Allah ternyata pembohong!

Halo teman-teman semua. Saya mau tanya mengenai kejatuhan manusia pertama di taman Eden.

Kejadian 2:17, Allah menyatakan bahwa jika manusia memakan buah tentang yang baik dan yang jahat maka mereka akan mati pada hari itu juga, sedangkan iblis berkata kepada Hawa bahwa mereka tidak akan mati melainkan menjadi sama seperti Allah tahu tentang yang baik dan jahat (Kejadian 3:4-5).

Siapakah yang benar, Allah atau iblis?

Jawaban dari pertanyaan ini bisa kita lihat dalam Kejadian 3: 6-7,

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Ternyata pernyataan iblislah yang benar, buktinya Adam dan Hawa tidak mati seketika itu juga.
Bahkan lebih lagi mereka yang dahulu terkungkung dalam ketidakpengetahuannya, sekarang menjadi sadar bahwa mereka sedang telanjang.

Mohon penjelasannya dari FK.

Begini ya.
Upah dosa adalah Maut.
Maut itu adalah kematian.
Nah klo makan buah itu artinya sudah melanggar larangan Tuhan.
Dan pelanggaran itu adalah dosa.
Dosa adalah maut
Maut adalah kematian.

Jadi pada hari mereka memakannya, ya…pada hari itu juga mereka berdosa.
Artinya mereka sudah dalam kematian. Hanya nyawanya belum dicabut.
Jadi dalam hal ini Tuhan tidak berbohong.

Lebih parah lagi kalau saat itu juga mereka mati.
Firman Tuhan yang mengatakan beranak cuculah tidak akan terjadi.

Ingat…ketika Tuhan menciptakan alam semesta ini dan segala isinya, Tuhan mengatakan bahwa itu “BAIK”
Yang berarti apapun yang dilakukan Adam dan Hawa didalam Taman Eden adalah BAIK semuanya. Tidak ada yang jahat.

Dan ketika Bapa dari segala tipu daya datang, semuanya jadi berubah bagi mereka.
Kejadian 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Apakah kita sudah seperti Allah?
Aku rasa Iblis memang bohong.
Apakah dengan mengetahui yang baik dan yang jahat maka hidup manusia lebih baik?
Aku rasa tidak.
Ah…sekali lagi…Iblis berbohong…
Dunia semakin kacau…
Baik dan jahat masih semu bagi kita manusia.
Kadang kita merasa sudah berbuat baik, tapi yang jahat yang terjadi.
Kadang kita berbuat jahat, yang baik yang terjadi.

Kita masih tetap tidak tahu apa2.
Kita tetap tidak seperti Allah
Kita tetap bingung dengan apa yang baik dan apa yang jahat.

Ah…kasihan manusia.
Kita masih tetap membutuhkan SANG PENOLONG

Mati secara rohani.

sejak peristiwa taman eden tsb …
kondisi manusia spy yang digambarkan dlm Roma 3:11-13

Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.

Itulah mati rohani. :coolsmiley:

Masakan Allah pembohong? masakan karena cara mengerti sodara beda dengan yang laennya lantas sodara secara sepihak menyimpulkan demikian? Eh, tapi mungken juga sodara benar, Allah siapa yang sodara maksut bro? :smiley:

Setodjo ma Alice, mati disitu artinya mati rohaninya! pisiknya hidup tapi rohnya mati.

Sebenarnya ini kembali kepada pengetahuan kita terhadap makna kata “mati”. Emang arti mati selalu “koit”?

oya, menurut sodara apa artinya HIDUP?

betul kita setuju sama lukas ma allice,n cloud

mati disana bartinya bukan mati secara fisik n langsung koit

Tapi Tuhan masi beri kesempatan loh buat manusia itu bertobat
terlebih lagi Tuhan dah buat cara begitu manusia jatuh dalam dosa

nubuat ttg penyelamat dosa manusia itu sejak kitab kejadian
“dan keturunan dari perempuan itu,yang akan meremukan kepala si ular”

hei man kerenz banget khan Tuhan yg kita sembah slalu ada plan B nya
hahaha
,

gak kaya tuhan yg laen
kalo dah ketauan boong nya malah nyuruh jemaat nya ngamuk2 gak karuan
hahahaha…

Terima kasih tanggapannya.
Untuk pernyataannya cloud, saya setuju yaitu manusia pasti mati pada hari itu, artinya pada hari itu mereka telah dijatuhi hukuman mati (mati secara fisik). Namun eksekusinya bukanlah saat itu.

Tapi untuk tanggapan mayoritas (Lukas, Alice, dan Tuturuga) mengatakan bahwa manusia sesungguhnya mati secara rohani. Kalau memang manusia mati secara rohani, mengapa mereka masih bisa merasakan kehadiran Allah dan bersembunyi? Bukankah habelpun telah mempersembahkan korban yang berkenan dihadapan Allah dan dengan ini menyatakan bahwa manusia tidak mati rohani dan masih bisa berelasi dengan Allah?

Mohon penjelasannya.

Waduh ngawur semua nih yang jawab :tongue:

Sejak diperintahkan “jangan memakan buah” tsb di taman Eden/Surga, Hawa terbujuk oleh rayu Iblis dan mengajak Adam memakan buah tsb. Dan di turunkannya Adam dan Hawa untuk turun ke Bumi untuk menjadi penguasa Bumi.
Dan mati itu bukanlah suatu dosa, karena setelah mati/wafat manusia akan menunggu hari akhir/kiamat yang disertai yesus datang ke bumi untuk meluruskan ajarannya.
Setelah hari akhir/kiamat tiba manusia akan ditimbang pahala dan dosa yang diperbuat sewaktu dimuka bumi akan di timbang mana yang lebih berat.
Bila ternyata dosa lebih berat dari pada pahala jelaslah yang akan dijumpai adalah neraka.
Dan bila pahala yang lebih berat, berbahagialah mereka yang akan kembali ke surga dimana Adam dan Hawa pertama kali diciptakan oleh Allah.

Yang melakukan tugas penimbangan siapa bro?
Bagemana mengukur besar/kecilnya dosa dan pahala?
Pahala membantu orang tua =…kg??
Pahala memberi uang gopek kepada orang miskin =…kg??

Dosa boongin pura2 sakit spy bisa bolos sekolah =…kg??
Dosa nyolong ayam =…kg???

Mohon diberikan rumus2 cara penghitungannya, supaya jangan ampe salah itung…thx :smiley:

Manusia mati rohani ---------->> ke Tuhan jadi takut, ga pede, ngerasa bersalah dan tidak layak karna udah soda eh dosa!

Sebaliknya manusia HIDUP/tidak mati (rohani) --------->> tinggal dibalik ajah bro… :smiley:

Modah2an menjadi mengerti mengapa Alkitab katakan mereka mati sesudah makan buah tsb. :afro:

Timbangannya pake apa ya?

Saya sedikit baca ajaran Budha, mereka mengajarkan bahwa jika perbuatan baik yang kita lakukan lebih banyak dari yang jelek, maka kita akan berikarnasi ke posisi yang lebih tinggi, tetapi jika yang jelek lebih banyak dari yang baik, maka kita akan berinkarnasi ke posisi yang lebih rendah, misalnya kalau theologi sekarang ini adalah manusia bisa berinkarnasi jadi monyet. jadi kalau misalnya prinsip kekristenan theologi seperti budha, trus kenapa mau jadi Kristen? kalau ajaran kekristenan sama dengan ajaran budha, lalu kenapa kekristenan itu terlalu inklusif dengan mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju ke hidup?

buat teman-teman Kristen yang lain, tolong jelaskan manusia pertama sebenarnya mati secara rohani atau jasmani. Tx

Hanya Tuhan yang bisa menilai Pahala dan Dosa dari setiap manusia yang diciptakannya.
Kita tidak bisa menilai Pahala dan Dosa di setiap diri masing-masing karena Tuhan Allah adalah Yang Maha Mengetahui.
Saudara percaya akan Tuhan??

Ini kok malah ke ajaran Budha?? :mad0261:
yang saya maksud bukan reinkarnasi ya!! :huh:
Sekarang gini, kalau kita mati roh kita akan kemana menurut ajaran saudara??
kembali kepadaNya kan?? (Tuhan)

Dan masalah mati secara rohani atau jasmani ialah pertama mati secara jasmani sedangkan rohnya (rohani) akan kembali kepada Tuhan Allah untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan sewaktu diberi amanat di bumi.

Saya tekankan disini bahwa Yesus adalah Al-Masih (Juru Selamat) bagi kaumnya, yaitu utusan Tuhan Allah (nabi).

maaf yach

kadang g males tanggepin perdebatan ini karena pertanyaannya sprt ng tau isi Allkitab tapi tau…kl mo tau jawabannya cari di Alkitab aja, dan jgn baca Alkitab itu maen copot sana copot sini ayatnya tp baca semuanya kan ada kelanjutan dan awal ayat itu ng mungkin Allah ngomong dan menulis titahNya kl ng ada awal dan akhirnya

dan kl u baca Alkitab itu kl ng ngerti minta tutunan Roh Kudus agar u bisa mengerti, jgn baca Alkitab sprt u baca majalah

FTYI :Theologi adalah member muslim

[b]Member Non-Kristen hanya boleh berdiskusi di Forum Terbuka, mohon dilaporkan apabila menemukan postingan/member seperti Theologi,

Thx buat kerjasamanya.

GBU

NB : Member Banned[/b]

Disana ada pertumpahan darah… korban atas inisiatif Allah :coolsmiley:

Heb 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
Itu semua merupakan bayangan yang akan datang yang mana ujudNya adalh. Kristus sendiri… :afro:

Sama pjelasannya spt mati fisik.

Perbuatan dosa mbuat manusia kehilangan kemuliaan Allah.

Walau Adam & Hawa scr rohani masih bisa mrasakan hadirat Allah, itu karna mreka didatangi Allah (Allah mnyatakan Diri scr kasat mata), bukan karna mreka mencari Allah.

Coba saja jika Allah tidak datang2,
Apakah Adam & Hawa akan ‘berani’ berdoa dan mcari Allah?

Itulah kmatian rohani.

Kmatian rohani mbuat manusia sadar akan hal2 fisik jasmaniah ktimbang hal2 rohani spiritual.

Itulah mngapa Adam & Hawa langsung ‘sadar’ mreka telanjang (fisik).
Kl dulu mreka sadar akan kmuliaan Allah (rohani) shg mreka tdk malu walau telanjang.

Tuhan Yesus mberkati…

Ada beberapa istilah mati ditafsirkan secara fisik

Lu 9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."

Mr 9:1 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

Joh 6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

Keadaan mati rohani itu spt gambaran dari syair lagu salah satu groupband

Mungkin kalo kaga salah syairnya demikian :coolsmiley:

Andaiku tahu…kapan tiba ajalaku…
Kuakan memohon Tuhan tolong panjangkan umurku…

Andaiku tahu … kapan tiba masaku
Ku akan memohon Tuhan jangan kau ambil nyawaku.

Reff
Aku takut… akan semua dosa2 ku
Aku takut … dosa yang terus membayangiku

Andai kutahu malaikatMu kan menjemputku
Kan aku mengucap kata tobat padaMU

Reff…

Ampuni aku dr segala dosa2ku
Ampuni aku menangis tobat padaMu

Aku manusia yang takut melangkah … namun aku juga tidak pantas di sorga

Kematian rohani yaitu
ketidak pantasan kita sbg manusia …ketakutan manusia untuk berhadapan muka dengan muka Sang Maha Kuasa .
…semua krn dosa.
dosa itu yang membayangi dan senantiasa mengintimidasi manusia… tidak layak di hadapan Sang Pencipta.

Puji Tuhan oleh korban Kristus…
Di dalam Dia apa yang tidak layak dilayakan apa yang tidak pantas dipantaskan
Jurang pemisah antara manusia dan Allah telah diberi jembatan oleh Allah sendiri dlm rupa Yesus.

Kini manusia yang percaya kepada jalan itu bukan saja layak berada di sorga
tetapi WKS (Warga Kerajaan Sorga ) dan ahli waris sorga
Lewat Yesus inilah kondisi mati rohani dipulihkan … inilah yang dinamanakan lahir baru

Ciptaan baru dlm Yesus

Joh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Puji Tuhan :afro:

Kalau lihat dari sudut pandang kekristenan, saya pikir pernyataan theologi ngawur sekali (kok brani ya menamakan diri theologi?). kalau hanya dengan usaha manusia bisa masuk surga, trus kenapa dalam kekristenan harus ada Yesus yang mati bagi umat berdosa (ini pertanyaan khusus bagi theologi)?

Saya masih kurang puas dengan kematian rohani. Jika memang manusia mati secara rohani, seharusnya mereka benar-benar tidak bisa berhubungan dengan Allah walaupun Allah mendekati mereka. Bukakah mereka mati rohani, maka seharusnya Allah menghidupkan mereka dulu baru mereka bisa berhubungan dengan Allah. namun di Alkitab dinyatakan bahwa Adam dan Hawa segera sadar begitu Allah sedang berjalan di taman eden. ini berarti mereka tidak mati rohani melainkan hanya memiliki perasaan guilty/bersalah dan malu.

Didefinisikan dulu apa itu ‘mati rohani’.

Jika tadinya manusia bersekutu dg Allah scr rutin, lalu kmudian bersembunyi saat mdengar kdatangan Allah,
Apakah itu mati rohani atau hidup rohani di mata Allah?

Jika manusia tadinya menikmati kberadaannya sebagaimana Allah mciptakan mreka (telanjang tp tidak mrasa malu), lalu tiba-tiba mreka sadar akan ktelanjangan (kekurangan sesuatu utk mnutupi aib),
Apakah itu mati rohani atau hidup rohani di mata Allah?

Jika manusia tadinya nyaman berdiri bersama Allah, kmudian tiba-tiba mreka takut menghadapi Allah,
Apakah itu mati rohani atau hidup rohani di mata Allah?


Memang Adam & Hawa scr faktual dlm kisah itu masih bisa mrasakan khadiran Allah dan berbicara kpd Allah,
Tp apakah itu krn kmampuan roh manusia itu sendiri atau karna Tuhan yg berkenan menampakkan diri?

Jika Tuhan yg berkenan menampakkan diri dan berbicara scr audible,
Maka tidak bisa dkatakan roh manusia masih hidup (peka), mlainkan Tuhan menyatakan diri hingga ke taraf jasmaniah (bisa dilihat mata dan bisa didengar telinga).

Jaman skarang pun,
Jika Tuhan mau, Ia bisa bicara dan mnampakkan diri hingga manusia bisa mlihat dg mata serta mdengar dg telinga jasmaniahnya.

Tuhan Yesus memberkati.