Apakah maksud dengan "HARI TUHAN" pada "AKHIR KITAB" Perjanjian Lama ?

Dalam hal ini terlihat jelas sekali anda tidak dapat membuktikan keberatan saudara dengan Alasan yang jelas, Tetapi hanya menggunakan emosi yang tidak sehat dalam forum ini… :coolsmiley:

Salam…

Apabila penjelasan Kitab Suci dibangun dari dasar “mungkin”, maka nilai kebenarannya menjadi tidak relevan dengan sifat Kitab Suci itu sendiri yang adalah Pasti Benar.

Dengan kata lain, Apabila dasar “mungkin” tersebut dijadikan acuan dalam menjelaskan pengertian nats Kitab Suci, maka penjelasannya itu tidak mengandung nilai Kebenaran yang Pasti sama sekali!!

Selain dari pada itu, dasar penjelasan yang menggunakan term “mungkin” untuk menjelaskan ’êš ’ĕ·lō·hîm pada Ayub 1:16 sebagai “halilintar” adalah tidak benar; Sebab kata Ibrani yang mempunyai arti “halilintar” tersebut ada sendiri, yaitu baw-rawk’ (baraq)-Strong’s Number 1300 :slight_smile:

Siapa yang setuju, angkat tangan!! :smiley:

Salam,

Dalam konteks kejadian FT pada Ayub 1:16 adalah Perkataan itu di ucapkan oleh seorang "Pesuruh Ayub", bukan dalam Konteks itu Perkataan Allah atau Firman yang keluar dari mulut Allah. Alkitab dalam Tulisan Aslinya (Bahasa Ibrani)hanya berkewajiban menuliskannya dengan secara jujur & apa adanya saja,tidak boleh dikurangi ataupun di tambah2kan.
Jadi jikalau sang “pesuruh Ayub” itu mengungkapkan kejadian yang dilihatnya itu,yakni turunnya Api itu yang berasal dari langit, yaaa… bebas-bebas saja -(sesuai pengetahuannya si orang tersebut)- jika " Hambanya Ayub" itu mengucapkannya dengan istilah yang dirinya sendiri pahami saja,… mau menyebutkannya Api dari Allah, atau Api dari langit, atau api dari setan, atau halilintar atau apapun yang si pesuruh itu ketahui saja dalam pengetahuannya saat itu. Tetapi yang pasti ayat pada Kitab Ayub1:16 hanya mencatatnya saja & menuliskannya dalam kitab, Bukan hendak menjelaskan “apa sih sebenarnya api yang turun dari langit itu” & Apakah Api itu berasal dari Yahweh atau Bukan…!! :slight_smile:

Salam…

Mengenai Ayub 1:16, saya tidak sedang berapology tentang “Allah Tritunggal” ataupun “Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah”, tapi rekan2 non-trinitarian disini sepertinya sudah “sensi” terhadap apa saja yang saya jelaskan. Padahal di sini saya sedang bicara mengenai tekstual-linguistik, dan tidak lebih dari itu. Dan memang konteks Ayub 1:16 bukan ttg Trinitas maupun Kristologi.

Dan hal lain yang memang aneh terjadi di forum ini, banyak rekan yang tidak paham bahasa Ibrani tetapi sering menyalah-nyalahkan suatu sajian terjemahan, tanpa mau belajar terlebih dahulu bahasa Ibrani itu sendiri. Dan makanya banyak komentar dan kritisi yang justru tidak kompeten dan lebih kepada arah “pembodohan” diri saja karena kedegilannya.

Perhatikan: Dalam bahasa Ibrani dikenal 3 preposisi, sbb:
-בֵּ - BE , artinya: in, with, at, by, among
-כִּ - KI, artinya: like, as, according to-
-לֵ - LE, artinya: to, for, belonging to

Kalau digabungkan dengan kata 'ELOHIM, sbb:
בֵּאלֹהִים - BE’ELOHIM
כִּאלֹהִים - KI’ELOHIM
לֵאלֹהִים - LE’ELOHIM/ LELOHIM

Penulisan dalam Ayub 1:16 adalah אֵשׁ אֱלֹהִים - 'ESH 'ELOHIM yang dimana kata 'ELOHIM-nya tanpa preposisi, sehingga dimungkinkan 'ESH ELOHIM itu merujuk kepada istilah untuk Halilintar/ Lightning, yaitu sesuatu “api yang datang dari atas.” Kalaupun kita mempermasalahkan terjemahan LAI (dan ILT) yang mengabaikan kata 'ELOHIM, kan masih ada terjemahan2 lain sebagai perbandingan. Jadi pengamatan ayat ini tidak perlu mengarah kepada “perang doktrin” tetapi pengamatan tekstual ayat.

Jadi, disini sebenarnya kita tidak perang doktrin, sehingga ada orang yang menuduh “menipu” hanya karena saya adalah orang yang mengimani bahwa “Yesus adalah Allah.” Pahamilah bahwa dalam pembahasan Ayub 1:16 ini saya bicara tentang tekstual naskah, bukan doktrin.
Dan tentu saja membaca ayat harus dilihat secara konteks, bukan hanya harfiahnya saja.

Sebab apabila misalnya Ayub 1:16 adalah אֵשׁ לֵאלֹהִים - 'ESH LE’ELOHIM , maka LAI dan ILT harus menulis “api yang dari Allah,” tetapi karena naskahnya menulis אֵשׁ אֱלֹהִים - 'ESH 'ELOHIM tanpa preposisi “LE” maka versi terjemahan ini mengabaikan kata 'ELOHIM-nya sebab makna itu bisa merupakan suatu istilah tentang “api” (dalam makna halilintar/ lightning) saja yang belum tentu merupakan kiriman dari Allah.

Saya disini hanya mengamati naskah, tidak bicara doktrin. Saya belajar bahasa Ibrani dari seorang Yahudi Rabinik, secara doktrin dan keimanan tentu kami berseberangan. Tetapi kalau konflik di doktrin melulu, saya tidak dapat menyerap ilmunya dan memahami dengan benar bahasa yang dikuasainya. Sebagai murid, saya mendengar setiap ilmu yang dibagikan dan saya menyetujuinya walaupun diantara kami berbeda iman. Mereka mengajari saya dari dasar, mulai dari seperti anak kecil sedang mempersiapkan “Bar Mitsvah” untuk dapat membaca dan memahami TANAKH yang benar.
Kenapa kalian tidak dapat seperti ini? Mari belajar, bukan sekedar perang doktrin.

Jadi rasa “sensi” nya sama saya tolong simpen dulu. Ntar ajah kalau saya sedang berapology bahwa “Yesus adalah Tuhan dan Allah” kalian golongan yang non-trinitarian, yang JW, dan sejenisnya silahkan maki-maki saya :smiley:

pagi kini kita diajar bahwa Iblis menggunakan “Halilintar” dari atas langit untuk mengerjai Ayub.
Hebat sekali si Iblis ini menurut SP…

smoga “Halilintar” dari langit tidak menyambar kepada anda juga.

Benar sekali bro, entah mau sampai kapan para teolog2 ini menyembunyikan kebenaran ini. Mengelabui semua orang, berdusta kepada semuanya. kurasa ini karena mereka tidak tahu siapa Elohim yang mengerjai si Ayub saat itu.

Jika konteks Ayub 1:16 memang bukan tentang Trinitas maupun Kristologi, maka seharusnya tidak perlu tendensius menilai nontrinitarian seperti itu… sebab nontrinitarian-pun tahu bahwa konteks Ayub 1:16 tidak ada hubungannya sama sekali dengan konsep Trinitas maupun Kristologi.

Terlepas dari istilah ‘halilintar’ untuk kalimat אֵשׁ אֱלֹהִים - 'ESH 'ELOHIM ; bagi saya, pengertian kalimat itu jelas sebagai: API 'ELOHIM

Justru secara konteks, seharusnya, LAI menterjemahkan kalimat אֵשׁ אֱלֹהִים - 'ESH 'ELOHIM itu sebagai “API 'ELOHIM”; Sebab kalimat itu muncul setelah Yahweh (TUHAN) menyerahkan segala milik kepunyaan Ayub berada di bawah kekuasaannya si Iblis… perhatikan konteks ayat sebelumnya:

Ayb. 1:12 Maka Firman Yah·weh kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan Yah·weh.

Nah, dengan berpikiran seperti itu makaLAI dalam terjemahannya telah mengabaikan konteks. sebab, kata 'ELOHIM itu jelas tertulis dalam Kitab Suci…kenapa bisa jadi belum tentu kiriman dari 'ELOHIM? :rolleye0014:

bersambung…

Orang yang membanggakan diri terhadap orang lain, karena merasa memiliki kelebihan dari kebanyakan orang; Maka ia tidak mungkin dapat mengerti Kebenaran.

Salam,

:wink: Cemooh yang diatas itu hanya ungkapan inferioritas…
saya ngga’ tersinggung kok dikata-katain orang2 disini dari kalangan non Trinitarian
:slight_smile:

* 2 Korintus 12:6
Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran.

Jika tidak setuju dengan bahasan saya, sanggahlah dengan pemahaman Linguistik yang benar. Mulailah belajar membaca naskah Ibrani, belajar aksaranya, gramarnya, pemahaman konteksnya, dan pemahaman kaidah budaya dan tata-kramanya yang menyangkut apapun ttg naskah Ibrani. Barulah kemudian mari kita berdebat secara equal.
Selama perdebatan tidak didasari pemahaman naskah Ibrani yang benar. Debatnya tidak akan equal.

No offence :angel:

Maaf, lagi2 anda membahas bahasa asing di sini, sepertinya di sini bukan diskusi bahasa asing tetapi hikmat Alkitab.

kalau bahasa Indonesianya sudah jelas, kenapa diperumit meneliti akar2 kata bahasa asing?

salam.

@ Omdo (yang mungkin adalah “titisan” dari member yg sudah ada :))

Saya hampir tidak pernah mempersoalkan sajian terjemahan LAI. Tapi teman2 disini yang justru tidak paham bahasa asli Alkitab, mereka banyak yg suka “nyerang” terjemahan LAI. Memang LAI tidak sempurna, demikian KJV-pun kadang terdapat ayat tidak menyajikan kata secara tepat. Bagi saya, saya lebih suka berusaha memahami mengapa “diterjemahkan demikian” ketimbang “menyerangnya”. Bagi saya setiap sajian terjemahan entah itu LAI, NIV, KJV, dll… masing2 mempunyai team ahli penerjemah yang handal, paham bahasa asli, ahli di bidangnya.
Dan, bagi saya sajian LAI Bahasa Indonesia sudah cukup memadai ditinjau dari kaidah bahasa Indonesia sebagai terjemahannya.

Nah, karena ada yg mempersoalkan “terjemahan LAI” untuk Ayub 1:16. Dan apabila suatu sajian terjemahan dipersoalkan, maka rujukannya harus naskah bahasa asli sebagai bahan koreksinya. Dari situ saya berbicara mengenai pemahaman preposisi pada nomina Ibrani. Dan pemahaman konteks Ayub 1:16.

Kalau Anda baca dengan seksama, posting2 saya sebelumnya tidak menyerang terjemahan LAI, justru saya sedang ber"apology" untuk LAI. Saya selalu mengapresiasi LAI, bagaimanapun lembaga ini didukung banyak gereja termasuk KWI. Di LAI terdapat banyak ahli bahasa, dan mereka sudah bekerja dengan baik.

Saya kira tidak perlu menggunakan kata: menyerang.

Mengoreksi mungkin kata yang lebih tepat, seperti yang anda sarankan kepada saya memakai ISA 2.1.5 sampai saat ini versi ini memuaskan.

Job 1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: “Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

Ayat ini jelas, apa masalahnya?

tks.

salam.

Haloo Hayatek… apa kabar brother ? :smiley:

@ Maniz/ Maniz1/ Maniz2/ Tangtoy/ Hayatek/ Omdo,

Anda menerima terjemahan itu, ok. Saya juga tidak mempermasalahkannya.

Coba baca2 donk posting sebelum2nya siapakah yang mempermasalahkan terjemahan itu?
Karena sajian terjemahan di atas dipermasalahkan, maka saya menjelaskannya melalui pemahaman textual-kontekstual naskah Ibrani.

Menurut hemat saya, membahas Kitab Suci berdasarkan penguasaan ilmu bahasa Ibrani serta latar belakang kehidupan budayanya adalah tidak cukup syarat untuk mendapatkan pengertian arti Kebenaran Kitab Suci, tanpa dilengkapi dengan anugerah Hikmat Pengertian yang dari pada TUHAN sendiri.

Jadi, silahkan saja sodara bertahan dalam membanggakan diri dengan hal-hal tersebut.

No offence :angel: