awal mula Alkitab ???

mau tanya ne???

Alkitab pertama kali tuh di tulis dalam bahasa apa ya?..

karena jika di Logikakan…

  • penulis Alkitab tuh gak hanya 1 orang saja melainkan lebih
  • tempat kejadian menulis Alkitab juga tidak hanya 1 tempat melainkan banyak

apakah semua menggunakan bahasa yang sama?
terus awal Alkitab menggunakan bahasa apa???

Awal pertama kali penyusunan Alkitab maksudnya?

yang jelas dan selalu saya denger, bahwa Alkitab itu di tulis dalam bahasa manusia…atau bahasa yang dimengerti oleh manusia tentunya…bukan bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia.
manusia zaman Perjanjian Lama…ada bangsa israel dan Alkitab memang diturunkan di dalam bangsa
tsb…jadi ada bahasa aram,ibrani,yunani…terus di zaman Perjanjian Baru ( zaman TYK hidup ) ada bahasa yunani, juga ibrani…Itu semua secara pandangan umum…karena saya bukan ahli sejarah.

Alkitab terdiri dari:
39 kitab Perjanjian Lama atau kitab-kitab bahasa Ibrani; karena 97% isinya ditulis dalam bahasa Ibrani
dan sisanya dalam bahasa Aramaik.

27 kitab dan surat Perjanjian Baru atau kitab-kitab bahasa Yunani; karena ditulis dalam bahasa Yunani
oleh para pengikut Kristus (disebut sebagai orang
Kristen).

Kitab-kitab Deuterokanonika atau Apokrif (hanya dipakai oleh gereja Katolik Roma dan Ortodoks dan
jumlahnya berbeda-beda menurut denominasi.
Kristen Katolik memakai 7 kitab dan 2 tambahan pada kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya.)

maksudnya Alkitab pertama kali tuh di tulis dalam bahasa apa???

berarti awal Alkitab tidak begitu dipastikan dalam bahasa yunani ya karena ada campuran dari ibrani gitu…

apa bisa di artikan gak ya kalau Alkitab dulunya tidak jadi satu melainkan gabungan dari Kitab2…

dan jangan2…
Alkitab kepanjangan dari “All Kitab” (semua kitab)
sebenernya membingungkan tapi ini seru untuk di pelajari?..
hehhee

GB deh…
†††

Yang saya tw yang nulis alkitab itu para nabi dan rasul
yang ditunjuk Allah untuk menuliskan perkataan-perkataan-Nya
yang mereka terima: melalui telinga,
penglihatan mata dan alam roh, mimpi dan
cara lainnya.klw mengenai bahasanya tergantung nabi/rasul tsb.

Kata “Alkitab” adalah kata dalam bahasa Indonesia serapan dari bahasa Arab yaitu kata sandang “al” dan “kitab”. Kata “kitab” sendiri berasal dari akar kata yang berarti “menulis”, dapat dibandingkan dengan kata Ibrani כתב - KATAV" dan kata Aram כתב - KETAV.

wah ada om sarapan pagi…
Serahin deh sama ahlinya he…he… :smiley: :afro:

Alkitab ditulis oleh murid para Rasul dan dikanonkan oleh Gereja Katolik, ketika terjadi Skisma Orthodox kemudian gerakan protestan (anglikan, lutheran dan calvinisme) maka protestan dan orthodox menentukan kanon sendiri untuk PL, sedangkan PB kurang lebih sama :slight_smile:

Thx deh untuk semuanya…

hmm…
trus awal sendiri Alkitab jadi utuh dari PL hingga PB tuh dalam bahasa apa ya???

Perjajian Lama (PL) ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aram (sebagian kecil), dan tergantung dari waktu bagian tertentu ditulis dlm bahasa apa. Bagian-bagian yang paling kuno dari PL ditulis dalam bahasa Ibrani, yang merupakan bahasa sehari-hari dari bangsa Israel
pada zaman itu. Lalu, berabad-abad kemudian, dipakai bahasa Aram. Perbedaan antara bahasa Ibrani dan bahasa Aram dapat digambarkan sebagai perbedaan antara bahasa Melayu Kuno dan bahasa Indonesia sekarang.

Jadi sama-sama bahasa orang Israel, namun yang satu dari zaman dahulu (kuno) yang lain dari zaman kemudian (modern), khususnya zaman YESUS dan para Rasul. Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa bahasa Ibrani adalah “Aram kuno,” dan bahasa Aram adalah “Ibrani modern.” Tetapi dalam periode yang lebih kemudian lagi, sudah menjelang zaman YESUS, orang menulis tidak hanya dalam bahasa Aram tetapi juga dalam bahasa Yunani. Maka dalam PL bagian terbesar ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan sebagian kecil dalam bahasa Aram dan juga bahasa Yunani.

Perjanjian Baru (PB) seluruhnya ditulis dalam bahasa Yunani, walaupun pada jaman PB didominasi oleh bahasa Ibrani Aramaik, saya ingin memberikan gambaran singkat mengenai kedudukan ketiga bahasa itu pada zaman YESUS, seperti kita sering berbahasa daerah (betawi, sunda atau jawa) tetapi dalam penulisan tetap dengan bahasa Indonesia.

Salah satu keunikan Injil adalah pewartaan YESUS mula-mula di tengah dunia yang multi etnik dan multilingual di Galilea pada abad pertama Masehi. Dalam Yesaya 8:23 dinubuatkan daerah pelayanan Sang Mesiah: DEREKH HAYAM 'EVER HAYARDEN GELIL HAGOYIM (jalan ke laut, daerah seberang Yordan, Galilea wilayah bangsa-bangsa). Latar-belakang ini sangat mempengaruhi corak keagamaan Kristiani sejak semula. Beberapa ahli menyimpulkan, bahwa YESUS dan penduduk Galilea khususnya dan Israel pada umumnya berbicara dalam bahasa Ibrani, Aram dan juga bahasa pergaulan/ bahasa kaum cendekiawan Yunani.

Pertama, mengenai bahasa Ibrani dan Aram sebagai dua bahasa serumpun. Kedua bahasa ini erat bertalian, banyak kata dalam kedua bahasa ini sama. Tata bahasa dan sintaksisnya juga sama. Pada zaman Abraham (kira-kira 1900 SM) kedua bahasa itu dapat dikatakan identik, artinya belum terpecah satu sama lain. Dalam sebuah liturgi Yahudi kuno, disebutkan mengenai Abraham: 'ARAMI OBED 'AVI, "Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara (Ulangan 26:5). Tetapi berabad-abad kemudian (kira-kira 1100-722 SM) dari bahasa yang satu itu melahirkan dua cabang bahasa: Ibrani di kalangan orang Yahudi di Palestina dan bahasa Aram di kerajaan-kerajaan Aram di Mesopotamia: Damaskus, Zobah dan Hamat. Bahasa Ibrani dipakai oleh Saul, Daud, Salomo dan nabi-nabi lainnya, sehingga Perjanjian Lama untuk sebagian besar ditulis dalam bahasa ini. Bahasa Ibrani (atau dikenal sebagai bahasa Ibrani klasik) bertahan sebagai bahasa resmi kerajaan Israel sampai jatuhnya Yerusalem tahun 587 sM.

Sementara itu, bahasa Aram berkembang pesat ketika orang-orang Asyiria menguasai kembali Mesopotamia (883-606 SM) dan akhirnya bahasa Aram menjadi bahasa resmi kerajaan. Keadaan ini semakin kuat di kalangan orang-orang Babel (606-539 SM) dan kelak di kalangan Persia (539-333 SM). Pada zaman ini bahasa Aram terus mendesak bahasa Ibrani sampai zaman YESUS, khususnya di wilayah Galilea, Samaria dan daerah-daerah sekitarnya. Pada zaman itu bahasa Aram tersebar luas sebagai “lingua franca” di wilayah Timur, sedangkan bahasa Yunani dipakai sebagai "lingua franca di wilayah Barat. Sementara itu bahasa Ibrani membeku sebagai “bahasa suci” atau “bahasa liturgus” di Bait Allah dan sinagoge-sinagoge Yahudi.

Kendati secara praktis bahasa Aram berbeda dengan bahasa Ibrani klasik, tetapi pada zaman YESUS bahasa Aram disebut juga sebagai bahasa Ibrani. Hal ini tampak pada catatan-catatan Perjanjian Baru, yang menyebut kata-kata Aram seperti: δε γαββαθα – gabbatha (Yohanes 19:13) sebagai bahasa Ibrani juga. Begitu pula, sejarahwan Yahudi Flavius Yosephus memberitahukan kepada kita bahwa ia menulis bukunya The Jewish War dalam “bahasa Ibrani”, meskipun kenyataannya ia menulis “dalam dialek Ibrani”, yaitu bahasa Aram. Karena pada zaman itu bahasa Aram, kendatipun dibedakan dari bahasa Ibrani sebagai “bahasa kesusasteraan rabbinis” (yang biasa disebut juga bahasa Ibrani Mishnah), tetapi bahasa Aram hanya dianggap sebagai dialek bahasa Ibrani tutur Galilea. Karena itu, Petrus dikenali karena dialek bahasanya (Matius 26:73).

Bahasa Ibrani, Aram maupun Yunani dijumpai bersama-sama di wilayah Israel pada abad pertama Masehi. Penemuan inskripsi-inskripsi kuno (graffiti, monogram dan simbol) di bekas sinagoge Kapernaum yang ditulis dalam bahasa Ibrani Aram, Paleo-estrangelo Syriac, Yunani, bahkan Latin membuktikan dunia multi-etnik dan multi-lingual YESUS KRISTUS.

Kalau begitu, bagaimana mengucapkan nama Sang Juru Selamat yang sah? YESYUA, IESOUS atau JESUS/YESUS? Jawabnya, semua sah-sah saja, karena semua bahasa itu hidup pada zaman-Nya. Jadi, dalam bahasa Aram inilah YESUS berbicara sehari-hari dan mengajar murid-muridnya, begitu juga ketika dikatakan bahwa YESUS bebicara dengan Paulus dalam bahasa Ibrani (Kisah 26:14), kemungkinan besar dalam bahasa Ibrani tutur Galilea atau Aram. Tetapi ketika membaca Taurat dan Kitab Nabi-nabi di sinagoge, pasti YESUS mengucapkannya dalam bahasa Ibrani (Lukas 4:18-20). Tetapi YESUS juga berbicara dalam bahasa Yunani, misalnya dalam percakapannya dengan seorang perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10).


Tambahan :

Mengenai Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani :

Kita tinjau dari segi sejarahnya dahulu :

Tokoh sejarah Iskandar Agung (th. 356-323 sebelum Masehi) dari Makedonia, atau Alexander the Great, atau di kalangan muslim dan melayu sebagian menyebutnya dengan nama Iskandar Zulkarnain. Adalah salah satu tokoh terhebat yang pernah hidup, tetapi mati muda, telah menaklukkan tiga benua, Eropa, Afrika dan Asia. Di Afrika, Alexander menaklukkan Mesir dan mendirikan kota Alexandria atau dalam bahasa Arabnya, Iskandariah. Di benua Asia, dia menaklukkan Iran sampai ke India. Pada tahun 332 sM Alexander datang ke Yerusalem. Terhadap semua daerah jajahannya Alexander mempersatukannya dengan membuat Koine Dialek, (Istilah koine itu berarti umum); jadi Koine Yunani berarti bahasa Yunani yang berlaku untuk umum untuk masyarakat luas. Sebelum Alexander berkuasa, bahasa Yunani merupakan campuran dari sejumlah dialek atau bahasa daerah. Ketika Alexander berkuasa, ia berupaya agar bahasa Yunani itu menjadi bahasa yang digunakan untuk umum atau masyarakat luas. Pada masa penjajahannya Alexander juga membangun infrastruktur dengan pembangunan jalan-jalan yang menghubungkan daerah satu dengan yang lain pada wilayah jajahannya, dan kemudian ratusan tahun kemudian memberikan kemudahan bagi para Rasul untuk memulai mengabarkan Injil, tentu saja kita boleh memandang hal ini sebagai kemudahan karena Para Rasul tidak perlu “babat alas”, dan dengan mudah melalui jalan-jalan yang sebelumnya telah dirintis mulai dari masa pemerintahan Alexander Agung itu.

Mengapa Alexander begitu hebat?, perlu diingat bahwa dia adalah anak didik dari seorang Filsuf dan Ilmuwan terkemuka Yunani yaitu Aristoteles (384-322 sM). Bisa diartikan pikiran yang ada di otak Alexander adalah buah pikir dari Aristoteles. Tuhan memberi hikmah kepada mereka untuk menciptakan, mengeksplorasi dan menyebarkan Ilmu-ilmu, Budaya, Seni, Olah raga, Tata Bahasa, Kesusastraan, dan lain-lain. Dari situ kita bisa menangkap sebuah maksud, mengapa Allah mengizinkan bangsa-bangsa kafir menjajah umat pilihan Allah itu, atau dalam pemikiran yang lebih sederhana, kita bisa melihat bahwa hal tersebut mungkin diijinkan Allah untuk mempersiapkan kedatangan KRISTUS ke dunia, hingga demikianlah jalannya. Taurat yang sifatnya eksklusif itu akan sulit untuk ditransferkan ke bangsa lain selain Yahudi. Perlu sebuah bahasa diluar bahasa orang Yahudi untuk mengabarkan Injil YESUS.


Karena pengaruh Alexander dengan koine Yunani-nya, juga adanya bangsa Romawi datang menjajah. Maka di zaman YESUS KRISTUS, ada empat bahasa digunakan yaitu :

  • bahasa Ibrani sebagai bahasa ritual,
  • bahasa Aram sebagai bahasa sehari-hari,
  • bahasa Yunani yang digunakan oleh orang Yahudi pendatang dan kaum cerdik pandai
  • bahasa Latin yang digunakan oleh bangsa Romawi yang menjajah Israel saat itu.

Bahasa Yunani pada saat itu ibarat bahasa Inggris dewasa ini, digunakan hampir di sebagian besar Asia Timur, Afrika Utara, Eropa. Hal ini barangkali dapat disamakan di era pra kemerdekaan RI, ada bahasa Belanda, bahasa Melayu, bahasa Jepang, Inggris, dan lain-lain.

Menjelang abad ke-20 Masehi, berkat jerih payah Eliezer ben-Yehuda (1858-1922) bahasa ritual yang hanya digunakan di sinagoga mulai digunakan sebagai bahasa percakapan dan bahasa percakapan yang dapat dikatakan sebagai bahasa Ibrani modern ini dikenal dengan istilah עִבְרִית - 'IVRIT.

Dewasa ini ada dua dialek bahasa Ibrani yakni dialek Sefardik dan Asykenazik. Orang Yahudi di Israel menggunakan dialek Sefardik (Yahudi Timur-Tengah) sedangkan yang berada di perantauan seperti Eropa menggunakan dialek Asykenazik (orang Yahudi di Jerman, Polandia, Austria dan Eropa Timur).

Perbedaan dialek ini pun tidak terlalu menyolok, misalnya dialek Sefardik mengucapkan Israel dengan “YISRA’EL” sedang Asykenazik mengucapkannya ‘YISRO’EL’. Demikian pula kita mendengar perbedaan pengucapan kata ‘SYABAT’ dengan ‘SYABOS’, ‘BERESYIT’ (Kejadian 1:1) dengan ‘BEREISY’, ‘ADONAY’ dengan ‘ADONOY’.

Pengucapan bahasa Ibrani purba mirip dengan bahasa Arab, mengucapkan suatu kata seperti mau membersihkan tenggorokan.

Bukti Perjanjian Baru tentang adanya multi-lingual pada zaman YESUS :

Silahkan baca :

* Yohanes 19:19-20
19:19 LAI TB, Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “YESUS, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”
KJV, And Pilate wrote a title, and put it on the cross. And the writing was JESUS OF NAZARETH THE KING OF THE JEWS.
TR, εγραψεν δε και τιτλον ο πιλατος και εθηκεν επι του σταυρου ην δε γεγραμμενον ιησους ο ναζωραιος ο βασιλευς των ιουδαιων
Translit interlinear, egrapsen {menulis} de {adapun} kai {juga} titlon {tulisan} ho pilatos {pilatus} kai {dan} ethêken {meletakkan} epi {di aats} tou {itu} staurou {salib} ên {itu} de {dan} gegrammenon {tertulis} iêsous {YESUS} ho nazôraios {Orang nazaret } ho basileus {Raja} tôn ioudaiôn {(orang-orang) Yahudi}

19:20 LAI TB, Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana YESUS disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
KJV, This title then read many of the Jews: for the place where JESUS was crucified was nigh to the city: and it was written in Hebrew, and Greek, and Latin.
TR, τουτον ουν τον τιτλον πολλοι ανεγνωσαν των ιουδαιων οτι εγγυς ην της πολεως ο τοπος οπου εσταυρωθη ο ιησους και ην γεγραμμενον εβραιστι ελληνιστι ρωμαιστι
Translit interlinear, touton {ini} oun {lalu} ton titlon {tulisan} polloi {banyak} anegnôsan {membaca} tôn ioudaiôn {orang-orang Yahudi} hoti {sebab} eggus {dekat} ên {adalah} tês poleôs {kota} ho topos {tempat} hopou {dimana} estaurôthê {disalibkan} ho iêsous {YESUS} kai {dan} ên gegrammenon {tertulis dalam} hebraisti {bahasa Ibrani} ellênisti {bahasa Yunani} rômaisti {bahasa latin}

Ayat diatas membuktikan multi-etnik dan multi-lingual di zamannya Tuhan YESUS KRISTUS. Dicatat bahwa inksripsi di atas kayu salib YESUS dicatat dalam bahasa Ibrani, Yunani dan Latin. Untuk pembaca bisa membayangkan, selain teks asli Yunani, di bawah ini dapat kita ikuti rekonstruksi bunyi inskripsi itu dalam Ibrani (baik Ibrani Mishnah maupun Ibrani tutur) dan juga dalam bahasa Latin:

iêsous ho nazôraios ho basileus tôn ioudaiôn (bahasa Yunani)

YESYUA NATSERI MELAKH HA-YEHUDIM (bahasa Ibrani Mishnah).

YESHUA NATSRAYA MALKA DA YHUDEIM (bahasa Aram/Syriac).

Iesus Nazarenus Rex Yudaerum (bahasa Latin).


Pemahaman diatas memberikan kita satu jawaban mengapa Perjanjian Baru dalam Alkitab kita yang asli adalah ditulis dalam bahasa Yunani. Banyak kalangan non-Kristen mempertanyakan hal ini, mengapa Injil tidak ditulis dalam bahasa Ibrani atau bahasa Aram, bahasa sehari-harinya YESUS?. Pada waktu itu bahasa Yunani adalah bahasa pergaulan, terutama di kalangan kaum terpelajar, sering digunakan oleh orang Yahudi pendatang sebagai bahasa pergaulan di Timur Dekat; pada umumnya Yahudi pendatang berbahasa Yunani ini mengunjungi Yerusalem untuk perdagangan dan berziarah ke Bait Allah. Pada masa itu pula naskah-naskah Perjanjian Lama berbahasa Ibrani (Tanakh Ibrani) diterjemahkan kedalam bahasa Yunani yang dikenal dengan Septuaginta. Selanjutnya dengan datangnya Bangsa Romawi pada tahun 63 sM tambah lagi satu bahasa di wilayah itu yaitu bahasa Latin.

Pada masa Perjanjian Baru ditulis, koine Yunani sudah menjadi bahasa yang digunakan secara luas oleh bangsa Israel. Perjanjian Baru yang tertulis dalam Koine Yunani menandakan bahwa YESUS bukan milik bangsa Yahudi saja. Seiring bertambahnya waktu dan berkembangnya jaman, karya dari para-rasul yang mengemban secara teguh Amanat Agung YESUS KRISTUS agar berita Injil dapat dinikmati semua bangsa. Bahasa Yunani adalah bahasa yang sangat representatif untuk menyampaikan Firman Allah, salah satu contohnya : ada kata agape, filia, eros dan storge, yang semuanya diterjemahkan dengan kata “love” (Inggris) dan “kasih dan cinta” (Indonesia). Hanya kata Yunani yang bisa menggambarkan Kasih Allah secara tepat yaitu AGAPE.

Blessings,
BP

@sarapanpagi : jawabanya mantappppppp ya :afro:… ini pak pendeta kayaknya

Bukan, awam saja.

Mantap bro Sarapan Pagi :afro:

Tambahan:

4 Injil Perjanjian Baru ditulis oleh murid dari Para Rasul, sedangkan Alkitab disusun oleh murid dari murid Para Rasul pada abad ke 5.

Berbagai ahli theologi rata2 menyatakan sebagai berikut:
Markus: Tahun 73 (40 tahun setelah TUHAN YESUS naik kesurga)
Matius: 100 (70 tahun setelah TUHAN YESUS naik kesurga)
Lukas: 100 (70 tahun setelah TUHAN YESUS naik kesurga)
Johanes: 110 (80 tahun setelah TUHAN YESUS naik kesurga)

Jadi ke 4 Injil tersebut ditulis dengan rentang waktu 40-80 tahun setelah Kenaikan TUHAN YESUS.

Bandingkan dengan Paulus yaitu wafat pada tahun 64, berarti rata2 Injil ditulis 30 tahun setelah Paulus wafat

Yakobus Wafat tahun 44, berarti wafat 60 tahun sebelum Injil ditulis

Yohanes wafat tahun 100, sedangkan Injil Yohanes ditulis tahun 110

Andreas wafat tahun 60, sedangkan rata2 Injil ditulis tahun 100, berarti wafat 40 sebelum Injil ditulis

Barnabas wafat tahun 61

Matias wafat tahun 80

Petrus wafat tahun 64

Filipus wafat tahun 80

Thomas wafat tahun 72

Nah, jelaslah bahwa Injil ditulis oleh murid Para Rasul tersebut, salah satu contohnya adalah Titus Flavius Sabinus II yang bergelar Teofilus atau Sahabat Allah yang menulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul

Sedangkan Para Penyusun Alkitab adalah:

St Clement I dari Roma adalah murid dari Rasul Petrus

St Polycarpus adalah murid dari Rasul Yohanes Penginjil

Santo Ignatius dari Antiokia adalah murid dari Rasul Yohanes Penginjil

St Irenaeus adalah murid dari St Polycarpus

dan masih banyak lagi yang ikut menyusun menjadi seperti yang sekarang.

Pada tahun 382 Penentuan Kanon Kitab Suci, yaitu daftar resmi kitab-kitab yang dinyatakan sebagai Wahyu Allah dalam Alkitab, dalam Dekrit Paus St Damasus dan dipublikasikan oleh Konsili regional di Kartago pada tahun 397. Kanon tersebut didefinisikan secara resmi oleh Konsili Trente pada abad ke-16. Kanon tersebut disahkan oleh Otoritas Gereja pada abad ke 5, Gereja Barat di bawah Paus St Inosensius I, mengakui sebuah kanon Alkitab yang meliputi keempat Injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, yang sebelumnya telah ditetapkan pada sejumlah Sinode regional, yaitu Konsili Roma (382), Sinode Hippo (393), dan dua Sinode Karthago (397 dan 419). Kanon ini, yang sesuai dengan kanon Katolik modern, digunakan dalam Vulgata, sebuah terjemahan Alkitab dari awal abad ke-5 yang dikerjakan oleh St Hieronimus atas permintaan Paus Damasus I pada 382.

Alkitab pertama kali ditetapkan oleh Paus ke 37 yaitu Paus St Damasus:

St Petrus (33-64 atau 33-67)
St Linus dari Tuscany (67-76)
St Anacletus (atau Cletus) dari Roma (76-88)
St Clement I dari Roma (88-97)
St Evaristus dari Yunani (97-105)
St Alexander I dari Roma (105-115)
St Sixtus I dari Roma (115-125)
St Telesphorus dari Yunani (125-136)
St Hyginius dari Athena, Yunani (136-140)
St Pius I dari Aquileia (140-155)
St Anicetus dari Emesa, Syria (155-166)
St Soter dari Campagna, Italia (166-175)
St Eleutherius dari Nicopolis di Epirus, Yunani (175-189)
St Victor I dari Afrika (189-199)
St Zephyrinus dari Roma (199-217)
St Urban I dari Roma (222-230)
St Pontian dari Roma (230-235)
St Anterus dari Yunani (235-236)
St Fabian dari Roma (236-250)
St Cornelius dari Roma (251-253)
St Lucius I dari Roma (253-254)
St Stephen I dari Roma (254-257)
St Sixtus II dari Athena, Yunani (257-258)
St Dionysius, asal tidak diketahui (259-268)
St Felix I dari Roma (269-274)
St Eutychian dari Luni (275-283)
St Caius dari Dalmatia (283-296)
St Marcellinus dari Roma (296-304)
St Marcellus I dari Roma (308-309)
St Eusebius dari Calabria, Yunani (309-310)
St Melchiades atau Miltiades dari Afrika (311-314)
St Sylvester I dari Roma (314-335)
St Markus dari Roma (336)
St Julius I dari Roma (337-352)
St Liberius dari Roma (352-366)
St Damasus I dari Spanyol (366-384)

Kemudian disahkan oleh Paus St Inosensius I, Paus ke 40 St Innocentius I dari Albano (401-417)

Jumlah Kitab Perjanjian Lama (PL):

Yahudi 24 Kitab

Protestan 39 Kitab

Katolik 48 Kitab

Jumlah Kitab Perjanjian Baru (PB):

Katolik dan Protestan sama yaitu 27 Kitab termasuk Surat Para Rasul.

Pada dasarnya baik PL maupun PB antara Katolik dan Protestan tidak bertentangan untuk masalah substansi kekristenan, kecuali dalam beberapa hal yang tidak terlalu berpengaruh pada ajaran pada PB seperti Purgatory dll.

Tq

maknyuss

Tanakh, Tanach atau Tanak adalah kata dalam bahasa Ibrani (תנך) yang merupakan singkatan huruf TNK dan artinya adalah:
Torah atau Taurat (Ajaran atau Hukum)
Nebi’im atau para Nabi
Ketubim atau Kitab yang isinya mengenai hagiografi atau kisah orang suci, puisi, atau nasihat-nasihat.
Tanakh dalam Kristen disebut Perjanjian Lama.

Yahudi 24 Kitab

Protestan 39 Kitab

Katolik 48 Kitab

Tanakh manuskrip yang asli telah musnah oleh musuh-musuh bangsa Israel, sedangkan manuskrip tertua berasal dari antara 150 SM dan 70 M, dimana waktunya cukup dekat dengan jaman para Rasul. Tanakh ditulis oleh para penyalin disebut “Kaum Masoret” secara turun temurun. Sementara itu proses kanonisasi terjadi antara 200 SM dan 200 Masehi.

Naskah tertua tersebut adalah Naskah Laut Mati yang merupakan kumpulan dari 972 teks Tanakh yang ditemukan di barat laut pantai Laut Mati, yang salah satunya berisi Kitab Henokh.

Naskah tersebut berhasil difoto digital sehingga walaupun naskah asli sudah rusak, namun foto digitalnya dapat menjadi bahan penelitian. Dari Gereja Katolik penelitian Naskah Laut Mati dipimpin oleh Ordo Dominikan.

Sementara itu Tanakh tulisan tangan kuno yang utuh sekarang ini adalah Kodeks B19 yang saat ini berada di Perpustakaan di St. Petersburg. Teks ini dikenal dengan nama Kodeks Leningradensis, yang juga dikenal dengan nama Kodeks Petropolitanus, ditulis pada tahun 1008 di Kairo dan merupakan teks tulisan tangan terbaik, sehingga para ilmuan Alkitab banyak mengacu kepada teks ini.

Sedangkan Kitab Kejadian sampai hari ini tidak diketahui siapa penulisnya. Kitab Kejadian pertama kali menurut sebagian ahli ditulis pada masa pembuangan babel, sebagian lagi tidak berani memberikan pendapatnya.

Kitab-kitab Tanakh versi Naskah Laut Mati:

Gua 1
1QIsa (sebuah salinan dari buku " Yesaya ")
1QIsa b (salinan kedua dari buku " Yesaya “)
1QS (” ha Serekh-Yahad “” atau Aturan Komunitas “) cf. 4QS aj = 4Q255-64, 5Q11
1QpHab (” Pesher on Habakuk “)
1QM (” Milhamah “atau” Perang Gulir “) cf. 4Q491, 4Q493; 11Q14?
1QH a (” Hodayot “atau” Nyanyian Rohani Thanksgiving “)
1QapGen ar (” Genesis Apocryphon “dalam bahasa Aram )
CTLevi ar (” Kairo Geniza Perjanjian Lewi “dalam bahasa Aram )
1QGen (” Kejadian “) = 1Q1
1QExod (” Exodus “) = 1Q2
1QpaleoLev (” Imamat “yang ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 1Q3
1QDeut a (” Ulangan “) = 1Q4
1QDeut b (” Ulangan “) = 1Q5
1QJudg (” Hakim “) = 1Q6
1QSam (” Samuel “) = 1Q7
1QIsa b (fragmen dari b 1QIsa gulir) = 1Q8
1QEzek (” Yehezkiel “) = 1Q9
1QPs a (” Mazmur “) = 1Q10
1QPs b (” Mazmur “) = 1Q11
1QPs c (” Mazmur ") = 1Q12
1QPhyl (58 fragmen dari sebuah " kemunafikan “) = 1Q13
1QpMic (” Pesher pada Mikha “) = 1Q14
1QpZeph (” Pesher pada Zefanya “) = 1Q15
1QpPs (” Pesher di Mazmur “) = 1Q16
1QJub a (” Yobel “) = 1Q17
1QJub b (” Yobel “) = 1Q18
1QNoah (” Kitab Nuh “) = 1Q19
1QapGen ar (fragmen dari " Kejadian Apocryphon “dalam bahasa Aram ) = 1Q20
1QTLevi ar (” Perjanjian Lewi “dalam bahasa Aram ) = 1Q21
1QDM (“Moshe Dibrê” atau “Kata-kata Musa”) = 1Q22
1QEnGiants ar a (” Book of Giants “dari” Henokh “teks dalam bahasa Aram ) = 1Q23
1QEnGiants b ar (” Book of Giants “dari” Henokh “teks dalam bahasa Aram ) = 1Q24
1Q25 (“Nubuatan kebenarannya diragukan”)
1Q26 (“Instruksi”)
1QMyst (“Misteri”) = 1Q27
1Q28 (fragmen dari judul " 1QS atau “” Aturan Komunitas “)
1QS a (” Peraturan Kongregasi “) = 1Q28a
1QS b (” Peraturan dari Berkat “atau” Aturan dari Benedictions “) = 1Q28b
1Q29 (“Liturgi Tiga Lidah Api”)
1Q30 (“Teks Liturgi”)
1Q31 (“Teks Liturgi”)
1QNJ ar (” Yerusalem Baru “teks dalam bahasa Aram ) = 1Q32 cf. 11Q18 ar
1Q33 (fragmen 1QM atau " Perang Gulir “)
1QLitPr (“Doa Liturgis” atau “Doa Festival”) = 1Q34
1QH b (” Hodayot “atau” Nyanyian Rohani Thanksgiving “) = 1Q35
1Q36-40 (“Komposisi Hymnic”)
1Q41-70 (Fragmen Tidak Rahasia)
1QDan a (” Daniel “) = 1Q71
1QDan b (” Daniel “) = 1Q72
Gua 2
2QGen (” Kejadian “) = 2Q1
2QExod a (” Exodus “) = 2Q2
2QExod b (” Exodus “) = 2Q3
2QExod c (” Exodus “) = 2Q4
2QpaleoLev (bagian dari " Imamat “11:22-29 ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 2Q5
2QNum a (” Bilangan “) = 2Q6
2QNum b (” Bilangan “) = 2Q7
2QNum c (” Bilangan “) = 2Q8
2QNum d (” Bilangan “) = 2Q9
2QDeut a (” Ulangan “) = 2Q10
2QDeut b (” Ulangan “) = 2Q11
2QDeut c (” Ulangan “10:8-12) = 2Q12
2QJer (” Yeremia “) = 2Q13
2QPs (” Mazmur “) = 2Q14
2QJob (” Ayub “33:28-30) = 2Q15
2QRuth a (” Ruth “) = 2Q16
2QRuth b (” Ruth “) = 2Q17
2QSir (” Sirakh “atau” Kebijaksanaan YESUS ben Sira “atau” Sirakh “) = 2Q18
2QJub a (” Yobel “) = 2Q19
2QJub b (” Yobel “) = 2Q20
2QapMoses (“Apocryphon Musa”) = 2Q21
2QapDavid? (“Apocryphon Daud?”) = 2Q22
2QapProph (“Nubuatan kebenarannya diragukan”) = 2Q23
2QNJ ar (” Yerusalem Baru “teks dalam bahasa Aram ) = 2Q24 cf. 1Q32 ar, ar 11Q18
2Q25 (“Teks Yuridis”)
2QEnGiants ar (” Book of Giants “dari” Henokh “dalam bahasa Aram ) = 2Q26 cf. 6Q8
2Q27-33 (teks yang tidak teridentifikasi)
Gua 3
3QEzek (” Yehezkiel “16:31-33) = 3Q1
3QPs (” Mazmur “2:6-7) = 3Q2
3QLam (” Ratapan “) = 3Q3
3QpIsa (” Pesher pada Yesaya “) = 3Q4
3QJub (” Yobel “) = 3Q5
3QHymn (sebuah lagu tak dikenal) = 3Q6
3QTJudah? (” Perjanjian Yehuda “?) = 3Q7 cf. 4Q484, 4Q538
3Q8 (fragmen dari sebuah teks tak dikenal)
3Q9 (teks sektarian mungkin tak dikenal)
3Q10-11 (fragmen unclassified)
3Q12-13 (unclassified bahasa Aram fragmen)
3Q14 (fragmen unclassified)
3QCopper Geser (“The Copper Scroll “) = 3Q15
Gua 4
Kel 4QGen-a (” Kejadian dan Keluaran “) = 4Q1
4QGen b (” Kejadian “) = 4Q2
4QGen c (” Kejadian “) = 4Q3
4QGen d (” Kejadian “1:18-27) = 4Q4
4QGen e (” Kejadian “) = 4Q5
4QGen f (” Kejadian “48:1-11) = 4Q6
4QGen g (” Kejadian “) = 4Q7
4QGen h1 (” Kejadian “1:8-10) = 4Q8
4QGen h2 (” Kejadian “2:17-18) = 4Q8a
4QGen h-ayat (bentuk lain dari " Kejadian “12:4-5) = 4Q8b
4QGen h-title (judul sebuah " Kejadian naskah “) = 4Q8c
4QGen j (” Kejadian “) = 4Q9
4QGen k (” Kejadian “) = 4Q10
4QpaleoGen-Kel l (” Kejadian dan Keluaran “ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 4Q11
4QpaleoGen m (” Kejadian “ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 4Q12
4QExod b (” Exodus “) = 4Q13
4QExod c (” Exodus “) = 4Q14
4QExod d (” Exodus “) = 4Q15
4QExod e (” Exodus “13:3-5) = 4Q16
4QExod-Lev f (” Keluaran dan Imamat “) = 4Q17
4QExod g (” Exodus “14:21-27) = 4Q18
4QExod h (” Exodus “6:3-6) = 4Q19
4QExod j (” Exodus “) = 4Q20
4QExod k (” Exodus “36:9-10) = 4Q21
4QpaleoExod m (” Exodus “ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 4Q22
Num 4QLev-a (” Imamat dan Bilangan “) = 4Q23
4QLev b (” Imamat ) = 4Q24
4QLev c (” Imamat ) = 4Q25
4QLev d (” Imamat ) = 4Q26
4QLev e (” Imamat ) = 4Q26a
4QLev g (” Imamat ) = 4Q26b
4QNum b (” Bilangan “) = 4Q27
4QCant b (” Pesher pada kidung atau " Pesher di Kidung Agung ) = 4Q107
4QCant c (” Pesher pada kidung atau " Pesher di Kidung Agung ) = 4Q108
4Q112 (” Daniel “)
4Q123 (“Yosua Ditulis ulang”)
4Q127 (“Keluaran Ditulis ulang”)
4Q128-148 (berbagai tefillin )
4Q156 (” Targum dari Imamat “)
4Q157 (” Targum Ayub “) = 4QtgJob
4QRP a (“Pentateukh Ditulis ulang”) = 4Q158
4Q161-164 (” Pesher pada Yesaya “)
4Q166-167 (” Pesher pada Hosea “)
4Q169 (” Pesher pada Nahum “)
4Q174 (“florilegium” atau “Midrash pada Hari Terakhir”)
4Q175 (“Anthology Mesianik” atau “Testimonia”)
4Q179 (“Ratapan”) cf. 4Q501
4Q196-200 (” Tobit “)
4Q213-214 (” bahasa Aram Levi “)
4Q215 (” Perjanjian Naftali “)
4QCant a (” Pesher pada kidung atau " Pesher pada Kidung Agung “) = 4Q240
4Q246 (” bahasa Aram Wahyu ) atau " Anak Allah teks "
4Q252 (” Pesher pada Kejadian “)
4Q258 (” Serekh ha-Yahad “atau” Aturan Komunitas “) cf. 1QS d
4Q265-273 (” CD atau " Dokumen Damaskus “) cf 4Q266/272. 4QD / a g =, 4QD e / = 4Q266/270, 5Q12, 6Q15, 4Q265-73
4Q285 (“Peraturan Perang”) cf. 11Q14
4QRP b (“Pentateukh Ditulis ulang”) = 4Q364
4QRP c (“Pentateukh Ditulis ulang”) = 4Q365
4QRP c (“Pentateukh Ditulis ulang”) = 4Q365a (4QTemple =?)
4QRP d (“Pentateukh Ditulis ulang”) = 4Q366
4QRP e (“Pentateukh Ditulis ulang”) = 4Q367
4Q415-418 (“Musar leMevin”) = 4QInstruction , “budiman Kerja A”
4Q434 (“Barkhi Napshi - Mazmur kebenarannya diragukan”) (15 fragmen himne kemungkinan syukur, memuji Tuhan untuk kuasa-Nya dan terima kasih mengekspresikan)
4QMMT (” Ha Miqsat Ma’ase-Taurat “atau” MMT “atau” Beberapa Sila Hukum “atau” Surat Halakhic “) cf. 4Q394-399
4Q400-407 (” Lagu-lagu Kurban hari Sabat “atau” Liturgi Angelic “) cf. 11Q5-6
4Q448 (” Hymne Jonathan King “)
4Q511 (“Songs of Sage”)
4Q521 (“Apocalypse Mesianik”)
4Q539 (” Perjanjian Yusuf “)
4Q554-5 (“Yerusalem Baru”) cf. 1Q32, 2Q24, 5Q15, 11Q18
Gua 5
5QDeut (” Ulangan “) = 5Q1
5QKgs (” 1 Raja-Raja “) = 5Q2Joshua”) = 5Q9
5Q10 Apocryphon Maleakhi
Aturan 5Q11 Masyarakat
5Q12 Damaskus Dokumen
5Q13 Peraturan
5Q14 Kutukan
5Q15 Yerusalem Baru
5Q16-25 unclassified
5QX1 Kulit fragmen
Gua 6
6QpaleoGen (bagian dari " Kejadian "6:13-21 ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 6Q1
6QpaleoLev (bagian dari " Imamat “8:12-13 ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 6Q2
Ulangan 6Q3
6Q4 Kings
6QCant (” kidung “atau” Kidung Agung “) = 6Q6
6Q7 Daniel
6QpapEnGiants (” Book of Giants “dari” Henokh “) = 6Q8
6Qpap apSam-Kgs (“Apocryphon Samuel-Raja”) = 6Q9
6QpapProph (sebuah fragmen kenabian tak dikenal) = 6Q10
6Q11 (“Alegori pokok anggur”)
6QapocProph (sebuah nubuatan apokrif) = 6Q12
6QPriestProph (“Imam Prophecy”) = 6Q13
6QD (” Dokumen Damaskus ") = 6Q15
6QpapBened (“Do’a”) = 6Q16
6Q17 kalender Dokumen
6Q18 Himne
6Q19 Kejadian
Ulangan 6Q20
6Q21 Nabi teks?
6Q22-6QX2 Unclassified
6Q23 (“Kata-kata dari Michael”; Malaikat Agung) cf. 4Q529
Gua 7
7QLXXExod (bagian dari " Keluaran “dari Septuaginta ) = 7Q1
7QLXXEpJer (” Surat Yeremia “= Barukh 6) = 7Q2
7Q3 Alkitabiah Teks?
7QpapEn gr (” Henokh “) = 7Q4, 8, 11-14
7Q5 Alkitab Teks
7Q6, 7, 9, 10 unclassified
7Q15-18 unclassified
7Q19 jejak
Gua 8
8QGen (” Kejadian “) = 8Q1
8QPs (” Mazmur ") = 8Q2
8QPhyl (fragmen dari sebuah " kemunafikan ") = 8Q3
8QMez (bagian dari " Ulangan “10:12-11:21 dari Mezuzah ) = 8Q4
8QHymn (sebuah himne sebelumnya tak dikenal) = 8Q5
8QX1 Tabs
8QX2-3 Thongs
Gua 9
9Qpap (fragmen tak dikenal)
Gua 10
10Q1 ostracon
Gua 11
11QpaleoLev a (” Imamat “yang ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 11Q1
11QpaleoLev b (” Imamat “yang ditulis dalam bahasa Ibrani Palaeo- script) = 11Q2
11QDeut (” Ulangan “) = 11Q3
11QEz (” Yehezkiel “) = 11Q4
11QPs a (” Mazmur “) = 11Q5
11QPs b (” Mazmur “) = 11Q6
11QPs c (” Mazmur “) = 11Q7
11QPs d (” Mazmur “) = 11Q8
11QPs e (” Mazmur “) = 11Q9
11QtgJob (” Targum of Job ") = 11Q10
11QapocrPs ("kebenarannya diragukan Mazmur “) = 11Q11
11QJub (” Yobel “) = 11Q12
11QMelch (” Surgawi Melkisedek Pangeran ") = 11Q13
11QSM (“Sefer Ha-Milhamah” atau " Book Of War “) = 11Q14. cf. 1QM?
11QHymns a = 11Q15
11QHymns b = 11Q16
11QShirShabb (” Songs of Kurban hari Sabat “) = 11Q17
11QNJ ar (” Yerusalem Baru “teks dalam bahasa Aram ) = 11Q18 cf. 1Q32, 2Q24
11QT a (” Temple Geser “) = 11Q19
11QT b (” Temple Geser ") = 11Q20
11Q21 teks Ibrani
11Q22-28 unclassified
11Q29 Serekh ha-Yahad terkait
11Q30 unclassified
11Q31 unclassified
XQ1-4 Phylacteries
XQ5 fragmen
XQ6 offering