AJARAN TTG KEMAKMURAN: Mengelabui & Mematikan (Rev. John S. Piper, D.Theol.)

yang bilang mau miskin, bangkrut, kere tapi ke sorga, pasti orang munafik.

hehehehe

:monkeys55:

lah situ bisa nebak siapa orangnya.

hehehe

:onion-head33:

He He He; maksudnya MU NA FIK ? Oh ya, inikah maksudnya : MU-ka NA-bi FIK-iran duit ???
:monkeys55:

munafik itu = dimuka bilang “tidak”, dibelakang bilang “mau mau mauuuuuu”

:character0093:

Sekali lagi saya tanyakan pada Anda (saya pernah menanyakan ini sebelumnya), Apakah saya pernah mengatakan kalo ikut YESUS akan miskin dan melarat?
Anda ini kurang teliti baca ataukah memang suka memutarbalikkan kenyataan? :slight_smile:

Silahkan Anda jawab juga postingan saya nomer #13.

ayo ikutan poll.

Apakah saya pernah mengatakan kalo ikut YESUS akan miskin dan melarat?
Jawab : TIDAK, cuma kelihatannya anda tidak setuju dengan theologi kemakmuran, asumsinya anda cenderung ke arah poverty theology.

Lalu apa tujuan menjadi pengikut KRISTUS?
Untuk menjadi kaya?

Jawab : Bisa ya bisa tidak, mengingat himpitan ekonomi yang makin berat, satu-satunya pengharapan ialah YESUS KRISTUS, bukankah berharap pada YESUS merupakan hal yang diridhoi ???;biarpun dunia juga menawarkan lewat dukun, atau agama lainnya juga menawarkan hal tersebut.

Apakah benar setiap orang yang terima YESUS lalu akan kaya materi?
Nyatanya sangat banyak sekali pengikut KRISTUS yang tidak kaya materi. Jadi kalo promonya seperti yang sis katakan, bukankah itu adalah suatu kebohongan. Dan kebohongan itu hanya ada di dalam si sesat.

Jawab : Pelan tapi pasti, orang yang benar dihadapan TUHAN akan menerimanya.
Memang agak aneh kalau pengikut KRISTUS tidak mengalami kemajuan dan masih berada dibawah garis kemiskinan ? Masakan TUHAN ku tidak mau memberikan berkat materi bagi yang membutuhkannya ?

Benarkah hasrat untuk menjadi kaya itu pikiran positif?
Jawab : Ya, karena dengan kekayaan yang dimiliki dapat membantu sesama manusia, membantu dana pelayanan, MISI, PEKABARAN INJIL dan pembangunan gereja.

1 Timotius 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bahgai kejahatan.”

Ibrani 13:5, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Tuhan telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Jawab : Ayat-ayat diatas memang benar, kalau uang dan kekayaan yang diperoleh hanya ditimbun saja untuk kepentingan egoisme semata, bukan untuk digunakan dalam “pekerjaan TUHAN”.

@sis Endang

Apakah saya pernah mengatakan kalo ikut YESUS akan miskin dan melarat?
Jawab : TIDAK, cuma kelihatannya anda tidak setuju dengan theologi kemakmuran, asumsinya anda cenderung ke arah poverty theology.

Jika tidak, bagaimana Anda bisa mengatakan demikian, sedangkan Anda telah membaca postingan pertama saya nomer #4? (yang telah Anda jawab di postingan nomer #5)
Jangan menambah-nambahi dan memutar balikkan sesuatu.

Jika teologi kemakmuran yang Anda sebutkan tersebut mengajarkan bahwa ikut Yesus pasti kaya secara materi, YA, saya dengan tegas mengatakan tidak setuju dengan apa yang Anda sebut teologi kemakmuran tersebut.

Lalu apa tujuan menjadi pengikut KRISTUS?
Untuk menjadi kaya?
Jawab : Bisa ya bisa tidak, mengingat himpitan ekonomi yang makin berat, satu-satunya pengharapan ialah YESUS KRISTUS, bukankah berharap pada YESUS merupakan hal yang diridhoi ???;biarpun dunia juga menawarkan lewat dukun, atau agama lainnya juga menawarkan hal tersebut.

Tujuan mengikut Kristus untuk menjadi kaya, anda katakan itu bisa ya bisa tidak???
Nampaknya ada yang harus dibenahi dalam diri Anda.
Tujuan kita mengikut Yesus adalah untuk memperoleh yang kekal, bukan yang fana.
Jika kita diberi kekayaan oleh Tuhan, itu adalah anugerah dari Tuhan, dan itu BUKAN tujuan kita mengikut Yesus.

Apakah benar setiap orang yang terima YESUS lalu akan kaya materi?
Nyatanya sangat banyak sekali pengikut KRISTUS yang tidak kaya materi. Jadi kalo promonya seperti yang sis katakan, bukankah itu adalah suatu kebohongan. Dan kebohongan itu hanya ada di dalam si sesat.
Jawab : Pelan tapi pasti, orang yang benar duhadapan TUHAN akan menerimanya.
Memang agak aneh kalau pengikut KRISTUS tidak mengalami kemajuan dan masi berada dibawah garis kemiskinan ? Masakan TUHAN ku tidak mau memberikan berkat materi bagi yang membutuhkannya ?

Benarkah pelan tapi pasti? Tidakkah Anda sedang bermimpi?
Ataukah sekarang Anda hidup di pulau terpencil dan tidak melihat kenyataan di dunia ini?
Lalu apakah Anda akan mengatakan kalau orang Kristen yang tidak kaya materi sampai meninggalnya belum hidup benar di hadapan Tuhan?
Memang benar Tuhan akan memberkati kita, memang benar Tuhan akan memelihara kita, tapi bukan berarti itu kita akan menjadi kaya materi.

Rasul Paulus pun mengatakan dalam 2 Kor 6:10, kalau dalam kemiskinannya ia telah memperkaya banyak orang.
Jika Rasul Paulus dkk yang sebagai rasul Tuhan saja miskin, lalu apakah benar ikut Tuhan Yesus itu pelan dan pasti akan kaya?
Jika hal itu tidak pasti, kenapa terus mengatakan “MAU KAYA ??? MARI CARI YESUS DULU"?
Bukankah itu adalah suatu kebohongan?
Jika Anda takut gereja sepi, lakukanlah dengan cara yang benar, bukan dengan suatu kebohongan.

Benarkah hasrat untuk menjadi kaya itu pikiran positif?
Jawab : Ya, karena dengan kekayaan yang dimiliki dapat membantu sesama manusia, membantu dana pelayanan, MISI, PEKABARAN INJIL dan pembangunan gereja.

1 Timotius 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bahgai kejahatan.”

Ibrani 13:5, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Tuhan telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Jawab : Ayat-ayat diatas memang benar, kalau uang dan kekayaan yang diperoleh hanya ditimbun saja untuk kepentingan egoisme semata, bukan untuk digunakan dalam “pekerjaan TUHAN”.

Baguslah jika memang kekayaan digunakan untuk itu. Tetapi yang saya katakan adalah “Hasrat untuk kaya” bukan “kekayaan yang kita miliki”.
Dan benarkah orang yang memiliki “hasrat menjadi kaya” itu tujuannya adalah MURNI untuk membantu sesama, membantu dana pelayanan, dll?
Lalu apakah membantu sesama, membantu dana pelayanan, dll itu hanya dapat dilakukan hanya bila kita sudah kaya?
Banyak orang sudah menjadi berkat yang besar dalam keterbatasan mereka.
Bahkan Tuhan Yesus pun mengatakan bahwa janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada orang yang kaya.
Jika dalam keterbatasan kita sudah bisa menjadi berkat bagi banyak orang, masihkah perlu adanya hasrat untuk menjadi kaya tersebut? Benarkah motivasi kayanya itu untuk Tuhan?

Sekali lagi saya ingin menyampaikan apa yang saya sampaikan di postingan pertama saya di thread ini. Ikut Yesus bukan berarti mengajak kita berlomba-lomba untuk menjadi miskin materi. Kaya boleh² saja. Tetapi hasrat untuk menjadi kaya itu yang mematikan.

Kaya atau miskin di dunia ini bukanlah masalah, karena kita hidup di dunia ini hanya sementara saja. Kalau kita diberi kekayaan, pergunakanlah itu untuk memuliakan nama Tuhan. Tetapi walaupun miskin, tetaplah bersyukur, karena ada janji pemeliharaan Tuhan atas hidup kita.

@Bro Kukgeruk

Apakah saya pernah mengatakan kalo ikut YESUS akan miskin dan melarat?
Jawab : TIDAK, cuma kelihatannya anda tidak setuju dengan theologi kemakmuran, asumsinya anda cenderung ke arah poverty theology.

Jika tidak, bagaimana Anda bisa mengatakan demikian, sedangkan Anda telah membaca postingan pertama saya nomer #4? (yang telah Anda jawab di postingan nomer #5)
Jangan menambah-nambahi dan memutar balikkan sesuatu.

Jika teologi kemakmuran yang Anda sebutkan tersebut mengajarkan bahwa ikut YESUS pasti kaya secara materi, YA, saya dengan tegas mengatakan tidak setuju dengan apa yang Anda sebut teologi kemakmuran tersebut.

Jawab : mohon maaf bro, memang anda tidak mengatakan langsung bahwa ikut Yesus akan miskin dan melarat. Saya hanya menangkap kesan dari pernyataan anda.

Lalu apa tujuan menjadi pengikut KRISTUS?
Untuk menjadi kaya?
Jawab : Bisa ya bisa tidak, mengingat himpitan ekonomi yang makin berat, satu-satunya pengharapan ialah YESUS KRISTUS, bukankah berharap pada YESUS merupakan hal yang diridhoi ???;biarpun dunia juga menawarkan lewat dukun, atau agama lainnya juga menawarkan hal tersebut.

Tujuan mengikut KRISTUS untuk menjadi kaya, anda katakan itu bisa ya bisa tidak???
Nampaknya ada yang harus dibenahi dalam diri Anda.
Tujuan kita mengikut YESUS adalah untuk memperoleh yang kekal, bukan yang fana.
Jika kita diberi kekayaan oleh Tuhan, itu adalah anugerah dari Tuhan, dan itu BUKAN tujuan kita mengikut YESUS.

Jawab :Sorry bro, saya berpendapat tidak ada salahnya menarik orang-orang dunia lewat promosi theology kemakmuran. Setelah berada dalam jemaat barulah diberikan pelajaran dan pengertian arti tujuan hidup ini.

Apakah benar setiap orang yang terima YESUS lalu akan kaya materi?
Nyatanya sangat banyak sekali pengikut KRISTUS yang tidak kaya materi. Jadi kalo promonya seperti yang sis katakan, bukankah itu adalah suatu kebohongan. Dan kebohongan itu hanya ada di dalam si sesat.
Jawab : Pelan tapi pasti, orang yang benar duhadapan TUHAN akan menerimanya.
Memang agak aneh kalau pengikut KRISTUS tidak mengalami kemajuan dan masi berada dibawah garis kemiskinan ? Masakan TUHAN ku tidak mau memberikan berkat materi bagi yang membutuhkannya ?

Benarkah pelan tapi pasti? Tidakkah Anda sedang bermimpi?
Ataukah sekarang Anda hidup di pulau terpencil dan tidak melihat kenyataan di dunia ini?
Lalu apakah Anda akan mengatakan kalau orang Kristen yang tidak kaya materi sampai meninggalnya belum hidup benar di hadapan Tuhan?
Memang benar Tuhan akan memberkati kita, memang benar Tuhan akan memelihara kita, tapi bukan berarti itu kita akan menjadi kaya materi.

Rasul Paulus pun mengatakan dalam 2 Kor 6:10, kalau dalam kemiskinannya ia telah memperkaya banyak orang.
Jika Rasul Paulus dkk yang sebagai rasul Tuhan saja miskin, lalu apakah benar ikut Tuhan YESUS itu pelan dan pasti akan kaya?
Jika hal itu tidak pasti, kenapa terus mengatakan “MAU KAYA ??? MARI CARI YESUS DULU"?
Bukankah itu adalah suatu kebohongan?
Jika Anda takut gereja sepi, lakukanlah dengan cara yang benar, bukan dengan suatu kebohongan.

Jawab : Timbul pertanyaan dari dalam diri, benarkah TUHAN menciptakan manusia sebagian ditakdirkan miskin dan sebagian ditakdirkan kaya. Dan seandainya seseorang ditakdirkan miskin, tidak adakah cara untuk mengubah nasibnya selain bekerja keras. Harusnya bisa ? Kepada siapakah manusia meminta ? Kepada Tuhan ? Tuhan yang mana ?
Tuhan yang saya yakini kebenarannya : YAHWEH.

Benarkah hasrat untuk menjadi kaya itu pikiran positif?
Jawab : Ya, karena dengan kekayaan yang dimiliki dapat membantu sesama manusia, membantu dana pelayanan, MISI, PEKABARAN INJIL dan pembangunan gereja.

1 Timotius 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bahgai kejahatan.”

Ibrani 13:5, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Tuhan telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Jawab : Ayat-ayat diatas memang benar, kalau uang dan kekayaan yang diperoleh hanya ditimbun saja untuk kepentingan egoisme semata, bukan untuk digunakan dalam “pekerjaan TUHAN”.

Baguslah jika memang kekayaan digunakan untuk itu. Tetapi yang saya katakan adalah “Hasrat untuk kaya” bukan “kekayaan yang kita miliki”.
Dan benarkah orang yang memiliki “hasrat menjadi kaya” itu tujuannya adalah MURNI untuk membantu sesama, membantu dana pelayanan, dll?
Lalu apakah membantu sesama, membantu dana pelayanan, dll itu hanya dapat dilakukan hanya bila kita sudah kaya?
Banyak orang sudah menjadi berkat yang besar dalam keterbatasan mereka.
Bahkan Tuhan YESUS pun mengatakan bahwa janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada orang yang kaya.
Jika dalam keterbatasan kita sudah bisa menjadi berkat bagi banyak orang, masihkah perlu adanya hasrat untuk menjadi kaya tersebut? Benarkah motivasi kayanya itu untuk Tuhan?

Sekali lagi saya ingin menyampaikan apa yang saya sampaikan di postingan pertama saya di thread ini. Ikut YESUS bukan berarti mengajak kita berlomba-lomba untuk menjadi miskin materi. Kaya boleh² saja. Tetapi hasrat untuk menjadi kaya itu yang mematikan.

Kaya atau miskin di dunia ini bukanlah masalah, karena kita hidup di dunia ini hanya sementara saja. Kalau kita diberi kekayaan, pergunakanlah itu untuk memuliakan nama Tuhan. Tetapi walaupun miskin, tetaplah bersyukur, karena ada janji pemeliharaan Tuhan atas hidup kita.

Jawab : Berarti kaya atau miskin adalah takdir dan menurut anda predestinasi ini tetap disyukuri saja (saya menangkap kesan pasrah saja, toh hidup itu sudah ditentukan nasibnya).
Padahal Alkitab tidak mengajarkan seperti itu, Firman Tuhan mengajarkan untuk tetap berusaha (berhasrat) dan berdoa untuk mengubah nasib seseorang, dimana seseorang bekerja untuk mendapatkan uang selanjutnya terserah TUHAN.
Tetapi bekerja adalah suatu upaya (hasrat) untuk mengejar materi, mengejar kekayaan.
Menurut saya bekerja dan berusaha mengejar kekayaan bersama TUHAN, hukumnya halal.
Bukankah Tuhan yang menyuruh kita bekerja/berhasrat memperoleh materi untuk kehidupan kita.

Saya meyakini, bahwa Tuhan Yesus tetap mengajarkan bahwa ikut Dia akan mengalami kaya rohani dan kaya jasmani.

Menurut anda: Kaya atau miskin di dunia ini bukanlah masalah, karena kita hidup di dunia ini hanya sementara saja.
Bagi saya: Tetap menjadi masalah. Kalau kita miskin bisa-bisa kita mengutuki atau bersungut-sungut kepada TUHAN. Kalau kita kaya tetapi tidak berada dalam jalan kebenaran maka kekayaan akan membuat kita jatuh dalam dosa. Kalau saya pribadi, saya memilih bisa menjadi kaya bersama TUHAN, karena TUHAN akan mengajar kita untuk mempergunakan kekayaan dan membantu mengajari mempertanggung jawabkan penggunaan kekayaan itu kepada DIA.

Jadi sekali lagi saya mohon maaf kalau dalam perbedaan pendapat ini membuat bro tersinggung.

Saya pertegas bahwa Bro Kukgeruk tidak mengatakan bahwa ikut Yesus akan miskin dan melarat.

Kesalahan saya menangkap kesan dari pernyataan anda, sekali lagi mohon maaf.

Jesus bless you.

kaiaknya ini pernah dibahas ama salah satu pengkhotbah terkenal di indonesia deh

katanya “klo kamu benar pengikut KRISTUS,kamu tak kan pernah miskin”

klo mengenai ini saia abstain…soalnya ga bisa menilai sumber kekayaan seseorang

tersebut dikatakan halal atau tidak TUHAN yg bisa menilai. :onion-head86:

@ MasterBlood, thank you responsenya, sudah ikutan pooling yang diajukan oleh Bro Lo2rest ?

Dalam DISKUSI KRISTEN dengan judul SIAPA YANG MAU MASUK SURGA ?

@endang

onaji onaji

semua menjadi masalah ketika uang yang jadi pembahasan
tetapi kebenaran tentang berita keselamatan makin berkurang
kaya itu baik
diberkati pun baik
tinggal motivasinya aja yang penting, pengenalan dan mengalami "Kristus " yang harus kita cari
daripada thread tentang kekayaan dan uang kenapa tidak? sudah membagi kebarapa orangkah saya tentang berita keselamatan dalam Kristus Yesus???

Apakah Endang percaya bahwa setiap orang yang ikut Yesus dijamin kaya dalam hal materi?

Tuhan Yesus memberi perumpamaan lazarus miskin didunia tapi masuk surga.

Peterus dan yahya ketika ketemu orang timpang mengatakan emas dan perak aku tidak punya.

Kalau menurut saya, orang kristen bisa kaya materi, bisa miskin materi, itu bukan sebagai jaminan.

Orang kristen harus ada kasih itu kepastian, kaya miskin tergantung kebijaksanaan Tuhan saja. Kalau orang itu diberkati materi dan mampu menggunakan untuk kemuliaan Tuhan maka Tuhan tidak segan2 memberkati secara materi, tapi kalau orang itu setelah diberkati materi malah cari istri ke lima, maka demi kasih dan demi keselamatan jiwanya Tuhan tidak memberkati orang itu secara materi.

Promosi yang diajarkan Tuhan adalah masalah keselamatan jiwa.

Apakah artinya orang mempunyai segala harta didunia ini tapi jiwanya binasa.

Ini adalah cara promosi yang Tuhan ajarkan, untuk menanggapi orang yang ingin kaya.

Tuhan tidak takut orang2 meninggalkan Dia demi mengajar kebenaran. Malah Tuhan mengatakan Banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih, Pintu surga itu sempit dan berdesakan orang yang mau masuk sehingga sedikit saja yang selamat.

Buat apa gereja rame kalau yang masuk surga sedikit saja, tujuan utama adalah keselamatan jiwa.

[b]terpaksa nimbrung krna TOPICnya dibuat oleh orang YANG SANGAT KURANG HIKMAT

MENURUT AMSAL = hikmat adalah awal kekayaaan

MENURUT AMSAL = ornag sombong direndahkan

MENURUT AMSAL = ganjaran kerendahan HATI adalah KEKAYAAN <>>> berarti ganjaran kesombongan adalah kemiskinan

PARA RASUL = YESUS menjadi miskin supaya kita menjadi kaya (PB)

KATA YESUS KRISTUS = bebanKu ringan dan kuk yang Kupasang ENAK

kata para pendeta kurang hikmat = bebanKU berat dan kuk yang Kupasang menyedihkan dan membuat miskin hehhehehhe PERKATAAN PENDETAAN KURANG HIKMAT SANGAT BERTENTANGAN DENGAN PERKATAAN YESUS KRISTUS

YESUS KRISTUS = menabur akan menuai 30x, 50 x dan 100x lipat

orang Kristen miskin dalam ALKITAB YESUS KRISTUS KARENA

  1. sombong
  2. kurang hikmat
  3. pemalas
  4. pelit
  5. bebal
  6. doanya untuk dihabiskan untuk hawa nafsu
  7. TIDAK MENCARI KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA

orang kaya menurut INJIL YESUS KRISTUS PB

  1. KUTUK KEMISIKINAN BERHASIL DICABUT YESUS "YESUS MENJADI MISKIN SUPAYA KAMU MENJADI KAYA
  2. RENDAH HATI
  3. SUKA MEMBERI ngasih 100,000 diterimanya 30x, 50x dan 100x
  4. DOANYA HARTANYA UNTUK MEMULIAKAN TUHAN
  5. BERHIKMAT
  6. RAJIN
  7. MENCARI KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA, MAKA SEMUANYA ITU AKAN DIBERIKAN
    [/b]

@kaisar >< endang

jd menurut anda berdua bagaimana mereka yg hidup digaris kemiskinan seperti orang lumpuh,cacat

tidak pny sanak saudara hanya tinggal penampungan. apakah mereka jg karena terkena kutuk akibat

kurang nya iman kepada YESUS KRISTUS??

jd konsep anda berdua menurut saia gugur semuanya yah

tp ini asumsi dari postingan anda aja mohon dimaafkan bila salah. :slight_smile:

KALAU MENURUT SAIA ADALAH SBB:

  1. daniel sadrak mesak abednego, juga miskin ketika dalam penampungan di babel TAPI SEMENTARA
  2. yusuf juga MISKIN KETIKA DIPENJARA tapi sementara
  3. nabi elia juga miskin TAPI SEMENTARA dan MEREKA SEMUA DIPELIHARA TUHAN tetap ada makanan dan minuman bahkan burung pun dibuat KOIT SAMA TUHAN supaya anaknya (elia) bisa maam

GBU

wah saya baru tahu, kalau ada teologi Poverty alias teologi kemiskinan

teologi kemiskinan itu seperti apa dan bagaimana ?

Setahu saya yang lumpuh, buta ataupun cacat fisik bilamana sudah didalam Tuhan Yesus akan bertumbuh dalam rohani ataupun kemampuan finansialnya.

Adapun orang-orang yang terpaksa tinggal dipenampungan kebanyakan udah usia lanjut, kebanyakan penyebabnya adalah penolakan anak thdp orang tuanya ataupun penolakan orang tua thdp anaknya.

Aku rasa nggak gugur. Firman TUHAN yang disampaikan lewat Musa yaitu Berkat atau Kutuk, tidak mungkin salah.

Istilah “Poverty theology” atau Theologi Kemiskinan, saya dapatkan di topic “Apakah Yesus mengajar theology kemiskinan/poverty theology ?”

Ini linknya: Apakah Yesus mengajar teology kemiskinan/Poverty Theology? - Ajaran Kristen - ForumKristen.com