Apa hubungan antara Iman, Nasib dan Takdir?

Saya punya teman yg lahir normal, tapi usia 5 tahun dia kena polio, akhirnya mulai saat itu kakinya mengecil dan cacat. Sekarang dia memakai tongkat untuk membantunya berjalan. Teman saya ini seorang anak Tuhan. Sudah ratusan KKR dia ikuti dari hamba Tuhan lokal sampai import. Ternyata Tuhan ya nggak kunjung menyembuhkan dia juga.
Itu nasib atau takdir?
TRus ada juga yg terlahir sebagai orang miskin, tapi karena dia berjuang keras dan habis2an sampai kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala, akhirnya dia jadi orang kaya. Padahal tadinya dibilang takdirnya orang miskin. Ini nasib, takdir atau iman?
Mungkin ada bro yg bisa mulai mengulas dr kamus besar Bahasa Indonesia apa itu iman, nasib dan takdir.
Dalam mengulas iman lebih baik kita tidak membahas predistinasi krn ini pengertian iman secara umum, nggak ada hubungannya dgn keselamatan.

mungkin kita perlu mengerti dulu definisi/arti dari ketiga kata tersebut, menurut saya
NASIB : yaitu bila kita tidak melakukan tapi bisa mendapatkan (hanya kebetulan saja tanpa tuhan campur tangan)
Takdir ; sesuatu yang terjadi yang memang telah direncanakan Tuhan sebelumnya.
IMAN: suatu keyakinan yang pasti dalam diri kita untuk mendapatkan /memperoleh/ menjadikan sesuatu

Apakah FK’er setuju dengan definisi ini ?

Tuhan Yesus memberkati
Han

masalah itu bukan takdir …
krn orang tuanya lupa melakukan imunisasi … di anak mendapat masalah di tulangnya

TRus ada juga yg terlahir sebagai orang miskin, tapi karena dia berjuang keras dan habis2an sampai kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala, akhirnya dia jadi orang kaya. Padahal tadinya dibilang takdirnya orang miskin. Ini nasib, takdir atau iman?

nasib orang miskin bisa berubah jika … mau berusaha bekerja denga rajin

Ibrani 11:1 : Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Jelas sekali definisi Iman disini.
Nasib menurut saya terkait dengan SIKLUS KEHIDUPAN. Ada + ada -, ada pasang ada surut, ada siang ada malam. Begitu juga siklus kehidupan manusia. Kalo lagi +, orang akan bilang nasibnya lagi baik. Sebaliknya kalo lagi -, dibilang nasibnya lagi sial. Siklus kehidupan berlaku general. Tidak mengenal suku, ras, maupun agama. Tidak terkecuali anak2 Tuhan.
Jadi, ayat di Ulangan 28:13 (yg bunyinya: "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengar perintah Tuhan Allahmu,…) hanya berlaku kalau Siklus Kehidupan seseorang memang lagi + atau diatas. Dengan kata lain, sebenarnya Ulangan 28:13 itu cuma propaganda pendeta aja pada waktu nyuruh jemaatnya nyetor Perpuluhan. Padahal, dengan rajin nyetor perpuluhan-pun tidak ada jaminan sama sekali seseorang Siklus Kehidupannya tidak bisa turun. Omong kosong itu!
Ada yg mau menambahkan?

setuju wenaz … ulangan 28 merupakan propaganda pendeta utk perpuluhan , demikian juga maleakhi …
kelihatannya bro wenaz tidak pernah menyetor perpuluhan ya ? :slight_smile:

Saya kadang ngasih kadang nggak. Tapi sejak saya tau kebenaran, mindset saya berubah. Saya mau ngasih perpuluhan bukan untuk Tuhan, tapi murni untuk membantu operasional gereja. Kalau saya punya uang dan diberkati ya ngasih kalo nggak punya uang ya nggak ngasih. Paling ngasih buat persembahan aja.

hehhehe… ngga keliru tah???

nasihat Firman Tuhan justru mengajarkan :

Kol. 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

@wenaz
Saya kadang ngasih kadang nggak. Tapi sejak saya tau kebenaran, mindset saya berubah. Saya mau ngasih perpuluhan bukan untuk Tuhan, tapi murni untuk membantu operasional gereja. Kalau saya punya uang dan diberkati ya ngasih kalo nggak punya uang ya nggak ngasih. Paling ngasih buat persembahan aja.

kebenaran yg seperti apa yg anda ketahui ? kebenaran bahwa pendeta sering mempergunakan ayat2 di alkitab utk propaganda yg menguntungkan dirinya ?
kalo saya justru berpendapat perpuluhan itu hanya adat tradisi di perjanjian lama. di perjanjian baru sudah tidak berlaku lagi. makanya saya tidak pernah memberi perpuluhan . karena saya tahu , Tuhan sangat menghargai pemberian yg diberikan dengan sepenuh hati, berapapun jumlahnya . intinya , berdasarkan kerelaan hati kita masing2. buat apa memberi perpuluhan, tapi hati kita tidak rela ?? mendingan tidak usah memberi sekalian , daripada memberi tapi hati kita tidak rela / mengharap imbalan / balasan dari Tuhan.
saya tidak memberi perpuluhan , toh Tuhan juga tidak marah / dendam sehingga lantas menutup pintu rejeki saya. memberi atau tidak memberi rejeki saya ok ok saja…

Utk Bro Bersatu,

Benar sekali Bro.
Di masa PB, persepuluhan (mnrt aturan Taurat) tidak lagi berlaku bagi kita.

MANA MUNGKIN uangnya Tuhan itu HANYA 10%?
Uang kita itu 100% uang Tuhan.

Mngimani doktrin persepuluhan jaman PL bisa mbuat kita sesat krn HANYA berpikir bhw kita wajib mnyisihkan 10% saja dari harta kita, PADAHAL semua harta kita adl milik Tuhan.

Kebebasan yg kita miliki di jaman PB bukanlah bebas utk tidak melakukan Taurat, mlainkan bebas utk mlakukan LEBIH DARIPADA TAURAT.

Cia yo Bro!!!

MANA MUNGKIN uangnya Tuhan itu HANYA 10%?
Uang kita itu 100% uang Tuhan.

Mngimani doktrin persepuluhan jaman PL bisa mbuat kita sesat krn HANYA berpikir bhw kita wajib mnyisihkan 10% saja dari harta kita, PADAHAL semua harta kita adl milik Tuhan.

@ bro siip

ya , 100 % uang kita milik Tuhan , oleh karena itu bro siip , marilah kita persembahkan 100 % harta kita kepada Tuhan :slight_smile:

kok melenceng neh jadi persepuluhan…hahah
hayo balik2 ke topik :smiley:

Utk Bro Wenas,

Alkitab tidak mengenal kata ‘takdir’.
Tp Alkitab mengenal kata ‘nasib’.

Dari 19 buah ayat yg mnampilkan kata ‘nasib’, dapat kita temukan bhw ada 2 definisi nasib :

  1. Nasib adalah pengaturan Tuhan yg tidak dapat ditolak dan yg dialami oleh semua orang.
    Contoh nasib ini adalah kelahiran dan kematian (in most cases).
    Kelahiran dan kematian (in most cases) adalah pengaturan eksklusif Tuhan.
    Tidak ada yg bs memilih dimana ia dilahirkan dan kapan ia diambil nyawanya.

Ayatnya :

Pkh. 9:2
Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.

Yes. 45:7
yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

  1. Nasib adalah konsekuensi terprediksi sebagai akibat dari perbuatan.
    Rupanya Alkitab tidak hanya mbatasi definisi nasib sbg ssuatu yg tidak dapat diubah.
    Nasib juga merupakan akibat dari suatu perbuatan dimana akibat tsb sudah dapat diperkirakan oleh siapa yg berbuat.

2Ptr. 2:13
dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.

Hos. 4:9
Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya.


Tuhan tidak hendak manusia meratapi nasib buruk, mlainkan mengejar hidup dlm nasib yg baik.

Bil. 11:1
Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.

Biar bgmnpun awal nasib kita, Tuhan ssungguhnya sudah mrancangkan masa depan penuh harapan yg penuh damai sejahtera.

Yer. 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Hahahahaha…

Yg penting paham dulu bhw sluruh harta kita adl milik Tuhan.
Slebihnya kita mbri ssuai dg apa yg Tuhan khendaki bagi kita dan itu tidak dapat dibatasi oleh 10% atau brapapun persennya.


Saya sama spt Bro yg myakini bhw hukum Taurat, tmsk hukum persepuluhan sudah tdk berlaku lagi.
Saya juga tidak stuju jika hamba Tuhan mngutip soal ppuluhan Taurat lalu mngajarkannya dlm bingkai hukum Taurat PL.

Tp yg saya juga ktahui, jika sso menolak mbaktikan 10% dari phasilannya kpd Tuhan, maka akan lebih sulit lagi bagi hatinya utk mbrikan lebih dari 10% jika Tuhan menghendakinya bbuat dmikian.

Mbrikan psepuluhan itu sangat bguna mdisiplinkan hati dan iman kita, sampai akhirnya hati dan iman kita mjd matang shg kita bebas mbrikan brapapun yg Tuhan mau utk kita brikan.

Gini lho Bro…
Jika hati dan iman orang itu blm dewasa, ia butuh smacam aturan utk mjauhkan hatinya dari cinta uang (spanjang aturan tsb tidak mnyalahi nafas PB).
Jika hati dan iman orang itu sudah dewasa, ia tidak butuh aturan itu lagi krn ia dapat mnilai dari hatinya sendiri bdsk khendak Roh Kudus.

Nasib atau takdir? Apa hubungannya dengan iman?

Allah men”takdirkan” umat Israel masuk dan menikmati tanah perjanjian bahkan sebelum mereka dilahirkan, nyatanya hampir 2 juta orang Israel mati dipadang gurun tanpa pernah melihat tanah perjanjian yang “ditakdirkan” Tuhan untuk mereka!

Namun anak anak mereka dengan iman merubah nasib yang menimpa orang tuanya yaitu mati dipadang gurun sehingga takdir Tuhan bisa tewujud dalam kehidupan mereka!
:slight_smile:

@wenaz

Kemudian kalau begitu,dalam menghadapi venomena yang kamu sodorkan didepan itu…apa sebetulnya yang harus diutamakan terlebih dahului oleh simanusianya.itu…??.sehingga ada yng dinomor satukan dalam hidup manusia tsb…?? Karena perihal Iman sesuai ALKITAB sudah ada artinya sperti yang kamu jelaskan. Tapi pada dasarnya di tempatkan dimanakah pada diri kita.nya yng manusia ini…??.supaya kita dapat menghadapi nasib itu nantinya seperti apa…?? dan apakah itu dapat dipahami sebagai takdir…?? Karena perlu diingat bahwa tidak ada prinsip "takdir " dalam Iman Kristen…dan memang perihal pemahaman itu tidak ada dalam Alkitab. Tapi disitulah yang menjadi bedanya perspektiv kehidupan bagi orang Kristen dan Non-Kristen.

Salim TYB

[email protected]

Jangan mejadi salah looohh…Yang namnanya Tanah Perjannian itu bukan karena ada prinsip “Takdir” disitu…
Tapi memang itu Perjanjiannya antara Abraham maupun Musa dng Allah.
Iman Kristen sesuai pengajaran di Alkitab, tidak mengajarkan prinsip " takdir " sama sekali. Yang ada diajarkan adalah…dng dasar Iman maka kamu di Selamatkan.
Jadi diselamatkan sampai dapat mencapai Tanah PERJANJIAN -TANAH KANAAN bagi Bangsa Israel itu karena Oleh Iman Percaya…bukan karena sudah ditakdirkan. Kenapa demikian…?? Karena Alkitab mengajarkan arti pergumulan, arti penempaan, arti perjuangan untuk suatu tujuan Mulia yang sudah ditetapkan dan di JANJIKAN OLEH ALLAH sendiri…Supaya disitulah nama ALLAH SELALU DIPERMULYAKAN dalam sepak terjang kehidupan manusianya dalam suka dan dukanya yng senantiasa harus selaluu berjalan di jalan yang di sukai oleh Allah Semesta Alam.
Analogi bagi Keselamatan kita jika sudah menjadi Umat Perjanjian Baru ini…ya sama seperti bangsa Israel itu, tapi tujuan kta adalah TANAH KANAAN SORGAWI…Bukan lagi untuk dunia ini…tapi untuk Sorga.

Kemudian jika melihat sejarah kehidupan orang Israel yang tidak sampai berhasil masuk Tanah Kanaan, karena mati di padang pasir, itu bukan dari salahnya Allah, tapi karena memang dihukum oleh Allah karena mereka menjadi luntur Iman percayanya, sehingga mereka bersungut sungut dan menggerutu dalam pergumulan / penempaan di padang gurun tsb…yang akhirnya mereka berbuat dosa dng ulahnya yang memang selalu kembali kesifat dasarnya “tegar tengkuk” ( membandel ). Disinlah pada dasarnya Allah melakukan penyaringan ( secrenning ) bagi umat Israel…mana yang terpilih dari banyaknya yang terpanggil untuk masuk ketanah perjanjian tsb. Kamu bayangkan sendiri…Musa SAJA DILARANG MASUK KETANAH KANAAN OLEH ALLAH SEHINGGA VISA DAN PASPOR NYA DITAHAN.
JADI SEKALI LAGI GA ADA PRINSIP TAKDIR DALAM HAL INI ATAU DALAM PRINSIP KEIMANAN KRISTEN SESUAI AJARAN ALKITAB…YANG ADA DIAJARKAN ADALH PRINSIB "TABUR TUAI "…ITU YANG DIBERKATI DAN MEMBERKATI. OLEH,DARI DAN UNTUK ALLAH JUA.

Salim TYB

YYAHHH…kok masalah perpuluhan sih…?? PADAHAL itu penting loh…hihihi…
Mas ga mau kembalikan perpuluhan …karena merasadiri suci dikarenakan gembalanya mencuri…?? Jadi katanya sudah punya iman tapi tidak ada perbutan nyata ( mengembalikan perpuluhan )…eehhh tapi berani beraninay menghakimi gembalanya mencuri uang dari perpuluhan…?? apakah itu kata orang atau si mas melihat sendiri si gembala gerejanya mencuri…??? ANEH katanya anti PL dan oke PB…tapi ya kok jadi mnghaimi orang dalam sikap hatinya…??? Jadi sebetulnya iman seperti apasih yang kalean sandang…?? Kok kelihatannya malah kaya orang farisi…?? Hanya mengenal doktrin ajarannya tapi perilakunya malah tidak mencerminkan apay yang diinginkan oleh doktrin ydm…?? Heehh…Munafik ahh… Gembar-gembor aja mengenai jargon…tapi hhehemmmmmm.
Memang ga mengerti samasekali kayanya akan isi Firman ALLAH…hanya membebek entok saja nih kayanya…
masa gembalanya sendiri dihakimi mencuri…?? apakah sudah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri,??
Orang yang senang bikin gosip dan rumor aahh…orang oran kristen seperti ini…?? Ironis…sungguh disayangkan…
Tidak mengerti apa itu kehendak Allah…Tapi hanya mengetahui kehendak bapa=bapa gerejanya …sudah tradisi sih…hihihi iman biskuit roma…??? ppppppiiiisss…piiss

Salim

Yg mhakimi pendeta dan gembala itu siapa?

Bagi yg mrasa tidak mbrikan perpuluhan akan mdatangkan kutuk, silakan ia myakininya dmikian dan Tuhan akan perlakukan dia ssuai imannya.

Bagi yg mrasa tidak mbrikan perpuluhan tidak akan mdatangkan kutuk, silakan ia myakininya dmikian dan Tuhan akan perlakukan dia ssuai imannya.

Ngga ada hubungannya apakah gembalanya curi uang atau tidak.

Urusan gembala curi uang, itu urusan Tuhan dan saya tidak bkepentingan mbahasnya.

Umat Israel ditakdirkan Allah (karena perjanjian dengan Abraham) untuk masuk tanah perjanjian.

Karena masalah iman, mereka (termasuk Musa) gagal masuk kesana walau sudah “ditakdirkan” masuk

Ketana tersebut, ini disebut sajalah nasib mereka.

Ditarik ke jaman sekarang, umat Kristen (anak Allah) ditakdirkan untuk hidup sebaggai pemenang dan

menikmati hidup dalam kepenuhan Janji Allah, tetapi kalauy juga masih bermasalah dengan iman…

istilah jaman sekarang…

nasibmulah nak…… :smiley: