Agama di Indonesia

Kerukunan Cidera, Tokoh Agama Mulai Berbenah

TUESDAY, 15 MARCH 2011
Total View : 260 times

Tokoh-tokoh lintas agama di Kota Bekasi menyepakati perancangan konsep kerukunan umat beragama. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat mempererat kerukunan antar umat beragama sekaligus mencegah timbulnya hal-hal yang tak diinginkan. Banyak contoh yang sudah terjadi di Indonesia dimana jangan sampai kejadian ini terulang lagi.

Kita ambil contoh saja insiden Ciketing pada September 2010, yang diwarnai bentrokan antara jemaat HKBP Pondok Timur Indah dengan anggota FPI. Contoh lain yang saat ini masih dalam pertikaian adalah Gereja Taman Yasmin yang masih terus disegel oleh Walikota Bogor padahal gereja sudah memenangkan perkara ini dengan putusan MA yang kuat. Jangan sampai kejadian-kejadian ini membuat umat beragama saling bersinggungan.

Pada Senin kemarin (14/3), tokoh-tokoh lintas agama berkumpul di salah satu ruang rapat kantor Pemerintah Kota Bekasi untuk membahas rancangan konsep kesepakatan tersebut. Setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi materi pembahasan tersebut.

“Pertama, sepakat untuk melaksanakan ajaran agama masing-masing dengan baik dan benar. Kedua, bertekad mengadakan dialog antar umat manakala timbul permasalahan. Ketiga, sepakat memenuhi segala macam ketentuan yang berlaku. Peraturan ini termasuk di antaranya pendirian rumah ibadah serta cara menyiarkan agama yang beretika,” tutur Sekretaris FKUB Kota Bekasi, Hasnul Kholid Pasaribu. Tiga poin utama ini masih akan dirinci lagi. Menurut rencana, konsep finalnya akan dideklarasikan Rabu (16/3) besok.

Lebih lanjut, Hasnul mengungkapkan dua potensi utama yang rawan menimbulkan konflik di Kota Bekasi adalah pendirian rumah ibadah dan penyebaran agama pada warga yang telah memeluk suatu agama tertentu. Dengan adanya kesepakatan ini, seluruh tokoh agama dapat menjaga jemaat masing-masing untuk menaati peraturan yang berlaku. “Kalau semua berkomitmen, aksi anarki tak akan dan jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya.

Indonesia adalah bangsa dengan banyak agama, kepercayaan, kebudayaan, kesenian, kerajinan, ras, suku, bahasa, dan beragam macam lainnya. Dengan dasar yang kuat dalam masyarakat, dapat membuat kerukunan makin dijaga.
Source : pikiran-rakyat/lh3

Sudah seharusnya berbenah :smiley:

harusnya seperti ini^^
diam saja tidak akan menghasilkan sesuatu

harus dibenerin,.
sudah saatnya!!

kita harus bertindak ^^

benar!!
MAJU EXIA… :smiley:

Terkadang niat semua orang mulia sekali…tapi kalau salah satu pihak hanya Uud saja itu yang sering membelokan arah tujuan semula yang mulia itu.
Dan selidik punya selidik, ternyata salah paham dalam berkomunikasi… mana yang butuh dan mana yang dibutuhkan menjadi kabur dalam menciptakan konsep. Yang satunya transparan ,yang satunya bersekutu menutupi fakta actual yang seharusnya menjadi konsumsi bersama untuk saling disadari untuk dibuka secara umum…sehingga khalayak dapat secara terbuka sama sama dapat menilainya dng adil dan bijaksana.
Yang kadang mengherankan juga…kenapa mau bangun gereja ga ada IMB
nya…?? Jadi kadang celah ini yang memicu masalah baru dideannnya…
Kenekatan bukan hal yang terpuji…tapi kesabaran hal yang teruji…tah…??
Cikesik adalah venomena arab zaman dulu…hehehe…terulang lagi di semua
perjalanan zaman di kehidupan faham mereka…
Maka waspadalah…waspadalah…dan waspadalah…teman…

ya imb sendiri merugikan gereja
dan ketidak tegasan serta keberpihakan negara menambah rumit^^
kalau tiap tokoh mau tegas dan konsisten kita akan bisa membuka banyak"area" abu2 dan meluruskannya
tetapi tokoh kita tidak sampai ke sana … sedih

Saya pernah lewat daerah daerah yang di sinyalir akan didirikan gereja…
dan saya melihat kehidupan sosial di sekitar daerah itu, baik yang radius terjauh dan radius terdekat dng lahan gereja.
Sebetulnya kalau kita dapat lebih bijaksana dan mau meresapi keadaan sosial mereka…yang berkaitan dng sisi positipnya jika terbangunnya gedun gereja disana…maka setidaknya harus ada nilai tambah di daerah / di kehidupan sosial mereka. Tapi ini pihak gereja tidak berpikir jauh kearah situ…terlalu mencari pembenaran sepihak, tanpa menjadi garam dunia atau
nantinya sebagai saluran berkat bagi kehidupan sosial mereka.
Misalnya nih yang paling sederhana saja…berilah pengelolaan perpakiran
saat kebaktian besar di gereja yang dibangun nanti di tangani oleh pemuda masyarakat setempat…ada yang mengkoordinir…Tapi yah…belum lagi gereja dibangun…perilaku tidak terpuji sering di pertontonkan kepada masyarakat setempat…oleh anak anak Tuhan tsb…Mosok diminta uang parkir saja ( padahal parkir di bahu jalan…bikin macet di jalan tsb)…selalu ngedumel dan kebanyakan menolak…?? paling cuma diua rebu atau satu rebu aja…???
Heemmm…itulah yang selalu membuat warga setempat menjadi tidak simpatik…apalagi mau mensuport kan…??? hehehe Ironis…ga ada tanda kasih kalau begitu kan…??? darai anak anak Tuhannya…

ironis sih
tapi di satu sisi juga tragis,
saya jadi teringat gereja gereja di pedalaman
dengan pola yang masih sangat sederhana
tapi diapit oleh sekitar yang terkadang sangat membenci mereka
an lucunya kaum muda makin habis, tinggal orang tua, maka gereja itu tinggal menunggu waktu tutup
film mr bean ada benarnya di dalam gereja hanya berisi orang2 tua^^

saya tidak setuju dengan beberapa pernyataan saudara
mungkin saudara belum pernah melakukan penginjilan
saya beberapa tahun lalu ikut dalam tim misi penginjilan ke daerah - daerah di Tangerang
tahukan saudara bahwa di Tangerang meskipun di lingkungan yang kristen saja membangun gereja adalah hal yang sangat sulit
bahkan jika sudah mempunyai IMB dan gereja sudah berjalan kegiatan berjemaatnya pun, pasti ada kalangan yang berbaju putih dengan kalung sorban dan peci datang entah darimana menghentikan kegiatan berjemaat ?
memang hal seperti itu tidak terjadi di seluruh indonesia, namun beberapa daerah nyatanya benar adanya seperti ini dan pemda setempat pun sengaja melakukan pembiaran

Tuhan memberkati

mungkin bisa dimulai dengan menertibkan kelompok-kelompok yang selalu “resah” akan segala sesuatu, mulai dari bangunan, patung, gapura, indomie, film, majalah dsb… mungkin FKUB bisa memberi pencerahan/terapi agar “syndrom keresahan yang berlebihan” dari kelompok ini bisa disembuhkan.

-salam-

karena pemdanya juga orang2 yang takut dan merestui si sorban, (si putih2 ini kelakuannya parah, banyak dosa berlagak suci,)lebih parah dari farisi , atau lebih tepat disebut penyesat atau pembawa kejahatan

kayaknya sih sulit , karena FKUB saya yakin mereka tekan dan takut, apalagi pemerintah juga diragukan,…tar kalo semua dah ditutupin tubuhnya dengan kain dan tinggal mata, tinggal pakein kacamata hitam^^, naruto aja kalah ^^

Broo@Cakka…

Betul juga apa yang anda katakan dalam pengalaman anda…
Sungguh di berkati TYK, jika anda bekerja langsung di ladang Tuhan…
Mungkin kita beda ladang saja, tapi pandangan kita tetep dalam anak anak Tuhan kan…?? .Ya itu tadi saya bilang…beradaptasi dengan lingkungan yang harus kita usahakan dng keras lagi…apa sisi positip yang menjadi nilai tambah untuk daerah lingkungan tsb…?? yang nota bene anda katakan…taroklah sudah ada IMB untuk membangun gedung gereja.
Jangan lantas kita berpikir urusan loe ya urusan loe…gue urusan gue…??hehehe…Mana…mana…prinsip garam dunia nya…?? Kan gitu…??
Mungkin anda langsung berhadapan seperti itu…karena mungkin ya sosialisasi dalam arti berkomunikasi dng masyarakat lingkungan terdekat
menjadi tantangan juga kan bagi penginjil seperti anda…?? Bukan hanya materi penginjilannya saja yang menjadi fokus. Sebenarnya di semua ladang ada hambatannya yang menimbulkan perjalanan tugas appapun menjadi tidak nyaman dan lancar.Tapi kita kembali kepada hal yang utama
kan…?? Memulyakan nama TYK…jika anda tidak diterima di suatu tempat
maka kibaskan debu di baju/jubah anda yang dari daerah mana anda mendabat debu tsb…Gimana kalau begit broo…?? jadi sesuai Alkitab tidak harus ada pemaksaan…tapi disiasati…cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati…

ya , intinya imb tidak adil untuk kristen, tapi memenangkan mayoritas

kalau kita selalu berpikir…terminoritas…temayoritas…pasti kita sendiri yang membuat paradigma itu semakin memojokan kita sendiri.Tapi.COBALAH berpikir bukan menjadi ekor tapi menjadi kepala.itulah yang pas dan yang ada di ajaran kita kan…?? Daya pemicunya disitu meneurut saya broo…!!
Tantangannya pasti disitu…

ini jawaban yang saya harapkan
salut buat saudara purba
pola pikir kita minoritas ini yang harus hilang dari saudara saudara seiman^^