Apakah Tuhan membiarkan manusia hidup di dalam dosa?

               Apakah Tuhan membiarkan manusia hidup di dalam dosa?
               ==========================================               

Kalau Tuhan seolah-olah membiarkan manusia itu hidup dalam dosa itu adalah supaya manusia mengetahui bahwa betapa sengsaranya hidup dalam dosa, karena hidup di dalam dosa itu berarti hidup di dalam kegelisahan, merasa dikejar-kejar, hati nurani merasa tertuduh setiap hari sehingga manusia itu bila tidak ada jalan keluar akan menjadi stres, hidup dalam ketakutan bahkan bisa menjurus ke depresi, gila, akhirnya memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Maksud Tuhan adalah supaya ketika manusia itu mengalami penderitaan batin karena dosa, manusia itu boleh berseru kepadaNya, mencari kebenaran di dalam Dia, memohon ampun kepadaNya, dan hidup di dalam kebahagiaan bersama Dia, kebahagiaan di sini berarti mengalami kepuasan batin yang sejati bersama Tuhan.

Dan jalan keluar setiap masalah dosa manusia adalah adakanlah perdamaian setiap saat dengan Allah dan jalinlah selalu hubungan kasih denganNya, karena kalau kita menjadi musuh iblis, maka masih ada Tuhan sebagai Pembela dan Pelindung kita tetapi jika kita menjadi musuh Tuhan maka sudah bisa dipastikan kita akan selalu terbentur dengan tembok yang sangat dahsyat dan tidak akan bisa menang walaupun dibantu oleh milyaran manusia dan iblis.

Berdamai dengan Allah dan bisa masuk ke Sorga yang benar-benar Sorga adalah dambaan setiap orang, dan jalannya tidak banyak melainkan hanya satu, yakni melalui YESUS KRISTUS yang telah mati untuk menebus segala dosa kita supaya kita boleh hidup dalam perdamaian dengan Allah dan hidup dengan cara yang berkenan bagiNya.

Give ur Life for Jez…
so :
"My Father, who has given [them] to Me, is greater than all; and no one is able to snatch [them] out of My Father’s hand.(John 10:29)

JBUs

opo iki artina…??
share ato kritik ato nanya??

Tidak…krn kalo Tuhan membiarkan manusia hidup di dalam dosa…tidak pernah memberi juruselamat

Memang karena pengetahuan Allah yang tak terbatas, maka sejak dari awal mula memang Tuhan telah mengetahui akan segala keputusan kita, apakah kita akan bekerja sama dengan kasih karunia-Nya atau tidak. Namun Allah tidak dari awal menjadikan kita seperti boneka wayang, yang hanya mengikuti saja apa yang ditentukan-Nya, seolah- olah sejak dari awal Tuhan menakdirkan sebagian orang untuk masuk surga dan sebagian yang lain masuk neraka. Tuhan “menghendaki semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim 2:4). Jika manusia sampai masuk ke neraka, itu disebabkan bukan karena Tuhan yang secara aktif memasukkan mereka ke dalam neraka, tetapi karena orang-orang itu sendiri yang menolak untuk bekerja sama dengan rahmat Allah yang diberikan kepada mereka [dan semua orang] untuk keselamatan.