Ba'asyir: Latihan Senjata di Aceh Melaksanakan Perintah Allah

Kamis, 24/02/2011 11:59 WIB Ba'asyir: Latihan Senjata di Aceh Melaksanakan Perintah Allah Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid Ustad Abu Bakar Ba’asyir menilai latihan militer di Aceh adalah untuk ibadah. Ba’asyir membantah jika pelatihan tersebut dikaitkan dengan aksi terorisme di Indonesia.

“Jadi latihan senjata di Aceh untuk ibadah, itu melaksanakan perintah Allah, tapi
diplesetkan menjadi teroris, maka semuanya disebut teroris,” ungkapnya kepada
wartawan, sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl Ampera Raya, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Ba’asyir mengatakan yang menyebut latihan Aceh itu teroris, itu melecehkan Allah
karena orang tersebut tidak bisa membedakan antara ibadah dan pelatihan teroris.

"Saya hanya memberikan nasihat kepada pejabat yang mengaku Islam, yang memberikan nasihat Islam itu apa, kesimpulannya orang yang mengaku Islam dan orang yang percaya dengan Laa ilaaha illallah,"tutupnya. (mpr/nwk)

Densus 88 Disebut Baasyir sebagai Musuh Allah Kamis, 24 Februari 2011 - 12:55 wib Susi Fatimah - Okezone

JAKARTA - Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) KH Abu Bakar Baasyir menyebut Densus 88 sebagai musuh Allah dalam eksepsinya saat persidangan kasus terorisme.

Baasyir mengungkapkan hal tersebut sebagai tanggapan atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia dituduh telah menggerakan pelatihan fisik dan senjata di Aceh untuk tujuan teror.

“Hal ini perlu saya jelaskan karena menyangkut keimanan,” kata Baasyir saat persidangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2011).

Dituturkan Baasyir, setelah dirinya mendengar dari berbagai sumber dan keterangan di video pelatihan di Aceh yang tersebar di masyarakat. Maka dia meyakini hal tersebut berdasar dalil-dalil bahwa latihan fisik dan senjata di pegunungan Aceh adalah amal ibadah untuk mentaati perintah Allah agar umat Islam mengadakan I’dad, untuk menggentarkan musuh-musuh Islam dan musuh-musuh Allah.

“Tetapi ibadah I’dad yang mulia ini dilecehkan oleh musuh Allah Densus 88 dengan menuduh ibadah ini sebagai teror,” kata Baasyir.

Sayangnya, pemuda-pemuda Islam yang berusaha mentaati perintah Allah dan Rasulnya untuk mengamalkan ibadah I’dad ini, justru dituduh teroris dan diserang dengan bengis.

Padahal, kata Baasyir, I’dad ini diamalkan di gunung yang tidak terjangkau penduduk dan tidak ada penduduk yang terganggu, diresahkan dan merasa diteror.

“Penduduk mengerti bahwa latihan senjata /i’dad itu adalah ibadah, buktinya ada yang membantu memberi makanan. Hal ini disampaikan oleh salah seorang yang ikut terjun I’dad yang namanya Ubed dalam suatu sidang,” kata pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukaharjo tersebut.

baasyir menegaskan tuduhan ibadah mulia I’dad di Aceh sebagai perbuatan teror adalah merupakan tuduhan biadab yang tidak bermoral bahkan ini juga berarti menuduh Allah.(ugo)

Baasyir: Sayang, Senjata Tak Ada Izinnya Kamis, 24 Februari 2011 - 12:27 wib Susi Fatimah - Okezone

JAKARTA - Meski membantah tuduhan jaksa penuntut umum (JPU) bahwa dirinya menyediakan senjata kepada teroris di Aceh, Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), KH Abu Bakar Baasyir bersimpati terhadap pelatihan tersebut.

Baasyir mengungkapkan, pelatihan di Aceh bukan merupakan persiapan melakukan aksi terorisme. Namun merupakan perintah yang sesuai dengan syariah.

“Rasa simpati tersebut karena itu bagi umat Islam idad itu, bagi umat Islam itu hukumnya wajib. Setiap umat Islam harus bersimpati karena itu ibadah,” kata Baasyir
di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2011).

Bahkan, menurut Baasyir seharusnya senjata yang digunakan saat pelatihan tersebut ada izinnya. “Yang saya sayangkan pemberian senjata tidak ada izinnya,” kata pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukaharjo tersebut.

Baasyir dituduh dengan pasal berlapis dan melanggar Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Jika terbukti, dia terancam maksimal hukuman mati.(ugo)

atas nama syariah… :rolleye0014:

Bro Primadi membela orang yang salah.

dari sekian banyaknya tokoh-tokoh dan cendikiawan muslim semacam KH.Hasyim Muzadi,Dr. Dien Syamsudin,Prof.Dr.Quraish Shihab,Prof.Dr.Azyumardi Azra…dsb…dll…tak satupun yang tegas dan jelas memberi tanggapan atas ajaran ABB ini benar atau salah, hanya sekedar berslogan bahwa ajaran ini sungguh damai dan membawa rahmat…
ada apa,…??? :mad0261:

Mrk sdh “dipaku” dg pernyataan melaksanakan perintah Allah

sudah dijanjikan ketemu bidadari sih
dasar tua2 kunap ckck

Yang di bold merah, trus siapa klo gitu musuhnya?
Di gunung itu musuhnya siapa ya?

Definisi musuh juga ga jelas… :cheesy: :cheesy:

mbah basyir ini memang ga ada matinya,
dulu membantah ada pelatihan militer di aceh, sekarang begitu ketahuan dia ngeles kalau itu untuk ibadah.
ibadah apanya…???, apa merampok atm dan bank di medan termasuk membunuh polisi yg berjaga itu juga bagian dari ibadah…?? :mad0261:
penggunaan senjata api tanpa ijin oleh sipil di indonesia jelas ilegal, apalagi menyimpan senapan serbu…kalau pengen bebas menenteng senapan serbu mendingan berangkat saja ke afgan, iraq atau gaza melawan US dan zionis yg begitu di bencinya itu…(itupun kalau berani… :rolleye0014:)

yah maklum saja, musuh yang mereka maksud adalah orang kafir
dan orang kafir adalah yang tidak seagama dengan mereka

Kalau allah perlu dibela, maka sia sialah allah dan pembelanya
karena allah lemah
tidak ada
dan perlu dibela

kemarin di pos satpamku ada buku judulnya, “membela agama allah”
atapilo… ada2 aja

Susah kalau punya allah lemah perlu dibela pengikutnya

sudah terdoktrin dari kecil sih
dan akhirnya menjadi sebuah keharusan

berarti mereka lebih kuat dari allah mereka sendiri.

klo kita sebagai orang kristen hanya debu dan tanah :smiley:

Repot punya allah yang perlu dibela
pake kekerasan dan merusak lagi
bukankah itu perbuatan ibl…?

Satu pertanyaan untuk semua, apakah etis kalau kita membahas keburukan tokoh keyakinan lain seperti ini?
Kalau dipikir-pikir, akhirnya jadi sama saja seperti spammer-spammer yang datang cuma untuk copy paste artikel tentang pendeta-pendeta yang selingkuh. :slight_smile:
Salam

sory om moderator
habis kesel juga sih ^^
tapi etis ndak etis relatif juga

Etis dan tidak etisnya relatif juga sepertinya pak mod. mungkin karena terlalu kesal dan gemas melihat sepak terjang tokoh ini membuat banyak komentar yg malah menyerang keyakinan/agama pak ABB ini, tapi terlepas dari statusnya sebagai tokoh agama, kasus ABB ini menurut saya tidak masalah untuk dibahas karena dampak/ target operasi dari kelompok ABB ini adalah org2 diluar agamanya (otomatis kita juga termasuk), hanya mungkin komentar bernada merendahkan atau menghina yg mengarah pada ajaran yg bersangkutan supaya dihindari. semoga kedepan masing2 bisa mengeluarkan komentar dengan lebih bijaksana (saya juga tentunya :ashamed0004:)

-salam.end-