Apa bedanya Nelayan dengan Gembala?

Bro n sis…
Kita semua tahu bahwa Yesus memilih sebagian besar murid-muridNya dari orang-orang yang berprofesi sebagai nelayan.
Sebenarnya apa perbedaannya antara Nelayan dengan Gembala?
Mengapa Yesus memilih mereka dari orang-orang yang berprofesi nelayan?

Saya undang bro n sis untuk sharing mengenai hal ini, dan memberikan penjelasannya
Syalom…

kalo menurut aku, nelayan sifatnya hanya mengambil hasil (contohnya ikan ) dari laut, mrk tdk bertanggung jawab thd kehidupan si ikan tsb.
sdgkan gembala sangat bertanggung jwb kpd ternaknya ( dalam hal ini tentu aja domba )
Yesus memilih murid2nya dari golongan nelayan, krn nelayan kan menjaring ikan…
Yesus mau murid2nya menjaring/menjala manusia.
itu aja sih menurut aku. betul apa betul ? :smiley:
Tuhan Yesus memberkati… :angel:

Sis Miracle n sis Alice…,
Terima kasih atas penjelasannya, mungkin sis masih bisa menambahkan lagi lebih dari itu
Memang suatu yang unik, karena dari seorang yang berprofesi sebagai nelayan dipilih untuk menjadi orang yang profesinya berbeda , yaitu menjadi gembala.
Jadi apa sih perbedaannya antara nelayan dan gembala, lagi pula mengapa Yesus memilih mereka?

bro yesaya sekadar pandangan saya pribadi:

nelayan dan gembala itu merupakan gambaran manusia biasa-biasa saja yang secara daging/fisik lemah, orang yang sederhana, dan berekonomi/taraf hidup rendah/miskin
yang menjadi perbedaan yang mendasar atas 2 profesi tersebut adalah:
-cara kerja ;yang satu maaf “kasar” sedang yang lainnya “lembut” &
-bagaimana tingkat pengorbanan/risiko pekerjaannya; yang satu
hanya “mengangkap” sedang yang lainnya “menjaga”
sesuai dengan KATAnya (sori… just mengarang indah):

NELAYAN
N angkap ikan untuk dimakan&/dijual: menghidupi/kelangsungan hidup
E nggan bekerja bila sudah dapat hasil tangkapan yang dirasa cukup
L ebih tergantung pada alat (jala dan perahu)
A rah angin & cuaca mempengaruhi keberhasilan penangkapan ikan
Y akin malam hari adalah waktu yang tepat untuk menangkap ikan
A sal dapat ikan sudah puas
N arik jala harus bersama-sama bila ikan yang ditangkap banyak

GEMBALA
G iring domba keluar&kedalam kandang
E sok pagi" sekali berangkat & baru pulang petang hari
M enuntun domba ke padang rumput&air yang tenang agar kenyang
B erjaga" selalu agar tidak ada domba yang tersesat/hilang
A ntisipasi terhadap serangan serigala/binatang buas yang berbahaya
L emah lembut&menyayangi domba (meskipun itu gembala yg upahan)
A baikan keselamatan dirinya demi menjaga keselamatan seluruh
domba

maaf kalau kali ini postingan saya panjang. GBU

kalo diadopsi ke dalam pelayanan…

nelayan yang mencari dan gembala yang membina…

keduanya memiliki tugas penting…

karena itu panggilan Yesus yang pertama untuk Petrus adalah penjala manusia dan kemudian ketika beliau hendak mangkat beliau meminta petrus menggembalakan domba-dombaNYA.

sedikit pemikiran saja

Setodjo ma bro Miracle…

Kalo beda nelayan ama gembala:

nelayan ------------------->> menjala ikan
gembala ------------------>> menjala manusia

persamaannya:

sama2 menjala… :azn:

klo nelayan tuh cuma cari jiwa aja tp klo gembala bagian yg membina jiwa yg udh didpt sama nelayan
hehe maap klo salah :slight_smile:

intinya sama - sama menjala kan ?

podo ae yo !

Bro n sis… terima kasih atas partisipasinya
Saya hanya ingin menambahkan atas penjelasan yang sudah bro n sis tuliskan di atas.

  • Sis Alice menjelaskan bahwa secara kasat mata bedanya jelas di alam, nelayan di danau dan gembala di darat
  • Sis n bro Miracle, New Life, Lukas n Debora, menjelaskan dengan intinya yaitu nelayan mengambil, menangkap, menjala, dan
    gembala memelihara, membina
  • Sis Chrisma menjelaskan kesederhanaan kehidupan nelayan dan gembala, dan cara kerja dan pengorbanan dari keduanya
    yang berbeda

Tambahan dari saya, yaitu:

  1. Memang nelayan dan gembala bekerja dalam dua alam yang berbeda, nelayan di danau/lautan, gembala di daratan
    Dan tentu saja pengalaman yang mereka hadapi sangat berbeda.

    • Nelayan harus menghadapi badai topan dan ombak yang bergelora, dan tangkapannya tidak selalu berhasil, adakalanya
      mereka pulang dengan tangan hampa, tetapi setiap hari mereka tetap akan kembali menangkap ikan. Mereka gigih melaut
      walaupun badai topan menghadang, dan mereka mampu mengatasinya.
    • Pengalaman gembala tidak sekeras pengalaman yang dihadapi para nelayan, walaupun mereka menghadapi perubahan
      cuaca, tapi mereka masih berada di daratan
  2. Kehidupan yang sederhana dari keduanya, ada kelembutan dan ada juga yang kasar, sebenarnya bukan kasar tetapi peker-
    ja keras, tidak mudah menyerah kalah.

    • Nelayan, setelah melaut dan kembali ke darat, pasti dan selalu mereka akan merawat dan memelihara perahu dan per-
      lengkapannya (jala dsb)
      • apakah ada yang rusak dengan perahunya, dan harus diperbaiki?
      • apakah ada jala yang terkoyak, dan harus dirajut?
        Entah hasil tangkapan mereka berhasil atau tidak, mereka selalu memeriksa peralatan sehubungan dengan pekerjaannya.
        mereka selalu merawat dan memeliharanya dengan baik, kekerasan di danau/lautan diimbangi dengan kelembutan dalam
        merajut jala yang terkoyak.
  3. Melihat tanda-tanda di langit
    Para nelayan selalu memperhatikan, mempelajari dan mengamati tanda-tanda di langit, melihat bintang-bulan-matahari-
    cuaca-angin-dllnya

  4. Perlengkapan keduanya yang berbeda

    • Nelayan mengggunakan perahu dan jala, sarana untuk menangkap ikan
    • Gembala menggunakan tongkat, sarana untuk menggembalakan, memukul, mengkait, dan tongkat merupakan lambang
      kekuasaan
  5. Tujuan dan kelompok kerja

    • Nelayan mempunyai kelompok kerja (team work) yang solid, seia sekata, sepaham, satu tujuan yang sama, dan mereka
      semua berada di dalam satu perahu yang sama. Dan pembagian tugas yang jelas, terarah dan harus ditaati untuk men-
      capai satu tujuan yang sama yaitu mendapatkan ikan sebanyak mungkin
    • Gembala, menggembalakan masing-masing berkelompok, dan ada kalanya mereka berselisih untuk memperebutkan
      rumput dan air/sumur

Nah itu tambahan dari saya, dan pasti masih banyak lagi dari bro n sis yang tahu tentang ini, silahkan memberikan tambahan.
Dan untuk kita semua, jadilah seorang gembala yang mau belajar dari pengalaman seorang nelayan yang tangguh. Bisakah?.
pasti bisa, contohnya Petrus, siapakah yang membuatnya mampu menjadi gembala, Yesus Kristus.
Milikilah kebiasaan seorang nelayan, setiap selesai melaut, selalu memelihara dan memperbaiki perahu serta jalanya, demikian juga kita yang harus selalu memelihara tubuh, hati dan pikiran kita, sudahkah hari ini kita melakukan kehendak Allah?, sudahkah kita menyukakan hatiNya?
Syalom… Tuhan memberkati kita

@Yesaya kalau boleh nambahin lagi ya…

-nelayan tuh tega memakan hasil tangkapannya (ikan)
-gembala?? mana ada yang tega memakan peliharaannya (domba), tapi dia rawat baik-baik… menggendong si domba yang lemah… (wah makanya aku suka banget lagu Domba Kecil&Gembala Yang Baik-- jaman SM dulu tuh)

cuma sekarang sering ada gembala-gembala yang secara ga langsung “memakan” domba-dombanya.
contoh ilustrasinya:
“hayo domba-domba aku dah menggembalakan kamu? jadi jangan lupa kamu kasih 10% dari hasil pekerjaanmu”
(maaf ga bermaksud melecehkan HT manapun)

Sis Chrisma…terima kasih atas tambahannya…
Sis…ada ga domba yang buat di…“saat teduh”? (becanda lho sis…) :smiley:
Tapi emang bener sih ada yang HT suka begitu…

wah @Yesaya… itu mah dah OOT…hehehe…

betewe gpp si… kan TS nya dirimu bukan dirinya…hehehe…

jawabnya:
saya si belom pernah makan
kalo temennya si kambing itu lha… pernah
hehehe… hmm yummy banget demen deh makannya.

Sis Chrisma…sekali-kali bolehlah OOT, buat bikin seger aja, maklum wis riyep-riyep damare… wah OOT lagi ya…

@Yesaya tambah lagi ya…

kalo nelayan itu dia ga ngeh ikan" apa aja yang ketangkap
→ sambung sendiri ke Perumpamaan tentang Pukat oke?

tapi kalo gembala…??
mana ada gembala yang mau dombanya itu kurus sakit sakitan ya ga??
→ contoh tu si Yakub dalam memilih bibit kambing dombanya Laban oke?

:slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: akhirnya keluar juga perbendaharaan sis Chrisma tentang nelayan dan gembala…
…ntar saya sambung ke Perumpamaan tentang Pukat…

@Yesaya kalo boleh share dari hasil jalan-jalan kemarin ke pantai

ternyata nelayan jaman sekarang itu kasihan ya…
soalnya kemarin mereka dapat tangkapan ikannya cuma sedikit…
banyakan sampah" barang" bekas yang semestinya ga dibuang ke laut…

ngomong-ngomong ini sudah realita dari jadul ato baru-baru ini ya?
jaman dulu laut lebih bersih dari jaman sekarang kali ya?
entahlah…

Itulah sis…salah satu tanda-tanda akhir zaman…manusia sudah tidak lagi peduli dengan alam…
Allah yang menghendaki manusia turut serta dalam rencanaNya, memelihara alam sekitarnya…
tetapi kemajuan zaman bukan membuat alam ini semakin baik, justru sebaliknya…

dan para nelayan…susah mencari ikan…
apalagi kita yang menjala “ikan”…tidak ada “ikan” yang mau ditangkap…
tapi anehnya mereka akan datang dengan sendirinya apabila nelayan itu mampu membuat sebuah “aquarium” yang mewah…
sayangnya nelayan tetap saja nelayan dengan kesederhanaannya…
hanya gembala yang mampu membuat “aquariun” yang mewah…itupun “ikan besar” yang memprakasainya…
lalu gembala akan berprilaku seperti nelayan…

Sis…laut jaman dulu dan jaman sekarang tetap sama rasanya…asin…
dan bukan karena airnya kotor atau bersih sehingga susah menangkap ikan…
tapi karena “ikan-ikan” sekarang sudah lebih pinter memilih umpan…

@Yesaya
kalau begitu peran “ikan besar” cukup besar ya…
sekarang banyak nelayan yang nda mau nangkep ikan yang kecil-kecil
mereka lebih memilih dapat “ikan besar” walaupun sedikit jumlahnya daripada
dapat “ikan kecil” yang banyak manalagi tidak punya LB yang baik.

oiya dalam akuarium maupun laut, terkadang juga terjadi pertengkaran…
dan biasanya “ikan besar” menyakiti bahkan terkadang sampai membunuh “ikan kecil”… tragisnya…

Sis…jadi kalau boleh memilih…kira-kira mau jadi nelayan atau gembala?, kasi tau juga alasannya mengapa memilih itu…

secara daging… nelayan

secara Roh… gembala mestinya.

yang jelas saya ini cuma “ikan kecil” di dalam “akuarium kecil” tapi berusaha menjadi “domba yang gemuk”

hehehe…^-^