Alkitab+Tradisi Suci+Magisteriumm

menyambung thread “Sola Scriptura…bla…bla bla…” (bisa diklik di sini:

Ada sebuah pernyataan dari saudara ond32lumut, berikut ini:

tentu pernyataan ini berbahaya dan butuh pertaruhan iman yang lebih tinggi (hiperbolik sedikit hehehe)

pertanyaan;

  1. Apa defenisi Kitab Suci bagi mas ond32lumut (saya tidak mau mengatakan defenisi Katolik, terkecuali defenisi menurut bro ond32lumur mewakili defenisi Katolik, silahkan)

  2. Siapa dasarnya dan bagaimana bisa Tradisi Suci, Kitab Suci dan Magisterium menjadi mutlak?

salam

Kalau yang dimaksud kitab suci adalah FT, maka jelas FT ada sebelum ada tradisi sucinya manusia.

:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Diatas dikatakan pada mulanya adalah FT, jadi bukan pada mulanya adalah tradisi.
Sobat2 katolik berpendapat bahwa kitab suci sampai tercatat sekarang dan dibukukan itu bukan jasa Roh Kudus tapi Jasa pendiri2 katolik.

Saya berpendapat Kitab suci sampai tercatat sekarang itu jasa Roh Kudus, siapa yang dipakai untuk mencatat itu, ya Matius, Markus, Lukas, Yahya, Paulus, Petrus dll.

Siapa yang berhak mendapat penghargaan atau kemuliaan atas tertulisnya alkitab?

Kalau pendapat saya ya Roh Kudus/ atau Tuhan sendiri.

terimaksih bro jackson123
saya kira kita orang Prostestan sangat umum dengan pengertian itu,
tetapi mari kita coba mendengar pendapat saudara ond32lumut (saya ngga berani mengatakan Katolik, tetapi semisal pendepat ond32lumut adalah pendapat Katolik, ya silahkan)…

salam

Kl mnrt saya, pd hakikatnya konsep Scriptura + Tradition + Magisterium tidaklah salah.
Jika djalankan oleh orang-orang yg tepat (diurapi Roh Kudus) dan dlakukan dg dasar utama Scriptura, maka smuanya akan saling mlengkapi.

Saya pikir kita dari Protestan perlu bpikir ulang, jangan-jangan pd hakikatnya tidak ada yg salah dg konsep Scriptura+Tradition+Magisterium. Pmasalahannya bukan di konsepnya, tp di implementatornya.

bro Siip,
saya kira dari 2 pertanyaan saya di atas bukan pertanyaan yang menyudutkan atau menyalahkan…

jadi intinya dialog ini jangan sampai ada kata ‘menyalahkan’…
saya kira itu yang membangun…

salam

Toh konsep Sola Scriptura tidak menghapus peran magisterium dan tradisi…^0^
Hanya saja menempatkan otoritas Scriptura di atas magisterium dan tradisi untuk dapat mengkoreksi.
Justru maksud tujuan dari Kanon Alkitab demikian.
Selama ini, hal2 yang tidak ada / tidak disebutkan di dalam Scriptura bahkan kelihatan bertentangan, tidak mendapatkan koreksi karena dianggap Magisterium dan Tradisi sehakekat dan mempunyai otoritas yang sama dengan Scriptura.
Alkitab sebagai KANON : ukuran dan pengukur ajaran yang sehat dan benar…^0^

Salam

bro kita tunggu saya bro ond32lumut atau yang berkompeten untuk mejawab 2 pertanyaan di atas ok

salam

Ok, saya tidak menjawab bagian yang ditanyakan bro Hakadosh untuk orang2 Katolik. Saya hanya memberikan komentar pada postingan bro siip…^0^
Sebab bro siip menyatakan : yang dari Protestan harus pikir2 ulang, makanya saya memberikan pendapat dan pembelaan terhadap Sola Scriptura…^-^

Ok, bro?

Salam

Saya tidak sdang mngadu antara Scriptura-Tradition-Magisterium vs Sola Scriptura.

Harap jangan disalah-pahami.

Saya sedang bkomentar ttg Scriptura-Tradition-Magisterium.


Concern saya adl jangan sampai kita yg non-Katolik terjebak dlm pandangan ‘asal beda dg katolik’ ataupun ‘apapun yg katolik pasti salah’.

Kita semua pd dasarnya bersaudara.

Kita tau bhw tidak segala hal dtuliskan di ‘Scriptura’.
Maka itulah dbutuhkan ‘Tradition’ spanjang tidak btentangan dg apa yg dtulis di ‘Scriptura’.

Jd skali lagi mnrt saya implementasinya, bukan konsepnya.

Jika skrg ini tjadi pnyimpangan, maka implementasinyalah yg mnyimpang (yg mnrt saya lahir dari sisi Magisterium).

Tp okelah, kita nantikan tanggapan dari rekan-rekan Katolik.

taruhan iman kok sampe segitunya sih hehe…

pertanyaan; 1. Apa defenisi Kitab Suci bagi mas ond32lumut (saya tidak mau mengatakan defenisi Katolik, terkecuali defenisi menurut bro ond32lumur mewakili defenisi Katolik, silahkan)
Dari oral teaching maka sebagian ajaran tersebut kemudian ditulis oleh para penulis Suci dan telah dikanon oleh Magisterium Gereja dalam sinode2/konsili2 Gereja yang ekumenes Sinode Hippo dan khartago. Tentu saja semua karya nya di inspirasi oleh Roh kudus.
2. Siapa dasarnya dan bagaimana bisa Tradisi Suci, Kitab Suci dan Magisterium menjadi mutlak?

salam


Pada dasarnya yang mutlak jelas lah Allah sendiri namun dalam karya-Nya di dunia , Dia memilih rasul2-Nya dan mendirikan jemaat/ gereja-Nya yang disuruh untuk mengajarkan ajaran2 Nya.
Dalam Roh Kudus, Kristus juga menyertai Jemaat-Nya .

Oleh karena itu Jemaat Allah adalah Tiang dasar dan penopang kebenaran.

Otoritas ini penting untuk mengetahui ajaran mana yang orthodox (lurus) .

Dengan dasar otoritas ini para rasul memilih pengganti Yudas dan percaya apa yang mereka lakukan sesuai dengan tuntunan Roh Kudus.

Dengan dasar otoritas ini pula para magister gereja perdana / para bapa gereja menyatakan ajaran satu sesat dan tidak.

Dengan dasar otoritas yang sama para magister gereja memilih dan mengkanon kitab suci.

Apakah setelah ada kitab suci selesai semua persoalan bisa diselesaikan.

Tidak Otoritas tetap dibutuhkan untuk menyatakan ajaran yang lurus dan itulah yang dilakukan magister2 Gereja pada konsili2 ekumenes berikutnya

salam damai

salam jumpa lagi bro Siip,
thanks atas pandangannya yang terbuka.

Benar bro saya setuju dengan sepanjang tidak bertentangan dengan kitab suci.

Yang masih berbeda sedikit mungkin apa yang tidak ada dalam kitab suci diliat oleh rekan2 protestan disini sebagai bertentangan padahal tidak selalu.

Contoh kanon kitab suci.
Kanon kitab Suci tidak ada dalam kitab suci itu sendiri namun tidak bertentangan dengan kitab suci.

Nah mungkin bro Siip juga bisa ikutan sharing tentang hal yang tidak bertentangan dalam kitab suci namun tidak ditulis (tidak ada) dalam kitab suci.

Atau juga mau sharing yang lainnya silahkan bro

salam damai

jadi Kitab Suci menurut Anda adalah Hasil kanon itu?
(kita ngga usah membahas kanonisasi ok)

ok, itu alur ceritanya…
tapi begini…
a.1 cerita ada maka ada kesimpulan…
a.2 jadi sebelum ada cerita tidak akan ada kesimpulan…
a.3 nah kesimpulannya adalah… 3 pilar itu…(Tradisi+Kitab Suci+Magesterium)
pertanyaan,
nah cerita di sini apakah diartikan sebagai saat-saat sebelum kanonisasi (yaitu saat sebelum Kitab Suci yang Anda disebut di pertanyaan di atas)?

salam

Quote from: ond32lumut
Selanjutnya, jangan lupa bahwa Tradisi Suci sudah ada lebih dahulu dari Kitab Suci, dan yang melahirkan Kitab Suci adalah Tradisi Suci melalui Magisterium Gereja Katolik.

Bro Siip.

Yang saya mau respon adalah apakah FT itu ada sesudah tradisi, atau sebelum tradisi.
Apakah kitab suci sekarang ini ada karena jasa Tuhan atau karya pendiri GK.

Siapa yang pantas dapat kredit untuk kitab suci ini, Tuhan atau pendiri GK

Yang saya mau respon adalah apakah FT itu ada sesudah tradisi, atau sebelum tradisi.

bagaimanakah FT itu sampai kekita? itu dijawab dulu…

Apakah kitab suci sekarang ini ada karena jasa Tuhan atau karya pendiri GK.
jika pertanyaan diatas terjawab maka anda akan tau konsepnya, bahwa kitab suci itu dari Tuhan melalui GK.
Siapa yang pantas dapat kredit untuk kitab suci ini, Tuhan atau pendiri GK
apakah anda sedang berbicara GK vs Tuhan? GK didirikan oleh Tuhan.

mohon Anda menjawab 2 pertanyaan di atas…

terimakasih…

Dari pertanyaan2 bro Ond saya simpulkan bahwa Bro Ond ingin mengatakan bahwa GK lah yang patut dapat Kredit dan penghargaan sampai FT itu bisa di kenal.

Kalau saya secara keseluruhan manjawab pertanyaan2 ini

Tuhanlah yang mengantar FTnya sampai ke kita2. Roh Kudus berkarya sekalipun tidak ada manusia yang bersedia memuliakan Tuhan, batupun akan dipakai memuliakan Tuhan.

saya bertanya, gantian ditanya…

apa anda mau mengetes saya? :slight_smile:

FT diturunkan Allah melaui yesus, Yesus adalah firman Allah yg hidup.
Yesus mengajar murid2nya…murid2nya diberi mandat dan RK untuk mengajar banyak orang (Mat 28:19), dan diteruskan, dilestarikan sampai kepada kita sekarang ini… karena Gereja Tuhan dimaksudkan untuk tetap eksist sepanjang masa (Mat 28:20)

so, apa anda punya versi lain?

Jika Anda merasa ditest, maaf,
tetapi ini adalah pernyataan saudara di post yang lain, yaitu:

jadi pertanyaannya adalah:

Anda belum menjawab 2 pertanyaan tersebut
atau apakah jawaban Anda di atas itu sudah jawaban atas 2 pertanyaan di atas?

tampaknya saya harus selalu menjelaskan dengan detil kepada anda bro…

saya copas lagi:

FT diturunkan Allah melaui YESUS, YESUS adalah firman Allah yg hidup. YESUS mengajar murid2nya...murid2nya diberi mandat dan RK untuk mengajar banyak orang (Mat 28:19), dan diteruskan, dilestarikan sampai kepada kita sekarang ini.. karena Gereja Tuhan dimaksudkan untuk tetap eksist sepanjang masa (Mat 28:20)

belum cukup menjelaskankah jawaban saya itu? sodara lihat kronologisnya deh… dan sodara harus meluangkan banyak waktu untuk membedah cakrawala anda tentang fakta dan sejarah…

sebagai bantuan buat anda:

kitab suci seperti yg kita pegang baru ada pada abad4. dan iman kristen sudah ada ketika yesus masih hidup. ajaran yesus sudah ada sebelum kitab suci ada… yesus mengajarkan pada muridnya, yesus tidak memerintah membuat kitab, yesus tidak menulis. yesus mengajar, dengan perbuatan, dengan bukti, dan mukjizat. demikian juga murid2nya… itulah tradisi (paradosis).

ajaran dan iman kristen sudah ada sebelum kitab suci… dan tradisi yg terdokumentasikan dengan tulisan dan dikanonisasi, disebut kitabsuci.

semoga bisa nangkap sobat…

saya harus sabar terhadap Anda, dan supaya dialog kita bermakna…maka Anda juga harus sabar terhadap saya…ok bro…

pertanyaan pertama sudah terjawab,

  1. jadi Kitab Suci menurut Anda adalah Kitab Suci hasil Kanon…

pertanyaan ke dua belum terjawab, saya tunggu…
kalau mungkin pertanyaan itu tidak terlalu jelas silahkan ditanya, atau bisa ditelusuri demikian

seseorang berkata: “Yang benar adalah A + B + D = Y”
nah tentu harus ada yang mengatakan demikian sampai perkataan itu sebagai sesuatu yang dapat diterima mutlak… bukan berdasar sejarah dan bla bla bla
jadi harus ada yang berkata Tradisi Suci+Kitab Suci+ Magsiterium adalah mutlak, baru itu diakui…

salam