Amsal

Amsal 2: 9 - 12.

  1. Muliakanlah Tuhan dengan hartmu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 10 maka lumbung2 mu akan diisi penuh sampai melimpah limpah dan bajana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.11. Hai anakKu janganlah engkau menolak didikan Tuhan dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya.

Baru saja saya mendengar rumor bahwa kejadian revolusi di timur tengah ini akan berlangsung terus, dan ini memang suatu yang di rancang. Ektrimis didukung oleh golongan kuat yang merancang menguasai dunia.

Peristiwa2 ini akan menaikan harga minyak terutama nanti kalau Arab Saudi sudah terinfeksi oleh penyakit yang sedang mewabah ini.

Semua memang sudah dirancang dengar rapinya. Kita lihat benar tidaknya rumor ini paling tidak rumor ini saya dengar sebelum Arab saudi terkena.

Jadi kalau benar nanti arab kena menguatkan dugaan bahwa rumor ini benar2 kenyataan. Konon terjadinya revolusi di Tunisia sudah dibocorkan di salah satu radio di amerika 4 bulan sebelum kejadian itu.

Kalau minyak naik sekitar $ 150 - 200/barrel nanti (konon ini rencana mereka, yang ini juga belum terjadi jadi sama2 kita lihat saja benar tidaknya rumor ini tapi demikian kata radio) maka tentu barang2 akan naik dengan drastis sekali, harga makanan juga naik dan ekonomi dunia tambah kacau.

Oleh sebab itu Amerika siap2 mengebor minyaknya sendiri. Padahal amerika sudah tahu punya tambang2 minyak terbesar didunia 35 tahun yang lalu. Semua didiamkan karena memang politik untuk menghancurkan negara sendiri yang didalangi perancang pemerintahan Tunggal.

Thesis, Antithesis, synthesis, Doctrine professor Hegel ini memang pegangan mereka, Menciptakan masalah untuk menimbulkan reaksi kemarahan rakyat amerika, lalu memberi solusi dari masalah yang diciptakannya sendiri supaya dianggap pahlawan/juru selamat.

Penguasa Tunggal declare dirinya adalah tuhan didunia yang akan berkedudukan di Yerusalem, karena alkitab mengatakan bahwa Tuhan nanti datang di Yerusalem untuk memerintah dari sana pada kedatangannya yang kedua, maka tuhan imitasi juga bakal meniru dan berkedudukan di Yerusalem juga.

Lalu apakah amsal diatas masih berlaku, nanti kalau harga2 pangan melambung tinggi?

Ayat 9 sepertinya menjanjikan kalau mau berkat dunia harus memuliakan Tuhan dengan harta. Jarang sekali dialkitab dikatakan memuliakan Tuhan dengan harta, biasanya dikatakan memuliakan Tuhan dengan hati, dengan roh dan kebenaran. Sekarang ada memuliakan Tuhan dengan harta. Bagaimana kita menyikapi masalah ini. Haruskah kita kaya dulu baru bisa memuliakan Tuhan dengan harta?

Ayat ini diteruskan dengan; “dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu”

Disini kita punya gambaran bahwa tidak harus kaya untuk memuliakan Tuhan dengan harta, sekedar mau bekerja untuk dapat penghasilan. Sedikit juga tidak apa2 asal itu merupakan hasil pertama dari penghasilan kita.

Pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab adalah, apakah dengan demikian kita akan dijamin jadi kaya raya berkelimpahan?

Kalau berhenti baca sampai ayat 10 saja, memang betul demikian.

Namun dilanjutkan lagi pada ayat 11. tentang jangan bosan menerima didikan Tuhan.

Apakah didikan Tuhan itu?

Melihat riwayat Israel, kita kenal pola didikan Tuhan, setiap Israel dekat dengan Tuhan maka Tuhan melindungi dari musuh2nya, melindungi dari bala penyakit dan melindungi dari kelaparan jasmani juga.

Namun kemakmuran sering membawa bangsa ini melupakan Tuhan dan Tuhan langsung mendidiknya dengan 3 cara

  1. Diserang musuh, 2. atau bala penyakit 3 atau kelaparan.

Seringkali kita tidak kuat menerima berkat Tuhan. Seandainya tubuh kita kecil dan tulang2 kita rapuh lalu kita diberi berkat emas seratus kilo kalau mau angkat sendiri, lalu kita paksakan mungkin tulang2 kita akan patah.

Demikian juga berkat jasmani kalau terlalu banyak menyebabkan orang lupa diri. Banyak saya lihat orang miskin jadi kaya dan setelah kaya punya banyak istri selingkuhan dll.

Berkat Tuhan disertai didikan juga, kita baca dalam ayat2 diatas merupakan suatu paket yang diberikan Tuhan demi kebaikan kita sendiri.

Sekedar berkecukupan makan dan hidup selayaknya saja akan dijamin oleh Tuhan dalam ayat2 diatas kalau kita mau memberikan hasil pertama dari penghasilan kita.

Salah satu ayat dalam amsal juga mengatakan jangan membuat saya miskin sehingga saya mencuri dan jangan membuat saya terlalu kaya sehingga saya menjadi sombong dan melupakah Tuhan.

Dalam keadaan masa depan yang mengerikan ini paling tidak kita punya pegangan yaitu janji Tuhan yang memberikan cara bagaimana mengatasinya. Seringkali caranya sulit dicerna menurut pikiran terbatas kita.

Untuk cukup malah disuruh memberi. Kalau cuma punya seribu tidak cukup buat beli makan kok malah disuruh memberi, kan lebih tidak cukup lagi.

Firman Tuhan itu seperti peta yang mengarahkan jalan apa yang harus kita ambil untuk dapat mencapai ke alamat tujuan. Dan alamat tujuan dalam hal ini adalah hidup berkecukupan dalam resesi yang didepan mata.

Mungkin dalam hati kita bertanya tanya, dapatkah janji ini dipercaya? Permasalahannya bukan dapatkan janji ini dipercaya, karena sudah pasti janji Tuhan pasti dapat dipegang.

Yang menjadi masalah adalah:
Maukah kita mempercayai janjiNya? dengan segala konsekwansinya dengan segala persyaratannya?

Kalau syaratnya tidak dipenuhi, jangan salahkan Tuhan kalau janjiNya juga tidak dipenuhi.