Allah mengeraskan hati firaun

Allah mengeraskan hati firaun.


berbagai pernyataan di dalam alkitab mengenai Allah yang mengeraska nahti firaun juga membingungkan banyak orag Kristen, sering digunakan utk menyerang alkitab. Mereka mengatakan kalau Allah mengeraskan hati Firaun dan akibatnya ialah Firaun memberontak melawan Allah, maka sebenarnya Allah sendiri yang bertanggung jawab atas dosa Firaun dan oleh karena itu tidaklah adil kalau Firaun harus bertanggung jawab untuk hal itu dan harus dihukum karena pemberontakannya.
Dalam Kel 4:21, 4:21 Firman Tuhan kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.

P. Lama: Keluaran: 7
7:3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.

P. Lama: Keluaran: 14
14:4 Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN." Lalu mereka berbuat demikian.

Kalau kita membaca bagian ini, mka mula-mula nampak seakan-akan ada beberapa alasan mengkritik tindakan Allah atau mengkritik cerita Alkitab itu.

Tetapi jika kita menyelidiki dengan teliti tepatnya apa yang dikatakan Alkitab, tepatnya apa yang dikatakan Allah menurut catatan Alkitab dan bagaimana situasinya ketika Allah mengatakan hal itu, maka kesukaran kita akan lenyap. Karena sukar sekali atau malah tidak mungkin untuk membenarkan tindakan Allah, seandainya Allah mengeraskan hati orang yang sungguh2 ingin mencari dan ingin melakukan kehendakNya dan dengan demikian membuat orang itu melawan kehendakNya. Tetapi kalau kita membaca apa yang dikatakan Allah dalam situasinya pada waktu itu,maka kita akan mendapati bahwa sma sekali bukan ini yang dilakukan Allah terhadap Firaun. Firaun bukan orang yang mau mentaati Allah. Seluruh cerita ini dimulai-bukan dengan cerita tentang Allah yang mengeraskan hati Firaun, tetapi tentang Firaun yang mengeraskan hatinya sendiri.


Dalam Keluaran 4:21 kita membaca nubuat mengenai apa yang akan dilakukan Allah terhadap Firaun. Dalam nubuat itu Allah sudah mengetahui segala sesuatu yang akan dilakukan Firaun sebelum Allah mengeraskan hati Firaun.
Kemudian dalam Keluaran 9:12 dan dalam bagian-bagian selanjutnya dapat kita lihat penggenapan nubuat ini. Tetapi sebelum Allah mengeraskan hati Firaun, sudah dilukiskan kepada kita apa yang sudah dilakukan oleh Firaun sendiri.
Kel 9:12 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka--seperti yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa.

Kemudian dalam Keluaran 5:1-2 dikatakan bahwa Musa dan Harun menghadap Firaun untuk menyampaikan pesan Allah:

Kel 5:1. Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: “Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun.”

Kel 5:2 Tetapi Firaun berkata: “Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.”


Di sini Firaun secara tegas dan menantang menolak untuk mengakui atau mentaati Allah. Peristiwa ini terjadi sebelum Allah mengeraskan hatinya.
Kemudian dilukiskan bagaimana Firaun menindas bangsa Israel dengan lebih kejam daripada sebelumnya. (Kel 5:3-9)

Dalam Keluaran 7:10…
dan dalam ayat2 berikutnya kita melihat Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu mereka melakukan banyak mujizat utk membuktikan bahwa mereka adalah utusan Allah; tetapi Firaun tidak mau mendengar mereka.
Ayat 13 mengatakan, Keluaran: 7
7:13 Tetapi hati Firaun berkeras, sehingga tidak mau mendengarkan mereka keduanya–seperti yang telah difirmankan TUHAN.
Dalambagian ini tidak diaktakan Allah yg mengeraskan hati Firaun.

Keterangan mengenai hal ini adl sbb:
Firaun adl seorg raja yg kejam dan seorg penindas. Ia membawa bagsa Israel ke dlm perbudakan yang mengerikan, yg penuh penderitaan dan kematian. Allah memandang umatNya, mendengar seruan mereka dan karena belas kasihanNya Ia memutuskan utk membebaskan mereka (Kel 2:25, 3:7-8). Ia mengirim Musa sbg utusanNya utk menghadap Firaun utk menuntut agar Firaun membebaskan umatNya, tetapiFiraun dgn sombongnya memberontak melawan Dia, malah ia menindas bangsa Israel dgn lebih kejam lagi. Pada waktu itu dan baru pada waktu itulah Allah mengeraskan hatinya.


[u][b] ini adl cara universal yg digunakan Allah dlm menghadapi manusia. cara Allah yang universal ini ialah jika manusia lebih suka kesesatan, maka Allah mendatangkan kesesatan kepada manusia [/b][/u]

bersambung ke lanjut 2

II Tesalonika: 2
2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,

2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.

2:11 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,

2:12 supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.



jika mereka dengan berani memilih dosa, maka pada akhirnya Ia menyerahkan mereka kepada dosa

Roma: 1
1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:



Perlakuan ini keras, tetapi ini merupakanperlakuan yang adil.


Kalau masih ada kesukaran dlm peristiwa ini, maka kesukaran ini akanlenyap apabila kita memperhatikan dgn cara bagaimana Allahm eneraskan hari Firaun. Tentu saja ini tidak berarti Allah mengeraskan hati Firaun secara jasmaniah.

Allah tidak berurusan dengan hati Firaun sbg bagian dari tubuh jasmaniahnya. Ia berurusan dengan hati manusia dalam pengertian yang biasa kita pergunakan yaitu sbg pusat akl, kasih dan kehendak.
Kehendak tidak dapat dipaksa, sama seperti sederetan mobil tidak dapat ditarik dengan perbedaan pendapat ataupun kesimpulan.



[u][b]Cara Allah mengeraskan hati Firaun adalah dengan[/b][/u] menyuruh Musa memperlihatkan serangkaian mujizat yang menunjukkan keberadaan dan kuasaNya dan juga erangkaian hukumanNya. Seandainya Firaun mengambil sikap yang benarterhadap pernyataan tentang keberadaan dan kuasa Allah di dalam hukuman yang Allahberikan kepadanya ini, maka seharusnya semua hal ini dapat membawa dia kepada pertobatan dan keselamatannya. Tetapi Firaun ingin dan dgn sengaja mengambil sikap yang salah thd segala sesuatu yang Allah tunjukkan, sehingga hatinya dikeraskan oleh hal-hal ini.


Belas kasihan Allah yang terbesar dinyatakan dalam hukumanNya atas dosa-dosa kita. Jika kita menerima hukumanNya atas dosa kita dgn sikap yang benar, maka hukuman ini akan melembutkan hati kita dan membawa kita kpd pertobatan dan penyerahan mutlak kepada Allah, dan dgn demikian mendatangkan keselamatan.

Tetapi jika kita memberontak melawan hukumanNya maka hukuman itu akan mendatangkan kebinasaan kekal.
Kesalahannya bukan terletak pada Allah ataupun pada hukumanNya, tetapi terletak pada diri kita sendiri dan pada sikap kita dalam menghadapi hukuman Allah dan kebenaran Allah sendiri.
Injil adalah kenikmatan hidup-nagi manusia yang mau menerimanya
tetapi Injil adalah kematian yang kekal bagi mereka yang tidak mau menerimanya (II Korintus 2:15-16)

II Korintus: 2
2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah
mereka yang diselamatkan dan di antara
mereka yang binasa.

2:16
Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan
bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan.
Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?



Jadi kesukarannya bukan terletak pada Injil, karena Injil adalah “kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,”

Roma
1:16. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.



Kesukarannya terletak pada orang yang menolak Injil, dan dengan demikian mereka dikeraskan, dihukum dan dibinasakan oleh Injil. Bagi orang-orang inilah injil menjadi kematian yang kekal.
[u][b]Khotbah yang sama dapat mendatangkan kehidupan kepada seseorang, tetapi mendatangkan kematian kepada orang yang lain. [/b][/u]
Bagi orang yang percaya dan mentaati Injil itu, Injil mendatangkan kehidupan, pengampunan dan perdamaian.

bersambung ke lanjut 4

bagi orang yang menolak kebenaran Injil, Injilmendatangkan hukuman dan kematian. Injil melembutkan hati orang yang menerimanya, tetapi mengeraskan hati orang yang menolaknya.


Yesus Kristus sendiri datang ke dalam dunia ini bukan untuk menghukum dunia melainkan untuk menyelamatkannya

Yohanes: 3
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

tetapi bagi orang yang tidak percaya, Ia mendatangkan hukuman dan kebinasaan yang kekal

Yohanes: 3
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Ibrani: 10
10:28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.

10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?