8 pertanyaan untuk umat kristen

syalom a'leykhem...

قَالَ لَهُ يَسُوعُ: «أَنَا هُوَ الطَّرِيقُ وَالْحَقُّ وَالْحَيَاةُ. لَيْسَ أَحَدٌ يَأْتِي إِلَى الآبِ إِلاَّ بِي

mav sebelumnya ane bukan org islam tp ane org kristen… mohon partisipasinya mungkin ada yg mau menjelaskan tentang pertanyaan2 ini… mohon yg mengerti dengan jawaban ini dijelaskan dan mav jika pertanyaan ini sudah di post sebelumya…
ane hanya ingin membantu umat kristen lainnya untuk bisa menjawab jika ada pertanyaan seperti ini dan saya dengar dari cewek ane tmnnya pindah ke islam karena fitnah2 yg di lancarkan oleh kaum islam karena umat kristen yg kurang pengetahuannya… jadi, mohon partisipasinya…

  1. MANA BUKTI DALIL DLM ALKITAB PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA        BERAGAMA KRISTEN?????

  2. APA AJARAN YESUS KETIKA DIA BERUMUR 13 SAMPAI 29 TAHUN ??

  3. PERNAHKAH DALIL DLM ALKITAB YESUS MENGATKAN "AKULAH TUHANMU, MAKA SEMBAHLAH AKU''????

  4. PERNAHKAH YESUS MENGATAKAN 'AKU YANG MEWAHYUKAN ALKITAB, AKU PULA YANG MENJAGANYA???????

  5. MANA PERINTAH YESUS ATAU TUHAN DALAM ALKITAB BERIBADAH PADA HARI MINGGU???

  6. MANA DALILNY DALAM ALKITAB BAHWA ASAL PERCAYA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT, DIJAMIN MASUK SURGA??

  7. MANA FOTO ASLI WAJAH YESUS DAN SIAPA PEMOTRETNY???

  8. MANA DALILNY DALAM ALKITAB BAHWA YESUS LAHIR PADA 25 DESEMBER DAN PERINTAH UNTUK MERAYAKANNYA????

tmnnya pindah ke islam karena fitnah2 yg di lancarkan oleh kaum islam karena umat Kristen yg kurang pengetahuannya… jadi, mohon partisipasinya…

Tuhan tidak pernah gagal dalam menjaga kepunyaannya…dan agama bukan TUHAN, setiap pertanyaan saudara itu adalah perspektif kaca mata kuda dari kaum muslim

jadi kalau terhadap pertanyaan yang absurd saudara mengharapkan jawaban yang benar? itu namanya mustahil

:slight_smile:

@denny

Pertanyaan ini :

  1. MANA BUKTI DALIL DLM ALKITAB PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA Kristen???

    1. APA AJARAN YESUS KETIKA DIA BERUMUR 13 SAMPAI 29 TAHUN ??

    2. PERNAHKAH DALIL DLM ALKITAB YESUS MENGATKAN "AKULAH TUHANMU, MAKA SEMBAHLAH AKU’’???

    3. PERNAHKAH YESUS MENGATAKAN 'AKU YANG MEWAHYUKAN ALKITAB, AKU PULA YANG MENJAGANYA???

    4. MANA PERINTAH YESUS ATAU TUHAN DALAM ALKITAB BERIBADAH PADA HARI MINGGU???

    5. MANA DALILNY DALAM ALKITAB BAHWA ASAL PERCAYA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT, DIJAMIN MASUK SURGA??

    6. MANA FOTO ASLI WAJAH YESUS DAN SIAPA PEMOTRETNY???

    7. MANA DALILNY DALAM ALKITAB BAHWA YESUS LAHIR PADA 25 DESEMBER DAN PERINTAH UNTUK MERAYAKANNYA???


Adalah pertanyaan orang yang (maaf) kurang akal, jadi kalau teman dari teman anda itu pindah dari Kristen menjadi Islam ‘hanya’ gara gara pertanyaan ini, memang mungkin teman dari teman anda itu ibarat bibit yang jatuh pada bebatuan. Biarkan saja.

Ataukah anda juga memerlukan jawaban dari pertanyaan ‘konyol’ seperti di atas?

:smiley:

tp tu gw suka jijik ja tuh ma org2 yg ngebanggain sm pertanyaan2 ini…
yg lebih menjijikan pake mau hadiahin mobil bmw lg…

klo bisa dijawab aja deh menurut kalian…
ya klo mau ikut berpartisipasi loh…
gw tau sih semua jawabannya tp yg pertanyaan no 2 ane masih bingung…

mungkin ane dptt masukan yg lebih baik dari yg lebih ahli…

Sebenarnya banyak di thread2 di FK ini yang sudah membahasnya bro, tetapi saya coba post kan sebuah yang bisa anda baca untuk memperkuat pengertian anda.

Khusus untuk pertanyaan no 2, itu lebih banyak berhubungan dengan adat istiadat masyarakat setempat. Sebagai remaja, adalah mustahil Jesus mulai mengajar. Sebagai orang Kristen, anda juga pasti tahu bahwa apa yang dilakukan Jesus sudah dalam rencana Bapa di Surga, karenanya setiap tindakanNya sudah dipersiapkanNya. Untuk memulai pengajaranNya, diawali dengan pembaptisan di sungai Jordan, dilanjutkan dengan berpuasa. Setelah tergenapi, barulah Jesus mulai mengajar.

Nah berikut ini silahkan dibaca :

Apakah Yesus mengklaim diriNya adalah Allah?

Banyak orang bersedia menerima Yesus Kristus sebagai orang baik, atau nabi besar, tapi berpandangan bahwa Yesus tidak pernah mengklaim diriNya adalah Allah. Mereka yang menolak ke-Tuhan-an Yesus dengan merujuk pada ayat-ayat yang mendukung keyakinan mereka bahwa Yesus tidak pernah bermaksud disembah sebagai Allah.

Kendati begitu, bukti-bukti mengindikasikan sejak jaman para rasul, Yesus sudah disembah sebagai Tuhan. Setelah para rasul meninggal, beberapa pemimpin gereja abad pertama dan kedua menulis mengenai ke-Tuhan-an Yesus. Akhirnya, tahun 325, para pemimpin gereja menegaskan keyakinan mereka bahwa Yesus sepenuhnya Allah.[1]

Sejumlah orang berargumentasi bahwa gereja “menciptakan” ke-Tuhan-an Yesus dengan menulis ulang injil. Baru-baru ini, novel fiksi paling laku sedunia, The Da Vinci Code berhasil terjual lebih dari 40 juta kopi dengan membuat klaim semacam itu. (Lihat “Apa ada Konspirasi Da Vinci ?”). Meskipun buku itu telah membuat pengarangnya, Dan Brown, kaya raya, catatan fiksinya dijuluki oleh para ahli sebagai sejarah yang buruk. Kenyataannya, Perjanjian Baru telah dipandang sebagai “catatan yang paling handal dari semua dokumen historis kuno” (Lihat. “Apakah Injil itu benar?”).

Dalam artikel ini kita akan memeriksa apa yang dikatakan Yesus Kristus mengenai diriNya. Apa yang dimaksudkan Yesus dengan istilah “Anak Manusia” dan “Anak Allah?” Jika Yesus bukan Allah, kenapa para musuhNya menuduh dia telah “menghujat?” Lebih penting lagi, jika Yesus bukan Allah, kenapa Dia menerima penyembahan.

Pertama-tama, kita lihat dengan singkat apa yang dipercaya orang Kristen terhadap Yesus Kristus.

Dari Pencipta Jadi Tukang Kayu?

Inti KeKristenan adalah keyakinan bahwa Allah datang ke Dunia secara Pribadi di dalam AnakNya. Alkitab mengajarkan Yesus bukanlah mahluk ciptaan seperti malaikat, tetapi Dia adalah Pencipta alam semesta. Sebagai teolog, J.I Packer menulis, “Injil mengatakan kepada kita bahwa Pencipta kita telah menjadi Penebus kita.”[2]

Perjanjian Baru mengungkapkan, atas kehendak Bapa, Yesus untuk sementara mengesampingkan kuasa dan kemuliaanNya untuk menjadi bayi mungil tak berdaya. Setelah besar, Yesus bekerja di bengkel tukang kayu, mengalami rasa lapar, capai, menderita rasa sakit, dan kematian seperti kita. Kemudian pada usia 30 tahun, Dia memulai pelayananNya.

Allah Yang Esa

Alkitab mengungkap Allah adalah Pencipta alam semesta. Dia tak terbatas, kekal, maha kuasa, maha tahu, hadir sebagai pribadi, maha benar, maha kasih, maha adil, dan maha suci. Dia menciptakan kita menurut gambarNnya untuk menyembahNya. Menurut Alkitab, Allah membuat kita untuk selalu selama-lamanya berhubungan dengan Dia.

Ketika Allah berbicara kepada Musa di semak berapi 1500 tahun sebelum Kristus, Dia menegaskan kembali bahwa Dia adalah Allah yang Esa. Allah mengatakan kepada Musa namaNya adalah Yahweh, (AKU). (Kebanyakan dari kita lebih biasa dengan terjemahan Inggris, Jehovah atau LORD (TUHAN)[3] Sejak saat itu, dasar dari ayat (Shema) Yudaisme adalah:

“Dengarlah, hai orang Israel; TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa.”
(Ulangan 6:4)

Kedalam dunia yang punya keyakinan monoteisme inilah Yesus hadir, berkhotbah, dan mulai melontarkan klaim yang mengejutkan siapapun yang mendengarnya. Dan menurut Ray Stedman, Yesus adalah tema sentral ayat-ayat kitab suci Yahudi (Perjanjian Lama).

“Disini, dalam bentuk manusia hidup bernapas, adalah seseorang yang cocok dan memenuhi semua simbol dan nubuatan mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Maleakhi. Ketika pindah dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, kita temukan bahwa satu orang, Yesus dari Nazareth, adalah titik perhatian kedua Perjanjian.[4]

Namun jika Yesus adalah pemenuhan dari Perjanjian Lama, klaimNya harus mengkonfirmasi bahwa “Allah adalah Allah yang esa,” dimulai dari apa yang dikatakanNya mengenai diriNya. Mari kita lihat lebih jauh.

Nama Kudus Dari Allah

Ketika Yesus memulai pelayananNya, mujizat-mujizatNya dan pengajaran radikalNya langsung menarik sejumlah besar orang dan menciptakan hiruk-pikik kegembiraan. Ketika popularitasNya menyelimuti massa besar, para pemimpin Yahudi (Farisi, Saduki, dan Ahli Taurat) mulai melihat Yesus sebagai ancaman. Kemudian, mereka mulai mencari jalan untuk memerangkap Dia.

Satu hari, Yesus berdebat dengan beberapa orang Farisi di rumah ibadah, ketika mendadak Dia mengatakan kepada mereka bahwa Dia adalah “terang dunia.” Hampir aneh menggambarkan kejadian itu, ketika tukang kayu yang berkelana dari dataran rendah Galilea mengatakan kepada para ahli agama bahwa Dia adalah “terang dunia?” Karena keyakinan bahwa Yahweh adalah terang dunia, mereka langsung menjawab dengan marah

“Engkau bersaksi tentang diriMu, kesaksianMu tidak benar.” (Yohanes 8:13).

Kemudian Yesus mengatakan kepada mereka, 2.000 tahun lalu, Abraham telah melihat Dia. Mereka meresponnya dengan keraguan,

“UmurMu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” (Yohanes 8:57)

Kemudian Yesus makin mengejutkan mereka,

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.” (Yohanes 8:5)

Tiba-tiba, tukang kayu tanpa gelar agama mengklaim diriNya kekal. Apalagi, Dia menggunakan titel AKU (ego eimi)[5], nama suci Allah untuk diriNya sendiri! Para pakar religius, yang hidup dan bernapas dalam firman Perjanjian Lama, mendeklarasikan hanya Yahweh saja adalah Allah. Mereka tahu firman yang diutarakan melalui Yesaya,

“Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu.” (Yesaya 43:11 )

Karena hukuman terhadap penghujatan adalah dilempari batu sampai mati, para pemimpin Yahudi dengan marah mengambail batu untuk membunuh Yesus. Mereka pikir Yesus telah menyebut diriNya sendiri, “Allah”. Pada saat itu, Yesus bisa saja mengatakan,”Tunggu dulu!” Kamu salah paham — saya bukan Yahweh.” Tetapi Yesus tidak mengubah pernyataannya, meski sedang menghadapi resiko terbunuh.

Lewis menjelaskan kemarahan mereka,

“Dia mengatakan …. Aku diperanakkan oleh Allah yang Esa, sebelum Abraham, Aku ada’, dan ingat apa kata “AKU” dalam bahasa Ibrani. Itu adalah nama Allah, yang tidak boleh diucapkan oleh setiap manusia, nama yang menyebabkan kematian bagi yang mengucapkannya.”[6]

Ada orang-orang yang berargumen ini hanyalah kejadian khusus (terisolasi) saja. Namun Yesus juga menggunakan “AKU” bagi diriNya pada beberapa kejadian lain. Mari kita lihat beberapa kejadian dan mencoba membayangkan reaksi kita ketika mendengar klaim radikal Yesus:

“Aku terang dunia.” (Yohanes 8:12)
“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” (Yohanes 14:6)
“Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”(Yohanes 14:6)
“Akulah kebangkitan dan hidup” (Yohanes 11:25)
“Akulah gembala yang baik (Yohanes 10:11)
“Akulah pintu (Yohanes 10:9)
“Akulah roti hidup” (Yohanes 6:51)
“Akulah pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1)
“Akulah Alfa dan Omega” (Wahyu 1:7,8)
Ketika Lewis mengamati, jika semua klaim itu tidak berasal dari Allah sendiri, Yesus akan dianggap gila. Tapi apa yang membuat Yesus kredibel bagi mereka yang mendengarNya adalah mujizat kreatif yang dilakukanNya, dan otoritas pengajaran bijakNya.

Anak Manusia

Beberapa orang mengatakan Yesus tidak memaksudkan nama AKU berarti Dia adalah Allah. Mereka berargumentasi Yesus merujuk diriNya sendiri sebagai “Anak Manusia”, membuktikan bahwa Dia tidak mengklaim ke-Tuhan-an. Jadi dalam konteks apa gelar “Anak Manusia” itu, dan apa artinya?

Packer menulis tentang nama, “Anak Manusia” merujuk pada peran Yesus sebagai Raja Penyelamat, memenuhi nubuatan mesias dari Yesaya 53.[7] Yesaya 53 merupakan nubuatan tentang mesias paling lengkap dan jelas memperlihatkan Dia sebagai Penyelamat yang menderita. Yesaya juga merujuk Mesias sebagai “Allah Perkasa”, “Bapa yang kekal”, “Raja damai” (Yesaya 9:6).

Sebagai tambahan, banyak pakar mengatakan Yesus merujuk diriNya sebagai pemenuhan nubuatan Daniel tentang “Anak Manusia”. Daniel bernubuat bahwa “anak manusia” akan diberi kuasa atas seluruh manusia dan menerima penyembahan:

“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu dan ia dibawa ke hadapannya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya.”(Daniel 7:13, 14)

Jadi siapa “anak manusia” dan kenapa dia disembah, padahal hanya Allah saja yang boleh disembah. Yesus mengatakan kepada murid-muridNya, pada saat Dia kembali ke Bumi, “Maka setiap orang akan melihat Anak Manusia datang bersama awan-awan dengan kuasa dan kemuliaan besar.” (Lukas 21:27). Apakah di sini Yesus menyatakan Dialah pemenuhan nubuatan Daniel?

Anak Allah

Yesus juga mengklaim sebagai, “Anak Allah.” Gelar ini tidak berarti Yesus adalah anak biologis Allah. Istilah “Anak” juga bukan berarti menyiratkan lebih rendah posisinya, seperti anak manusia yang pada dasarnya lebih rendah dihadapan ayahnya. Seorang anak juga mempunyai DNA ayahnya, dan kendati dia berbeda, mereka berdua manusia. Para ahli menjelaskan istilah “Anak Allah” dalam bahasa asli merujuk pada keserupaan, atau “dari unit yang sama”. Yesus memaksudkan itu bahwa Dia punya esensi ke-Tuhan-an, atau dalam istilah abad 21, “DNA Allah”. Professor Peter Kreeft menjelaskan,

“Apa yang Yesus maksudkan ketika Dia menyebut diriNya Anak Allah?” Anak manusia adalah manusia. (Kedua istilah ‘anak’ dan ‘manusia’, sama artinya untuk laki-laki dan perempuan.) Anak monyet adalah monyet. Anak anjing adalah anjing. Anak hiu adalah hiu. Dan demikian juga Anak Allah adalah Allah. ‘Anak Allah’ adalah gelar ke-Tuhan-an”[8]

Dalam Yohanes 17, Yesus berbicara tentang kemuliaan, yang dialami, Dia dan Bapa sebelum dunia dijadikan. Tapi dengan menyebut diri “Anak Allah”, apa Yesus mengklaim sama dengan Allah? Packer menjawab:

Ketika Alkitab memproklamirkan Yesus sebagai Anak Allah, pernyataan itu berarti sebagai penegasan ke-Tuhan-anNya.[9]

Jadi nama-nama yang Yesus pakai untuk diriNya menunjuk pada fakta bahwa Dia mengklaim kesamaan (kesetaraan) dengan Allah. Tapi apakah Yesus berbicara dan bertindak dengan otoritas Allah?

Mengampuni Dosa

Dalam agama Yahudi, mengampuni dosa hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Pengampunan selalu personal; seseorang tidak bisa memberi pengampunan atas nama orang yang menderita akibat kesalahan orang lain (haruslah yang menderita itu yang memberikan pengampunan) , terutama jika Orang itu itu adalah Allah. Namun pada beberapa peristiwa, Yesus bertindak seakan-akan Dialah Allah dengan mengampuni pendosa. Para pemimpin agama akhirnya meledak dengan kemarahan mendidih terhadap Yesus, ketika Dia mengampuni dosa orang yang lumpuh di hadapan mereka.

“Mengapa orang ini berkata-kata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri?”(Markus 2:7)

Lewis membayangkan reaksi kekagetan dari semua orang yang mendengar Yesus,

“Kemudian tiba syok sebenarnya,” tulis Lewis, “Di antara orang Yahudi itu tiba-tiba ada orang yang berbicara seakan-akan Dia adalah Allah. Dia mengklaim mengampuni dosa. Dia mengatakan Dia selalu ada (kekal). Dia mengatakan Dia akan datang untuk menghakimi dunia pada akhir jaman (kiamat). Sekarang, mari kita memperjelas hal ini. Diantara penganut agama banyak allah (atau dewa-dewa), setiap orang mungkin bisa mengatakan dia adalah bagian dari Allah, atau orang yang bersama Allah …… tapi orang ini, karena Dia Yahudi, tidak bisa berarti semacam bagian dari Allah. Allah, dalam bahasa mereka, berarti Mahluk diluar dunia, yang telah membuat dunia dan secara tak terhingga sangat berbeda dari segala sesuatu. Dan ketika anda memahami itu, anda akan lihat bahwa apa yang dikatakan orang itu, sederhananya, hal paling mengejutkan yang pernah diucapkan dari bibir manusia.”[10]

Klaim Kesatuan Dengan Allah.

Mereka yang mendengar Yesus, mengamati kesempurnaan moralNya, dan melihat Dia melakukan mujizat, akan berpikir apakah Dia adalah Mesias yang sudah lama dijanjikan. Akhirnya para penentangnya mengelilingi Dia di Bait Allah, bertanya,

“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”

Yesus menjawab, “pekerjaan-pekarjaan yang Kulakukan dalam nama BapaKu; itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” Dia membandingkan para pengikutnya dengan domba dan mengatakan, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.” Kemudian Dia mengungkapkan kepada mereka bahwa, “BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun,” dan tindakanNya atas perintah Bapa.Yesus sudah pasti menanggalkan kerendahan hatiNya. Tapi kemudian Yesus menjatuhkan bom, mengatakan kepada mereka (Johanes 10:25-30)

“Bapa dan Aku adalah satu”

Jika Yesus hanya bermaksud Dia setuju dengan Allah, maka tidak akan ada reaksi keras. Tapi , sekali lagi orang Yahudi mengambil batu untuk membunuhNya. Kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari BapaKu yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”

Jawab orang-orang Yahudi itu,” Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau memnghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah.” (Johanes 10:32 – 33).

Pada saat Yesus menyiapkan para muridNya menghadapi kematianNya di salib dan kenaikan (ke surga), Tomas ingin tahu kemana Dia pergi dan jalan menuju ke situ. Yesus menjawab Tomas,

“Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun bisa datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes14:6) Jika engkau mengenal Aku, maka engkau telah mengenal BapaKu. Engkau sudah mengenal dan melihat Dia.” (Johanes 14:5-9)

Mereka bingung. Filipus kemudian bertanya kepada Yesus untuk “memperlihatkan kepada kami Bapa.” Yesus menjawab Filipus dengan kalimat mengejutkan ini,

“Telah sekian lama Aku bersama-sama denganmu Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa!”

Dengan kata lain Yesus katakan, “Filipus jika kamu ingin melihat Bapa, lihatlah Aku!”?

Dalam Yohanes 17, Yesus mengungkapkan kesatuanNya dengan Bapa telah ada sejak semula, “sebelum dunia dijadikan”. Menurut Yesus, tidak pernah terjadi Dia tidak bersama-sama Allah dalam kemuliaan dan esensinya.

(bersambung)

Klaim Kesatuan Dengan Allah.

Mereka yang mendengar Yesus, mengamati kesempurnaan moralNya, dan melihat Dia melakukan mujizat, akan berpikir apakah Dia adalah Mesias yang sudah lama dijanjikan. Akhirnya para penentangnya mengelilingi Dia di Bait Allah, bertanya,

“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”

Yesus menjawab, “pekerjaan-pekarjaan yang Kulakukan dalam nama BapaKu; itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” Dia membandingkan para pengikutnya dengan domba dan mengatakan, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.” Kemudian Dia mengungkapkan kepada mereka bahwa, “BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun,” dan tindakanNya atas perintah Bapa.Yesus sudah pasti menanggalkan kerendahan hatiNya. Tapi kemudian Yesus menjatuhkan bom, mengatakan kepada mereka (Johanes 10:25-30)

“Bapa dan Aku adalah satu”

Jika Yesus hanya bermaksud Dia setuju dengan Allah, maka tidak akan ada reaksi keras. Tapi , sekali lagi orang Yahudi mengambil batu untuk membunuhNya. Kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari BapaKu yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”

Jawab orang-orang Yahudi itu,” Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau memnghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah.” (Johanes 10:32 – 33).

Pada saat Yesus menyiapkan para muridNya menghadapi kematianNya di salib dan kenaikan (ke surga), Tomas ingin tahu kemana Dia pergi dan jalan menuju ke situ. Yesus menjawab Tomas,

“Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun bisa datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes14:6) Jika engkau mengenal Aku, maka engkau telah mengenal BapaKu. Engkau sudah mengenal dan melihat Dia.” (Johanes 14:5-9)

Mereka bingung. Filipus kemudian bertanya kepada Yesus untuk “memperlihatkan kepada kami Bapa.” Yesus menjawab Filipus dengan kalimat mengejutkan ini,

“Telah sekian lama Aku bersama-sama denganmu Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa!”

Dengan kata lain Yesus katakan, “Filipus jika kamu ingin melihat Bapa, lihatlah Aku!”?

Dalam Yohanes 17, Yesus mengungkapkan kesatuanNya dengan Bapa telah ada sejak semula, “sebelum dunia dijadikan”. Menurut Yesus, tidak pernah terjadi Dia tidak bersama-sama Allah dalam kemuliaan dan esensinya.

Otoritas Allah

Orang Yahudi selalau memandang Allah maha kuasa. Kekuasaan (otoritas) adalah istilah yang dikenal baik di Israel, yang sedang dijajah Romawi. Pada masa itu, perintah Kaisar bisa langsung mengirim pasukan ke medan perang, mengutuk atau menghukum penjahat, dan menetapkan hukum dan mengatur pemerintahan. Pada kenyataannya, kekuasaan Kaisar begitu besar sehingga dia sendiri mengklaim dirinya sama dengan Tuhan.

Sebelum meninggalkan dunia, Yesus menjelaskan cakupan otoritasnya:

“KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Apa yang dimaksudkan dengan Yesus telah “diberikan” kuasa? ?(Matius 28:18).

Dalam kalimat menakjubkan ini, Yesus mengklaim mempunyai ke-maha kuasa-an bukan saja di dunia tapi juga di sorga. John Piper menjelaskan,

“Inillah kenapa teman dan musuh Yesus kaget dan kaget lagi atas apa yang Dia katakan dan lakukan. Dia bisa berjalan di sebuah jalanan, terlihat sama seperti orang biasa lain, kemudian berbalik dan mengatakan sesuatu seperti, “Sebelum Abraham, Aku ada.” Atau, “Jika kamu melihat Aku, kamu sudah melihat Bapa.” Atau, dengan sangat tenang, setelah dituduh menghujat, dia akan mengatakan, “Anak Manusia punya kuasa di dunia untuk mengampuni dosa.” Kepada orang meninggal Dia mengatakan, “Keluar”, atau “Bangkitlah.” Dan mereka taat. Kepada badai di laut Dia akan mengatakan, “Tenang.” Dan kepada potongan roti Dia akan mengatakan, “Jadilah makanan untuk ribuan (orang)”. Dan itu langsung terjadi.[11]

Beberapa mungkin berargumen karena kekuasaan datang dari BapaNya, tidak berarti Yesus itu Allah. Namun Allah tidak pernah memberikan kuasaNya untuk menciptakan mahluk yang akan disembah. Melakukan itu artinya melanggar Perintah Allah sendiri.

Menerima Penyembahan

Tidak ada lebih mendasar di agama Yahudi dari fakta bahwa hanya Allah yang disembah. Nyatanya, perintah pertama di Sepuluh Perintah adalah,

“Jangan menyembah tuhan lain selain Aku.” (Keluaran 20:3 )

Jadi, dosa paling berat seorang Yahudi adalah menyembah mahluk lain selain Allah, atau menerima penyembahan. Jadi jika Yesus bukan Allah, maka akan jadi penghujatan untuk menerima penyembahan.

Setelah kebangkitan Yesus, para murid menceritakan kepada Tomas bahwa mereka telah melihat Tuhan hidup (Johanes 20:24-29). Tomas tidak percaya dan mengatakan kepada mereka dia akan percaya jika dia sudah mecucukkan jarinya ke luka di tangan dan perut Yesus. Delapan hari kemudian, semua murid berkumpul di ruang yang terkunci, tiba-tiba Yesus hadir dihadapan mereka. Yesus melihat Tomas dan berkata kepadanya,” Taruh jarimu di sini dan lihat tanganKu. Taruh tanganmu di luka perutKu.”

Tomas tidak memerlukan bukti lebih banyak lagi. Dia langsung percaya dan berseru kepada Yesus,

“Tuhanku dan Allahku!”

Tomas menyembah Yesus sebagai Allah! Jika Yesus bukan Allah, Dia pasti akan langsung memperingatkan Tomas. Tapi daripada memperingatkan Tomas karena menyembahNya sebagai Allah, Yesus malah memuji dia,

“Kamu percaya karena telah melihatKu Diberkatilah mereka yang tidak melihat namun percaya.”

Yesus menerima penyembahan atas sembilan peristiwa. Dalam konteks keyakinan Yahudi, penerimaan Yesus atas penyembahan berbicara banyak atas klaim ke-Tuhan-anNya. Meskipun begitu, para murid belum mengerti sepenuhnya sampai Yesus naik ke surga. Sebelum Yesus terangkat, Dia mengatakan kepada para murid untuk “membaptiskan murid-murid baru dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Matius 28:19), menempatkan Roh Kudus dan diriNya pada tingkat yang sama dengan Bapa.[12]

Alfa Dan Omega

Ketika Rasul Yohanes dibuang ke Pulau Patmos, Yesus mengungkapkan visi-visi akhir jaman kepadanya. Dalam visi-visi itu, Yohanes menggambarkan kejadian menakjubkan ini,

“Lihat! Dia datang dengan awan-awan dari surga. Dan setiap orang akan melihat Dia — bahkan dia yang menusuknya …. Aku Alfa dan Omega —- permulaan dan akhir, firman Tuhan Allah. ‘Aku yang pertama, yang selalu, dan akan datang, Yang Mahakuasa.”

Jadi siapa Orang yang disebut “Alfa dan Omega,” “Tuhan Allah,” Yang Mahakuasa”? Kita diberitahukan Dialah yang di tusuk. Yang membuatnya jelas bahwa Alfa dan Omega adalah Yesus. Dia yang telah ditusuk (ditombak) di atas salib.

Yohanes, yang paling dekat dengan Yesus dibandingkan para murid lain, melihat citra sebuah Pribadi berbicara dengan dia. Dia menulis,

“…ada seorang serupa Anak Manusia …… Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, Dan matanya bagaikan nyala api …… dan wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.” (Wahyu 1:13, 14, 16b)

Kita tidak bisa memahami emosi Yohanes ketika dia melihat satu Pribadi seperti matahari bersinar penuh kekuatan, dengan mata seperti jilatan api. Dia langsung jatuh seperti orang mati di depan Pribadi yang dia lihat. Jika (Pribadi) itu Yesus, kenapa Yohanes tidak mengenal Dia? Apa mungkin dia berpikir itu adalah malaikat? Mari kita dengar kata-kata Yohanes.

“…tapi Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir. dan Yang Hidup, Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya.” (Wahyu 1:17-18)

Yang Esa berbicara kepada Yohanes dengan mengidentifikasi dirinya sebagai, “yang Pertama dan yang Akhir”, sebuah rujukan jelas akan keabadian. Dan karena hanya Allah yang abadi, ini pasti Allah. Namun pada kalimat yang sama dia mengatakan kepada Yohanes bahwa dia adalah “yang hidup yang pernah mati,” jadi, kita tahu hal ini bukanlah Allah Bapa karena Bapa tidak pernah menderita kematian seperti manusia.

“Lalu aku melihat takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya . . . Ia yang duduk di atas takhta itu berkata, …… . . Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir……” (Wahyu 20:11; 21:5 – 6)

Apakah Tuhan Yesus Kristus yang memerintah dari tahta putih besar. Yesus telah mengatakan kepada para murid bahwa Dia akan menjadi hakim manusia. Dia berjanji bagi siapa yang percaya kepadaNya akan selamat dari penghakiman dosa, tapi mereka yang menolak akan dihakimi.

Kesimpulan

Jadi apakah Yesus mengklaim diriNya Allah, atau Dia hanya salah mengerti saja. Mari kita lihat pada klaim Yesus lainnya dan bertanya, apakah Yesus akan membuat klaim seradikal itu jika Dia bukan Allah?

Yesus menggunakan nama Allah untuk diriNya.
Yesus menyebut diriNya “Anak Manusia”.
Yesus menyebut diriNya “Anak Allah”.
Yesus mengklaim mengampuni dosa.
Yesus mengklaim ke-satu-an dengan Allah.
Yesus mengklaim seluruh kuasa.
Yesus menerima penyembahan.
Yesus menyebut diriNya “Alfa dan Omega”.
Orang mungkin berkata, “bagaimana kita bisa mempercayai klaim Yesus? Bukti apa yang Dia tinggalkan?”?

Tiga hari setelah penyaliban Dia, murid-mudridNya mengklaim mereka melihat Dia hidup . Jika cerita mereka bohong, maka kebohongan akan terungkap setelah penguasa Romawi menyiksa mereka secara mengerikan, dengan cara-cara yang pernah diketahui manusia. Tapi keyakinan dan kejujuran mereka mengatasi Roma dan mengubah dunia kita (Lihat “Apa benar Yesus Bangkit dari kematian ?“). Lewis menjelaskan alasan-alasan keyakinan mereka,

“Apa yang dibalik ruang dan waktu, apa yang belum diciptakan, abadi, menjadi alami, turun dari alamNya, dan naik kembali.”[13]

Pakar brilian ini sebelumnya berpendapat Yesus hanyalah mitos, sama seperti allah-allah buatan manusia pada jaman Romawi dan Yunani kuno. Namun ketika dia mulai melihat bukti-bukti Yesus Kristus, dia menyadari bahwa catatan Perjanjian Baru tentang Yesus Kristus didasarkan pada fakta-fakta sejarah yang solid. Mantan kritikus ini menyimpulkan bukti-bukti investigasinya terhadap Yesus Kristus dengan pandangan,

“Anda harus memiih: apakah orang ini adalah Anak Allah : atau orang gila atau yang lebih buruk lagi …… Namun kita jangan dengan sembarangan menyebutNya sebagai guru besar kemanusiaan. Dia tidak membuka hal semacam itu kepada kita.”[14]

Lewis menemukan bahwa hubungan personal dengan Yesus memberinya hidup penuh arti, tujuan, dan kebahagiaan yang melampaui semua impiannya. Dia tidak pernah menyesali pilihannya dan menjadi jurubicara terkemuka bagi Yesus Kristus. Bagaimana dengan anda? Apakah anda telah memilih ?

“Apakah Para Rasul Percaya Yesus Adalah Allah?”

Jika Yesus itu Allah, maka kita bisa berharap para pengikut terdekatNya memproklamirkan ke-Tuhan-anNya dalam testimoni tertulis mereka. KeKristenan mendasarkan keyakinannya dalam ke-Tuhan-an Yesus atas tulisan-tulisan mereka.

ENDNOTES

  1. Ravi Zacharias, Jesus Among Other Gods (Nashville: Word, 2000), 38.

  2. J. I. Packer, Knowing God (Downers Grove, IL: InterVarsity, 1993), 189.

  3. The Hebrew Scriptures sometimes join Yahweh (Jehovah) with an additional word to emphasize God’s dealing with man. “Yahweh Elohim” and “Adonai Yahweh” are translated “Lord God,” and “Yahweh Sabaoth” is translated “Lord of hosts.” (C.I Scofield, The Scofield Reference Bible (New York: Oxford University Press, 1996), 6, 983.

  4. Ray C. Stedman, Adventuring Through the Bible (Grand Rapids, MI: Discovery House, 1997), 479.

  5. Ego eimi is the Greek equivalent of the Hebrew name Isaiah used to describe God in Isaiah 43:10, 11. Dr. James White notes, “The closest and most logical connection between John’s usage of ego eimi and the Old Testament is to be found in the Septuagint rendering of a particular Hebrew phrase, ani hu in the writings (primarily) of Isaiah. The Septuagint translates the Hebrew phrase ani hu as ego eimi in Isaiah 41:4, 43:10 and 46:4.” (http://www.aomin.org/EGO.html)

  6. Lewis, 157.

  7. Packer, 198.

  8. Why I am a Christian, Norman L. Geisler, Paul K. Hoffman, eds, “Why I Believe Jesus is the Son of God” (Grand Rapids, MI: Baker Books, 2001), 223.

  9. Packer, 57.

  10. C.S. Lewis, Mere Christianity (San Francisco: HarperCollins, 1972), 51.

  11. John Piper, The Pleasures of God (Sisters, OR: Multnomah, 2000), 35.

  12. Christians believe that there is one God who exists in three distinct, equal Persons: the Father, the Son, and the Holy Spirit (trinity). No earthly analogy can adequately explain how one God can exist as three Persons. However, two scientific examples illustrate how one entity can exist in multiple forms. 1. Light exists as a duality, appearing in nature as both a wave and a particle. 2. The H20 molecule is one essence, yet exists as steam, water, and ice. The God of the Bible, however, is beyond our full comprehension, being infinite, eternal, immutable, omniscient, omnipresent, and omnipotent.

  13. Lewis, God in the Dock, 80.

  14. Lewis, Mere Christianity, 52.

Permission to reproduce this article: Publisher grants permission to reproduce this material without written approval, but only in its entirety and only for non-profit use. No part of this material may be altered or used out of context without publisher’s written permission. Printed copies of Y-Origins and Y-Jesus magazine may be ordered at: www.JesusOnline.com/product_page

© 2007 B&L Publications. This article is a supplement to Y-Jesus magazine by Bright Media Foundation & B&L Publications: Larry Chapman, Chief Editor.

saya paling terpesona pada pertanyaan ke 7
7. MANA FOTO ASLI WAJAH YESUS DAN SIAPA PEMOTRETNY???

maksud anda fotografer nya gitu ? please dehhhhhh…
ini konyol banget wkwkwkwkwkwkwkwwkwk… asli ngakak yg ini…

maaf OOT

karena pertanyaan no.7 yang terasa paling ngablu,

jawab aja - yang motret Allah, kameranya - Roh Dia, blitznya kilat,
hasil fotonya Perjanjian Baru, dan cuma orang yang tertutup + masih/sedang tertutup mata hatinya yang gak akan bisa liat foto Yesus tsb di PB …he-he-he… :slight_smile:

@odading

Ada ada aja, he he he

Ngablu itu apa artinya ya?

btw, kreatif juga Odading…
:slight_smile:

Saudara ku, saya akan coba menjawab pertanyaan2 saudara tersebut :

1). Untuk mengetahui dalil di dalam Alkitab, Apakah Yesus beragama Kristen atau bukan, maka sebelum saya menjawab point pertama ini, terlebih dahulu saya sarankan, agar saudara memahami kembali pengertian Agama dan Keyakinan Kepercayaan. Nah, Kristen artinya adalah : Para Pengikut Kristus, jadi jika Saudara bertanya apa Yesus beragama Kristen, maka saya kembali bertanya kepada saudara, apakah Si A dapat dikatakan sebagai pengikut diri A sendiri ? Bukankah pengikut itu berarti ada pihak lain yang telah mengikuti si A, makanya disebutkan sebagai pengikut.

2). Ketika berumur 13 - 29 Tahun, Yesus belum melakukan pengajaran, jadi pertanyaan anda sangat keliru.

3). Silahkan saudara baca Yohanes 20 : 28 …Thomas menjawab Dia: " Ya Tuhan ku dan Allah ku". ==> Kepercayaan dan pengakuan Iman kita adalah : “Bagian dari penyembahan dan doa”.

4). Wahyu 1 : 1 … Inilah Wahyu Yesus Kristus … dan untuk menjaga Wahyu tersebut, maka Firman Allah mengatakan dalam Wahyu 22 : 18 - 20 ( Silahkan baca Alkitab ).

5). Beribadah “Tidak harus hari minggu”, beribadah itu setiap saat, disetiap engkau memberikan waktu untuk bertemu dengan Allah.

6). Yohanes 3 : 16 … supaya setiap orang yang percaya pada-Nya, tidak binasa melainkan beroleh Hidup yang Kekal. (ayat 18 ): Barang siapa percaya kepada Nya, ia tidak akan dihukum: barang siapa tidak percaya, ia telah berada dibawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam Nama Anak Tunggal Allah.

7). Foto Yesus adalah Karya Seni dari seseorang yang bernama Leonardo Davinci, dan merupakan Imajinasi dari dirinya sendiri. Jadi Foto Yesus yang sebenarnya ada dalam Kolose 1 : 15, yaitu : Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan…jadi kalau anda ingin melihat “Wajah Yesus langsung”, sering-sering lah berdoa dengan tulus, agar Yesus datang memperlihatkan Wajah Kemulian-Nya kepada anda.

8). Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 desember, tetapi Yesus lahir pada setiap hari dan setiap waktu, bagi setiap orang yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamat, karena itu … Perintah untuk merayakan Hari Kelahiran Yesus itu ada pada Alkitab, yakni : Jika hari ini engkau mendengar suara-Nya, “JANGAN KERASKAN HATIMU”.

Salam …

Kalau menurut saya, kamu asal ngomong aja, tidak pernah ada seorang muslimpun yg meng-imingi2 hadiah berupa materi dalam bentuk apapun jika sso masuk Islam, itu tuduhan yg tidak berdasar.

Yang terjadi sebenarnya adalah sebalknya, ini pengalaman pribadi saya, saya diminta utk masuk kristen tertentu dan diangkat sebagai pendeta dgn iming2 sebuah rumah lengkap beserta isi dan mobil.

Teman saya yang lain berkata (mungkin hanya bercanda, tapi bernada serius), kalau mau kaya, masuk jadi pendeta kristen, pastor katolik (dia menunjukkan bagaimana fasilitas2 yg dinikmati pastor, seperti kamar semewah hotel dsb, reaksi saya ketika melihat fasilitas tsb…hanya melongo bengong…sambil berpikir …wah enak juga ya…tapi masalahnya harus hidup selibat…)

Belum lagi kesaksian dgn judul bakti sosial dan sejenisnya.

pertanyaan yg menggelikan.

konyol ah.

lagi lagi omong kosong

gak bosen yah ?

@A-badonic
anda sepertinya salah paham…
maksud diberikan mobil bmw itu adalah jika bisa menjawab pertanyaan
terlalu sombong sepertinya…

mantap bro :afro:

lihat saja pertanyaan yg oon banget

  1. MANA BUKTI DALIL DLM ALKITAB PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA Kristen???

ini yg nanya orang dewasa atau anak kecil sih ?

Topik saya kunci karena sudah sering terjawab.
Bahkan ada seorang yang menulis bukunya, silakan cek di

Sampai jumpa di topik menarik lainnya.

Tuhan YESUS memberkati