apa bedany lipat tangan dan mengengadakan tangan saat berdoa?

Kebayakan kt org kriste kl berdoa pst melipat jari2 (dilipat).
Klau ad yg mengengadah tanganny saat berdoa pst dikatakan islam

Menurut kalian gimn guys?

Kita sharing aja

Nggalah… sy kalo berdoa terkadang mengangkat tangan juga koq :afro:
Cara ibadah… (ngangkat tangan/menengadah)…menurut sy bukan … hanya monopoli …
krn Di Alkitab… ada … mengangkat tangan untuk Tuhan

Ne 8:6 (8-7) Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.

Angkat tangan … itu sbg bukti penyerahan hidup kepada Tuhan (berserah)…kpd Tuhan :afro:

So… justru seberang yang contoh Alkitab Kristen donk :mad0261:

tapi cc yg saya maksud itu bukan angkat tangan tetapi tangan yg diangkat sebatas perut atau dada


gw pernah tuh kaya gitu berdoa… seriusan… hahahaha

soalnya gag ada larangan sih menurut gw …

pernah juga masukin tangan ke saku saat doa… terus melipat tangan (bukan pergelangan tangan)

its all bout heart . tapi ya itu terkadang saja… keseringan yang pasti ngelipat telapak tangan dan mengangkat tangan… klo gag lagi pake deodorant gw biasanya ngelipat tangan

whuhuahuahuaha

wah ketahuan deh bauket

g juga sering seh berdoa seperti itu…dan kl ada yg lihat pasti dikirain g muslim

tp bagi g itu ng masalah…hanya aja org awam pasti berpikiran lain

yah cuekin aja…

whuahuahuahuahua

Dengan postingan ini kayaknya udeh terjawab sudah… :smiley:

kalau di tempat yg emang tidak terbiasa untuk mengangkat tangan, biasanya saya tidak mengangkat tangan. karena kalau angkat tangan, biasanya otomatis ada perasaan sombong di dalam diri saya, kesannya saya yang paling kudus atau cara menyembah saya yang paling benar, padahal Tuhan lihat hati.

kalo menurut salah satu gereja gua, dasar Alkitab untuk angkat tangan adalah ketika musa memimpin bangsa Israel melawan bangsa apa gitu. ketika musa mengangkat tangan, Tuhan turun dan membantu Israel untuk mendapatkan kemenangan. tetapi, ketika musa menurunkan tangan, israel kalah.

case closed kas ?

Postingan perdana TS sangat ditanggapin dengan baik pula oleh TS.

Getu Nger. Bisa ajah siy kalo mo di closed…

@lukas: namanya juga sharing, jd ng masalah toh bertanya dan berpendapat?
@arranger: cuek seh dah biasa tpkan ad org yg ng ngerti akan mengagap qt sombong rohani,dan disini sy hny mo sharing tentang tanggapan itu.
Sy juga kalau melihat ad org yg berdoa dgn mengeadah tangan sy kirain muslim tp ternyata dia kristen

Yup sista, sharing itu baik adanya, juga bertanya dan berpendapat sama baiknya. Pertanyaan dari TS udeh terjawab dengan baik pula oleh TS… :smiley:

angkat tangan di atas kepala ( bukan sebatas dada ) itu tanda penyerahan diri kita kepada Tuhan. bukan tanda kesombongan , dan merasa paling kudus.
kalo umat muslim juga seperti itu, berarti ya mereka yg niru kita , kenapa harus malu ?
memangnya cuma umat muslim doang yang boleh angkat tangan waktu berdoa ?

Tentang cara berdoa, itu termasuk hal yang bersifat “kulit”, bukan “isi”.
Dan secara rasional bisa lebih luas dibahas dalam cabang ilmu Psikologi, Morfologi, Anthropologi. Bahkan ilmu arsitektur pun sempat membahas itu sedikit.
Bagi yang pernah mempelajari pernapasan dan “getaran” seperti dalam ilmu silat Merpati Putih, Kalimasada, Tenaga Prana dll, mungkin mempunyai pendapat khusus tentang itu.

Pada prinsipnya, berdoa mengutamakan bentuk SIMETRIS, dimana kanan dan kiri sama, misalnya merangkapkan tangan, menyembah, bersidakap, mengangkat kedua tangan dsb. Dalam arsitektur terlihat dimana bangunan yang berhubungan dengan “hal ilahi” atau yang mengarah hal yang “transenden”, cenderung berbentuk simetris. Gereja, Masjid, Kuil, Makam, cenderung simetris. Bahkan Istana mengambil kesimetrisan untuk mendapatkan efek keagungan dan keilahian tsb.

Berbeda dengan berpikir. Berpikir mengambil bentuk ASIMETRIS, dimana kanan dan kiri berbeda, misalnya satu tangan memegang dahi. Bisa dilihat patung Auguste Rodin yang berjudul “The Thinker”. Melambangkan dimensi “imanen” manusia yang lawan dari yang “transenden”. Sebuah karya yang mengandung pemahaman filosofi “berat” tentang kemanusiaan.

Telapak tangan mempunyai banyak titik titik keluar masuknya enerji. Dalam praktek penyembuhan, orang orang “sakti” banyak memakai teknik penjamahan. Sampai saat ini gereja2 banyak memakai “morfologi” telapak tangan yang menjamah ini untuk meyembuhkan, mendoakan dsb. Dalam gereja Kristen Protestan, umum dikenali dengan istilah “tumpang tangan”.
Jesus Kristus juga sering memakai telapak tangannya untuk menyalurkan enerji tsb.

Seorang master tenaga prana yang bernama Choa Kok Shui dari Filipina, juga meyakini dan mengajarkan telapak tangan ini sebagai gerbang keluar masuknya enerji. Ketika menyembuhkan pasien, satu tangan terbuka keatas dan satu tangan yang lain menyalurkan ke pasien.
Bisa dipahami, tangan menengadah keatas juga berfungsi semacam itu, fungsi menerima. Visualisasi menerima enerji itu mempunyai peranan besar sekali menurut pelajaran master tsb.

Jadi tentang bagaimana sikap tangan ketika berdoa, itu bebas menurut keyakinan masing masing. Yang pasti bila belum “ahli”, sikap tangan itu lebih baik tidak mengganggu fungsi berdoa tsb, terutama visualisasi dan konsentrasinya. Berdoa sambil tangannya “ngupil”, misalnya, jelas hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah bisa lepas antara fisik dan non-fisik. Dan sikap itu bukan posisi yang menguntungkan untuk memperoleh enerji (atau apapun) secara optimal.

Bukan tangannya, melainkan pikirannya yang penting.

Tangannya juga penting pak! Kecuali kalo buntung…

Semua penting dah kalau gitu :slight_smile:
Kaki juga penting, Usus juga penting, Paru paru juga penting.

Siiip-lah… :happy0025:

intinya bung ferry kalo berdoa kaya begimana?

Intinya, saya tidak berdoa.
Kalaupun “berdoa” mirip tidak berdoa :slight_smile:

Atheis doanya ke gw ya, fer ;D