Apa Kabar Pendidikan Anak-anak TKI di Malaysia ?

Ketika Indonesia masih berkutat dengan masalah sontek-menyontek pada Ujian Nasional yang terjadi di beberapa daerah, lalu bagaimana kabar para anak-anak Tenaga Kerja Indonesia di negeri jiran Malaysia? Kesampingkan sontek-menyontek, bahkan anak-anak pahlawan devisa inipun ada yang tidak hapal lagu Indonesia Raya.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian Pendidikan Nasional sepakat memperbanyak kurikulum pendidikan bagi anak tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Moh. Jumhur Hidayat, perbaikan kualitas pendidikan anak-anak TKI di negara serumpun itu di antaranya dengan menambah kurikulum sekolah.

Dia menuturkan rendahnya kualitas anak-anak itu di antaranya tidak hafal lagu Indonesia Raya dan juga tidak tahu presiden Indonesia. “Kami sangat prihatin melihat kondisi anak-anak TKI di Malasya, seperti di area perkebunan sawit yang ada di bagian Timur negara itu. Mereka tidak mendapatkan sentuhan pendidikan,” katanya, hari ini.

Saat ini, diperkirakan sekitar 40.000 anak TKI dari sekitar 51.000 anak pekerja di Malaysia bagian Timur, seperti di Johor, Sabah dan Serawak ternyata belum mendapatkan pendidikan yang layak. “Persoalan masa depan pendidikan anak TKI di Malaysia mendesak untuk diperhatikan secara serius oleh pemerintah, dalam hal ini Kemendiknas,” jelasnya.

Jumhur menyatakan di Kinabalu, Malaysia memang ada lembaga pendidikan yang dapat menampung anak-anak TKI, tapi hanya mampu menampung sekitar 10.000 anak. Bahkan, lanjutnya, untuk mengharapkan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Malaysia bagi anak-anak TKI tidak memungkinkan, terutama dari sisi biaya. Saat ini, terdapat 35 titik lokasi pendidikan yang ada di wilayah perkebunan sawit di negara-negara Malaysia bagian Timur itu.

Untuk pendidikan anak-anak TKI yang menjadi pekerja di sektor perkebunan sawit, Kemendiknas pada 2009 mengirimkan 109 orang tenaga pendidik. Mereka diperbantukan ke Yayasan Humana, sebuah yayasan yang terakreditasi oleh Pemerintah Negeri Sabah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak warga negara Indonesia.

Source : Berbagai Sumber/DPT