Apa maksud dari kosakata "dosa" ? Satu meaning ? ataukah lebih dari satu ?

SAMBUNGAN

Sudah @Sotardugur Parreva tanyakan. Jawabannya, jelas. Yusuf dan Maria yang ingin berbincang-bincang dengan teman sekotanya sambil menuju pulang, demikian juga mereka menyangka Yesus juga perlu berbincang-bincang dengan teman sebayaNya sambil berjalan menuju Nasaret. Pejalan kaki pada waktu itu banyak. Ato sangat banyak. Seluruh penduduk Nasaret dan kampung-kampung di antara Nasaret dan Yerusalem. Wajar, sangat wajar Yusuf dan Maria menyangka Yesus berjalan bersama temanNya di kelompok lain.

Tapi menyalahkan Yusuf dan Maria yang menyangka Yesus berjalan bersama teman sebayaNya, kesalahan yang maha besar.:smiley:

Nah.
“Betul” @Simatupang@123 itu bertentangan dengan ketidakterimaan @Simatupang@123 terhadap Tuhan Yesus Kristus memberikan kuasa mengajar kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Benar. Dikatakan Tuhan Yesus, lebih baik baginya sekiranya tidak dilahirkan (Mat 26:24 dan Mar 14:21)

Benar. Tetapi tidak semua yang dituntun oleh Tuhan Yesus Kristus menurut pada tuntunanNya. Banyak orang yang mengeraskan hati, seperti orang Yahudi yang tidak diizinkan menceraikan istri, tetapi berkeras hati menceraikan istri.

Mantap.
Kristen kaleng-kaleng percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus meninggalkan tulisan, dan Tuhan Yesus Kristus tidak memberikan kewenangan mengajar kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Damai menyertaimu.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Kesalahan Maria adalah :
Maria terlalu mempercayai bahwa anaknya itu nggak bandel, nurut orang tua :char11:

Setelah kejadian “anak hilang” tsb… barulah Yesus nurut orang tua :
Then he went down to Nazareth with them and was obedient to them

:smiley:

sebagaimana Firman itu tertulis, demikianlah apa adanya Firman itu diterima @Simatupang123. tidak menambahinya dan tidak menguranginya setitikpun.
setitikpun tidak berani kutambahi atau kukurangi…
inilah ke sepuluh Hukum yang dituliskan Tuhan di Loh Batu:

  1. 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku 3
  2. 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.3.
  3. 20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
  4. 20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat 20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
  5. 20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
  6. 20:13 Jangan membunuh
  7. 20:14 Jangan berzinah
  8. 20:15 Jangan mencuri
  9. 20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. 20:17 Jangan mengingini 13 rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

yang mana maksud @Sotar yang diubah… ?
itulah Firman itu sebagaimana dia ada, 9 kali kata jangan dan 1 kali kata ingat… tidak ada modif modif…

Memang, kuduga itutermasuk memodifikasi untuk menyesuaikan dengan tujuan @Simatupang@123 menulis di forum diskusi.

itu tidak memodif namanya bro, memodif itu adalah mengurang kata atau menambah kata, menambah kalimat atau mengurangi kalimat, sehingga mengubah makna Firman itu.

Maksud @Simatupang@123, perkataan Yesus di Yoh 16:12 [i]Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, ...[/i] itu [b]hanya mengenai detik detik kematian-Nya?[/b]

ya betul, itu sebagian besar mengenai detail peristiwa kematian Yesus…

Jika hanya mengenai detik detik kematian-Nya, menurut @Simatupang@123 apa guna Yesus menjanjikan senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman?

oh tentu, Puji Tuhan… Janji penyertaan Tuhan itu adalah Jaminan, bahwa segala yang disampaikan Tuhan dalam Firman-Nya, janji janjiNya, penyertaan-Nya, Hukum-Nya dan segala Firman beserta titik dan iotanya akan terlaksana, dan tidak akan berubah sekalipun langit runtuh.

[i]Wong[/i] setelah Yesus bangkit pada hari ketiga, Dia juga masih mengatakan banyak hal kepada rasul.
betul, dan segala yang dikatakan Tuhan itu, yang diperlukan untuk keselamatan kita, sudah dituliskan dalam Firman itu.
Iya.

bagus…

bersambung…

tetapi tidak ada juga informasi menyatakan bahwa setelah melihat siksaan serdadu Romawi kepada Yesus, lantas para rasul menjadi siap secara mental dan rohani.

kok @sotar bilang tidak ada informasi sih… ?
begitu limpahnya informasi di Alkitab, bahwa para rasul tidak siap secara mental dan rohani akibat minimnya pengetahuan mereka tentang sabda Tuhan. beberapa saat lamanya para murid hidup tanpa guru, seperti anak ayam tak punya induk membuat para murid cemas, tidak berani menyampaikan Firman, mereka mengisolasi diri di Yerusalem.

Boleh Anda jelaskan bahwa Alkitab hanya 66 kitab?

maksud sotar… ? sotar menanyakan jumlah kitab, apakah 66 kitab atau lebih… ??

kalau jumlah kitab mungkin ada banyak…
tapi ke 66 Kitab yang terdiri dari 39 Kitab PL dan 27 Kitab PB, 66 kitab, adalah diimani dan diterima @Simatupang123 sepenuhnya beserta titik dan iotanya sebagai Sabda Tuhan atau Firman Tuhan.

Sebelum Martin Luther menerjemah Alkitab, jumlah kitab Alkitab lebih dari 66 kitab.

sejak awal abad ke 3 kitab perjanjian lama sudah ada dan diterima sebanyak 27 Kitab, dari ke 27 Kitab inilah yang yang menjadi salah satu acuan atau ujian untuk menguji kitab mana saja di Kitab perjanjian lama yang
adalah Kitab yang diinspirasi Tuhan. Kanon Alkitab - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Kanonisitas Perjanjian Lama diteguhkan melalui referensi-referensi Perjanjian Baru terhadapnya.

bersambung…

apa isinya…

Tuhan Yesus Kristus memberi kuasa mengajar kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

@Simatupang123 bukannya menyangkal perkataan @Sotar, tapi ada baiknya @Sotar menunjukkan ayat Firman Tuhan bahwa Tuhan memberi kuasa atau otoritas kepada para rasulnya untuk mengajar…

Itu @Simatupang@123 tolak, dan mengambil sikap bahwa mengikut Kristus cukup dengan Alkitab.

mengikut Kristus tidak cukup dengan Alkitab.
tetapi mengikuti dan melakukan segala yang diperintahkan Tuhan dalam Kitab Suci itu.

Padahal, Tuhan Yesus Kristus [b]tidak menulis, tidak meninggalkan, tidak mengirimkan Alkitab.

jangan bebal @Sotar
sudah jelas jelas, ada 3 kali Tuhan menulis secara langsung…
2 kali diatas batu dan satu kali diatas pasir, masih @Sotar sangkal… ? sungguh terlalu.
sisanya dari isi keseluruhan kitab itu memang Tuhan tidak menulis secara langsung, tetapi melalui Ilham Roh Kudus para Nabi dan Rasul menulis kitab kitab itu, 66 Kitab.

[/b] Injil tidak mencatat bahwa masih ada nabi setelah kebangkitan Yesus,

pernahkan @Sotar baca ayat ini ?
Kisah 2:17
Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

tetapi @Simatupang@123 percaya ada nabiah abad XIX.

ya betul… @Simatupang123 percaya bahwa karunia Nabi masih ada sesuai Firman Tuhan.

Lhah, kayaknya sudah kusampaikan. Tapi baiklah. Mat 28:19-20 [i]Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."[/i] Menurut pemahaman @Simatupang@123, apa yang kubirukan itu?

belajar Firman itu tidak boleh hanya comot comot satu ayat lalu buat kesimpulan sesuai keinginan dari ayat yang dicomot itu. kalau belajar Firman harus lihat ayat itu secara keseluruhan.
mulai ayat 18 dicatat oleh Firman itu sebagai berikut:
Matius 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

dapatkah @Sotar menangkap apa yang tertulis itu… ?
pada Yesus Kristus-lah Kuasa itu diberikan.
artinya sekalipun Yesus Kristus di Sorga, Dia berkuasa untuk menjaga Firman-Nya akan selesai dan terlaksana dan akan dikabarkan ke seluruh muka bumi melalui para hamba hamba-Nya.

Munafik kau @Simatupang@123 mengatakan belajar Firman ini perlu kerendahan hati.

memang susah ya kerendahan hati itu…

Sudah kusampaikan Luk 2:44 [i]Karena mereka menyangka

sudah jelas jelas dari penjelasanmu sendiri dan dari ayat yang @Sotar kutip sendiri bahwa Maria menggunakan Sangkaannya… masihkah @Sotar mencari pembenaran… ?

Lhah. Saat itu ragawi Yesus sudah 12 tahun, lhoh. Kalo di Indonesia, wajarnya, itu sudah kelas 6 ato kelas 7. Pun kalo berbadan kuntet, anak seusia itu sudah menjelang usia remaja, sudah suka mencari teman sebaya untuk ngobrol [i]ngalor-ngidul.[/i] @Simatupang@123 menyalahkan Maria dan Yusuf dalam poin itu? Begitu yang @Simatupang@123 sebut dengan rendah hati belajar Firman?

Maria menggunakan perasaan dan feelingnya… disangkanya Anaknya bersama dengan dia padahal tidak.
hal ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita umat manusia. mengikut Tuhan tidak boleh pakai sangkaan atau feeling atau perasaan.
disangka Yesus bersama sama padahal tidak.
berapa banyak umat manusia yang seperti ini, menyangka mengikuti Yesus, padahal tidak ada Yesus dijalan yang dilalui itu.

bersambung…

lagi lagi menurut tulisanmu sendiri bahwa pada perjalanan itu Maria menggunakan sangkaannya…

Fatal apaan?

tentu sangat fatal, mengikut Tuhan tidak boleh pakai sangkaan.

Semakin jauh berjalan, semakin dekat ke Nasaret, semakin sedikit teman seperjalanannya karena ada kelompok-kelompok yang sudah tiba di kampungnya.

betul, menurut google map, Google Maps
perjalanan Yerusalem ke Nazaret adalah sejauh 146 Km, kalau Maria dan Yusuf berjalan jalan santai kurang lebih perjalanan mereka itu memerlukan waktu kurang lebih 14 Jam jalan kaki dan ternyata Maria baru menyadari kalau Yesus tidak bersama sama dengan mereka setelah dekat Nazaret…
hal tersebut menyatakan kelalaian Maria sebagai seorang ibu…
Maria memang baik dan saleh, itulah mengapa Tuhan mempercayakan Anak-Nya kepada Maria. tapi sebaik baiknya Maria, Firman Tuhan juga mencatat adanya kesalahan Maria dalam menjaga Anak yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

Harap diingat, saat itu Yesus belum menyatakan diri ke publik bahwa Dia adalah Tuhan. Tentu saja, Yusuf dan Maria juga tidak [i]pinter-pinteran[/i] mengumumkan kepada publik bahwa Yesus adalah Tuhan.

tetapi Maria tentu tahu siapa Anak itu…

Dari pertanyaan Maria kepada Yesus ketika menemukan Yesus berbincang denga 148 Kn alim ulama, [i]"Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?”[/i] menunjukkan bahwa Yusuf dan Maria masih menganggap Yesus sebagai benar-benar manusia, [b]bukan Tuhan.[/b]

Maria menunjukkan kesalahannya yang ke 2…
sudah meninggalkan Yesus malah menyalahkan Yesus…
betapa banyak orang yang mengaku percaya kepada Tuhan seperti Maria, meninggalkan Yesus, akibat meninggalkan Yesus mengalami kesusahan seperti Maria, namun setelah itu bukannya mengakui kesalahan malah mempersalahkan Tuhan.

Mungkin Maria dan Yusuf lupa pada pemberitahuan malaikat Gabriel.

ya betul, ini adalah sifat alami manusia yang sudah jatuh dalam dosa, yaitu “Lupa”
lupa bukanlah maaf atas suatu kesalahan dan dosa. kalau melakukan kesalahan tidak perlu mencari dalih dengan alasan lupa atau tidak tahu, kalau salah ya salah, haru diakui supaya diampuni.

Dengan kerendahan hati yang bagaimana yang @Simatupang@123 gunakan mengartikan Luk 2:44, sehingga @Simatupang@123 menyalahkan Yusuf dan Maria?

@Simatupang123 tidak menyalahkan Maria dan Yusuf…
wong sudah jelas apa yang mereka lakukan itu adalah kesalahan… ? apakah @Sotardugur menyangka perbuatan yang dilakukan oleh Maria dan Yusuf itu adalah tindakan mulia… ?
sudah meninggalkan Yesus malah menyalahkan Yesus…

Hmmm… Firman yang @Simatupang@123 maksudkan itu bukan berada di ruang hampa. Dia berhadir di keluarga Yahudi. Dia tidak lepas dari budaya Yahudi. Apabila orang yang sudah berusia 12 tahun diizinkan bersama teman sebayanya, dan kuduga di mana-mana manusia seusia itu sudah lumrah bergabung dengan kawan sebayanya,

sudahlah @Sotar, tak usah mencari pembenaran…

memang Adalah wajar bagi orangtua Yesus untuk menganggap Dia sebagai anak mereka sendiri. Ia ada di antara mereka setiap hari, kehidupan-Nya dalam banyak hal adalah serupa dengan kehidupan anak-anak yang lain, sehingga sukarlah bagi mereka untuk menginsafi bahwa Ialah Putra Allah. Mereka hampir gagal untuk menghargai berkat yang dikaruniakan kepada mereka dalam hadirat Penebus dunia. Kesusahan hati akibat perpisahan mereka dari Dia, dan teguran halus yang terkandung dalam perkataan-Nya itu, dimaksudkan untuk mengingatkan kepada mereka betapa sucinya tanggung jawab yang diserahkan kepada mereka.

bersambung…

sorry, maksudku Kitab Perjanjian Baru, bukan perjanjian lama…

sejak awal abad ke 3 kitab perjanjian Baru sudah ada dan diterima sebanyak 27 Kitab, dari ke 27 Kitab inilah yang yang menjadi salah satu acuan atau ujian untuk menguji kitab mana saja di Kitab perjanjian lama yang
adalah Kitab yang diinspirasi Tuhan. Kanon Alkitab - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Kanonisitas Perjanjian Lama diteguhkan melalui referensi-referensi Perjanjian Baru terhadapnya.

salam
TYM

Belon tentu juga sima.

Klu Yesus itu anak yang penurut, patuh dengan orang tua, maka tidak ada kejadian seperti itu.

Dengan kata lain,
Maria percaya bhw Yesus itu anak yg penurut dan patuh thdp orang tua…
oleh karena itu Maria nggak merasa perlu setiap saat NGANGON anak kayak ngangon kebo, mesti diliatin apakah ada ato kagak saat mau pulang dan diperjalanan pulang.

Dan ternyata ayat sendiri ada menyatakan perihal [Yesus patuh] SETELAH kejadian tsb.
Then he went down to Nazareth with them and was obedient to them

So… sebelum kejadian tsb, bisa dikatakan bhw Yesus itu BUKAN anak yang penurut dan patuh thdp orang tua, setidaknya ketika event tsb terjadi.

Tidak ada itu terbaca di PB, bahwa jumlah kitab PB adalah 27 kitab, sima.

Itu kan TRADISI yang menentukan :
PB terdiri dari anu anu anu… dimana jumlah anu anu anu setelah ditotalin ada 27.

janganlah demi membenarkan tindakan Maria yang salah, bro @Odading jadi menyalahkan Tuhan Yesus.

Dengan kata lain, Maria percaya bhw Yesus itu anak yg penurut dan patuh thdp orang tua...

diajak untuk pulangpun tidak oleh Maria (tidak dicatat),

dan kemungkinan peristiwa ke Yerusalem adalah perjalanan pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ke Yerusalem semenjak Tuhan Yesus tahu berjalan. itulah ketika menyadari Tuhan Yesus tidak bersama sama Yusuf dan Maria, mereka sangat cemas dan mencari Yesus dengan bersusah hati.

memang yang dilakukan oleh Maria itu adalah satu kesalahan, tidak perlu membelanya…
Maria itu saleh, tapi punya kesalahan…

Dan ternyata ayat sendiri ada menyatakan perihal [Yesus patuh] SETELAH kejadian tsb. Then he went down to Nazareth with them and was obedient to them

apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ini adalah satu teladan kepada kita semua yang orang tuanya masih hidup.
orang tua Yesus sekalipun tidak sempurna dan dapat berbuat salah, Yesus sebagai Anak tetap taat dan mengasihi orangtua-Nya…

aplikasinya adalah:
orang tua kita secara fisik mungkin bukanlah orang yang sempurna, mungkin dalam mendidik kita ada kesalahan yang orang tua pernah lakukan, tapi jangan pernah memberontak kepada orang tua, hormati orang Tua sesuai ajaran Tuhan. kita kasihi mereka, kita hormati mereka, kita urus mereka kalau sudah tua. walaupun orang tua kita pernah melakukan kesalahan, kita harus hormati sesuai ajaran Tuhan.

Tuhan Yesus sudah melakukannya, mari kita ikuti…

salam
TYM

Oh terbalik sima.

Saya yang bilang ke sima lah yang berupa :
janganlah demi membenarkan ajaran, sima menyalahkan Maria

Yang saya ajukan di post sblmnya diawali dgn kalimat sbb ini, sima: [Belon tentu juga].

Jadi tidak bisa diketahui
A. apakah emang itu karena Maria TIDAK ngangon anaknya kayak ngangon kebo ?
Ataukah
B. apakah emang itu karena Yesus saat itu emang bukan anak yang patuh n nurut ortu ?

bro @Odading jadi menyalahkan Tuhan Yesus.
Baca itu yang ungu tebel, sima. Sementara padahal sima-lah yang se-enak jidatnya menyatakan [Maria salah], sementara padahal adalah tidak mungkin bisa diketahui secara pasti apakah yg terjadi itu A ataukah yang B ?
diajak untuk pulangpun tidak oleh Maria (tidak dicatat)
Tidak bisa diketahui, apakah Maria ada tereak "Hayo nak, kita pulang" ataukah tidak. Begimanapula sima se-enak jidat menyatakan : "oh karena tidak terbaca di kalimat suci, maka itu JELAS n PASTI ya tidak ada itu Maria tereak [Hayo nak kita pulang]" :D.
dan [b]kemungkinan [/b]peristiwa ke Yerusalem adalah perjalanan pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ke Yerusalem semenjak Tuhan Yesus tahu berjalan.
So... KEMUNGKINAN. Gak tau pasti. Jadi yang tidak tercatat, gak jelas yang mana yang terjadi.
memang yang dilakukan oleh Maria itu adalah satu kesalahan, tidak perlu membelanya..
Tidak. Yang saya ajukan adalah kesalahanmu menyatakan bhw [adalah PASTI Maria salah] berdasarkan kisah SECUIL tsb... yakni dgn saya menunjukkan ada kemungkinan lain... dengan demikian adalah TIDAK PASTI Maria salah.

Mungkin iya Maria salah - mungkin juga tidak.
Yang jelas, kepatuhan Yesus itu BARU dituliskan SETELAH kejadian tsb.

Maria itu saleh, tapi punya kesalahan..
Nggak ada urusannya. Mau itu Maria saleh kek, soleha kek, pelacur kek.... gak ada hubungannya dgn yang lagi dibicarakan, sima.

Point-nya disini sima menyatakan :
ADALAH PASTI Maria salah.

Saya ngajuin kemungkinan laen, yg dengan demikian logika selanjutnya :
ADALAH TIDAK PASTI Maria salah.

orang tua Yesus sekalipun tidak sempurna dan dapat berbuat salah
Point-nya bukan itu sima. Jangan dipakai alesan "KARENA ortu bisa berbuat salah MAKA berdasarkan cerita SECUIL event tsb sima menyatakan : dengan demikian [adalah pasti itu karena Maria Salah].

ortu bisa berbuat salah —> correct. Saya setuju sependapat.

Tapi dilain sisi :
anak juga bisa berbuat salah, sima.

Yesus sebagai Anak tetap [b]taat [/b]dan mengasihi orangtua-Nya.
Tidak ada itu terbaca mengenai bold pas SEBELUM kejadian tsb, sima.

SETELAH kejadian tsb, SETELAH ortu-nya bilang : “Son, why have you treated us like this? Your father and I have been anxiously searching for you”, barulah terbaca : Then he went down to Nazareth with them and was obedient to them

aplikasinya adalah: orang tua kita secara fisik mungkin bukanlah orang yang sempurna, mungkin dalam mendidik kita ada kesalahan yang orang tua pernah lakukan, tapi jangan pernah memberontak kepada orang tua, hormati orang Tua sesuai ajaran Tuhan. kita kasihi mereka, kita hormati mereka, kita urus mereka kalau sudah tua. walaupun orang tua kita pernah melakukan kesalahan, kita harus hormati sesuai ajaran Tuhan.
Kalimat diatas menunjukkan di pov sima itu : [b][seorang anak tidak mungkin pernah salah][/b]
Tuhan Yesus sudah melakukannya, mari kita ikuti...
Ya... seorang anak bernama Yesus melakukannya. Dan saya kasih tau bahwa [seorang anak itu mungkin2 aja salah], sima. So... di kisah secuil event tsb, gak bisa tau itu ortu yg salah ataukah anak yg salah.

ya betul, anak anak bisa dan sering berbuat salah.

tapi tidak demikian dengan Yesus Kristus Putra Maria. Yesus tidak pernah salah…
Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang sempurna tanpa noda, cacat dan cela…

Yesus adalah Korban yang sempurna…
semua manusia termasuk ibu-Nya Yesus adalah orang berdosa,.

Yesus Sempurna, tidak bercacat, yang kesempurnaan-Nya berkuasa, Ya dan Amin untuk menghapus segala dosa kita, mempoles dan menyempurnakan cacat dan cela kita…

Yesus tidak pernah berbuat cela, kesalahan dan dosa.
itu kata Firman Tuhan…

baca dan renungkanlah Ibrani 7:26

salam Damai
salam Sehat
TYM

Hmm… yang di atas itu @Simatupang@123 kembalikan ke tanpa modifikasi, ya?
Bagus.
Begitu namanya, tidak bohong untuk poin itu. :smiley:

Maksud @Simatupang@123 tidak memodif melainkan memberi aksesori? :smiley:

Tidak kutemukan informasi dalam Perjanjian Baru yang mengungkapkan seperti itu. Agar @Simatupang konsisten, selalu memberikan ayat pendukung, berikan juga ayat pendukung untuk pernyataan @Simatupang@123 itu.

O begitu pemahaman @Simatupang@123.
Menurut pemahaman @Sotardugur Parreva, penyertaan Tuhan yang senantiasa sampai kepada akhir zaman, bukan untuk menjamin terlaksananya hal-hal yang difirmankan Tuhan Yesus Kristus, tetapi untuk menjamin bahwa ajaran yang diajarkan oleh rasul ato penerus rasul ato orang yang mereka utus, benar-benar merupakan hal-hal yang harus dikatakan Tuhan Yesus Kristus, termasuk yang belum sempat dikatakan selama pelayanan ragawiNya.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Kelihatannya, belum semua kok. Contoh yang sedang viral, istilah Tritunggal belum dicatat di Alkitab, sehingga ada orang yang menolak istilah tersebut.

Oke.
Ingat, setelah kebangkitanNya, masih banyak yang dikatakanNya, dan tidak ada informasi yang mengatakan bahwa hanya perkataan yang dikatakan selama sebelum naik ke sorga, adalah ajaranNya. Penyertaan senantiasa sampai kepada akhir zaman untuk menjamin ajaran yang diajarkan rasul ato penerus rasul ato utusannya, adalah benar ajaranNya, baik yang sudah dikatakan selama pelayanan ragawiNya, juga segala hal yang belum sempat dikatakan selama pelayanan ragawiNya.

Lhah, para rasul memang menyembunyikan diri setelah kematian Yesus. Para rasul dan utusan-utusan pengabar Injil menjadi berani keluar dan mengajar di tempat umum setelah mendapat pencurahan ROH KUDUS pada Hari Pentakosta. Tetapi, dengan ROH KUDUS tercurah kepada rasul, bukan lantas penyertaan Tuhan kepada rasul berhenti. ROH KUDUS ato Roh Kebenaran akan memimpin rasul dan penerus rasul serta utusan mereka untuk menyampaikan segala sesuatu yang harus dikatakan Yesus, senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman. Tidak berhenti sejak Hari Pentakosta.

O begitu.
Kalo menurut Kanon Alkitab - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ada beberapa kanonisasi oleh kelompok-kelompok berbeda. Masing-masing kelompok idealnya menerima dan mengimani kanonisasi kelompoknya sebagai sabda Tuhan. Pada situs itu, Tradisi Barat yang terdiri dari Protestan dan Katolik Roma, menerima dan mengimani kitab yang berbeda jumlah.
Dari sejarahnya, diketahui bahwa Protestan menyempal dari Katolik Roma. Secara sederhana, tidak salah memandang bahwa Protestan membawa kitab-kitab yang sudah dikanon di Katolik Roma, meski tidak seluruh kitab kanon itu dibawa.
Dari paragraf ini:

Kanon Luther
Artikel utama: Kanon Luther
Martin Luther (1483–1546) berupaya mengeluarkan kitab Ibrani, Yakobus, Yudas, dan Wahyu dari kanon (sebagian karena alasan bahwa kitab-kitab tersebut dianggap bertentangan dengan doktrin Protestan tertentu seperti sola scriptura dan sola fide), tetapi hal ini tidak diterima secara luas di kalangan para pengikutnya.
Saat ini kitab-kitab tersebut berada pada urutan terakhir dalam Alkitab Luther berbahasa Jerman. Selain itu Luther memindahkan kitab-kitab yang kemudian disebut Deuterokanonika ke suatu bagian terpisah yang disebutnya Apokrifa.
Diketahui bahwa kitab Alkitab Protestan membawa sebagian dan meninggalkan sebagan kitab Katolik Roma.
Nah, tadinya, @Sotardugur Parreva meminta @Simatupang@123 menjelaskan bahwa jumlah kitab Alkitab hanya 66, berharap mendapat jawaban, kenapa @Simatupang@123 mempercayai bahwa kitab Alkitab hanya 66. Dan, @Simatupang@123 sudah menjelaskan. Terima kasih.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Iya, tentang jumlah kitab Perjanjian Baru tidak berbeda jumlah yang digunakan Protestan dan Katolik Roma [b]setelah pengikut Martin Luther menolak pembuangan kitab Ibrani, Yakobus, Yudas, dan Wahyu (baca paragraf terquote di atas).

Upf, maaf. Tadinya, yang @Sotardugur Parreva maksud adalah ayat 20, bukan 19. Sekali lagi, maaf.
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Dari ayat itu mendukung bahwa Tuhan Yesus Kristus meninggalkan kewenangan mengajar kepada rasulNya, bukan meninggalkan Alkitab sebagai bahan ajar rasul kepada murid Kristus.

Ya. Mat 28:20 itu adalah amanat Yesus kepada rasulNya untuk mengajar murid yang telah dibaptis dalam nama Bapa, dan Anak, dan ROH KUDUS, sementara Tuhan Yesus Kristus tidak meninggalkan tulisan tanganNya, tidak mengirimkan Alkitab kepada rasul. Ditekankan pula, agar rasul mengetahui bahwa rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

O begitu. Mungkin @Sotardugur salah menangkap, ato @Simatupang@123 salah menulis.
Dengan demikian, kelihatannya, untuk pemahaman terhadap Tuhan Yesus Kristus tidak menulis, meninggalkan, mengirimkan Alkitab sebagai bahan ajar rasul, di antara kita sudah sepemahaman.

Lhah, justru @Simatupang@123 yang harus mengurangi kebebalan.
Alkitab yang ada sekarang, bukan semata-mata hasil tulisan tangan Tuhan. Jika @Simatupang@123 membebalkan diri dengan mengklaim bahwa Alkitab yang @Simatupang@123 terima dan Imani sebanyak 66 kitab itu, adalah tulisan tangan Tuhan, itu naif, dan menyesatkan.
Bagian Alkitab yang tulisan tangan Tuhan itu ada di bagian Hukum Taurat dan kitab para nabi. Tuhan Yesus Kristus mengatakan di Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Jangan bebal @Simatupang@123. Apa kaitan ayat itu dengan nabi? Apakah kalo bernubuat tentang sesuatu, misalnya hari kiamat dan tidak terbukti, lantas orang itu menjadi nabi?

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Bedakan nabi dengan karunia nabi. Jangan bebal.

:smiley: Kebebalan @Simatupang menguat. ;D
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Menurut penangkapan @Simatupang@123, apa yang dimaksud dengan yang tebal itu?
Menurut penangkapan @Sotardugur Parreva, yang tebal itu adalah hal yang harus diajarkan oleh rasul kepada murid Kristus. Rasul berwenang mengajarkan yang tebal itu karena rasul diberi kewenangan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Bisa @Simatupang@123 tangkap?
Ato, menurut @Simatupang@123, apa yang hendak disampaikan dengan Mat 28:19-20 itu?

Tulisan @Simatupang bertentangan dengan kerendahan hati.

Lhoh, @Sotardugur Parreva mencari pembenaran? Bukankah @Simatupang@123 membaca bahwa mereka menyangka? Apakah menggunakan sangkaan merupakan hal yang salah? Sepasang suami-istri menyangka anaknya yang sudah berusia 12 tahun berjalan pulang bersama teman-temanNya, @Simatupang@123 persalahkan?

Konyol.
Saat itu, ketuhanan Yesus belum dipublikasi. Para pihak yang mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan, hanya kalangan terbatas, Maria, Yusuf, Elisabet, mungkin Zakaria, mungkin Yohanes Pembaptis, dan mungkin beberapa orang lainnya. Dengan kondisi seperti itu, wajar saja Yusuf dan Maria tidak merasa mengikut Tuhan, justru mereka merasa bahwa Yesus yang berumur 12 tahun yang mengikuti mereka. Karena kondisi seperti itu pula maka alim ulama yang berdiskusi dengan Yesus di Yerusalem tidak mengerti pertanyaan Yesus kepada Maria dan Yusuf, Luk 2:49-50 Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Apabila alim ulama mengerti pertanyaan Yesus itu, ketika itu pula Yesus akan dirajam.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Lhoh, @Simatupang@123 percaya dengan catatan Injil, bukan?
Luk 2:44 itu memuat catatan bahwa mereka (Yusuf dan Maria) menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka. Pertanyaannya, apakah @Simatupang@123 hendak menyalahkan catatan itu? Ato, @Simatupang@123 menyalahkan Yusuf dan Maria yang menyangka Yesus berjalan bersama teman seperjalanan mereka?

:smiley: Bebal. Ketika itu, ketuhanan Yesus belum dipublikasi. Ketika itu, Yusuf dan Maria tidak merasa mengikut Yesus, justru merasa bahwa mereka membawa Yesus mengikuti mereka merayakan Paskah ke Yerusalem. :smiley:

Menurut @Simatupang@123, peristiwa itu kelalaian Maria. Menurut catatan Injil, Yusuf dan Maria menyangka Yesus berjalan bersama orang-orang seperjalanan mereka menuju Nazaret. Pikiran siapa yang harus diikut oleh Kristen? Pikiran @Simatupang@123 ato pemikiran Yusuf dan Maria yang dicatat di Injil? ;D

Elizabet pun tahu bahwa Maria adalah ibu Tuhannya.

;D Yah… masing-masing orang merdeka saja memikir apa saja. :smiley:

;D Kita hanya menduga-duga. Silahkan saja, @Simatupang@123 mau percayay catatan di Injil, ato tidak. Catatan di Injil menunjukkan bahwa Yusuf dan Maria menyangka Yesus berjalan bersama orang-orang seperjalanan dengan mereka menuju Nazaret.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

;D Siapa pula mengatakan perbuatan Yusuf dan Maria pada peristiwa itu sebagai perbuatan mulia? @Simatupang@123 masih sehat, kan? Tetapi, tidak menerima catatan di Injil sebagai suatu kebenaran, menurut penilaianku, tergolong bebal.

Siapa pula yang mencari pembenaran? @Simatupang@123kah?
@Simatupang@123 percaya dengan tulisan di Injil, tidak?
Ato, mungkin @Simatupang@123 membaca ayat lain di Injil yang berkaitan dengan perayaan Paskah di Yerusalem ketika umur Yesus 12 tahun?
Ato, @Simatupang@123 lebih mempercayai jalan pikiran sendiri daripada catatan di Injil?
@Simatupang@123 lebih percaya Perjanjian Lama yang dikatakan berlaku sampai zaman Yohanes itu? :smiley: ;D

Bertobatlah, Kerajaan Sorga sudah dekat.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Cerita Yesus sebelum tua, SECUIL sima. Jadi gak bisa dinyatakan bold.

Selain itu, sima jadi sepertinya sedang menyebarkan ajaran bhw Maria itu IDEM dengan inkubator.
Inkubator tidak mengajar ataupun mengkoreksi, karena bayi yang keluar dari inkubator tidak pernah salah sehingga tidak perlu belajar atopun di koreksi.

Coba sima pikir, begimana itu ceritanya sementara kalimatnya bilang obedient to them namun menurut sima Yesus gak pernah salah ?

Begimana itu ceritanya sementara sima sendiri bilang sbb :

namun sima bilang Yesus gak pernah salah ?

sima : serba terbatas
oda : dengan demikian Yesus TIDAK Maha, tidak maha tau, tidak maha kuasa, tidak maha ada.

So,
KARENA Yesus TIDAK maha tau,
MAKA Yesus TIDAK TAU bhw [masa bodoh mao ketinggalan ortu ato kagak kek] itu SALAH.

Son, why have you treated us like this? Your father and I have been anxiously searching for you

Kalimat diatas secara tidak langsung mengajarkan Yesus sbb :
Nak… laen kali jangan bikin kayak gitu lagi ya. Don’t treat us like this anymore.

Then he went down to Nazareth with them and was obedient to them

Kalimat diatas menunjukkan bahwa sejak dibilangin kayak gitu, Yesus tidak lagi melakukan hal yang sama seperti sebelumnya —> [mao gue ketinggalan ortu ato kagak kek … sabodo teuing].

Sima jadi mirip kayak sotar, yakni : Yesus tidak pernah salah.
Bedanya : sotar bilang itu karena Yesus tidak butuh Maria (Allah gitu loh, tidak terbatas) sementara sima bilang Yesus serba terbatas. :smiley:

[b]Yesus Sempurna[/b], tidak bercacat, yang kesempurnaan-Nya berkuasa
Sekali lagi, coba PIKIR sima.... kalimat jelas2 terbaca obedient to them. Jelas2 terbaca Jesus increased in wisdom. So itu jelas2 Yesus TIDAK sempurna. Jadi bisa2 aja kejadian tsb adalah pelajaran buat Yesus ---> Jesus increased in wisdom ---> He will never do like that again to his parents.

Laen cerita kalo misalnya mao dikatakan : “lama kelamaan akhirnya Yesus menjadi sempurna” —> ini masih bisa dikatakan masuk, sima.

:wink:,
salam.

ya betul sekali, hanya secuil saja…

diantara yang secuil itu, Firman Tuhan berkata:
Lukas 2:52
dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah Hikmat-Nya dan Besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

mari perhatikan contoh berikut ini:

https://torajafarmer.files.wordpress.com/2018/05/seed-germination-epigeal-and-hypogeal10.png?w=620

mulai dari Benih, Berakar, Bertunas, Bercabang, Besar, Berbunga dan Berbuah, semua tahapan itu adalah Sempurna.

Benih yang Kecil itu Sempurna, sampai tahapan tahapan selanjutnya Benih itu sempurna sampai berbuah.

Tanaman Kacang yang sudah berbunga tidak lebih sempurna dari Benih yang masih baru ditanam.
tapi semua tahapan itu Sempurna menurut masa dan waktunya…

yang tidak sempurna adalah, ketika ditanam adalah Benih, tapi tidak pernah bertumbuh, itullah yang disebut cacat atau benih yang gagal…

begitulah dengan Yesus Kristus Tuhan kita…
Semua tahapan yang dilalui-Nya sebagai seorang Manusia adalah Sempurna.
mulai dari Kandungan, Dia Sempurna.
dimasa bayi Dia Sempurna bertumbuh sebagai seorang Bayi, tidak bisa langsung tiba tiba lari, tapi perlu diajari dan dituntun.
dimasa kanak kanak Dia sempurna sebagai seorang Anak
dimasa Remaja Dia sempurna sebagai seorang Anak…
sampai Besar dan Sampai Mati-Nya disalibkan…

Yesus Kristus Tuhan kita, tidak bercacat dalam segala Hal… Sempurna dan selaras dengan kehendak Tuhan…

:slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

salam
TYM