Ayah temanku yang bernafsu gila

Shalom,
Kisah ini saya tujukan buat penyelesaian masalah teman saya.
Saya sangat kenal dengan akrab dengan teman saya.
Sebut saja namanya “si A”(laki-laki),dy punya pacar sebut saja “si B”.
Si A sudah bercerita panjang lebar mengenai si B yang selalu diperlakukan tidak sewajarnya oleh ayahnya si B
Si B,yang adalah wanita yang sudah ya sudah dewasa,selalu dipaksa oleh ayahnya sendiri untuk mau sekedar membuka bajunya,dengan alasan bahwa ayahnya si B senang…
Keadaan ini terus berlangsung selama beberapa tahun ini, tanpa ada perlawanan.
Alasannya adalah si B takut karena tiap kali tidak dipenuhi,semua kenutuhan hidupnya akan dihentikan,termasuk uang sekolahnya yang diancam tidak diberikan,tidak dikasi sekolah,atau pun tidak dikasih uang saku,dll,bahkan diusir dari rumah
Ibu si B sendiri,tidak tahu karena selama ini,dilakukan saat tidak ada ibunya di rumah
Lagipula ayahnya pacarnya teman saya ini satu-satunya yang bisa menghasilkan uang,jadi paling berkuasa…(tepatnya bekerja di Newmont yang pulangnya 3 hari 6 hari kerja di pulu seberang)
Cerita ini adalah kenyataan yang sedang terjdi dan tidak ada rekayasa,sebagai orang beriman teman saya sendiri sangat sulit mencari solusinya,
Sya sebagi temannya juga bingung,
TOLONGIN TEMAN SAYA YA???Minta doa dan solusinya,saya tunggu segera,kasihan teman saya ini
GBU

repot juga ya … udah coba minta bantuan ke kakak rohani kamu … ??
tapi kalau bisa yang minta pertolongan tu dari si “B” nya sendiri …soal nya itu masalah internal keluarga si “B” …
di luar itu orang lain cuma bisa kasih simpati n dukungan doa n moril aj …
tapi kalau si “B” nya sungguh-sungguh dalam doa … pasti dapet jalan keluar nya … ( palagi kalau doa nya ke TUHAN YESUS :afro: )

Saya dan kawan saya sudah berdoa, dan si B sendiri sudah berdoa, namun apa yang dirasakan si B selama beberpa waktu ini masih belum ada hasilnya menurut si B yang saya tau dari si A kawan saya sendiri
Saya sudah sering mengatakan bahwa, sebaiknya si A menyibukkan diri saat ada ayahnya dan ibunya tidak ada di rumah,menurut saya, ini masuk akal karena keadaan tidak ada sang ibu, membuat ayah akan lebih leluasa melkukan hal-hal yang di luar dugaan
sementara si B kalau udah kepepet ya nurut-nurut aja, kan itu sedah melanggar kehormatannya sebagai wanita dewasa…apalagi oleh ayahnya sendiri yang adalah darah dagingnya sendiri…
Masalah lainnya juga, kalau kita langsung to the point pada ayahnya,wah. . . .
pasti kita kalah, karena itu bukan urusan kita,itu kan sangat internal. … . … . . . namun karena tidak ada perlawanan itulah,saya dan kawan kawan berpikir,
bagaimana sebaiknya kita bertindak???

Si B harus BERANI menolak permintaan ayahnya (tidak ada macan yang makan anaknya).
Apabila tidak berhasil harus diberitahu kepada ibunya (selesaikan masalah di keluarga dulu).
Apabila sudah, tidak berhasil juga , harus minta bantuan pihak ketiga (konselor gereja anda), karena SEXUAL ABUSE sudah masuk keranah HUKUM.

JBUs

itu ga salah penulisan bro ben,

sebaiknya/sebaliknya?

gmn bro?

wah…perilaku yang aneh,…
gini aja,temenmu harus brani nolak ajakan ayahnya,perlu keberanian, ini yang ngebuat kecanduan ayah si B,GAK ADA PERLAWANAN, selain doa yang bener2 doa! paling enggak lapor aja ma pendeta/bapak rohani,turs lok situasinya tepat ajak ketemuan,si B,pendeta dan ayah si B,lok bisa cari pendeta yang berkualitas dalam rohani.jangan sampai si B memiliki akar pahit terhadap si ayah,karena itu bisa dipakai setan untuk mengagalkan pertobatan ayahnya, doa puasa ya…
TYm

pertama-tama DOA.
kedua beraksi.

kasian amat yah temannya, kita doakan sama-sama yach agar dia punya jalan keluar yang terbaik.

sebaiknya mungkin kalo ada ayahnya dirumah usakan agar si B tidak berdua aja. pergi keluar rumah atau ajak adek atau teman kerumah.

si B udah berapa tahun? kalo emang udah dewasa, lari aja dari rumah, bikin surat yg pasti nyampe ke si ibu berisi penjelasan, apakah si A mau support si B gak?

banyak kok pasangan yg cuma lulusan sma tapi hidup dengan bahagia, walau gk terlalu berkecukupan pada saat itu

Sebaiknya doa dan puasa juga bro

Coba si B cerita ke mamanya, curhat… Tapi buat suasananya tenang…
Jangan sampe mamanya juga ikutan panik n malah kacau nantinya…
Biarkan mamanya berfikir untuk memecahkan masalah itu…

Yakin deh… seorang ibu pasti pengen anaknya bahagia, n ga mau anaknya tertekan…
Tanpa harus melakukan perlawanan ekstrim sama suaminya.
Karna dia juga seorang istri yang juga pasti menginginkan rumah tangga yang kokoh…

Ya paling ga diselesaikan dalam internal keluarga dulu…

wah, repot dah. mending cari kesibukan. BOkap di rumah, anak pergi. Abis ribet juga, ngerinya ayahnya macem2 lebih jauh…

Hmm, mungkin intern dulu aja…
Coba si B terbuka ma nyokapnya…
Karna bagaimana pun ibu adalah penengah…
Tapi hati2, ngomongnya pelan2 biar nyokapnya ga langsung ngamuk…
Supaya nyokap bisa mencari jalan terbaik untuk keluarganya…
:slight_smile:

yah…bisa2 mlh nyokap ama bokap mlh berantem terus bisa divorce…

ya dibicarainnya waktu bokapnya lagi pergi donk…
Trus hanya tinggal si B n Nyokap nya aja…

Lebih baik jangan to the point dulu… Sebelumnya ngobrol apa gitu kek…
Nah, kalo sikon udah dirasa nyaman, baru deh masuk dalam pembicaraan serius…
Ceritanya pelan2 aja… Ceritakan apa yang selama ini dialami…

Hmm, sebagai wanita yang sudah berkeluarga, dia pasti akan bijak dalam menghadapi ini…
Ga langsung kebawa emosi untuk mengambil keputusan cerai gitu aja…
Kalo bisa sih setelah curhat, ibu dan anak ini doa bersama untuk suami/ayahnya…

:slight_smile:

Menurut aku ada sebaiknya si “B” menghindar, maksudnya jangan tinggal serumah dengan ayahnya, tp tentu saja didoakan dahulu sebelumnya. Untuk “B” sendiri setelah dia keluar dari Rumah (dlm hal ini dalam keadaan baik2) aku himbau, aktif dalam kegiatan gereja, namun untuk sementara waktu hindari segala hal yang berhubungan dengan ayahnya, sampai “B” dipulihkan, karena ini menyangkut Luka Bathin.

Bagaimana agar pemulihan itu terjadi? Hal itu terjadi saat dibangunnya keintiman dengan Tuhan, namun memang saat saat seperti ini, Si “B” memerlukan bantuan dari orang lain, aku anjurkan untuk “B” mengikuti kebaktian pelepasan, atau menghubungi konselor. Hanya melalui tangan Tuhan “B” bisa dipulihkan sehingga luka bathin nya disembuhkan dan dia dapat mengampuni ayahnya. Dan percayalah…saat pemulihan diri terjadi…pemulihan yang dari Tuhan akan mengalir dan memulihkan seluruh keluarga termasuk ayahnya “B” yang terikat oleh roh percabulan tersebut.

Satu hal percayalah bahwa Roh yang ada didalam kita lebih besar dari roh apapun…

Yesus Kristus juruselamat kita, memberkati :slight_smile:

AMien

tapi mungkin menurut gw, ad baiknya gertak aje tuh bokapnya, omelin…tapi itu klo dh diomongin baik2…bukan mslh dosanya y ngomelin bokap, tp soal bela diri neh…

terpaksa bilang ke ibunya secara baik2…lalu rembukan bersama bila tidak bisa minta bantuan pdt dan hamba tuhan d gereja, omong baik2 dicarai jln keluarnya bila tidak bisa ya lapor ke polisi lha wong udah masuk pelecehan itu kan pidana. jgn takutlah masalah ekomomi Tuhan pasti beri jalan keluar http://iwan-agustinus.blogspot.com

lapor polisi aja
malu hrs ditanggung kalo mau ayahnya bagus nantinya hao kan la yao

setuju, saya rasa ini pilihan yang paling tepat, lapor polisi.