67 Juta Anak di Dunia Ditolak Hak Pendidikannya

Data yang mengejutkan datang dari pertemuan tingkat tinggi Badan PBB untuk Ekonomi dan Sosial Ecosoc yang dibuka pada Senin (4/7) di Jenewa, Swiss. Sebanyak 67 juta anak usia sekolah di dunia ditolak haknya untuk mendapatkan hak atas pendidikan lantaran alasan keuangan serta tantangan sosial seperti masalah kesehatan dan konflik bersenjata.
Seperti dikutip Xinhua, Selasa (5/7) selain hak pendidikan anak tersebut, sebanyak 796 juta orang usia dewasa di dunia tercatat kurang keterampilan aksara dasar. “Pada tingkat nasional, regional dan global, isu besar harus kita hadapi agar pendidikan menjadi realitas bagi kita semua,” ujar Presiden Ecosoc Lazarous Kapambwe.
Masalah pelik tersebut diperparah dengan anya pemotongan anggaran pendidikan yang banyak dilakukan pemerintah negara di dunia. sebagai imbas dari krisis keuangan. Survei atas 18 negara dengan penghasilan rendah menunjukkan bahwa tujuh negara memotong anggaran pendidikan pada 2009. Selain itu konflik bersenjata, yang selama satu dekade ini terjadi di 35 negara juga membuat 28 juta orang atau setara dengan 42 persen dari jumlah anak putus sekolah di dunia.
Ini meningkatkan kekhawatiran banyak anak yang akan putus sekolah. Untuk mengatasi hal ini, Presiden Ecosoc menyerukan pembagian beban antara negara maju dan berkembang. Sektor swasta dan juga diimbau agar menjamin hak atas pendidikan di negara berpenghasilan rendah, khususnya negara kurang berkembang (LDC).
Data jumlah penduduk miskin terakhir di Indonesia adalah 42 persen atau hampir 100 juta jumlah penduduk, dapat menjadi parameter menilai nasib pendidikan anak Indonesia. Dengan keadaan menyedihkan inilah langkah seluruh elemen diperlukan untuk memusatkan misi pelayanan khususnya untuk mengentaskan tingkat pendidikan anak di Indonesia.
Source : berbagai sumber - dpt

Berarti masih banyak “PR” bagi kita semua ya…?? Tapi kalo di Indinesia ini, malah tambah sulit lagi sepertinya. Karena uang rakyat banyak di curi oleh para pemimpin-pemimpinnya dng dalih bermacam-macam. Pokoknya masih jauh dari
harapan kita semua untuk menanggulangi masalah pendidikan yang merata diseluruh wilayah NKRI ini.
Tapi informasi yang anda sampaikan …sungguh sangat baik [email protected]…!! GBU