Ayah yang tidak tanggung jawab, tapi rajin khotbahin anak-anaknya.

Saya kenal seorang ayah yang sudah 9 tahun tidak membiayai hidup anak-anaknya (lebih dari 1 anak). Ayah ini cerai dari ibu anak-anak ini karena selingkuh, saat si ibu hamil anak bungsu. Begitu cerai, si ayah langsung mengawini perempuan penggoda.

Yang lucu setelah 9 tahun berlalu, si ayah mulai cari anak-anak, dan mengkhotbahi anak-anak untuk menghormati ayah. Padahal selama ini, si ayah tidak memenuhi kewajiban untuk biaya hidup anak-anak, sesuai perintah pengadilan.

Yang lebih aneh lagi, si ayah ini mengkritik si ibu yang selama ini sudah jungkir balik membiayai hidup semua anaknya. Si Ayah menghina-hina si ibu dengan harapan dapat menarik simpati anak-anak.

Akhirnya anak-anak ini tidak tahan, dan memaki-maki si ayah. Karena si ayah sampai sekarang ngumpet tidak tahu alamatnya, dan tetap mungkir bayar kewajiban untuk biaya hidup anak-anak. Hitung deh kalo sebulan Rp 3,5 juta aja selama 9 tahun berapa tuh?

Nah, ayah model begini bagusnya diapain ya?

  1. Didoakan cepet mati? Karena begitu mati, urusan warisan jadi lebih jelas dan lebih mudah dituntut
  2. Atau karena udah kelamaan, 9 tahun booo, nunggu Waktu TUHAN udah kelamaan, ya dikirimin geng motor untuk digebukin, biar mau bayar hak anak-anak?
  3. Atau tetap tunggu waktu TUHAN … entah kapan dan tetap beriman, bahwa TUHAN tidak pernah memberi cobaan melebihi kekuatan manusia, sementara kemampuan si ibu yang sudah makin tua untuk biaya anak-anak makin menipis…

waduhhhh… kejam sekali… ^^ apa tidak ada pilihan lain…???

Lupakan dendam dan masa lalu. Fokus kepada masa depan. Masa depan si ibu dan anak-anak lebih penting. Jangan buang-buang energi untuk hal yang sia-sia.

@mercy

1. Didoakan cepet mati? Karena begitu mati, urusan warisan jadi lebih jelas dan lebih mudah dituntut 2. Atau karena udah kelamaan, 9 tahun booo, nunggu Waktu TUHAN udah kelamaan, ya dikirimin geng motor untuk digebukin, biar mau bayar hak anak-anak? 3. Atau tetap tunggu waktu TUHAN ... entah kapan dan tetap beriman, bahwa TUHAN tidak pernah memberi cobaan melebihi kekuatan manusia, sementara kemampuan si ibu yang sudah makin tua untuk biaya anak-anak makin menipis...

Sis, sekedar mengingatkan, sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari kesalahan. Dan walau dosa dosa kita begitu menyakiti Tuhan, Ia tidak pernah bosan memberikan maaf dan pengampunan kepada kita. Sebesar apapun dosa yang kita miliki, dengan penyesalan yang sungguh sungguh, Ia akan mengampuni dosa kita.

Kita bukan Tuhan, itu betul, tetapi, selayaknya kita hidup menurut ajaran Nya. Jika Ia bisa mengampuni, maka selayaknya kita berusaha untuk mengampuni.

Karena :

Mat 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Mat 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Mrk 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Mrk 11:26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

1Kor 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Tetapi, mengampuni tanpa memberikan ganjaran terhadap kesalahan yang telah dilakukan bukanlah keadilan. Karenanya, sebagai anak anak dari si bapak itu, walau tetap wajib menghormati dan menghargainya sebagai bapa biologis mereka, sebaiknya tetap sarankan si bapak untuk mohon ampun kepada Tuhan dan istrinya dan juga anak anaknya. Bukan demi ego, tetapi agar Tuhan juga mengampuni kesalahan si bapak. Dan tentu saja agar hubungan harmonis sebagai keluarga kembali dapat terjalin dengan indah.

Syalom

Hai thanks responnya.
Memang selalu ada pilihan lain, tetapi sesak hati melihat anak-anak ini ditelantarkan si ayah. Sementara si ayah berhappy dengan genduknya.
Apalagi setiap menelepon anak-anak, ujungnya selalu si ayah ini mengelak untuk bayar dan malah cari-cari kesalahan Sang Ibu yang sudah berjuang selama ini untuk anak-anaknya.
Gitu loh, jadi yang kejam ya si ayah kan… wong binatang aja memberi makan pada anak-anaknya.

Ya terimakasih untuk responnya.
Kalau sudah tenang, biasanya anak-anak ini sudah tidak perduli sama sekali pada si ayah durhaka itu.
Namun si ayah nanti cari gara-gara lagi (dia punya banyak mata-mata kayaknya) sehingga selalu mengganggu kehidupan anak-anak ini.
Mungkin saya sarankan, anak-anak dan sang ibu pindah sehingga tidak bisa dilacak. Jadi tidak ada urusan ya.
Rejeki dari TUHAN … dan semoga mereka diberi TUHAN rejeki yang berkelimpahan sebagaimana firman TUHAN, (Matius 6:1-6)

Hai Bro, thanks responnya dan ayat yang menyejukkan.
Gimana kalo ternyata si ayah sudah lama punya istri simpanan (wah kayak buku PLBJ Bang Maman ya hahah) dan ternyata si istri simpanan ini yang punya dukun sehingga si ayah terlihat seperti kerbau dicocok hidung sampai melupakan anak-anak kandungnya. Sementara anak si istri simpanan (dari lelaki lain) ternyata dibiayai hidup oleh si ayah geblek ini …

Btw, memang harus mengampuni, karena itu membuat anak-anak dan sang ibu bebas (kalo si ayah terserah deh, egp …). Namun saya prihatin kalau saat si ayah mengganggu keluarga ini lagi, dan lagi. Maka salib untuk mengampuni ayah ini luar biasa beratnya dong. Padahal anak-anak ini masih kecil-kecil… Ya mohon dukungan doa ya. JBU

Sekuat apapun jampi jampi si dukun, saya koq lebih percaya pada kekuatan doa dan pertolongan dari Tuhan kita, sis. Jadi, dengan pengampunan dari pihak istri dan anak anak, maka kekuatan doa mereka akan menjadi sangat luar biasa. Doa mereka akan ‘terdengar’ oleh Tuhan. Dan biarkan kuasa doa dan berkat Tuhan yang mematahkan kuasa jampi jampi itu.

Btw, memang harus mengampuni, karena itu membuat anak-anak dan sang ibu bebas (kalo si ayah terserah deh, egp ..). Namun saya prihatin kalau saat si ayah mengganggu keluarga ini lagi, dan lagi. Maka salib untuk mengampuni ayah ini luar biasa beratnya dong. Padahal anak-anak ini masih kecil-kecil... Ya mohon dukungan doa ya. JBU

Dengan patahnya kuasa dukun, maka diharapkan sang ayah akan kembali menjadi ‘waras’. Semoga saja sis, dan tentunya kita doakan bersama.

Syalom

yang penting anaknya harus ampuni ayahnya dulu.

Petrus pun pernah nanya kaya gitu

Matius 18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”

Matius 18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Tuhan Yesus aja mau mengasihi kita, walaupun dulu kita berdosa, atau sekarang bahkan kita akan melakukan dosa, dia tetap mengasihi kita. Kita yang udah diampuni harusnya bisa mengampuni sih :smiley:

saran gue sih bawa doa aja terus, percaya sama Tuhan pasti ayahnya dipulihkan hatinya. Udah banyak kok kasus yang kaya gini, bahkan ada istri yang disiksa sama suaminya, selama 15 tahun istrinya disiksa trs, tapi akhirnya suaminya pun bertobat dan terima Tuhan Yesus.

ini temennya ya? Support terus temennya sis, jangan pernah patah semangat! Segala sesuatu terjadi pasti ada alesannya kok,
2 Korintus 7:10 “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”

Terus berharap sama Tuhan ya, Tuhan gapernah mengecewakan kita, ada juga kita yang sering mengecewakan Tuhan :’( hehe. Semuanya indah pada waktunya kok :afro:

jangan diapa-apain… kalau memang harus pindah sampai ga bisa dilacak ya pindah aja, toh… kl hidup ga damai sejahtera juga jadi bikin dosa kan? hahaha (ini solusinya)

(ini yg harus di ajarkan) yang jelas anak2nya & Ibunya harus mengampuni, yang anak biar gimana jahatnya ga boleh kurang ajar, dendam / benci

kalo aku mengalami sendiri, cuma bedanya mama hura-hura papa juga hura-hura…akibatnya anak-anak kehilangan dua figur ;D … cuma ya setelah struggling dgn kepahitan yg melilit sampai membusuk selama bertahun-tahun, akhirnya aku memutuskan untuk mengampuni…ngga mudah, sulitttt…banget… tapi mengampuni itu adalah perintah Tuhan dan saya selalu berdoa supaya suatu saat nanti ibu dan ayah bisa kembali bersatu walaupun secara mata manusia itu mustahil

mengampuni dan mengampuni…krn aku percaya dan yakin banget, Tuhan itu punya rencana indah dan besar walaupun saat ini aku ngga ngerti knp harus melihat keluargaku hancur ^^ aku percaya kalo aku ngga akan luput dari penjagaaNya …dan terbukti lho…walau aku tidak memiliki keluarga yg harmonis, TUhan ttp jagain aku, aku diberikan seorang suami yang benar-benar mengasihi aku dan menerima aku apa adanya dengan latar belakang keluarga yg kacau …dan aku mengampuni krn aku ingin kutuk ini putus sampe disini. kelak nanti aku tidak ingin anakku mengalami kepahitan dan kehancuran keluarga ato dpt suami yg nakal d(^^)b …jadi dimulai dari diri kita sendiri dulu…hiduplah benar dan hiduplah dengan tanggung jawab dihadapan Tuhan,nanti TUhan yang akan jaga keturunan kita walau kita sudah menutup mata d(^^)b

“For you see, in the end, it is between you and God. It was never between you and them anyway”

mercy yang no mercy… :ashamed0004:

AMIN…Untuk sis@ fcgunawan…
Hiduplah senantiasa dng terangnya Tuhan Yesus Kristus…pasti seisi keluaraga akan diselamatkan dan damai sejahtera-NYA selalu menaungi kita.

Shalom,

saya baru aja jadi Kristen dan tidak mengalami masalah yg seperti itu.
tapi kalo saya pribadi berpendapat, ayah seburuk apapun juga harus tetap dihormati oleh anaknya.

Kel 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu , supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Mat 19:19
hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Mrk 7:10
Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.

Dari ayat2 itu, secara pribadi saya juga merasa harus mengasihi orang tua kita. dulu saya juga pernah dengar kotbah hamba Tuhan ttg ayat2 ini. dan dalam kotbah nya kalau tidak salah dia bilang “Tuhan tidak tulis hormati ayah dan ibumu, kalau ayah dan ibumu baik kepadamu”. Di situ dia juga menambahkan begini, “Ini artinya Tuhan menuntut kita untuk menghormati orang tua kita apapun juga kondisinya”

(mohon koreksi bila ada salah) :slight_smile:

Dari ayat2 itu, secara pribadi saya juga merasa harus mengasihi orang tua kita. dulu saya juga pernah dengar kotbah hamba Tuhan ttg ayat2 ini. dan dalam kotbah nya kalau tidak salah dia bilang "Tuhan tidak tulis hormati ayah dan ibumu, kalau ayah dan ibumu baik kepadamu". Di situ dia juga menambahkan begini, "Ini artinya Tuhan menuntut kita untuk menghormati orang tua kita apapun juga kondisinya"

(mohon koreksi bila ada salah)

Sekedar tergelitik dengan pernyataan anda.

Andaikan orang tua kita adalah perampok dan pembunuh, apakah kita juga harus patuh pada perintahnya?

Syalom

Tuhan mampu memberkati ibu supaya dapat membiayai kehidupan anak2. Tetap doakan saja sang ayah supaya bertobat, tapi tidak usah dendam.

Hai bro, nasib kita sama. Tetapi ayah saya kalau dibilang lebih Kejam loh dan lebih lama dari 9 tahun, tetapi bro tenang aja, roma 8 : 28 itu sangat nyata dan sangat memberkati hidup keluarga saya sekarang bro, walaupun ibu sudah di surga. Memang pahit dan pedih bro lihat masa lalu tetapi kalau org dlm Tuhan percayalah masa depan di jamin. Amin.
Pahit manis dunia sudah di alami keluarga saya, walau sesaat jatuh tetapi tangan Tuhan selalu menolong. Gbu ya bro

For all the respons, thanks a lot

Saya akan sampaikan kepada anak-anak ini , bahwa Tuhan tidak pernah sembarangan menempatkan rencananya, pasti ada maksud. Kalau mereka terkesan dapat “sial” karena kebagian ayah yang jahat, tetapi itu sebenarnya rencana Tuhan menguji mental dan kesabaran ya.
Untuk tahapan tetap menghormati si ayah, ya secara manusia tidak bisa otomatis, jadi perlu waktu. Apalagi anak-anak ini masih remaja, yang sedih kalau diboongi bapake terus.
Sementara ini lebih baik menghindari komunikasi dengan ayah tersebut. Tidak memusuhi, tapi tetap wise dan punya strategi menjauhi orang yang menyakiti hati terus menerus kan?
Saya pernah membaca tulisan : tindakan yang paling bagus dan bijak, untuk menghindari orang yang jahat, sombong, licik, mau menang sendiri, egois adalah sama sekali tidak membuka celah komunikasi dengan dia.

Btw thanks atas repon-responnya. untuk sahabat yang juga mengalami hal sejenis, Prapapap, FcGunawan thanks. Testimoni Anda semua makin menguatkan untuk menjadi ANAK yang berhasil sekalipun hidup dalam keluarga yang broken home. Be Blessings.

Shallom,
tapi dari post saya yang sebelumnya saya hanya menekankan untuk menghormati dan juga artinya untuk mengasihi orang tua kita.
Kalau kita mengasihi, kita akan mendoakan dia agar bertoba biarpun sekarang profesinya adalah perampok dan pembunuh. Dengan kata lain, saya merasa 3 pilihan yang disiapkan oleh saudara Mercy Sihombing menunjukan kalau dia kurang mengasihi orang tua nya. Saya hanya mencoba mengoreksi saudara Mercy Sihombing, tapi kalau menurutnya saya salah… yah saya tidak bsa apa2.

Gbu :slight_smile:

thanks atas dukungan doa. Semoga si ayah segera waras … tetapi kemungkinan keciiiil, karena kabarnya sampai kemarin tuh, si ayah geblek ini malah ngirim sms ke anaknya, untuk sekali lagi, memaki-maki sang ibu. Jadi walaupun sang anak dan sang ibu jungkir balik mendoakan si ayah, tapi kalau si ayah nggak mau tobat juga dan tetap berasyik masyuk dengan pelacurnya … mo bilang apa ya. Cuma bingung, Tuhan kok nggak bertindak juga … 9 tahun booo mendoakan, kok si ayah malah tambah jahat ya.