Ba'asyir Menghalalkan Perampokan Untuk Dana Jihad

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Abu Bakar Ba’asyir, Amir Jamaah Anshorud Tauhid, didakwa menghasut para anggotanya untuk melakukan fa’i atau perampokan dengan terlebih dulu membunuh pemilik harta. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jihad.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/2/2011), hasutan disampaikan Ba’asyir saat memberi ceramah khusus di rumah Alex alias Asep alias Gunawan, Ketua Asykari (militer) Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) wilayah Sumatera Utara pada Juli 2009.

Pertemuan itu diikuti Alex (tewas dalam kontak senjata setelah penyerangan Polsek Hamparan Perak), Khairul Ghazali, Aldian Rojak alias Ajo, dan belasan jamaah asal Medan. Saat itu, kata jaksa, Ba’asyir menyampaikan bahwa mereka harus memiliki wilayah untuk berjihad. “Meskipun kecil, kita harus berkuasa penuh atas wilayah itu,” ucap jaksa menirukan ceramah Ba’asyir.

Dikatakan jaksa, dalam ceramah, Ba’asyir juga mengatakan, fa’i dibenarkan di dalam Islam. “Bukan hanya semata-mata mengambil hartanya saja, fa’i ditujukan kepada semua orang kafir, yaitu orang-orang di luar Islam dan penguasa atau pemerintah yang tidak menjalankan syariat Islam,” tutur jaksa.

“Terdakwa juga menyampaikan, orang-orang kafir yang menjadi musuh Islam adalah mereka yang tidak ingin negara ini dijadikan negara tegaknya syariat Islam. Musuh tersebut adalah Amerika, Yahudi dan sekutunya, Nasrani atau pemerintah,” papar jaksa.

Untuk mendirikan negara Islam, terang jaksa, para teroris melakukan aksi-aski teror dengan senjata api dan bom. Tujuan dari aksi itu untuk menimbulkan kepanikan di masyarakat dan memecah belah pemerintah untuk memudahkan pengambilalihan kekuasaan.

sumber: http://nasional.kompas.com/read/2011/02/14/10500653/Baasyir.Menghasut.Perampokan

wkwkwkkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkw
penjahat mau ditutupin bagaimanapun tetaplah penjahat
gelap dan terang tidak akan pernah bersatu

pemimpin umat, bukannya menyejukkan hati malah memprovokasi…
kacau…kacau…

Mohon dibedakan mas, itu kan baru tuduhan jaksa…
saya yang belajar islam dari kecil sampai sekarang belum pernah dengar bahwa perampokan dibenarkan untuk jihad ?

ini salah satu pembelaan ba’asyir :
http://koranmuslim.com/menjenguk-ustadz-abu-bakar-baasyir/

Saya copykan yg penting:

Ustadz Abu juga menegaskan, ketika dipenjara beberapa tahun lalu dirinya tak terbukti melakukan tindak pidana terorisme. Ia hanya dijerat pasal terkait imigrasi dan paspor. Dari tuduhan terlibat Bom Bali, peristiwa Aceh, hingga Medan, Ustadz Abu menegaskan bahwa dirinya tak terlibat. “Saya tidak kenal dengan orang Perancis yang katanya mendanai saya,” tandasnya.
Ustadz Abu juga memberi tahu pada Sabili, anggota JAT yang ditahan Densus yakni Ustadz Haris dan Ubeid, kondisinya sangat memprihatinkan. Ustadz Haris misalnya, ia mendapat tekanan luar biasa saat diinterogasi, sehingga stres. Saat ini ia sedang dirawat di rumah sakit. Begitu juga dengan Ubeid, kakinya remuk dianiaya oknum Densus.
Menyinggung soal peran Sofyan Tsauri, Ustadz Abu mengatakan, Sofyan Tsauri adalah intel polisi yang disusupkan ke dalam gerakan Islam, seperti JAT. Peristiwa Aceh dan Medan adalah rekayasa Densus 88 sendiri.
Ustadz Abu juga menegaskan, jika dirinya sama sekali tidak menyetujui fa’i (perampokan) yang dilakukan di Medan. “Itu benar-benar perampok, tindakan kriminal. Fa’i yang dibenarkan dalam syariat adalah jika kita sedang berada di zona perang dengan musuh yang jelas,” terangnya.

Kita ini orang intelektual, bukan orang bodoh yang mudah diprovokasi oleh isu2…

Kenapa banyak muslim yang melakukan kejahatan di indonesia? karena mayoritas penduduk indonesia adalah muslim. Kalau di italia mungkin penjahat2nya sebagian besar orang katolik.

Salam.

Saya setuju pada bro Primadi tentang pengaruh mayoritas-minoritas dan tingkat kejahatan tsb.
Tentang Baasyir, silakan lihat-lihat video ceramahnya dan ambil kesimpulan sendiri. Anda terlalu baik untuk membela orang seperti beliau.
Oh iya, member non Kristen hanya boleh berdiskusi di Forum Terbuka dan technical support.

Salam

primadi silakan lihat di toko2 buku siapa yang sering provokasi?

Saya memang belum pernah melihat video2 ceramahnya…

Tentang posting di forum terbuka maksudnya apa ?
Saya hanya mencoba menanggapi tulisan postingan terbaru yang ada di sebelah kiri layar…
Bagaimana membedakan forum terbuka dan forum tertutup ?

Salam.

dear bro primadi,

mohon dibaca isinya, saya mengcopy dari sumber yang ada (bukan dikarang sendiri, red).

Maksudnya “provokasi” seperti apa ? saya menganggap “provokasi” itu seperti ffi… tulisan2nya penuh dengan fitnah dan penghinaan, tanpa sopan santun…

Saya merasa diri saya cukup berpikiran terbuka masalah agama, sehingga join ke mailing list ini…
Yang saya lihat, dalam berdiskusi masih ada aturan dan sopan santunnya…

Salam.

ffi itu apa?

Saya mengomentari exia dan freeman… Komentarnya tidak menghargai azas praduga tak bersalah, dan penuh stereotip…

@exia : ffi = faithfreedomindonesia… tapi sekarang sepertinya sudah tidak bisa diakses…
Kalau membaca tulisan2nya aura yg muncul adalah emosi karena penggunaan kata2 yang tidak pantas,
padahal kalau menggunakan kata2 yang baik, ada beberapa topik yang mungkin layak didiskusikan…

dear bro primadi,

sebenarnya sudah banyak bukti dan hasil penyelidikan yg ditemukan kepolisian akan sumber terorisme ini adalah ba’asyir.
ini bukan lagi praduga tak bersalah. hanya saya bingung kenapa sampai sekarang umat muslim tidak bisa melihat hal itu.

coba saudara primadi ke gramedia
lihat di buku agama
berapa banyak yang menyudutkan kekristenan?
bisa anda jelaskan apa itu?
mana asas saling menghormati di sini?
tolong juga di jawab?

sama seperti FPI
mereka lebih banyak merugikan, menimbulkan kekacauan dan rasa tidak damai. anarkis dan melebihi Tuhan dalam mengambil keputusan.
kenapa sampai sekarang masih banyak umat muslim yg mendukung FPI?
atas dasar apa?
apakah jelek-buruk-dosa-jihad tetap dibela karena mereka muslim?

Ya karena jihad diperbolehkan
benarkah Tuhan perlu untuk dibela?
Pembunuhan atas nama tuhan adalah pekerjaan “si jahat”

lalu menurut anda siapa yang menjadi dalang tindak terorisme di indonesia? apakah anda setuju dengan fa’i yg ditujukan kepada semua orang kafir, yaitu orang-orang di luar Islam dan penguasa atau pemerintah yang tidak menjalankan syariat Islam?

Hem…
Kadang2 saya kasihan sama baasyir
masalahnyakan orangnya udah tua…
Tapi klo benar dia yang mendalangi semua kejahatan teroris akhir2 ini…
Hilang dah simpati saya…

Lho?
Tambah lagi definisi kafir? :o

ini salah satu buktinya om lome

[b]"Baasyir Beri Uang Dulmatin untuk Beli Senjata"[/b]

Senin, 14 Februari 2011 - 13:59 wib
Rizka Diputra - Okezone

JAKARTA - Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) didakwa memberi sejumlah uang kepada terduga teroris Dulmatin untuk membeli senjata. Hal ini terungkap dalam persidangan Baasyir hari ini.

“Uang dari terdakwa sebesar Rp180 juta dan USD5.000 yang diserahkan Ubaid kepada Dulmatin untuk selajutnya oleh Dulmatin digunakan untuk membeli senjata api dan amunisi seharga Rp325 juta,” ucap jaksa dalam sidang Baasyir di PN Jaksel, Senin (14/2/2011).

Senjata-senjata itu meliputi sembilan pucuk senjata api jenis Armalite (AR)-15, 4 pucuk senjata jenis Avtomat Kalashnikova 1947 (AK)-47, dua pucuk senjata jenis Avtomat Kalashnikov 1958 (AK)-58, enam pucuk revolver, satu pucuk jenis Fabrique Nationalle (FN) Browning, satu pucuk pistol Challenger, 19.999 butir peluru dan 93 buah Magazen dengan rincian 41 buah Magazen AK-47, tujuh buah Magazen M-16, dan 45 buah Magazen AR-15.

Pengasuh ponpes Al Mukmin Ngruki Solo itu didakwa pasal berlapis. Jaksa penuntut menjerat Baasyir atas tujuh dakwaan, antara lain Pasal 14 jo Pasal 9, Pasal 14 jo Pasal 7, Pasal 14 jo Pasal 11 UU No.15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Selain itu, Baasyir juga akan didakwa melanggar Pasal 15 jo Pasal 9 tentang Pemufakatan jahat, Pasal 15 jo Pasal 7, Pasal 15 jo Pasal 11 Pasal 13 a UU No.15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Atas dakwaan ini Baasyir terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati.
(ded)

sumber: http://news.okezone.com/read/2011/02/14/339/424655/baasyir-beri-uang-dulmatin-untuk-beli-senjata

[b]Baasyir Galang Dana Rp1 Miliar untuk Aksi Teroris[/b]

Senin, 14 Februari 2011 - 15:22 wib
Rizka Diputra - Okezone
JAKARTA- Abu Bakar Baasyir terdakwa kasus terorisme diduga menjadi penggalang kekuatan SDM maupun dana (materi) yang dipersiapkan untuk aksi terorisme.

Hal ini disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) A. Muhammad Taufik di PN Jaksel hari ini. Baasyir bahkan mengumpulkan uang senilai lebih kurang Rp 1.039.500.000 yang bertujuan untuk membeli senjata api beserta amunisi lainnya dalam pelatihan militer di Aceh.

“Terdakwa mengumpulkan uang melalui Thoyib, Dr. Syarif Usman, Hariyadi Usman, Abdul Hakim, Uqbah, Afif Abdul Majid, Abdul Haris, Yudo dan Ubaid,” kata A Muhhammad Taufik saat membacakan dakwaan di Persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/2/2011).

Taufik menjelaskan senjata itu digunakan dalam berbagai aksi teror termasuk pada aksi penyerangan terhadap petugas polisi di depan Polsek Leupung dan di daerah Lembakeu, NAD.

“Juga perampokan bersenjata api di Warnet Newnet dan di Bank CIMB Niaga Medan yang menimbulkan suasana teror terhadap masyarakat luas khususnya masyarakat Aceh dan Medan. Sedangkan dampak tidak langsung namun meluas adalah masyarakat mengetahui banyaknya senjata api otomatis dan puluhan ribu peluru yang digunakan oleh orang-orang yang tidak berhak,” jelas Taufik.

Sebagaimana diketahui, pada dakwaan primer Baasyir dikenakan Pasal 14 jo Pasal 9 Undang-undang Republik Indonesia No 15 Tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Sedangkan dalam dakwaan subsidernya pengasuh Ponpes Al Mukmin, Ngruki itu didakwa Pasal Pasal 14 jo Pasal 7,Pasal 14 jo Pasal 11 terkait dengan perencanaan penggerakan, Pasal 15 jo Pasal 9 tentang Pemufakatan jahat, Pasal 15 jo Pasal 7,Pasal 15 jo Pasal 11,Pasal 13 a UU No.15/2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.
(crl)

Saya tidak akan mengomentari secara spesifik kasus Ba’asyir, karena memang tidak pernah mengikuti secara detil, hanya membaca sepintas lalu… dan sepertinya kita memang tidak bisa melihat umat islam sebagai umat dengan satu ideologi/ pemahaman… sama seperti umat kristen yang memiliki banyak sekali gereja, yang mungkin saja memiliki banyak pemahaman dan mungkin saja saling menyalahkan…

Tentang FPI, saya tidak mengikuti detil juga, tetapi kebetulan didepan rumah saya dulu pernah ada kantornya FPI, dan saya pernah sekali ngobrol2 dengan salah satu anggotanya…

Saya cerita ttg pemahaman Islam dulu, baru balik ke FPI…
Kalau dalam islam ada perintah amar ma’ruf nahi munkar (kerjakan kebaikan, dan cegahlah kemungkaran). Bagaimana mencegah kemungkaran ? dengan tindakan, kalau tidak mampu dengan kata2, kalau tidak mampu, maka dengan hati yang tidak setuju, tetapi itu selemah-lemahnya iman…
(hadist lupa sumbernya).

Permasalahannya adalah : identifikasi apa itu munkar, dan bagaimana mencegahnya… ini yang setiap orang bisa berbeda-beda mengartikannya…

Kembali ke FPI, dari ngobrol2 dengan teman FPI, katanya mereka hanya mencegah kemunkaran yang bisa berakibat ke masyarakat awam saja, bukan yang personal… jadi misalnya: ada non muslim mau pesta minum2, selama dia minum2 dalam rumah, dan tidak mengundang tetangga2nya secara terbuka, mereka tidak akan mengganggu, tetapi kalau mengundangnya terang2an secara terbuka, mereka pasti akan membubarkannya dengan segala cara.

Contoh kasus lain adalah pemilihan ratu kecantikan banci… ketika ramai diberitakan dikoran, FPI marah dan nekat akan membubarkan dengan paksa, sampai acaranya dibatalkan… kemudian acaranya diselenggarakan lagi, tetapi kali ini tanpa publikasi, FPI juga tidak bereaksi apa2.

Sampai disini saya setuju dengan pemikiran tersebut, cuman yg saya tidak tahu, bagaimana cara mengontrol ditingkat bawah agar tidak sampai berbuat yang berlebihan… dan ini diakuinya bahwa dalam beberapa kasus ada tindakan yang sampai berlebihan di arus bawah, tetapi hal ini selalu dievaluasi… begitu katanya…

Mohon semua statement saya dipandang sebagai statement pribadi, saya sedang tidak mewakili kelompok apapun…

Tentang jihad, Apakah Tuhan perlu dibela, nanti akan saya sambung…

Salam.