1300 Pendeta di DKI Dukung Foke-Nara - Pilihan Yang Tak Berhikmat?

Maaf walaupun Pilkada ke-2 sudah berlalu tetapi amat disayangkan pernyataan terang-terangan dari Pendeta-pendeta yang mendukung Foke Nara. Di media disebutkan seorang Pendetaterkenal yaitu Pendeta Yacob Nahuway yang terang-terangan mendukung Foke. Ditambah lagi berita “Sebanyak 1300 pendeta dari berbagai aliran Kristen Protestan di DKI Jakarta menyatakan dukungannya terhadap Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam Pilkada 2012 mendatang”. http://wartakota.co.id/detil/berita/82019/1.300-Pendeta-Dukung-Foke

Kabar terakhir sebelum Pilkada kedua malah mengagetkan saya yaitu ada seorang Hamba Tuhan di Kelapa Gading menubuatkan kemenangan Foke. (Iya sih menang dalam arti sudah bebas jabatan :slight_smile:

Partai Kristen juga setali tiga uang. Partai Damai Sejahtera di pilkada pertama malah dukung Alex Noerdin dan setelah calonnya kalah kayaknya tetap nggak mendukung no.3 juga.

Amat disayangkan karena kandidat lainnya itu terdapat seorang anak Tuhan yaitu Ahok eh malah nggak didukung. Atau karena ada hutang sama Foke kali ya jadi mereka vokal mendukung, tapi ya pake hikmat yang gimana gitu.

Paling baik sih kalau Gereja itu moderat dalam arti tidak memihak supaya juga tidak memecah belah jemaat dan kalau dukungan ke salah satu calon itu tanpa melihat pertimbangan karakter atau integritasnya maka Gereja akan menjadi batu sandungan.

Saya sempat membaca ada seorang jemaat yang jengkel karena di warta gerejanya dan himbauan sang pendeta mengarahkan ke salah satu calon yang sebenarnya nggak didukung rakyat secara luas. Ini evaluasi dan refleksi buat gereja atau pemimpin gereja di masa mendatang. Kalo jagoan mereka kalah seperti sekarang ini yang pendukung Foke, mau dibawa ke mane muke kite :slight_smile:

sudahlah, semua sudah terjadi :cheesy:

memberikan dukungan kpd seorang calon pemimpin yg dia anggap baik bukanlah sesuatu hal yg salah…
begitu pula meminta/menyuruh orang lain utk memilih calon pemimpin yg dia dukung itu jg bukan merupakan kesalahan bro… paling klo calonnya ternyata kalah, dia cuma tengsin atau malu aj kok… :char11:

yg salah itu kalo dia sudah memaksa dan mengharuskan orang lain utk memilih yg dia dukung sbg pemimpin…
klo cm sekedar menyuruh/menganjurkan doank sih gpp, kan nti hamba Tuhan itu atau Gerejanya dpt uang sumbangan sebagai media promosi calon pemimpin yg dia dukung itu bro… jd gpp lah… sah2 aj kok… :smiley:

Ada kekawatiran yang amat sangat dalam hamba Tuhan itu jadi mereka memilih fokelah klo beg…beg…begitu…para hamba Tuhan itu belum jibakutei dlm mengikut Kristus :smiley: :happy0025:

Setuju, sis…gitu aja koq repot.

diyakinkan bahwa para pendeta itu jika benar demikian, maka mereka sedang cenderung tersesat… sangat disayangkan… ternyata jumlahnya sangat banyak…

mesti melihat sikon,
kejadian tersebut pada saat si “orang” itu adakan pertemuan di grj tsb.
dia sebagai penguasa saat itu mencari dukungan.

Re: 1300 Pendeta di DKI Dukung Foke-Nara - Pilihan Yang Tak Berhikmat?

:onion-head48:
Uhhmm… enaknya saia turut comment yg merdu didengar dahulu or yg gak enak didengar dulu y… ? :cheesy:

jaman sudah terbalik sekarang sis… kayaknya lebih enak comment yang ga enak dulu… ^^

koq taw sih brow klo lebih ga enak comment yg enak … ? :ashamed0004: ;D

Re: 1300 Pendeta di DKI Dukung Foke-Nara - Pilihan Yang Tak Berhikmat?
Klo di dalam ranah politik, bukankah ‘atribut’ pendeta, gembala, habib, ustad dlsb (kecuali atribut ribut ribetnye abang Rome) mestinya gak usah dibawa-bawa 10000% ya ? :rolleye0014
Pemilih suara mutlak atas nama “WARGA NEGARA/WARGA KOTA” … IDEALnye seh begetoh :2funny:
Tapi memang dunia fana tak pernah bisa se-IDEAL dunia dongeng…

Lain hal 'etika’nya para ‘warga Parpol’ yg bernafaskeun ‘agamis’ … ya udah deh gimana jika dikembalikeun saja lagi ke 'visi misi partai/ golongan politik’nya… maunya apa tho ? hendak ngapain sih ? mau berkendara lewat mana ? kalau plin-plan mental pengecut otak penjilat ya wassalam bubyee ;D

Yg pualing enak jadi penonton, ticket VVIP, bisa komen seenak udel gak perlu takut apa siapapun, penonton mah bebaas jreeng kan udah beli tiket nonton :happy0025: (waiting for sequelnya :slight_smile: )

hmmmm… betul juga… pemikiran yang cerdikkk… salutlah buat sis rinjani… memang betul sipapun orangnya… pemilih adalah warga… tidak usah bawa embel2… ^^ terimakasih sis atas penerangannya… tinggal tunggu sequellnyaa… heheheh…

Dukung boleh donk , tetapi kalau untuk memilihnya kan siapa yg tau , hanya pemilih dan Tuhan yg tau . jadi janganlah hendaknya kita menghakimi atau mengatakan hal" yg tidak berhikmat.
Dukungan boleh banyak tetapi segala sesuatu nya ga ada yg bisa menahan kalau Tuhan yg sudah memilih.
Yang terbaik yg kita doakan . saling dukung dan bekerja sama untuk mendatangkan negara yg aman dan baik sesuai dengan janji Tuhan. 2 - 3 orang berkumpul dan meminta serta sepakat pasti belas kasihan Tuhan ada menyertai. amin.

Saya setuju dengan pendapat Anda. Ada politikus bahkan yang mengatakan bahwa kandidat yang lain selain Foke belum tentu bisa menjamin kemudahan ijin membangun atau mendirikan gereja.

Bersyukur sih jemaat (anggota jemaat) sekarang udah kritis jadi nggak akan langsung membeo atau manut apa kata pendetanya dalam kampanye model gitu. Pake acara angkat tangan lagi untuk memberkati si Foke eh nggak jadi.

Ternyata dukungan 1300 pendeta tidak didengar oleh TUHAN YESUS KRISTUS, itu sama artinya dengan memalukan diri mereka sendiri di depan jemaatnya,termasuk Gembala sidang dengan jumalah jemaat terbesar juga jeblok prediksinya,katanya membawa suara Tuhan ?! jadi membuat banyak jemaat tambah ragu,yang terpenting bukan siapa pendetanya atau berapa ratus ribu orang jemaatnya,tetapi hubungan kita dengan Tuhan YESUS KRISTUS yang membuat dikabulkannya doa kita atau dibenarkannya pilihan kita.

wajah asli para penipu-uang-jemaat ini lambat laun agak terbongkar seiring dgn berjalannya waktu