bagaimana cara saya masuk agama kristen

permisi… saya berumur 14 tahun, Saya mau tanya nih, saya sebelumnya hingga kini masih beragama Islam yang kurang begitu taat. saya tertarik untuk menjadi umat agama kristen yang taat. Masalahnya sekarang, bagaimana caranya agar saya bisa masuk menjadi umat kristen? dan jika saya masuk agama kristen, pasti orang tua saya akan marah bahkan bisa mengusir saya… mohon bimbingan dan solusinya…

permisi… saya berumur 14 tahun, Saya mau tanya nih, saya sebelumnya hingga kini masih beragama Islam yang kurang begitu taat. saya tertarik untuk menjadi umat agama kristen yang taat. Masalahnya sekarang, bagaimana caranya agar saya bisa masuk menjadi umat kristen? dan jika saya masuk agama kristen, pasti orang tua saya akan marah bahkan bisa mengusir saya… mohon bimbingan dan solusinya…

kapan Yesus datang pertama kali sama kamu ?
Kristen bukan agama :D, itu jalan hidup dan jalan keselamatan.
berdoa aja dulu sama Yesus kristus minta tolong…
bilang gini…Yesus aku tau engkau datang saat ini bagi aku dan engkau ingin aku untuk mengenal Mu lebih jauh dan mendapatkan keselamatan dari MU…aku percaya dan mengaku engkau adalah TUHAN dan juruselamat pribadiku dan juga untuk semua manusia, dan apabila benar engkau yang memanggil aku di usia ku yang masih muda ini, Tolong berikan jalan keluar dan aku percaya bahwa Yesus mendengar dan mengabulkan doa ku lebih dari apa yang hatiku rasakan.

aku ga tau, pokonya aku tuh ngerasa kalo ini tuh jalan yg tepat buat aku…
gimana cara aku harus berdoa ka? aku ga ngerti

kenapa Ucinlic kurang begitu taat agama Islam ?

kenapa Ucinlic tertarik mau taat agama Kristen ?

segala sesuatu akan ada konsekuensinya.
saran saya: minta bantuan kepada teman anda yang Kristiani di dunia nyata untuk dibimbing atau bisa langsung datang ke gereja/persekutuan Kristen minta bantuan untuk dibimbing oleh gembala/pemimpin.

cari tempat sepi…ngomong dalam hati tapi lebih baik berdoa dengan mulut kita juga sehingga di dengar telinga kita sehingga kita bersaksi bagi diri kita sendiri.
bicara aja jujur sama DIA ingat kamu ga bicara sama tembok tapi kamu bicara sama TUHAN!
bicara jujur hal yang terpenting…apa yang ada dalam hati,pikiran,perasaan semua ketakutan kamu semua omongin sama DIA, ingat DIA datang dari tempatnya yang maha tinggi mau mati bagi bagi kamu karena kamu sahabat NYA jadi ga usah malu dan harus jujur (ga perlu kata - kata bagus apa yang ada di hati kamu katakan sama Yesus).

yang perlu kamu inget saat kamu berdoa Yesus ada bersama kamu kan Yesus sahabat kamu :smiley:
kalau masalah ketakutan di usir ortu itu minta tolong sama Yesus kasih jalan keluar bagi kamu, kan Yesus yang ingin kamu ikut DIA jadi Yesus donk yang punya solusinya :smiley:

contoh berdoa begini dalam hati gpp dan harus yakin kamu berdoa ke sahabat kamu Yesus kristus (eh inget jangan mikir Yesus itu yang gondrong - gondrong itu ya :cheesy:)
Yesus KAU adalah TUHAN dan juruselamat ku yang hidup
semua masalah dan ketakutanku ku letakan di bawah kaki mu karena engkau yang mempunyai solusinya
aku percaya engkau mendengar dan mengabulkan doa ku lebih dari yang kurasakan dalam hatiku Amin.

  1. Mengapa kamu tidak mulai dengan menjadi TAAT dalam beragama ?
    Saat kamu menjadi orang yg TAAT , mulailah kamu merenung dan bertanya kepada dirimu sendiri “Apa tujuan kamu ingin menganut suatu Agama?”

  2. Apa yg akan kamu dapat dari Agama Kristen entah kamu itu TAAT atau TIDAK TAAT nantinya ? Bisa kamu jawab untuk diri kamu sendiri ?
    Dengan banyak tanya jawab maka sedikit banyak anda melakukan Learn by doing anda bertumbuh dalam Hikmah Alkitabiyah dan bertumbuh dalam Iman.
    Melalui Tanya Jawab juga perlahan tapi pasti anda akan BELAJAR untuk menjawab setiap pertanyaan yg akan diajukan oleh orang tua atau Family kamu bila ditanyakan mengapa kamu memilih menjadi Umat Kristen ?

  3. Sebelum anda belajar CARA menjadi Kristen , sebaiknya TENTUKAN dan TANYA pada diri anda “Mengapa saya ingin menjadi Kristen” ? Mulailah dengan memiliki Alkitab, maka selanjutnya bimbingan akan diberikan oleh teman2 disini berdasarkan pengalaman mereka masing2 saat Belajar Mengenal Tuhan yg BENAR itu !

  4. Pada satu TITIK anda akan dihadapkan pada suatu PILIHAN yg SULIT…manakah yg akan anda PILIH apakah Tuhan yg BENAR atau Orang Tua anda ?!
    Bila anda memilih Orang Tua Anda dan menyampingkan Tuhan yg BENAR maka pada SAAT ITU …Orang Tua anda telah menjadi ILAH dihadapan Allah yg BENAR itu …ITU lah sulitnya anda harus memilih antara :

  5. Hablum minaallah (mengasihi Tuhan Allahmu) dengan

  6. Hablum minassa (mengasihi sesamamu manusia “orang tuamu” )

Bila anda mengutamakan no 2 , maka anda termasuk orang Musyrik atau yg mengutamakan “sesuatu” diluar Tuhan Allahmu.
Bila anda melakukan dan mengutamakan pada no 1 maka anda termasuk orang2 Mukmin dan Beriman.

Hanya pesan saya…KENALILAH Tuhan Allahmu yg akan anda sembah dan sujudi itu…karena banyak agama dan kepercayaan mengajarkan untuk menyembah “sesuatu yg mereka per Tuhan kan” diluar Allah YHWH.

Mengenal Allah
“Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Yahwehlah yang menjadikan langit” (1 Tawarikh 16:26).

“Berbahagialah bangsa yang Tuhannya adalah YAHWEH”(Mazmur 33: 12)

“Nama-Nya ialah Yahweh, beria rialah dihadapan-Nya”(Mazmur 68 : 5)

Yesaya 11 : 10, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan seperti air laut yang menutupi dasarnya.

Yeremia 9 : 24 , tetapi siapa yg mau bermegah baiklah bermegah karena yg berikut : bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan Kasih Setia, keadilan dan kebenaran dibumi, sungguh semuanya itu Ku sukai, demikianlah Firman Tuhan.

Yohanes 17 : 3
Inilah (cara memperoleh ) Hidup yang Kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau , satu satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Matius 7 : ….Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan tak ada seorangpun yg mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak berkenan (Markus 10 : 22 )

Bersambung …

Sambungan …

TERKEMUKA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT!!
Baru-baru ini, saya mendengar tentang pengalaman seorang Madura yang tua dan terpelajar yang achirnya mengambil keputusan bagi dirinya sendiri untuk menerima Nabi Besar Isa Al-Masih sebagai Juruselamatnya. Hal ini terjadi sesudah ia merenungkan ayat Al-Quran Surat Ali 'Imran 45:
… Malaikat berkata: "Hai Maryam … Allah menggembirakan kamu … dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih …, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat …
Ia terpikat dengan kutipan, “terkemuka di dunia dan di akhirat.”
Jikalau seseorang disebut “terkaya” di kampungnya ini berarti tidak ada seorang di kampung yang lebih kaya daripada dia. Jikalau si anu disebut pemain sepak bola terbaik di Indonesia ini berarti tidak ada seorangpun di Indonesia yang lebih pandai main sepak bola daripada si anu.
Di Ali 'Imran 45 kita membaca bahwa Nabi Besar Isa Al-Masih adalah “terkemuka” bukan hanya di dunia ini tetapi juga di akhirat. Ini berarti tidak ada seorang nabipun atau siapapun yang pernah hidup atau yang akan hidup sesudah-Nya yang melebihi Dia baik di bumi maupun di sorga. Pokoknya “terkemuka” tidak berarti nomor dua atau nomor tiga. Jelas “terkemuka” berarti “Nomor Satu!”

Namun demikian seorang pakar agama berani menulis, “… tiap-tiap Nabi dan Rasul itu adalah sama, sama mulianya, sama kebenaran yang dibawanya, sama kedudukannya …” (Maria, Yesus, dan Muhammad, H. Bey Arifin, Hal. 75).
Bagaimanakah pandangan ini dapat dipertahankan mengingat isi kutipan dari Ali’ Imran tadi, "…namanya Al-Masih … terkemuka di dunia dan di akhirat …"?
Mungkin Saudara bertanya, “Mengapa Isa Al-Masih dikatakan ‘terkemuka’?” Ada beberapa sebabnya!!
Pertama karena ibunya, Ibu Maryam disebut perempuan terkemuka daripada semua perempuan yang pernah hidup (Ali Imran 42; Injil, Lukas 1:42, 48).
Jikalau Maryam seorang ibu yang terkemuka, bukankah Ia yang menjelma menjadi manusia melalui rahim Maryam juga patut disebut “terkemuka?”
Kedua ,Lagi pula Nabi Besar Isa Al-Masih satu-satunya nabi yang tidak mempunyai ayah jasmani. Tidakkah ini melebihkanNya di atas semua nabi lain?
Ketiga , Juga Al-Quran, pakar Islam, dan Alkitab menekankan berulang kali bahwa Ia satu-satunya yang tidak pernah berdosa.
Bukankah itu melebihkan Dia di atas semua nabi lain? Malahan Ia satu-satunya nabi yang tidak mempunyai kuburan di dunia ini.
Keempat, Ia saat ini berada di sorga. Ia akan kembali, menurut kepercayaan Islam atau Kristen, untuk menghakimi dan memimpin dunia ini. Bukankah ini membuktikan bahwa Ia melebihi semua Nabi lain yang pernah hidup?

Semuanya benar. Bukti lagi akan kenyataan bahwa Kalimah Allah, Nabi Besar Isa Al-Masih “terkemuka” terdapat dalam ayat-ayat Allah ini:
… Dia … jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, buk[b]an hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. (Injil, [/b]Surat Efesus 1:20-21).

Nah, Saudara, kita ingin hidup berkenan kepada Allah [maknanya pantas dan layak hadir dihadapan Hadirat Allah) . Karena demikian bukankah kita wajib mengutamakan siapa yang diutamakan Allah di dunia ini dan di akhirat? Sebaiknya kita memperhatikan proklamasi sbb:
… terdengarlah suara-suara yang nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapiNya [Isa Al-Masih], dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” … Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan namaNya ialah: “Firman [Kalimah] Allah.” …Dan pada jubahNya dan pahaNya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.” (Injil, Wahyu 11:15, 19:13, 16).

pasti kamu dimarahi dan diusir sama orangtua kamu. pasti dijamin 100% :slight_smile:

caranya, ajak orangtua kamu , bareng-bareng masuk kristen juga. tapi ngobrolnya sambil santai/pelan-pelan/becanda. siapa-tau lancar :slight_smile:

MENGENAL YESUS KRISTUS

Secara lahiriah, Yesus tidak berbeda dengan manusia lainnya. Ia dilahirkan oleh seorang perempuan, dibesarkan di desa, dan berkata- kata dalam bahasa manusia. Ia tidak memiliki hal yang begitu hebat sehingga kita harus memikirkan Dia sedalam-dalamnya. Namun, selain menjadi batu sandungan bagi banyak orang, kemanusiaan Yesus ini juga menimbulkan daya tarik dan tanda tanya yang mengagumkan sekaligus memusingkan banyak orang.
Jika kita berbicara dan berpikir tentang Kristus, maka kita harus kembali pada satu waktu di mana Kristus menuntut manusia memberikan penilaian tentang diri-Nya. Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Menurut orang-orang, siapakah Aku?” Kalimat ini merupakan kalimat yang sering kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Setiap orang juga pasti pernah mempunyai pertanyaan seperti itu dalam dirinya. Dalam pertanyaan “siapakah saya?” terkandung tiga pertanyaan kecil.

A. SIAPA YANG BERTANYA?
Pertanyaan ini menimbulkan satu kesulitan karena adanya percampuran subjek dengan objek. Saat kita menanyakan siapakah diri kita, ada sesuatu yang tidak bisa dianalisa dengan jelas karena yang bertanya adalah yang ditanya; yang ingin mengetahui adalah yang ingin diketahui; yang diketahui adalah yang tidak diketahui dan yang ingin mengetahui sedang menanyakan tentang apa yang sedang diketahuinya. Ini merupakan suatu pertanyaan yang tidak mungkin dibereskan oleh manusia itu sendiri. Pada waktu Tuhan Yesus menanyakan hal tersebut, Ia bukan menanyakan hal itu kepada diri-Nya sendiri, tetapi kepada pengikut- pengikut-Nya yang sudah sekian lama melihat penyataan Kristus. Dialah yang memberikan penyataan kepada manusia dan diri-Nyalah yang dinyatakan. Dialah pewahyu sekaligus inti dari wahyu tersebut, yang mewahyukan diri-Nya kepada manusia.

Waktu murid-murid-Nya secara mendadak menerima pertanyaan ini, mau tidak mau mereka harus mempertanggungjawabkan pemikiran mereka tentang Kristus. Momen seperti ini tidak bisa diciptakan manusia, tetapi diberikan oleh Tuhan. Sebagai orang Kristen, apakah setelah mendengar khotbah bertahun-tahun, membaca Kitab Suci, dibaptiskan dan menjadi orang Kristen sekian lama, kita sudah dapat menjawab pertanyaan tentang siapakah Kristus? Siapakah Dia?

Murid-murid Yesus mulai memberikan evaluasi tentang Kristus kepada Dia yang menuntut evaluasi. Dari gudang pikiran mereka, mulailah timbul jawaban-jawaban; mereka mulai memikirkan kembali tentang siapakah Kristus.
Ada yang menjawab bahwa Dia adalah seorang nabi; seorang nabi yang besar; yang lain menjawab bahwa Dia adalah Yeremia[1]. Yesus dinilai sebagai Yeremia karena dalam zaman yang sedang dilanda kesedihan, Ia mempunyai tangisan dan perasaan yang sama dengan seluruh zaman.
Yang lain menjawab bahwa Ia adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari kematian. Orang-orang itu menganggap bahwa kuasa Tuhan yang begitu besar dinyatakan-Nya dengan membangkitkan Yohanes Pembaptis yang sudah dibunuh oleh Raja Herodes. Dan Yohanes Pembaptis yang bangkit kembali itu adalah Yesus. Yang lain lagi menjawab bahwa Yesus adalah nabi yang pernah disebutkan Musa “barangsiapa yang mendengarkan Dia, akan hidup, tetapi barangsiapa tidak mendengarkan Dia akan binasa”.

Semua penilaian zaman itu diberikan kepada Yesus Kristus dalam waktu tidak lebih dari tiga setengah tahun. Yesus telah melakukan begitu banyak hal. Ia menyembuhkan, mengajar, dan membuktikan bahwa Dialah Allah yang berkuasa yang diutus ke dunia.
Lalu pada waktu semua sudah memberikan penilaian-penilaiannya, Yesus tidak menanggapi apa-apa, tapi Ia mendorong lagi dengan satu kalimat, “Menurutmu, siapakah Aku?”[2] Pertanyaan ini penting karena bila kita memiliki pengenalan pribadi tentang Kristus berdasarkan firman Tuhan, barulah kita mempunyai kekuatan yang cukup untuk bersaksi bagi Dia. Apakah Kristus itu sekadar dokter yang paling mujarab? Apakah Kristus itu hakim yang keras? Mak comblang yang mencarikan jodoh bagi orang-orang muda? Ahli sulap yang membuat Anda kaya? Apakah Kristus itu sekadar pemuas emosi yang kita peroleh melalui kebaktian-kebaktian doa dan puji-pujian?
Jika Anda mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan oleh orang-orang Kristen di Indonesia, maka Anda akan mengetahui betapa simpang-siurnya kekristenan pada zaman ini.

Bersambung …

Sambungan …

B. KEPADA SIAPA PERTANYAAN ITU DIAJUKAN?
Pernahkah Anda memikirkan dengan baik tentang siapakah Kristus? Apakah artinya mengikut Kristus? Apakah artinya menjadi orang Kristen? Bukankah di Indonesia ada lebih banyak orang yang bukan Kristen daripada orang Kristen? Bukankah ada banyak agama-agama lain di Indonesia? Mengapa Anda menjadi orang Kristen? Yesus tidak menolak ataupun menghina jawaban dari dunia akademis tentang siapakah diri-Nya. Ia tahu apakah Anda memiliki penilaian-penilaian yang bersifat otoritatif. Tetapi Ia menuntut Anda secara pribadi untuk berakar, mempunyai iman yang sungguh-sungguh, dan mengenal-Nya dengan benar. Pada waktu Yesus menantang dengan pertanyaan demikian, maka seolah-olah semua murid-Nya tidak mempunyai jawaban.
Tetapi ada satu murid yang menjawab dengan tegas, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Kalimat ini keluar dari mulut Petrus. Inilah suatu pengakuan iman pertama dalam sejarah gereja. Petruslah orang pertama yang mengaku tentang siapakah Yesus di hadapan orang banyak. Tidaklah mudah bagi Petrus untuk menyimpulkan dan mengatakan pengertiannya tentang siapakah Kristus. Ia bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, juga bukan pengikut dari ahli-ahli Taurat yang belajar Perjanjian Lama dengan ketat, tapi dia hanyalah seorang nelayan. Seorang rakyat jelata yang mendengar bahwa seorang nabi telah muncul. Jadi selain menangkap ikan, Petrus juga mengikuti dan mendengarkan khotbah-khotbah Yohanes Pembaptis.
Rupanya Petrus memperhatikan bahwa Yohanes Pembaptis membawa berita yang berfokuskan pada firman Allah, yaitu tentang kedatangan Kristus. Kedatangan Kristus adalah sumber pengharapan bangsa Israel sehingga mereka berdoa siang malam memohon kedatangan Mesias.

Konsep bangsa Israel tentang Kristus pada masa itu adalah konsep yang sudah dibatasi oleh persepsi selektif. Pada waktu Petrus mengikut Yohanes Pembaptis, ia melihat perbedaan antara Yohanes dengan para ahli Taurat dan yang lainnya yang juga mengajarkan tentang kedatangan Kristus yang pertama.
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi juga belajar tentang Kristus yang akan datang. Tetapi pada waktu mengajarkan tentang Kristus, pengajaran mereka dibatasi oleh persepsi selektif yang begitu sempit dan subjektif. Mereka tidak mau mengenal Allah melalui apa yang sudah diberikan Allah. Mereka tidak mau mengenal Kristus melalui wahyu yang sudah diberikan mengenai Dia. Mereka hanya memilih bagian-bagian yang cocok dengan apa yang mereka inginkan.
Pada zaman sekarang juga ada begitu banyak orang yang tidak mau mengenal Kristus yang tersalib, tapi hanya mau Kristus yang menyembuhkan; mereka tidak mau mengenal Kristus yang menderita tetapi hanya mau Kristus yang memberikan kekayaan.
Orang Yahudi terdampar dan dibuang oleh Tuhan karena mereka tidak mencapai fokus Kristologi dari seluruh Kitab Suci. Di dalam Perjanjian Lama
Allah sudah berjanji bahwa Kristus akan datang, lahir di kota Bethlehem, dijual seharga 30 keping perak, menderita, dipaku di atas kayu salib, bahkan kedua tangan dan kaki-Nya akan ditusuk tanpa satu tulang pun dari tubuh-Nya yang akan patah. Semua ditulis dengan begitu jelas.

Sambungan …

Lalu pada aspek yang lain Alkitab menulis juga bahwa Kristus akan menjadi Raja, dan seluruh kuasa akan berada di atas bahu-Nya dan kuasa-Nya lebih besar daripada siapa pun. Dia akan melenyapkan kuasa musuh, membangun kembali kerajaan Israel, membalas dendam kepada mereka yang menginjak-injak kehormatan bani Israel; Kristus yang menang, yang memberikan keadilan, menegakkan satu sistem dan ordo politik dan militer yang baru di dalam dunia.

Pada waktu ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mempelajari Perjanjian Lama, mereka mempelajarinya dengan satu persepsi selektif[3] yang sudah menjadi kaku dan keras dalam hati mereka sehingga mereka menilai nubuat-nubuat mengenai Kristus yang dihina, dipaku dan tidak memiliki kemuliaan lahiriah sebagai hal-hal yang tidak benar.
Mereka berdoa memohon kedatangan Kristus yang membalas dendam kepada orang- orang Romawi yang menjajah bangsa Yahudi serta yang akan mencuci noda sejarah bangsa Israel yang dijajah. Orang-orang Yahudi umumnya memohonkan kedatangan Kristus yang akan membawa bangsa Yahudi ke dalam zaman keemasan yang dulu pernah mereka capai dalam masa pemerintahan Daud.
Doa-doa mereka dipengaruhi oleh persepsi selektif atas Kristologi yang sudah dicemarkan oleh keinginan dunia dan tidak lagi berfokus kepada Kristus dan salib-Nya.

Petrus adalah murid dari Yohanes Pembaptis sebelum ia mengenal Yesus. Ia tidak tertarik oleh kedatangan Mesias seperti yang diajarkan oleh ahli-ahli Taurat dengan persepsi selektifnya yang subjektif. Tetapi ia tertarik dengan pengajaran Kristologi yang benar, yang lengkap, menyeluruh, dan harmonis.

Pada waktu Adam makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, maka Allah membunuh binatang-binatang dan mengajarkan kepada Adam bahwa tanpa ada pengaliran darah, tidak ada pengampunan bagi manusia.
Yohanes Pembaptis melihat dengan jelas bahwa Yesus Kristus adalah Domba Allah yang dijanjikan itu, yang menjadi korban pengganti manusia.
Yohanes menyerukan, “Lihatlah anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” Jadi semua khotbah yang muluk-muluk dan yang sudah diseleksi oleh para ahli Taurat tidak masuk ke telinga Petrus; justru khotbah yang berfokus kepada Kristus yang akan mati mengganti dosa umat manusia langsung masuk ke dalam hati dan pikiran Petrus.
Itulah sebabnya pada waktu Yesus Kristus menanyakan tentang siapakah diri-Nya, Petrus langsung menjawab dengan tepat, “Engkaulah Kristus, Anak Allah yang hidup!” Pengakuan iman yang yang akurat dan dinamis pertama di dalam sejarah telah diucapkannya.

Hari itu Yesus langsung menjawab Petrus dengan satu kalimat, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, karena apa yang kamu katakan itu bukan berasal dari manusia tetapi dari Bapa-Ku yang ada di surga.”
Yesus tidak pernah meremehkan doktrin-doktrin yang benar yang membuat Anda menyatakan pengakuan iman yang sungguh-sungguh berasal dari pengenalan yang benar yang merupakan sari dan kristalisasi tentang Dia. Bukan saja tidak meremehkan bahkan Kristus mengonfirmasikan bahwa hal itu bukan berasal dari manusia, tetapi dari Allah. Pada saat itu juga Kristus memberikan wahyu selanjutnya yang kedua yaitu mulai berdirinya gereja.

Bersambung …

Sambungan …

C. BERTANYA TENTANG APA?
Sekarang marilah kita memperhatikan beberapa hal berikut ini.
Gereja yang tidak mempunyai pengakuan iman tidak seharusnya berdiri sebagai gereja. Tidak seharusnya gereja berdiri hanya karena membawa orang beramai-ramai ikut kebaktian, tetapi tidak tahu apa yang akan didirikan.
Kristus tak pernah mengatakan sebelumnya tentang ekklesia/ Gerejani sampai Petrus mengeluarkan pengakuan iman yang benar itu. Gereja harus mempunyai pengakuan iman yang berfokus kepada Kristus. Jikalau gereja tidak mengaku Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, namun hanya berfokus kepada-Nya sebagai sumber kepercayaan, maka gereja itu pada suatu hari harus menutup pintunya sendiri.
Bukankah pada saat ini begitu banyak orang mengakui Yesus? Tetapi sebagai apakah Yesus itu diakui? Sebagai pembagi rotikah? Sebagai pemberi berkatkah? Sumber anugerahkah? Tabibkah? Atau satu-satunya Juruselamat yang diutus Allah ke dalam dunia?

Pada waktu Petrus mengatakan, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!” kita dapat memahami hal itu dalam pengertian sejarah dan suprasejarah yang difokuskan menjadi satu.
Sepanjang sejarah, Kristus adalah yang dinanti-nantikan oleh umat manusia sepanjang zaman. Berarti pada titik kedatangan Kristus, apa yang diharapkan manusia dari zaman ke zaman sudah konkrit, Nyata dan Terjadi.
Titik kedatangan Kristus juga berkait dengan kekekalan. Kristus yang datang ke dalam sejarah adalah Kristus yang berada dalam kekekalan yang melampaui sejarah. Pengharapan ini adalah suatu pengharapan sejati seluruh umat manusia, bukan hanya pengharapan dari bangsa Israel saja. Kekekalan dan kesementaraan hanya mempunyai satu titik kontak yaitu inkarnasi.
Kita semua berada di dalam dunia yang bersifat sementara sedangkan Allah berada di surga yang bersifat kekal. Agama-agama lain begitu takut dan gentar kepada Allah karena mereka mengetahui bahwa yang sementara tidak mungkin mencapai yang kekal, tetapi yang kekal itu mungkin memberikan kemurahan kepada manusia. Namun, kemurahan itu belum dipastikan sehingga mereka hanya dapat berkata, “Mudah-mudahan atau Insya Allah dapat tempat yang baik di sisi Tuhan.” Hal ini terjadi karena titik kontak itu tidak ada.
Mengakui adanya Allah tidak berarti bahwa manusia pasti menikmati keberadaan-Nya. Tidak mengakui adanya Allah, tidak berarti bahwa manusia bisa meniadakan keberadaan-Nya.
Mengakui adanya Allah dengan menikmati keberadaan Allah itu sama sekali berbeda.Perbedaannya terletak pada adanya titik kontak antara yang sementara dan yang kekal itu. Dan Kristus berada di titik kontak itu.

Manusia dicipta di tengah-tengah dua wilayah yaitu wilayah yang kelihatan dan wilayah yang tidak kelihatan. Dalam wilayah yang kelihatan, manusia harus menerima segala sesuatu yang meneruskan keberadaannya di dalam alam materi, alam yang lebih rendah dari manusia itu sendiri.
Tuhan Yesus berkata, “Manusia hidup bukan hanya bersandarkan roti saja, melainkan kepada setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah.”
Wilayah kedua, adalah wilayah yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Jadi, Allah mencipta dan menempatkan manusia untuk hidup sekaligus dalam dua dunia yang bersifat berbeda secara kualitas. Kaum komunis yang hanya mengakui keberadaan dunia materi akhirnya akan hancur sendiri. Demikian pula orang-orang yang hanya mengakui dunia spiritual seperti penganut-penganut ajaran mistik, akan hidup menjadi schizoprenis sehingga terlepas dari kebutuhan dan kesaksian sebagai wakil Tuhan di dalam dunia materi.
Di dalam dunia materi yang tercampur dengan dunia spiritual ini, mau tidak mau kita harus mengakui terputusnya hubungan antara manusia dengan dunia yang tidak kelihatan sebagai akibat dosa. Hal ini tercantum dalam kitab Yes. 59:1,2. Dosa merupakan pemisah antara kita dan Pencipta dan Sumber hidup kita.

Orang bisa menjadi kaya tanpa merasa sejahtera. Orang bisa mempunyai banyak uang tanpa mempunyai pengharapan. Orang boleh mempunyai kenikmatan dunia sebanyak mungkin, tapi tidak akan mempunyai kepuasan hidup sebab manusia sudah terpisah dari Allah.
Manusia berusaha mencari titik kontak antara kesementaraan dan kekekalan, dan mereka mencarinya di dalam dirinya sendiri, di dalam agama, di dalam nabi-nabi dan pengajar-pengajar yang akhirnya juga mati dengan sendirinya. Ketidakmungkinan merajalela sehingga manusia mati dalam kekecewaan dan keputusasaan tanpa memiliki pengharapan apa pun. Mereka mati dan tidak tahu mau ke mana.
Karena Tuhan mengasihi manusia, Ia menurunkan satu titik kontak; titik kontak ini bersumber dari atas ke bawah dan mengakibatkan inkarnasi. Inkarnasi berarti Tuhan menjadi daging; Tuhan yang tidak kelihatan sekarang bisa dilihat; Allah menyatakan diri dalam tubuh dan hidup sebagai manusia.

Sambungan …

Inilah fokus dari Kristologi.
Melalui iman Petrus sudah mencapai pengertian yang jelas tentang pertemuan dua dunia, antara yang kekal dan yang sementara. Inilah kristalisasi iman Kristen yang benar.

Kalau kita mempunyai pengenalan Kristologi seperti ini, kita tidak akan terjerumus seperti orang yang tidak mengenal Kristus. Kalau orang lain mengenal Kristus hanya sebagai pengubah moral, sosiolog yang besar, revolusionis dalam politik, pemimpin agama yang paling jenius, maka semua itu menjadi nihil pada akhirnya.

Petrus berkata, “You are The Christ, The Son of The Living God.”
Istilah “are” berarti istilah yang menunjukkan ADA SATU kejadian yang terjadi sekarang, secara nyata dan jelas. Dengan kedatangan Kristus, kita tidak perlu lagi kembali kepada satu pengharapan yang hari depannya tidak diketahui dengan pasti, yang secara abstrak ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang tidak mengenal Yesus Kristus.
Kata “The Son of The Living God”, menunjukkan bahwa Yesus berasal dari dunia yang tidak kelihatan, dunia kekekalan dan sekarang Ia ada dan berwujud dalam dunia yang kelihatan, dunia sejarah. Inilah berkat terbesar di mana manusia boleh bertemu dengan Tuhan yang begitu prihatin kepada umat manusia.

Sebenarnya, sebelum Petrus mengatakan hal itu, ada perkataan yang mirip yang keluar dari mulut seorang bernama Simeon kepada Yesus Kristus, kira-kira tiga puluh tahun sebelumnya. Simeon yang saat itu menggendong Yesus Kristus yang masih bayi, berkata, "Ya Allah, lepaskanlah kini hamba-Mu ke dalam damai karena hari ini dengan mataku sendiri, aku sudah melihat keselamatan yang dari pada-Mu." Kalimat itu merupakan kalimat yang agung karena sudah diurapi oleh Roh Kudus dan keluar dari bibir seseorang dengan begitu tepat, “Aku sudah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.”

Keberadaan Kristus dalam sejarah merupakan suatu realisasi dari keselamatan yang dikaruniakan kepada manusia.
Maka Tuhan Yesus berkata, “Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Apakah artinya istilah batu karang? Orang-orang Katolik mengatakan bahwa istilah itu dikenakan kepada Petrus. Pengertian semacam ini tidak benar karena jika demikian, maka seluruh pemberitaan Kitab Suci harus mengubah arahnya karena seluruh Kitab Suci tidak pernah menyebut bahwa gereja didirikan di atas Petrus. Satu ayat pun tidak ada yang menunjang kalimat dari pengakuan iman Katolik tentang hal ini.

Kitab Suci mengatakan bahwa gereja didirikan di atas nabi dan rasul, dan bentuk kata yang digunakan adalah bentuk yang jamak, bukan tunggal, nabi-nabi dan rasul-rasul, bukan hanya di atas Petrus. Istilah nabi-nabi dan rasul-rasul merupakan istilah yang menerangkan bahwa nabi-nabi mewakili Perjanjian Lama dan rasul-rasul mewakili Perjanjian Baru. Firman Tuhan dalam Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru itulah yang menjadi fondasi berdirinya gereja.
Tapi inipun belum mencapai finalnya karena Alkitab mengatakan bahwa gereja didirikan di atas Batu Karang yang tidak pernah berubah. Siapakah Dia?
Dialah Yesus Kristus. Gereja didirikan di atas para nabi dan para rasul. Ini berarti bahwa gereja yang benar, berdiri di atas kepercayaan pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; dan isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru difokuskan kepada Kristus.
Tuhan tidak mengatakan bahwa Petruslah satu-satunya yang menjadi fondasi didirikannya gereja; tak pernah demikian. Kita menolak penafsiran demikian, tapi kita menerima kesaksian Kitab Suci yang mengatakan bahwa Petrus adalah nama baru yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya. Yesus adalah Kristus di dalam sejarah dan Anak Allah dalam supra-sejarah.
Iman menjelajah kedua wilayah, terlepas dari dunia yang kelihatan. Kita juga menikmati sekaligus dunia yang tidak kelihatan karena kita berada di dalam Kristus.

Sambungan …

Catatan kaki:

  1. Yeremia adalah seorang nabi yang penuh dengan perasaan cinta kasih kepada orang-orang yang perlu dikasihani dan ia juga penuh dengan kesedihan dan prihatin. Jadi mereka berpendapat bahwa Yesus adalah orang penuh dengan prihatin dan penuh dengan belas kasihan. Di dalam Kitab Suci dicatat ada sepuluh kali Yesus “jatuh hati oleh belas kasihan” (compassion); Dia sehati dengan mereka yang menangis, dengan mereka yang membutuhkan, dengan mereka yang sedih.
  2. Saya sangat tertarik dengan pertanyaan ini karena ada begitu banyak pemuda-pemudi yang belajar Kristologi, belajar tentang Tuhan, tetapi tidak belajar dari Tuhan sendiri melainkan belajar dari orang-orang lain tentang Tuhan.
    Cara mereka menerangkan Tuhan adalah dengan mengutip pandangan Kristus menurut Karl Barth, Emille Brunner, Rudolf Bultmann, Jurgen Moltmann, Wolfhart Panennberg, dsb. Tetapi jika ditanya tentang Kristus berdasarkan pengertian pribadi mereka, ternyata mereka melarikan diri dari tanggung jawab kepercayaan mereka.
  3. Tukang parkir tidak memperhatikan suara apa pun yang masuk ke telinganya selain dari bunyi mobil yang baru distarter. Setiap suara yang masuk ke telinga disaringnya. Tapi hanya suara mobil yang baru distarter yang membuatnya bereaksi untuk menagih uang parkir.
    Konsep penyaringan seperti itulah yang kita sebut sebagai persepsi selektif.

Saya sarankan datanglah kepada suatu gereja kristen dan konsultasikan dengan pendetanya bro.

Salam

Gampang saja, akui dosa2mu dihadapan Tuhan Yesus, minta ampun, Akui dia sebagai Tuhan dan Juruslamatmu satu2nya di dalam hatimu melalui mulutmu.

thats all.

Perjalananmu dimulai…

pikul salib dan kerjakan keselamatanmu…

Jangan lupa hitung anggarannya ikut Gusti Yesus, jangan nanti sudah ikut kecewa, yang harus dilakukan itu sebelum ikut Yesus belajar Bible secara baik dan benar. Karena tanpa pengetahuan dan pengenalan yang baik akan Firman Tuhan ya nanti pasti kecewa ikut Yesus.

Semoga berkenan… :slight_smile:

Masuk Kristen gampang bro…tinggal masuk gereja aja bilang ma pendetanya untuk bimbingan…
TAPIIIIIIIIIIIIIIII…
Yang paling susah tu jadi pengikut Yesus…
Yesus sudah memperingati calon2 pengikutNya lho…
Matius 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Matius 16:24. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Ckkk…ckk.ckkkk…bener2 berat bro konsekuensi mengikut Yesus…enggak ada enak2nya didunia ini…
kamu akan dikucilkan oleh ortu,saudara,keluarga besar,lingkungan dan temen-temen kamu…
TAPIIIIIIIIIIIIIII…
Ketika kamu berkeputusan untuk tetap mencari Yesus…Dia akan menghampirimu,memberi ketenangan,memberi kekuatan untuk menghadapi semua itu…
berdasar pengalaman pribadi bro…
semoga kamu menemukan apa yang kamu cari…kami cuma bisa membantu dalam doa…YBU