Babtisan api?? kenapa sedikit yang tahu? bagaimana syarat menerimanya?

mohon pendapat teman2 dan sharing2nya y?
terima kasih.

saat kita memasuki masa 3,5 tahun pertama dari Dan 9 : 27,
maka inilah merupakan masa ujian / baptisan api bagi umat Tuhan.

mungkin ada pendapat lain??

silahkan

tapi bukankah umat TUHAN mengalami rapture? dan dibumi hanya tersisa orang fasik, dan sisa kristen yg suam? bahkan ad yg bilang Roh Kudus sudah tidak lagi dibumi?

rapture pada akhir 3,5 tahun pertama

Dan 9 : 27 dibagi dua periode yaitu :

3,5 tahun pertama → masa sukar sulit, (baptisan api ) / tetapi Umat Tuhan akan dilindungi. seperti emas, masuk dalam api - keluar tetap emas
akhir 3,5 tahun pertama → rapture

3,5 tahun kedua PEMBINASA KEJI menunjukkan full power dan mengejar umat Tuhan yang tertinggal, menangkap, menyiksa dan membunuh.
pada waktu itu ke tiga Oknum Allah sudah tidak berada lagi di dunia, yang tersisa adalah 2 saksi dengan pakaian kabung / karung, tetapi akhirnya mereka ini mati ditangan antikris.

bagi yang tertinggal :
bila tidak dapat menahan siksaan antikris dan menyerah, maka mereka akan di beri cap “antikris - 666” dan pada saat itu, hilanglah kesempatan mereka masuk kedalam sorga.
bagi yang tetap percaya Tuhan, mereka akhirnya dibunuh oleh antikris.

@ cutz
betul sekali postingan anda tapi topik pertanyaan saya adl:
kenapa hanya sedikit yang dibukakan Tuhan tentang babtisan api? bahkan dikalangan sarjana teologipun hanya sedikit yang paham tentang babtisan api?
kita semua tahu ada babtisan air dan Roh Kudus namun kenapa hanya sedikit yg tahu babtisan api? apakah baptisan ini hanya diberikan untuk orang tertentu saja?
coba kita bayangkan pola tabernakel ad pelataran,ruang kudus dan ruang maha kudus. tidak semua orang bisa masuk ruang maha kudus. apakah ini paralel pula dengan babtisan api?

ayatnya:
“aku membabtis kamu dengan air tetapi Dia yang datang sesudah aku akan membabtis kamu dengan Roh Kudus dan dengan Api”

wah klo banyak sarjana teologi yang “kurang tahu” adalah diluar jangkauan saya. saya hanya coba membaca dan membaca apa yang tertulis dalam alkitab saja.
saya juga dalam tahap belajar dan masih jauh dari mereka yang alumnus.
makanya dalam rep # 1, saya minta saran dari yang lain nya

Baptisan api tidak diberikan kepada orang tertentu, tetapi kepada semua umat Nya.

Saat ini ruang suci dan ruang maha kudus sudah tidak ada “tirai” lagi, sehingga mereka yang di ruang suci bisa “masuk” ke ruang maha kudus.
Ruang Maha Kudus adalah tempat “bersemayam Allah” dan tidak sembarang orang yang bisa masuk.

tetapi nanti pada akhir zaman,
mereka yang menjadi “sempurna” seperti Henokh dan Elia, bisa masuk ke ruang maha kudus.

Wahyu 12 : 1 (1) Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

inilah gereja Tuhan akhir zaman, dimana Allah Bapa, Allah Putra dan Allah ROH KUDUS bekerja dengan luar biasa dalam kehidupan umat Tuhan / gereja Tuhan ditengah tengah kesukaran dan kesulitan :

(2) Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

gereja Tuhan menghadapi “penderitaan - pekerjaan iblis - dosa” semakin memuncak, tetapi Allah tidak membiarkan mereka berjuang sendiri ( baptisan api ), sehingga akhirnya muncul / lahir “orang sempurna”

tetapi dalam baptisan api, ada juga yang gugur :

4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

karena arus dunia sangat kuat - dosa - kesukaran dan kesulitan - pekerjaan iblis - sehingga mampu menyeret mereka yang percaya dan meninggalkan KASIH KARUNIA ALLAH.

barangkali ada yang mau mengoreksi atau menambahkan,
silahkan

Bdk Kis 2:1-4

:wink:

Baptisan api tidak diberikan kepada orang tertentu, tetapi kepada semua umat Nya.

maaf sedikit koreksi, secara teoritis memang betul kalimat itu tapi saya melihat praktek dan fakta di lapangan jauh berbeda dari teorinya.

dan dari penjelasan anda saya melihat kalau pemahaman dan perspectif anda dan saya tentang baptisan api itu berbeda. menurut anda itu adl pemurnian gereja yg tertinggal tapi menurut saya itu adalah “kuasa” yg dimaksud oleh kis 1:8.

dalam kis 2:1-4 itu terjadi 2 baptisan sekaligus yaitu Roh Kudus dan Api.
berikut saya terangkan perbedaan babtisan

  1. air = tanda pertobatan dan meterai Elohim bagi anakNya
  2. Roh Kudus = pemenuhan diriNya kedalam umatNya biasanya ditandai dengan bahasa Roh.
  3. Api = gereja dibawa Tuhan kedalam kehidupan supranatural atau bisa dibilang bergerak dengan kuasa yang besar. dan sesuai sifat dari api ialah akan berkobar dan membakar apa saja yg ditemuinya (dalam arti memberi dampak dan pengaruh bagi sekitarnya)

kembali ke pertanyaan saya kenapa tidak semua umat tahu hal ini? bahkan ada gereja yg mencaci maki pengguna bahasa Roh dengan dalil harus ada yg mengartikannya. padahal jika kelompok ini membaca alkitab lebih teliti maka akan ditemukan bahwa bahasa roh itu ada yg perlu di artikan yaitu jika ditujukan ke jemaat dan ad yg tidak perlu diartikan yaitu jika berbicara dengan Tuhan dan membangun manusia batiniah (roma 8).

Kalau boleh diberikan penjelasan penggunaan istilah baptisan api mulainya kapan dan oleh gereja mana pertama kali? Sebab untuk mengklaim sebuah doktrin menurut saya harus ada asal muasalnya dulu agar dapat dilihat apakah hal tersebut adalah ajaran gereja atau hanya sebagai “pembeda” antar denom. Tq :slight_smile:

menurut saya itu bukan doktrin. karena dlm jaman Yesus pun si Yohanes pembaptis mengetahui hal itu. mungkin penyebab sedikit org yg tahu dikarenakan sejarah gereja. kita semua tahu bahwa skitar abad 3 atw 4 hingga abad 17 an. gereja mengalami masa kegelapan. dan 2 jawatan dari 5 jawatan “dibunuh” iblis yaitu nabi dan rasul. namun peristiwa azusa street tahun 1906 merupakan kegerakan Tuhan kedua setelah martin luther untuk membawa gereja kepada kemuliaanNya. dan kegerakan itu sampai di Indonesia tahun 1921 dan didirikanlah gpdi yg adl gereja beraliran Roh Kudus pertama di Indonesia. nah seiring berjalannya waktu maka TUHAN sendiri membangkitkan 2 jawatan yang hilang dan gereja kembali kepada kemuliaanNya untuk itu babtisan api mulai terdengar dan dibicarakan lagi.

catatan: bukan berarti Tuhan hanya memberikan babtisan api bagi gereja yg paham ttg baptisan tsb. namun seringkali Tuhan memberikannya kepada GerejaNy walau GerejaNya tidak tahu secara spesifik kalau yg mereka terima adl baptisan api karena biasanya baptisan ini agak mirip dengan baptisan Roh Kudus sehingga mereka menganggap klo baptisan Roh Kudus dan Api adl sama.

oh iya satu lagi…
saya rekomendasikan anda untuk membaca buku karangan Pdt. Biantoro Setijo berjudul DOA. buku ini sangat baik bagi mereka yg sedang lapar akan TUHAN dan menjadi pemburu TUHAN. disitu juga tertulis ttg baptisan api.

syaratnya : percaya Yesus…
krn Yesus sendirilah yang akan membaptis dengan api

Lu 3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Hidup kita dimurnikan …

Da 12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

@ alice betul sekali kalau api itu berbicara ttg pemurnian seperti yg dialami Yesaya.
sekedar ingin menambahkan selain percaya Yesus maka harus juga meminta dengan tekun karena fakta saat ini bnyak yg percaya Yesus tpi menganggap baptisan Roh Kudus sesat atau tidak harus dimiliki atau bahkan lebih ngerinya lagi pengetahuan mereka ttg baptisan Roh Kudus minim sekali dan menganggap kalau dirinya sudah dibaptis dengan Roh Kudus namun hidupnya belum berubah(saya mengatakan ini karena saya pernah bertemu org yg tidak mau dibaptis bahkan baptisan air sekalipun tapi katanya yg penting dirinya sudah dibaptis Roh Kudus. saya bingung jika dia menolak dibabtis air tapi dia mengatakan sudah dibaptis Roh Kudus. tapi saya tahu benar persepsi dia ttg baptisan Roh Kudus jauh berbeda dari yg dimaksud alkitab)

Kok beda banget dengan yang ini?

http://id.wikipedia.org/wiki/Baptisan_api

[i]Baptisan api

Dalam agama Kristen, baptisan api adalah proses pemurnian dengan menggunakan penderitaan. Kata baptis berasal dari bahasa Yunani “βάπτισμα”, yang arti longgarnya “berendam atau mandi” sedangkan “api” dikonotasikan sebagai sesuatu yang panas dan menimbulkan efek siksaan atau penderitaan. Karena itu Baptisan api adalah baptisan penderitaan, yang merupakan baptisan ketiga sesudah baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Umat Kristen mempercayai bahwa baptisan api dilakukan oleh Tuhan terhadap orang-orang tertentu dengan cara mengijinkannya untuk mengalami penderitaan tertentu untuk tujuan pemurnian dalam hal ibadahnya kepada Tuhan. Baptisan api menghasilkan dua kemungkinan: sukses atau gagal. Baptisan Api tidak sama dengan hukuman, karena hukuman diberikan sebagai teguran atau juga pembalasan oleh karena terjadinya suatu dosa atau kesalahan yang dilakukan sebelumnya, sedangkan baptisan api dilakukan tanpa dilatarbelakangi dosa, melainkan sebagai alat uji untuk melihat kemurnian ibadah seseorang kepada Tuhan.

1 Etimologi
2 Ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar Baptisan Api
3 Siapakah yang membaptis dengan Baptisan Api
4 Baptisan Api di era Perjanjian Lama
5 Baptisan Api di era Perjanjian Baru
5.1 Baptisan Api yang diterima Yesus Kristus
5.2 Baptisan Api yang diterima para Martyr
5.3 Baptisan Api untuk orang Kristen

Baptisan

Kata “baptisan” berasal secara tidak langsung dari bahasa Yunani “βάπτισμα” yang bermakna longgar “ditenggelamkan seluruhnya” atau “direndam” secara demikian sehingga obyeknya tidak nampak di atas permukaan. Sedangkan kata “api” menunjuk pada sesuatu unsur yang bersifat panas yang apabila mengenai tubuh seseorang akan menimbulkan rasa sakit atau efek siksaan tertentu. Namun seperti panasnya api dapat memurnikan logam mulia dengan memisahkannya dari unsur-unsur tertentu pada suhu tertentu, maka demikian juga penderitaan tertentu dapat memunculkan karakter sebenarnya dari seorang anak manusia.

Ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar Baptisan Api

“Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”(Matius 3:11)
Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima? Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima."(Markus 10:38,39)
Cawan dalam konteks Markus 10:38 tersebut bermakna penderitaan, yang diperkuat oleh Sabda Yesus Kristus sewaktu berdoa di Taman Getsemani menjelang penyaliban-Nya:
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42).
Karena itu pengertian “… dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima” di Markus 10:39 tersebut mempunyai makna bahwa Yesus Kristus harus menerima, menjalani atau “direndam” dalam penderitaan.

Siapakah yang membaptis dengan Baptisan Api

Alkitab mencatat bahwa Baptisan Api sebenarnya telah dikenal dalam Perjanjian Lama, antara lain bagaimana Allah telah membaptis tokoh Ayub dengan penderitaan, sementara tokoh ini diakui Allah sebagai orang benar(Ayub 1:8). Sedangkan kitab Perjanjian Baru mencatat bagaimana Allah juga telah membaptis Yesus Kristus, juga dengan penderitaan sampai dengan kematian-Nya di kayu Salib sebagai orang Benar (2 Kor. 5:21). Selanjutnya dalam Sejarah Gereja tercatat bagaimana Yesus Kristus juga membaptis murid-murid-Nya dengan Baptisan Api sesuai nubuat Yohanes Pembaptis (Matius 3:11) dengan mengijinkan mereka menderita dan mati sebagai Martyr yang meneguhkan dedikasi mereka kepada Tuhan Yesus dengan kesetiaan sampai mati.

Baptisan Api di era Perjanjian Lama

Alkitab Perjanjian Lama mencatat banyak peristiwa yang dapat dikategorikan sebagai Baptisan Api antara lain:
Tuhan memerintahkan Abraham untuk mengorbankan Ishak, anaknya, untuk mencobai sampai dimana kesetiaan dan ketaatan Nabi Tuhan itu, dan Abraham sukses menjalani Baptisan Api tersebut (Kejadian 22:1-13 dan Ibrani 11:17)
Tuhan mengijinkan Iblis mencobai Ayub dengan membunuh anak-anak Ayub dan merampasi hartanya, (Ayub 1:22), lalu Ayub sakit barah (semacam borok) di sekujur tubuhnya, namun Ayub sukses menjalani Baptisan Apinya, lalu dia sembuh dari penyakitnya, kekayaan dan keluarganya juga dipulihkan.(Ayub 42:10-17)
Sadrakh, Mesakh dan Abednego rela dimasukkan ke dalam tungku api demi kesetiaan mereka kepada Tuhan dengan tidak mau menyembah patung berhala, lalu Tuhan membuat mereka tidak terbakar oleh api, dan ketiganya sukses menjalani Baptisan Api mereka (Daniel 3:1-30).
Daniel dimasukkan ke gua Singa, karena tidak mau dicegah untuk beribadah kepada Tuhan pada saat tertentu, lalu Tuhan menolongnya sehingga Daniel terluput dari taring Singa-singa buas (Daniel 6:1-29)

Baptisan Api di era Perjanjian Baru

Baptisan Api yang diterima Yesus Kristus

Yesus Kristus telah menerima banyak perlakuan yang dapat dikategorikan sebagai Baptisan Api bagi-Nya, antara lain:
Yesus dicobai Iblis sampai tiga kali dan menang (Matius 4:1-11, Markus 1:13, Lukas 4:1-13).
Yesus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh (Markus 8:31), (Matius 26:57 s/d Matius 27:50)
Yesus Kristus sukses menjalani semua Baptisan Api tersebut, lalu Dia menerima segala Kuasa di Surga dan di Bumi (Matius 28:18), (Filipi 2:9-11).

Baptisan Api yang diterima para Martyr

Setelah Yesus, maka para murid-Nya juga menerima Baptisan Api yang diijinkan terjadi oleh Yesus Kristus (Matius 3:11) antara lain:
Stefanus, martyr pertama penerima Baptisan Api dengan dilempari batu sampai mati karena kesaksiaannya tentang Yesus Kristus (Kisah Rasul 7:58-60).
Para Rasul Yesus Kristus mengalami Baptisan Api mereka (Sumber):
Rasul Petrus disalibkan dengan posisi kepala di bawah oleh Kaisar Nero di Roma, sekitar tahun 64 - 67 Masehi.
Rasul Andreas disalibkan dengan salib membentuk huruf “X” di Patras di Akhaya.
Rasul Yakobus anak Zebedeus dipenggal kepalanya sekitar tahun 44 Masehi oleh Herodes Agripa I, Raja orang Yahudi.
Rasul Yohanes, penulis kitab Wahyu, dibuang di pulau Patmos zaman pemerintahan Kaisar Nero.
Rasul Filipus memberitakan Injil di Frigia (pusat Turki barat) sebelum meninggal sebagai martir di Hieropolis.
Rasul Bartolomeus dan Natanael, meninggal dengan dikuliti hidup-hidup lalu dipenggal kepalanya.
Rasul Thomas memberitakan Injil di Persia (termasuk Irak modern dan Iran), lalu ke India selatan, meninggal dunia dengan ditusuk tombak.
Rasul Paulus dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero.
Masih ada beberapa orang Rasul yang meninggal dunia sebagai Martyr yang merupakan Baptisan Api untuk mereka.

Baptisan Api untuk orang Kristen

Umat Kristen percaya, bahwa di sepanjang zaman, Yesus Kristus akan membaptis orang-orang Kristen dengan Baptisan Api, yaitu dengan mengijinkan mereka mengalami keadan-keadan yang sulit pada waktu-waktu tertentu untuk menguji iman mereka, berdasarkan Sabda-Nya:

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Markus 8:34)

Salib yang dimaksud pada pesan Yesus tersebut, dalam hal ini adalah penderitaan pada kurun waktu tertentu, yaitu Baptisan Api yang perlu diterima oleh orang-orang Kristen yang sudah menjalani hidup secara benar sesuai ajaran Yesus Kristus sebagai ujian iman.[/i]

Nah, bedakan? makanya tadi saya tanya info yang anda dapat dari mana? ajaran gereja mana? Biar jelas :slight_smile:

OH… i see…i see… thanks my brother st_yopy.
yang anda posting benar namun yg saya posting juga tidak salah. jdi TUHAN mengijinkan baptisan api sebagai pemurnian. namun TUHAN punya banyak cara melakukannya bisa dengan peremukan daging seperti ayub,postingan anda namun bisa juga lewat api yg tidak kasat mata(sperti yang sya maksudkan melalu penjelasan tsb).
ini saya sedikit share dengan teman2.

1.saya pernah bergumul ketika sya mencintai gadis beda agama dan dalam suatu ibadah ketika penyembahan saya berlutut dan berdoa dan disitu sya merasa jamahan Tuhan dan kedamaian setelah berdoa. ketika sya kembali ke tempat duduk,teman saya berkata “aku ga tahu apa masalah kamu,tapi waktu kamu doa tadi aku liat api turun ke atas kamu”

  1. sekitar 3 rabu yg lalu saya & tmn2 pelayanan mengadakan doa dan disitu terjadi pencurahan api TUHAN yg tidak biasa (saya pernah mengalami beberapa kali pencurahan api namun agak berbeda dgn yg ini). saat itu sya dpt Firman klo yg sedang kami alami seperti yang Yesaya alami ketika salah satu serafim menyentuh bara api kemulut Yesaya. dan saat itu pengudusan terjadi.

kesimpulan:
Tuhan bisa membaptis api dengan cara membuat orang masuk dan dimurnikan melalui penderitaan dan bisa juga lewat api yang adikodrati.

@ yopy,sekali lagi terima kasih.
ibaratnya sebelumnya saya hanya punya sebelah sisi mata uang sekarang saya punya sisi yg satunya lagi. atau sebelumnya saya hanya melihat bulan di satu sisi yg menghadap bumi namun skrg sya bisa melihat sisi yg tidak pernah menghadap bumi.

Abba Yahweh memberkatimu saudaraku…

Sama2. GBU :afro:

becul… becul :slight_smile:

Kalau bicara mengenai Baptisan Api baiknya ke pemahaman Baptisan ROH KUDUS lebih dahulu:

BABTISAN ROH KUDUS :

Tentang baptisan dalam ROH KUDUS. Istilah yang tepat menurut kaidah bahasa asli Alkitab adalah baptisan “dalam” ROH KUDUS dan bukan baptisan “dengan” ROH KUDUS (seperti di terjemahan LAI).
Jika ROH KUDUS itu ibarat air, maka seseorang yang dibaptis “dalam” ROH KUDUS berarti yang bersangkutan masuk “ke dalam dan di bawah” permukaan ROH KUDUS.

* Lukas 3:15-17
3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
Ia akan membaptis kamu dengan ROH KUDUS dan dengan api.
3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.

* Matius 3:11
LAI TB, Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan ROH KUDUS dan dengan api.
KJV, I indeed baptize you with water unto repentance. but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear: he shall baptize you with the Holy Ghost, and with fire:
ORTHJBC, I give you a tevilah (immersion) in a mikveh mayim for teshuva, but Hu HaBah (He who Comes, i.e. Moshiach) after me has more koach (power) than me. I am not worthy to remove his sandals. He will give you a tevilah (immersion) with the Ruach Hakodesh and aish (fire).
TR, εγω μεν βαπτιζω υμας εν υδατι εις μετανοιαν ο δε οπισω μου ερχομενος ισχυροτερος μου εστιν ου ουκ ειμι ικανος τα υποδηματα βαστασαι αυτος υμας βαπτισει εν πνευματι αγιω και πυρι
Translit interlinear, egô {aku} men {memang} baptizô {membaptis} humas {kalian} en {dalam} hudati {air} eis {untuk/ karena} metanoian {pertobatan} ho {Dia (YESUS) yang} de {tetapi} opisô {kemudian} mou {daripada aku} erkhomenos {datang} iskhuroteros {yang lebih kuat} mou {dari aku} estin {adalah} ou {yang} ouk {tidak} eimi {aku adalah} hikanos {layak} ta hupodêmata {alas kaki2-Nya} bastasai {untuk melepas} autos {Dia} humas {kalian} baptisei {akan membaptis} en {dalam} pneumati {Roh} hagiô {Kudus} kai {dan} puri {api}

Penjelasan :

Dia akan membabtis kamu dengan ROH KUDUS dan api”, Yohannes tidak berbicara tentang ‘babtisan ROH KUDUS’ sebagai suatu pengalaman, melainkan sebagai suatu pekerjaan yang dilaksanakan oleh YESUS KRISTUS. Dia akan membabtis kamu.
Satu-satunya pengalaman sadar yang dimiliki oleh mereka yang sudah dibabtis dengan ROH KUDUS adalah rasa ketidaklayakan secara total.

Maka yang dilaksanakan sebagai seremoni adalah BABTISAN AIR.
Kemudian YESUS KRISTUS pun membaptis dalam ROH KUDUS dan dalam api. Jadi, proses Babtisan Roh dan Api ini dilaksanakan oleh YESUS sendiri, sehingga hal tersebut menjadi ‘pengalaman rohani’ orang-orang percaya, maksudnya urusannya orang yang bersangkutan dengan YESUS yang dipercayainya.

Tetapi, seperti yang kita ketahui dalam gereja-gereja Kharismatik, mereka melakukan “ritual BABTISAN ROH,” yang dipimpin oleh seorang Hamba Tuhan. Biasanya dalam sebuah ibadah/ KKR secara khusus.

Saya pernah mengikuti pendalaman Alkitab di Gereja Bethany (aliran Kharismatik), saya disuruh mengisi kolom nama, alamat, tanggal babtisan Air, tanggal Babtisan Roh. Untuk mengisi tanggal Babtisan Roh ini, saya agak kebingungan “hmm… kapan yah??:slight_smile:
But anyway, I get the point, maksudnya mungkin ketika Seorang Pendeta memberi urapan yang ditandai seseorang itu berkata-kata dalam bahasa roh.

Meskipun saya tidak tahu exactly date-nya tetapi dalam iman saya meyakini bahwa saya sudah dibabtis oleh YESUS dalam Roh dan api. Dan itu terjadi pada pengalaman rohani saya selama ini.

Dalam pengertian Kalangan Protestan, lain lagi (btw saya sekarang kembali beribadah di Gereja mainstream non Karismatik). Yaitu, dalam ritual Babtisan Air, saat itu juga Kuasa YESUS KRISTUS memberikan Roh Kudusnya.
Maka dalam 1 kali proses itu, orang percaya sudah mutlak dibabtis dalam air, Roh dan api. Karena walaupun medianya hanya air tetapi aspek rohaninya mencakup Roh dan api.
Pendapat inipun saya menyetujuinya.

Jadi masing-masing kalangan menghayati ayat diatas dengan penafsirannya sendiri-sendiri. Tidak ada yang perlu dipersoalkan, toh juga YESUS ‘belum tentu’ mempersalahkannya :slight_smile:

Tetapi biasanya justru kaum Kharismatik suka ‘men-judge’ bahwa babtisan air yang dilakukan kaum protestan belum lengkap, mereka belum penuh ROH KUDUS hanya karena mereka tidak berbahasa lidah, dan ini sangat disayangkan.

Yang menjadi tanda-tanda seseorang sudah mengalami Baptisan dalam ROH KUDUS adalah:

* 1 Korintus 12:3
LAI TB, Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: ‘Terkutuklah YESUS!’ dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: ‘YESUS adalah Tuhan’, selain oleh ROH KUDUS.
KJV, Wherefore I give you to understand, that no man speaking by the Spirit of God calleth JESUS accursed: and that no man can say that JESUS is the Lord, but by the Holy Ghost.
TR, διο γνωριζω υμιν οτι ουδεις εν πνευματι θεου λαλων λεγει αναθεμα ιησουν και ουδεις δυναται ειπειν κυριον ιησουν ει μη εν πνευματι αγιω
Translit interlinear, dio {karena itu} gnôrizô {aku memberi tahu} humin {kepada kalian} hoti {bahwa} oudeis {tidak satupun} en {dalam} pneumati {Roh} theou {Allah} lalôn {(dengan) mengatakan} legei {berkata} anathema {yang dikutuk} iêsoun {YESUS} kai {dan} oudeis {tidak satupun} dunatai {sanggup} eipein {berkata} kurion {Tuhan} iêsoun {YESUS} ei {jika} mê {bukan} en {dalam} pneumati {Roh} hagiô {Kudus}

Selanjutnya, tanda-tanda seseorang sudah dipenuhi ROH KUDUS adalah memiliki “salah satu” karunia ROH KUDUS – tetapi bukan hanya ‘glossôlalia’ (bahasa lidah) – seperti dapat dikaji lebih lanjut dalam 1 Korintus 12:8 dan ayat-ayat berikutnya.

Pendapat saya pribadi :
Tanda bahwa seseorang itu sudah dipenuhi ROH KUDUS adalah bahwa orang lain dapat melihat YESUS KRISTUS di dalam dirinya… Jika seseorang menomerduakan YESUS KRISTUS, lebih menonjolkan kehebatan pribadi, misalnya pendidikan, gelar, titel, pengetahuannya dan seterusnya, kemudian orang lain tidak melihat tindakan YESUS KRISTUS di dalam dirinya, maka diragukan bahwa ybs. dipenuhi ROH KUDUS.


MENGENAI BABTISAN API :

Reff: http://id.wikipedia.org/wiki/Baptisan_api

Tidak jauh berbeda dengan “baptisan ROH KUDUS” (karena YESUS sendiri yang melakukannya), namun kita patut mengkaji lebih lanjut apa yang dimaksud dengan “api” karena YESUS KRISTUS 'nggak mungkin membakar kita hidup-hidup. “Api” di sana tentu tidak dapat ditafsir secara harfiah api beneran.

Banyak tafsiran tentang “baptisan api” ini, ada yang menghubungkan “api” dengan penghukuman dan murka Allah, ada pula yang menghubungkannya dengan tindakan pemurnian.

Coba bandingkan dengan ayat-ayat ini:

* Matius 3:10
Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

* Matius 3:12
Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.

* Markus 9:49
Karena setiap orang akan digarami dengan api.

* Lukas 12:49
Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!

Dalam pemahaman saya, (yang mungkin juga bisa salah) :

  1. Setiap hari kita mengalami ‘peperangan rohani’ dan inilah ‘medan pertempuran kita’ melawan penguasa-penguasa di udara, dan setiap kali kita akan dimurnikan (api pemurnian) dalam setiap pengalaman rohani yang kita alami setiap hari.

  2. Atau mungkin juga ‘api’ itu baru akan terjadi pada Hari Tuhan kelak :

* 1 Korintus 3:13
sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Blessings,
BP