Apakah Cepat Bicara Itu Dosa?

Apakah ayat-ayat di bawah ini adalah beban/jerat dosa:

Jas 1:19 Maka itu hai saudara-saudaraku yang terkasih, biarlah setiap orang cepat untuk mendengar, lambat untuk berbicara, lambat untuk marah.

Jas 3:1 Hai saudara-saudaraku, karena mengetahui bahwa kita akan menerima penghakiman yang lebih besar, janganlah banyak orang yang mau menjadi guru.
Jas 3:2 Sebab kita semua tersandung banyak hal. Jika seseorang tidak tersandung oleh perkataannya, dia ini manusia sempurna yang mampu mengendalikan bahkan seluruh tubuhnya.

1Ti 1:6 Dari hal-hal itu, beberapa orang yang salah sasaran telah berpaling kepada omong kosong
1Ti 1:7 dengan ingin menjadi pengajar torat, sekalipun tidak mengerti apa yang mereka ucapkan maupun tentang apa yang mereka tekankan.

2Ti 2:23 Dan, hindarilah perdebatan yang bodoh dan tidak mendidik, karena mengetahui bahwa hal itu menimbulkan pertengkaran.

Mungkin kalau ada members yang dapat memberikan masukannya?
Terimakasih.

Shalom,

Cepat bicara tanpa berpikir bukan dosa tetapi berpotensi dosa.

Sesuatu disebut dosa jika melanggar perintah dan larangan hukum Taurat, selebihnya adalah nasihat agar kita terhindar dari berbuat dosa, seperti ayat-ayat yang anda kutip.

Rohani kristen, walaupun belum bicara, berpikir salah pun sudah dosa.

Mat_15:19 Sebab, dari hati timbul pikiran-pikiran yang jahat: pembunuhan, perzinaan, percabulan, pencurian, kesaksian palsu, penghujatan.

Mar_7:21 karena dari dalam hati seseorang, timbullah pikiran-pikiran yang jahat: perzinaan, percabulan, pembunuhan,
Mar 7:22 pencurian, keserakahan, kekejian, kelicikan, rangsangan badani, mata yang jahat, hujat, keangkuhan, kebebalan.

Mat 5:28 Namun Aku berkata kepadamu, bahwa setiap orang yang memandangi seorang perempuan dengan bernafsu terhadapnya, dalam hatinya dia telah menzinainya.

Shalom,

Jangan menaruh kuk yang tidak dapat anda pikul.

Ibrani 4:12

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Pernakah anda berpikir jahat terhadap seseorang? Anda lakukan rencana jahat anda? Atau, hal itu hanya pertimbangan saja yang berkecamuk dalam hati dan pikiran? Allah sanggup membedakannya, dan Firman Tuhan mengajarkan kita membedakan pikiran hati dan pertimbangan.

Melihat perempuan seksi tidak dosa selama anda tidak timbul keinginan untuk bersetubuh dan membayangkan persetubuhan dengannya. Perzinahan adalah ketidak setiaan, dan kesetiaan dituntut sampai dalam hati, sehingga saat hati dan pikirannya telah memutuskan menikmati perselingkuhan walau dalam angan-angan itu sudah termasuk tidak setia dan disebut dengan istilah dosa perzinahan. Berbeda saat anda tahu-tahu timbul pikiran “bagaimana bentuk badannya?” Atau “bagaimana rasanya bercinta dengan perempuan seperti dia?” Dan seketika anda sadar itu pikiran liar dan anda buang jauh-jauh, seperti yang dikatakan Ayub, “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?” (Ayub 31:1) Anda tidak berdosa, sebab anda bukan menetapkan untuk berzinah (tidak setia) dalam pikiran anda.

Tentang dari dalam hati timbul segala yang jahat, apakah artinya manusia berdosa karena didalam hatinya timbul yang jahat atau karena ia memutuskan untuk melakukan yang jahat? Bicara tentang hati, bagaimana hati anda, hati kebanyakan umat Allah, sudah tidak ada kejahatan yang keluar dari hatinya lagikah? Kita bicara realitas, dan masih juga hati kita terkadang muncul hal yang jahat dan kita berjuang untuk mematikan daging dan hawa nafsu kita.

Selama keinginan itu tidak dibuahi maka pertimbangan hati bukanlah dosa. Baca Yakobus 1:14-16. Maksud kata dibuahi adalah diberdayakan dan bagi Allah diberdayakan itu sejak pertimbangan menjadi keputusan hati, itu sudah diperhitungkan sebagai pelanggaran alias dosa, tetapi jika dimatikan (katargeo) maka hal itu bukan dosa.

Semoga mencerahkan.

Mungkin yang dimaksud anda beban kuk adalah kuk perhambaan dosa. Tetapi kalau FT, itu bukan kuk perhambaan dosa, tetapi kebenaran yang memerdekakan.
Memang dalam pembentukan, pengajaran FT itu tidak membawa sukacita, tetapi dukacita.
Dukacita dari Tuhan ini, ahirnya menghasilkan buah kebenaran: damai sejahtera dan pemulihan.

Heb 12:11 Dan setiap didikan memang sepertinya tidak mendatangkan sukacita, melainkan dukacita, namun kemudian dia menghasilkan buah kebenaran yang damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Heb 12:12 Oleh karena itu, kuatkanlah tangan yang terkulai dan lutut yang menjadi lemah;
Heb 12:13 dan, buatlah lurus jalan bagi kakimu, supaya yang pincang tidak disesatkan, malah sebaliknya dapat disembuhkan.

Joh 8:31 Kemudian YESUS berkata kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, “Jika kamu tetap tinggal di dalam firman-Ku, kamu adalah benar-benar murid-murid-Ku.
Joh 8:32 Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Joh 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran-Mu; firman-Mu adalah kebenaran.

Heb 10:36 Sebab kamu mempunyai kebutuhan akan ketabahan, supaya setelah melakukan kehendak Elohim, kamu dapat menerima janji itu.

Joh 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar, dan Bapa-Ku adalah petaninya.
Joh 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak menghasilkan buah, Dia membuangnya; dan setiap ranting yang menghasilkan buah, Dia memangkasnya supaya dia menghasilkan lebih banyak buah.
Joh 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

1Jn 2:16 Sebab segala sesuatu yang di dalam dunia: keinginan daging dan keinginan mata dan keangkuhan hidup, tidaklah berasal dari Bapa, melainkan berasal dari dunia.
1Jn 2:17 Dan dunia sedang berlalu, juga keinginannya, tetapi siapa yang melakukan kehendak Elohim ia tinggal sampai selamanya.

Job 31:1 “Aku membuat suatu perjanjian dengan mataku, lalu bagaimana aku dapat melihat dengan sungguh-sungguh pada seorang anak dara?

Apa yang anda katakan memang benar, masih lebih baik hanya pikiran tetapi tidak sampai melakukannya.
Tetapi di dalam tuntutan rohani kristen, keinginan melihat hal yang tidak benar sudah dosa.
Memang ini proses pembentukan perlu ketekunan FT dan doa. Perlu waktu proses, tidak serta merta.
Seiring waktu dalam ketekunan FT dan doa, apa yang tidak benar niscaya akan lenyap dengan sendirinya.

Shalom,

Kuk yang dimaksud adalah peraturan bertambah peraturan, perintah bertambah perintah, yang tujuannya membebani manusia semakin berat. Hal ini biasa dilakukan oleh kaum Farisi dengan menambahkan bobot dan beban dalam beribadah dan seakan menaikan level lebih tinggi dari yang lain dengan berbagai peraturan manusia dan standart rohani versi kelas berat. Semua itu hanyalah untuk memuaskan diri sendiri saja, sedangkan mereka sendiri tidak sanggup hidup dalam kelas rohani yang mereka canangkan sendiri.

Dalam Alkitab dikisahkan kaum Farisi yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Mesias, juga tidak melepaskan kebiasaan Farisi tersebut. Kisahnya dapat anda baca dalam Kisah Para Rasul 10.

Jadi yang saya maksud bukan kuk dosa, tetapi kuk Farisi.

Cut

Job 31:1 “Aku membuat suatu perjanjian dengan mataku, lalu bagaimana aku dapat melihat dengan sungguh-sungguh pada seorang anak dara?

Apa yang anda katakan memang benar, masih lebih baik hanya pikiran tetapi tidak sampai melakukannya.
Tetapi di dalam tuntutan rohani Kristen, keinginan melihat hal yang tidak benar sudah dosa.
Memang ini proses pembentukan perlu ketekunan FT dan doa. Perlu waktu proses, tidak serta merta.
Seiring waktu dalam ketekunan FT dan doa, apa yang tidak benar niscaya akan lenyap dengan sendirinya.

Shalom,

Apakah pada diri anda sudah lenyap?

Jangan naif, selama kita mengenakan tubuh daging ini, kita masih dibalut oleh nafsu jahat dan semua itu timbul dari dalam hati dan sewaktu-waktu muncul dalam hati kita niat berbuat jahat. Karena itu Yesus katakan dalam Lukas 9:23, Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Tidak ada titik dimana kita hidup tidak perlu lagi menyangkal diri dan pikul salib kita, selama kita hidup dalam balutan daging. Sampai maut menjemput kita, kita harus berjuang mematikan (katargeo) daging ini yang munculnya dari hati.

Perjanjian Baru adalah janji Allah akan memberikan kita hati yang baru dan roh yang baru, tetapi prosesnya belum selesai sampai kita menerima tubuh kemuliaan, silahkan baca 2 Korintus 5. Saat itu barulah kita benar-benar memiliki hati yang indah tanpa ada niat jahat sama sekali. Sekarang belum, karena itu 1 Petrus 3:21 menyebutkan bahwa babtisan air itu adalah kiasan memohon hati yang baru dari Allah bukan membersihkan kita dari dosa. Kapan saatnya? Tunggu kita mati didalam iman dan kesetiaan.

@all watchout ya,
jangan melebar bahasnya ke “KUK” ??

Ayat di bawah ini bukanlah kuk Farisi.

Mat 5:28 Namun Aku berkata kepadamu, bahwa setiap orang yang memandangi seorang perempuan dengan bernafsu terhadapnya, dalam hatinya dia telah menzinainya.

Yang sudah lenyap itu adalah keinginan daging yang tidak sesuai kehendak/selera FT.
Memikul salib dan mematikan kedagingan itu memang proses, seperti sudah dipostingkan, sehingga sampai tahap tertentu, keinginan daging yang tidak sesuai kehendak/selera FT itu akan lenyap.
Apa yang anda maksud 2 Korintus 5 memang benar, tetapi di dalam hidup ini orang kristen dapat mencapai kesempurnaan. Seperti ayat:

Joh 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran-Mu; firman-Mu adalah kebenaran.

Joh 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Mat 15:18 Namun, apa yang keluar dari mulut, ia timbul dari hati, dan itulah yang menajiskan orang.

Jas 3:2 Sebab kita semua tersandung banyak hal. Jika seseorang tidak tersandung oleh perkataannya, dia ini manusia sempurna yang mampu mengendalikan bahkan seluruh tubuhnya.

Apa yg mungkin anda kira adalah kuk Farisi, adalah FT :

Mat 5:28 Namun Aku berkata kepadamu, bahwa setiap orang yang memandangi seorang perempuan dengan bernafsu terhadapnya, dalam hatinya dia telah menzinainya.

Karena ini adalah FT, sudah pasti apa yang difirmankan-Nya adalah kebenaran, bukan kuk yang membebani, tanpa hasil.

Shalom,

Ini kuk farisi

Saya sudah jelaskan diatas silahkan disimak kembali kalau belum jelas silahkan bertanya.

Pertimbangan, pergulatan dalam hati dan pikiran bukan dosa, tetapi beberapa orang telah mengkategorikan dosa sehingga banyak umat Allah merasa dirinya rendah dan tak berharga, sebab telah di hakimi berdosa oleh para farisi.

Pikiran dan hati kita sering memunculkan kejahatan tetapi selama tidak dibuahi yang artinya dimatikan (katargeo) maka itu bukan dosa, seburuk atau sesering apapun hal itu muncul, terutama saat sedang ditekan dan dicobai.

Quote from: Enjoy on Yesterday at 10:29:02 AM

[b]Rohani Kristen, walaupun belum bicara, berpikir salah pun sudah dosa.[/b]

[b]Bukankah sejajar dengan:

Mat 15:19 Sebab, dari hati timbul pikiran-pikiran yang jahat: pembunuhan, perzinaan, percabulan, pencurian, kesaksian palsu, penghujatan.
Mat 15:20 Inilah hal-hal yang menajiskan orang, tetapi makan dengan tangan tak berbasuh, tidaklah menajiskan orang.”

Col 2:11 Di dalam Dia, kamu telah disunat dengan sunat yang tidak dilakukan oleh tangan, tetapi dengan penanggalan tubuh dosa secara lahiriah oleh sunat Kristus,

Rom 12:1 Oleh karena itu saudara-saudara, melalui kemurahan ELOHIM aku menasihati kamu agar mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus, berkenan kepada ELOHIM, itulah ibadahmu yang bijak.
Rom 12:2 Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu diubah oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu membuktikan apa itu kehendak ELOHIM, yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.

Php 4:7 *-- Dan damai sejahtera ELOHIM yang melampaui segala pikiran akan menjaga hatimu dan akalmu di dalam Kristus YESUS. –*

Php 4:8 Selebihnya hai saudara-saudara, apa saja yang benar, apa saja yang mulia, apa saja yang adil, apa saja yang suci, apa saja yang menyenangkan, dan apa saja yang patut dipuji, sekiranya ada suatu kebajikan dan sekiranya ada suatu pujian, pikirkanlah hal-hal itu.
Php 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan terima dan dengar dan lihat di dalam aku, perbuatlah itu, dan ELOHIM damai sejahtera akan ada bersamamu.

[/b]

[b]Memang butuh waktu proses pembentukan dari ayat-ayat di atas dan

*–pemulihan dari-Nya; [color=limegreen](dengan berserah kepada-Nya; Filipi 4:4-6) --*[/color]

sehingga dalam pikiran pun sudah tidak terpikir lagi hal-hal yang tidak benar/dosa. Karena ada/dipelihara oleh Damai Sejahtera-Nya; Filipi 4:7, dan ada benih FT; 1 Yohanes 3:9.
[/b]
Kalau masih, seperti yang anda maksud pergumulan, itu adalah proses. Selama proses dosa itu masih ada di dalam kita.

Rom 7:20 Dan, jika apa yang tidak aku kehendaki, itu yang aku lakukan, maka bukan lagi aku yang mengerjakannya melainkan dosa yang berdiam di dalam aku.
[b]Rom 7:21 Jadi, aku menemukan sebuah hukum, bahwa ketika aku hendak melakukan yang baik, yang jahat itu muncul di dalam diriku.
Rom 7:22 Sebab secara batiniah manusia, aku suka pada hukum ELOHIM;
Rom 7:23 tetapi aku melihat hukum yang lain dalam anggota tubuhku, yang berperang melawan hukum akal budiku dan yang menjadikan aku tawanan dalam hukum dosa yang ada dalam anggota tubuhku.
Rom 7:24 Aku manusia celaka! Siapakah yang akan membebaskan aku dari tubuh maut ini?
Rom 7:25 Aku bersyukur kepada ELOHIM melalui YESUS Kristus Tuhan kita. Demikian selanjutnya, aku sendiri di satu pihak dengan akal budi mengabdi pada hukum ELOHIM, di pihak lain dengan daging pada hukum dosa.

Kata-kata yang dibold warna sama adalah dalam pengertian yang sama/sejajar.
Shalom,
[/b]

Apa bener demikian…?

Yang diposting adalah FT, benar atau tidak itu tergantung masing-masing individu seberapa banyak dia menerima kebenaran FT itu adalah kebenaran untuk dirinya.

Mat 9:29 Kemudian Dia menjamah mata mereka sambil berkata, “Sesuai dengan imanmu, terjadilah padamu!”

Luk 6:38 Berilah, maka akan diberikan kepadamu; suatu takaran yang baik, yang telah dipadatkan, dan yang telah diguncangkan dan yang terlimpah, mereka akan memberikan ke pelukanmu. Sebab dengan ukuran yang sama yang kamu mengukurkan, hal itu akan diukurkan kembali kepadamu.”

Mar_4:24 Dan Dia berkata kepada mereka, “Perhatikanlah apa yang kamu dengarkan, dengan takaran yang kamu takar, hal itu akan ditakarkan kepadamu, bahkan akan ditambahkan kepada kamu yang mendengarkan.

Luk_8:18 Oleh sebab itu, perhatikanlah bagaimana kamu mendengarkan; sebab siapa yang memiliki, kepadanya akan diberikan, dan siapa yang tidak memiliki, bahkan apa yang ia anggap memiliki, akan diambil dari padanya.”

Luk 7:35 Namun, hikmat dibenarkan oleh semua anaknya.”


Jikalau saya juga bertanya seperti anda: Apa bener demikian…?

Maka ayat di bawah ini, apakah bener demikian…?

Joh 14:12 Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang percaya kepada-Ku, maka dia juga akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan, bahkan dia akan melakukan yang lebih besar daripada itu, karena Aku pergi kepada Bapa-Ku.

Shalom,

orang ngigo berbicara tanpa berpikir… apakah itu dosa juga??

jika keinginannya untuk berbicara adalah untuk memuliakan diri sendiri… dan mencari hormat bagi dirinya sendiri…

tidak ada kebenaran padanya…

dan jika tidak ada kebenaran dalam diri orang yang melakukan sebuah pembicaraan… TENTU ITU DOSA…

Yoh 7:18

Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

Yoh 8:54
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

SEBAIKNYA PARA PENGERJA KRISTUS TIDAK MENCARI KEMULIAAN BAGI DIRI NYA SENDIRI…

HENDAKLAH MENELADANI KRISTUS: YANG KUDUS DARI ALLAH : YANG BERKATA:

Yoh 5:31
Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;

jarang ada yang berani berkata sperti diatas…!!

hendaklah pencuri pencuri kemuliaan itu sadar diri : walaupun lambat berbicara… namun tidak atas didasari untuk pemuliaan diri… dimana dia tidak berbicara melalui dirinya sendiri…

Dosa asal.

Shalom,

Benar.

Shalom,

Masih ingat tentang tiga kota pelarian?

Ulangan 19 mencatat hukum tentang perbuatan jahat yang dilakukan tidak sengaja.

Saya copas ayat 3-6 dibawah ini:

Engkau harus menetapkan jauhnya jalan, dan membagi dalam tiga bagian wilayah negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, untuk dimiliki olehmu, supaya setiap pembunuh dapat melarikan diri ke sana. Inilah ketentuan mengenai pembunuh yang melarikan diri ke sana dan boleh tinggal hidup: apabila ia membunuh sesamanya manusia dengan tidak sengaja dan dengan tidak membenci dia sebelumnya, misalnya apabila seseorang pergi ke hutan dengan temannya untuk membelah kayu, ketika tangannya mengayunkan kapak untuk menebang pohon kayu, mata kapak terlucut dari gagangnya, lalu mengenai temannya sehingga mati, maka ia boleh melarikan diri ke salah satu kota itu dan tinggal hidup. Maksudnya supaya jangan penuntut tebusan darah sementara hatinya panas dapat mengejar pembunuh itu, karena jauhnya perjalanan, menangkapnya dan membunuhnya, padahal pembunuh itu tidak patut mendapat hukuman mati, karena ia tidak membenci dia sebelumnya.

Hukum Allah diatas menunjukan bahwa perbuatan yang dilakukan tanpa niat dalam hati, bukanlah dosa dihadapan Tuhan. Memahaminya lebih jelas saat kita mengingat Matius 5:28, Tuhan sudah menganggap berdosa seseorang yang sudah ada ketetapan niat dalam hati walau belum diperbuat secara fisik. Sebaliknya, Lukas 23:43 menunjukan bahwa seseorang diselamatkan hanya dengan memiliki ketetapan hati, walau belum melakukan apa-apa.

Jadi intinya, jika tidak sengaja dan tidak niat hati melakukan sesuatu tidak dianggap jahat perbuatan jahatnya.

Soal bicara tanpa berfikir, itu bukan perbuatan tidak sengaja, tetapi dengan sengaja membiarkan lidah berbicara sesuka hatinya walau tahu lidah itu bagaikan api neraka…

Benar Bro, kebenaran sejati sesungguhnya ada di dalam hati. Iman.

Psa 51:8 Lihatlah, Engkau menyukai kebenaran di dalam batin; dan di dalam bagian yang tersembunyi Engkau menyatakan hikmat kepadaku.

Makanya penafsiran yang benar itu adalah segala hikmat dan pengertian rohani, bukan penafsiran harafiah/mind set pribadi.

Col 1:9 Karena itu pula, sejak hari ketika kami mendengarnya, kami tidak berhenti berdoa bagi kamu dan memohon agar kamu dapat dipenuhi pengenalan tentang kehendak-Nya dalam segala hikmat dan pengertian rohani,

Nyata di Alkitab, terutama di PB sebagian besar/hampir semua adalah perumpamaan/tersirat/kiasan/gambaran/bayangan yang merupakan pengertian rohani itu sendiri. Yang tersembunyi untuk diselidiki dan dimengerti oleh orang yang beriman/bersungguh hati mencari kebenaran.
Karena kebenaran itu harta tidak ternilai, jadi harus bayar harga yang sepadan.

Pro 25:2 Kemuliaan Elohim ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.

1Pe 2:9 Namun, kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat dalam kepemilikan, supaya kamu memberitakan kebajikan Dia yang telah memanggil kamu dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang menakjubkan;

Pro 2:1 Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam dirimu,
Pro 2:2 sehingga engkau mencondongkan telingamu kepada hikmat, engkau akan melapangkan hatimu kepada pengertian.
Pro 2:3 Sebab jika engkau meratap demi kearifan dan mengangkat suaramu demi pengertian;
Pro 2:4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,
Pro 2:5 maka engkau akan memahami tentang takut akan YAHWEH dan memperoleh pengetahuan akan Elohim.
Pro 2:6 Sebab YAHWEH memberi hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan pengertian.

Mat 13:34 YESUS mengatakan semua hal ini dalam perumpamaan kepada kerumunan orang itu, dan tanpa perumpamaan, Dia tidak berbicara kepada mereka,
Mat 13:35 sehingga tergenapilah apa yang telah difirmankan melalui nabi ketika berkata, “Aku akan membuka mulut-Ku dalam perumpamaan, Aku akan mengucapkan yang tersembunyi sejak permulaan dunia.”

Mat 13:45 Lagi pula, kerajaan surga itu serupa dengan seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah;
Mat 13:46 yang setelah menemukan sebutir mutiara yang sangat mahal, sambil pergi dia menjual segala sesuatu sebanyak yang ia miliki, dan dia pun membelinya.”

Shalom,

Kecenderungan saya terhadap topik:
Apakah Cepat Berbicara itu Dosa?

Amsal 25:11
Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Pengkhotbah 5:2
Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.

IMO bukan masalah cepat atau lambatnya dalam berbicara tapi tepat atau tidak tepatnya untuk memperkatakannya. :happy0025:
Ketika hidup kita benar dan niat kita benar maka kata-kata kita akan memberkati orang lain.

Ayat-ayat FT yang akurat, yang dapat disejajarkan sehingga melengkapi pengertian:

[b]Jas 1:19 Maka itu hai saudara-saudaraku yang terkasih, biarlah setiap orang cepat untuk mendengar, lambat untuk berbicara, lambat untuk marah.

Cepat untuk berbicara kecenderungan karakter yang lebih banyak tidak tahunya karena lambat untuk mendengar/lambat belajar, dan lebih cepat emosian, maka lebih banyak salahnya daripada tepat/benarnya.[/b] :happy0025:

Shalom,