahkota nenek itu lebih besar dari punya saya? bukankah saya sudah melayaniMu bertahun2 dan banyak jiwa2 yg berhasil dimenangkan…?

jawab Tuhan pada pendeta itu:
nenek itu sepanjang hari tuanya berdoa untukmu, berdoa agar kamu dikuatkan dalam pelayanan kamu. Ia tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk melangkah ke Gereja sendirian, apalagi mengambil bagian dalam pelayanan, tetapi setiap kali ia tidak mampu, ia datang kepadaKU dan berdoa untukmu dan untuk keluargamu dan semua jemaat yg km layani. dan doa itu tidak pernah putus2nya setiap hari dipanjatkan kepadaKU sampai akhir hidupnya di bumi.

yup
kerohanian jema’at cma papy JC yg bsa ngkur

kl masalah hati tentu hanya Jesus yang tau, bahkan kita tdk bs menghakimi seseorang dengan ukuran kerohanian itu, tp kl tanda2nya apakah bertumbuh atau tidak bisa dilihat, jika yang bertumbuh pasti ada buah2nya, (Galatia 5:22-23)

Saya sedang menyelesaikan penelitian relasi tingkat pengetahuan keagamaan kristen dan prejudice juga personal faith dan keterlibatannya dalam gereja… doakan pertengahan tahun depan semua selesai dengan baik… kalau ada gereja yang mau disurvey bisa kontak saya japri. Thanks

Banyak perumpamaan2 yg di berikan TUHAN Yesus dlm Alkitab contoh…POHON YANG BAIK AKAN MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK.
Salam,

Salam damai sejahtera

Masa remaja adalah mulai dari usia tiga belas tahun hingga dua puluh tahun.
Para remaja seharus berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Kecuali orangtuanya adalah laki-laki dan perempuan yang hidup di dalam dua kasih terutama, maka anak remaja itu dapat ditebus supaya tidak di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat.
Dan anak remaja yang ditebus itu berada di bawah kuasa ayahnya.

Seorang remaja yang sedang di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat sebaiknya belajar memahami makna perpuluhan.

Perpuluhan berarti manusia yang berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat tidak mampu melakukan perintah ke sepuluh yaitu jangan menginginkan milik sesamamu.

Sekalipun berusaha sempurna di dalamnya, harus diketahui di dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat tidak memiliki kuasa manusia atas manusia.

Adalah lebih baik belajar memberikan perpuluhan.
Karena perpuluhan itu yang menerima adalah manusia-manusia yang memiliki kuasa manusia atas manusia, manusia yang hidup di dalam dua kasih terutama.

Dan berjaga-jagalah dari bisikan si jahat karena jika tidak demikian maka kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat memang Allah tetapkan menjadi hukuman bagi setiap orang yang melanggar secara sengaja; karena tidak memandang kekudusan hukum Allah.

Jemaat yang hidup di dalam dua kasih terutama tetap melakukan dengan setia ketetapan bagi mereka.
Dan tidak menggunakan kuasa manusia atas manusia secara tidak benar, harus diingat Yesus Kristus sendiri melayani selama di dunia dan tidak menggunakan kuasaNya untuk kepentingan diri sendiri.

Jemaat yang berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat, tetap memberikan perpuluhan supaya saudara-saudara yang hidup di dalam dua kasih terutama; mempunyai kuasa manusia atas manusia, juga memiliki kuasa di atas bumi, sesuai ketetapan Allah.
Dan harus diingat bahwa kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat tidak berlaku bagi orang lain, tetapi berlaku hanya untuk setiap orang yang berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Jemaat yang tidak di dalam dua kasih terutama dan tidak juga berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat hendaknya melayani manusia dengan memandang kepada saudara yang memiliki kuasa manusia atas manusia dengan lebih sungguh, seperti melayani Tuhan sendiri.

Setiap orang hendaknya mengetahui bahwa kuasa manusia atas manusia walaupun kamu sendiri tidak mendapatkannya, tetaplah bertekun dan memandang ke depan, karena Allah memberikan jaminan kepada setiap keturunan manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki kuasa manusia atas manusia.

mengukur dan menilai sama gak ?

Kalau mau pengukuran yang bisa dikuantifikasi (mungkin lebih akurat, mungkin malah bias), bisa menggunakan asesmen spiritual

Salam